
Happy Reading...
POV NEVAN.
Kesibukanku akhir-akhir ini hampir membuat aku stres bagaimana tidak aku harus terus bolak-balik keluar kota karena masalah pekerjaan.
Tapi semua itu terbayarkan sekarang dengan perusahaanku yang sudah mulai merangkak lagi meskipun tanpa bantuan dari Papaku.
Mengingat kedua orang tuaku aku masih juga belum bisa menghubungi mereka dan belum mendapatkan kabar dari mereka.
Aku sudah mecoba bertanya pada kerabat dari mereka tapi tidak ada yang tahu sama sekali, aku hanya bisa berdoa agar mereka bisa baik-baik saja.
Karena sekarang masih sore dan aku pasti akan bosen jika di apartemen sendirian akhirnya aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan untuk menghilangkan kepenatan dalam diriku.
Aku mengemudikan mobilku dengan santai karena tidak sedang diburu waktu jadi untuk apa buru-buru.
Saat berhenti di lampu merah dan mobilku berhenti aku melihat ke kanan dan ke kiri hingga tidak sengaja mataku melihat seseorang yang sudah lama tidak aku lihat.
"Alisha," gumamku tanpa sadar aku pun tersenyum karena bisa melihatnya lagi.
Wanita yang statusnya masih bisa dikatakan istriku karena kita belum resmi bercerai dan aku harap kita tidak jadi bercerai.
Tapi lagi-lagi aku sadar apa yang aku lakukan padanya dulu tidak bisa dimaafkan, aku menghela napas berat mengingat perlakuanku dulu terhadap Alisha membuat sudut di hatiku terasa nyeri karena aku sudah benar-benar menyakiti wanita seperti Alisha.
Wanita yang selalu tersenyum meski mungkin hatinya terluka karena perkataan atau perlakuanku tapi dia selalu menunjukkan senyum tulusnya padaku.
Saat mobil yang Alisha tumpangi mulai berjalan karena lampu sudah kembali hijau lagi aku pun mengikuti mobil itu.
Tunggu, aku baru sadar kalau mereka hanya berdua saja tidak dengan kedua temanya.
Mengetahui hal itu tentu saja pikiran negatif pun berkeliaran di kepalaku apa mereka lebih dekat dari sekedar teman atau bahkan mereka sudah menjalin hubungan lebih serius.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi Alish masih menjadi istriku bagaimana bisa dia menjalin hubungan dengan pria lain."
Akhirnya aku pun mengikuti kemana mereka pergi, meskipun hatiku deg-degan takut apa yang aku pikirkan itu benar.
Tapi aku yakin Alisha tidak mungkin mau menjalin hubungan dengan pria lain karena dia pasti tahu kalau status dia belum resmi menjadi janda dan itu tidak akan terjadi.
Saat ini aku sedang berusaha untuk memantaskan diriku dulu untuknya setelah aku merasa bahwa aku sudah pantas maka aku akan langsung menemuinya lagi dan memintanya untuk memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diriku dan memulai hubungan kita dari awal.
Melihat mobil mereka memasuki kawasan Mall aku pun mengikutinya aku memarkirkan mobilku tidak jauh dari mobil mereka.
Sebelum turun aku melipat lengan kemeja ku hingga sampai sikut dan memakai kacamata hitamku yang ada di dashboard
mobil.
Aku merasa saat ini aku menjadi orang yang konyol karena mengikuti mereka seperti penguntit.
Aku berjalan dengan santai mengikuti mereka dari jarak yang tidak terlalu dekat, dengan memasukkan kedua tanganku ke saku celana, aku pura-pura melihat-lihat disekitar sana.
Tapi ekor mataku tidak lepas dari target di depanku, Aku mengerutkan keningku saat melihat mereka memasuki toko perlengkapan untuk bayi.
"Untuk apa mereka memasuki toko perlengkapannya bayi."
__ADS_1
Karena penasaran aku pun mendekati toko itu dan terlihat Alish dan temannya itu sedang melihat-lihat pakaian bayi dengan sesekali bercanda dan tertawa.
"Mereka seperti sepasang suami istri yang sedang bahagia karena akan menyambut kehadiran seorang anak," gumamku karena melihat kebahagiaan di mata Alisha.
"Atau jangan-jangan mereka memang berhubungan dan akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang serius, tidak bisa Alisha adalah istriku," Semakin lama aku semakin merasa kesal melihat Alisha selalu tersenyum pada pria itu.
Saat melihat mereka akan keluar dari toko itu aku membalikkan badanku agar mereka tidak melihatku.
"Sudah puas lihat-lihatnya?" tanya teman Alisha kepada Alisha.
"Sudah, ayo sekarng kita nonton," kata Alisha yang terdengar ceria.
