Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Nevan dan Bima


__ADS_3

Happy Reading...


"Sekarang pergilah dan beritahukan semuanya pada Nevan tentang kita dan anak ini dan aku pastikan besok aku sudah tidak ada lagi di dunia ini bersama anak ini," ancam Mesha menekan sedikit pisaunya ke perutnya.


Melihat apa yang Mesha lakukan membuat pria itu pun panik, dia takut Mesha benar-benar nekat mencelakai dirinya juga calon anaknya.


"Baiklah aku tidak akan memberitahukan masalah ini kepada Nevan, sekarang berikan pisaunya padaku, itu bahaya," bujuk Nevan.


"Berikan dulu hasil tes DNA padaku," kata Mesha.


"Ini, sekarang berikan pisaunya padaku."


Pria itu pun menuruti keinginan Mesha dan menyerahkan hasil tes DNA itu kepada Mesha untuk dihancurkan agar tidak sampai ke tangan Nevan, Mesha tidak tahu bahwa Nevan sudah tahu semuanya.


Saat pria itu akan keluar dari apartemen Mesha Nevan segera pergi dari sana dan menemui pria itu di parkiran, lalu menghajarnya untuk melampiaskan kemarahannya.


Pria itu awalnya kaget sehingga tidak bisa menghindar dari pukulan Nevan tapi beberapa saat kemudian dia pun membalas pukulan Nevan hingga terjadi perkelahian antara dua orang pria dewasa itu di tengah malam.


Security yang melihat hal itu langsung melerai Nevan dan pria itu hingga akhirnya perkelahian pun terhenti Nevan dan pria itu saling menatap tajam.


Nevan dan Pria itu akhirnya duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari sana, setelah sama-sama tenang barulah Nevan membuka suara dan bertanya.


"Katakan sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Nevan tanpa melihat pria di sampingnya.


"Sudah lebih lama dari hubungan kalian," jawab pria itu dengan terkekeh, membuat Nevan mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu, kamu adalah mantan pacar Mesha yang kembali berpacaran dengan Mesha?" tanya Nevan.


"Aku bukan mantan pacarnya tapi aku pacar pertamanya," kata Pria itu santai.


"Apa! maksud kamu Mesha berpacaran denganku saat sudah memiliki pacar juga," kata Nevan tidak percaya.


"Iya dan selama ini kita tidak pernah putus," kata pria itu santai.


"Apa kamu sudah tau lama tentang semua ini?" tanya Nevan.


"Ya tapi saat dia keluar negeri aku tidak pernah menemuinya lagi karena kesibukanku," kata Pria itu.


"Sekarang kamu sudah tau semuanya 'kan jadi bisakah kamu meninggalkan dia agar aku bisa menikahinya dan mengurus anakku," kata pria itu dengan enteng.

__ADS_1


"Kalau aku tidak mau melepaskan Mesha bagaimana," kata Nevan.


"Kalau kamu tidak mau meninggalkannya itu artinya kamu bodoh," kata Pria itu santai.


"Apa maksud kamu?" tanya Nevan kesal.


"Mesha tidak pernah mencintaimu, dia mengatakan kalau dia mencintaimu itu semua hanya dimulutnya saja, dia bersama denganmu selama ini hanya karena dia merasa nyaman saat di sampingmu karena kamu selalu ada untuknya dan selalu menuruti setiap keinginannya tidak seperti aku yang jarang bisa selalu bersamanya," perkataan pria di sampingnya itu membuat hatinya terasa di tusuk secara berkali-kali oleh pedang yang sangat tajam hingga mampu mengoyak hatinya.


"Apa kamu mengatakan ini hanya agar aku mau melepaskan Mesha begitu saja," kata Nevan menengok ke sampingnya melihat pria itu.


"Coba saja kamu pikirkan kalau Mesha memang mencintaimu apakah dia akan mau menemuiku terus dan berhubungan dengan ku bahkan sampai hamil," kata Pria itu masuk akal.


"Dan coba kamu posisikan diri kamu sebagai aku, ketika kamu akan menjadi seorang ayah apa kamu akan rela membiarkan anak itu diurus orang lain dan memanggil orang lain dengan panggilan Ayah dan tidak mengenalmu, apa kamu rela hah?" kata pria itu lagi.


"Pasti tidak mau 'kan begitupun aku, saat aku tau