"Baiklah ayo," kata Teman Alisha.
Mereka berbicara di belakangku sehingga aku bisa mendengar pembicaraan mereka.
Entah kenapa aku merasa kalau teman Alisha itu seperti menyukai Alisha lebih dari sekedar teman.
Setelah melihat pergi aku pun mengikutinya lagi, mereka pergi untuk menonton aku pun masih mengikutinya bahkan aku duduk tidak jauh dari mereka di belakang mereka.
Aku bukan melihat ke layar di depan sana yang sedang memutar sebuah film tapi pandangan ku fokus pada Alisha yang sedang serius menonton dan sesekali tertawa.
Saat film selesai mereka pergi dari sana begitupun aku, aku terus mengikuti mereka.
Mereka ke sebuah tempat makan dulu yang lokasinya tidak jauh dari tempat nonton tadi.
Aku duduk di tempat yang terhalang beberapa meja di sana melihat teman pria Alisha itu terlihat sangat perhatian terhadap Alisha.
Karena aku pun merasa lapar aku ikut memesan makanan sambil menunggu mereka selesai.
Aku memakan makananku tanpa mengalihkan perhatianku dari Alisha dan temannya itu, tiba-tiba saja aku melihat pria itu mengusap punggung Alisha yang sedang menundukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian teman Alisha berdiri dan melepaskan jaket yang dipakainya setelah itu memakaikannya kepada Alisha.
"Kenapa dia memegang-megang Alish seperti itu."
Melihat interaksi mereka yang begitu intens membuat aku kesal, saat melihat Alisha berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ke toilet aku pun ikut berdiri karena ingin berbicara dengan Alisha.
Aku menunggu didepan pintu toilet karena aku ingin berbicara saat Alisha keluar dari sana, saat sedang menunggu aku mendengar seseorang yang sedang muntah-muntah di dalam sana.
"Siapa yang muntah-muntah?"
Entah kenapa aku merasa tidak nyaman selama aku menunggu didepan toilet, suara orang yang sedang muntah itu masih terdengar.
"Apa itu Alish tapi kenapa dia tiba-tiba muntah-muntah seperti itu, tadi sepertinya dia baik-baik saja."
Saat pintu terbuka aku melihat seorang wanita yang keluar dari toilet, aku pun menanyakan apa yang sedang terjadi didalam kepada wanita itu.
"Mbak maaf di dalam ada apa ya, saya mendengar ada suara orang yang muntah-muntah?" tanyaku pada wanita itu.
"Iya di dalam ada seorang wanita muntah-muntah sepertinya dia sedang sakit," jawab wanita itu.
"Wanita itu memakai baju apa Mbak?" tanyaku lagi karena khawatir yang muntah-muntah itu adalah Alisha.
__ADS_1
"Memakai jaket berwarna hitam Mas," jawab wanita itu.
"Apa didalam ada orang lagi?" tanyaku lagi.
"Tidak ada Mas hanya tinggal wanita itu saja," jawab wanita itu.
"Baiklah terima kasih,"
Aku langsung menerobos masuk karena khawatir dengan Alisha yang masih saja muntah-muntah.
Saat masuk ke dalam toilet aku melihat Alisha sedang membungkukkan badannya dan muntah-muntah.
Secara reflek aku mengusap-usap punggung Alisha bertujuan untuk membuat Alisha rileks agar muntah-muntahnya selesai.
"Mas, sedang apa kamu di sini?" tanya Alisha saat mengangkat kepalanya dan seperti kaget melihatku dari cermin.
"Aku sedang makan di sini dan habis dari toilet, tadi tidak sengaja melihatmu buru-buru ke toilet karena khawatir aku pun masuk ke sini," kataku ngarang.
Alisha hanya menganggukkan kepalanya dan kembali muntah-muntah lagi tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya hanya ada cairan kuning saja.
"Apa kamu sakit Lis?" tanyaku pada Alisha saat dia sedang membersihkan mulutnya.
Alisha hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaanku, dia mengangkat kembali wajannya dan melihatku.
Alisha membalikkan badannya dan tersenyum padaku, keningnya basah oleh keringat, Alisha memasukkan tangannya ke saku jaket itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Terima kasih Mas," katanya tersenyum.
Aku menganggukkan kepalaku dan menatapnya intens, Alisha seperti tidak tenang dengan kehadiranku.
"Alish pergi dulu Mas," pamitnya padaku dan bergegas akan pergi dari sana.
Tapi aku menahannya karena aku merasa setiap bertemu denganku Alish seperti menghindariku.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku Lis?" tanyaku menatapnya serius.
Alisha tidak berani menatap wajahku dia mengalihkan pandangannya ke arah lain hingga membuat aku merasa Alisha memang sedang menyembunyikan sesuatu dariku tapi apa?
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1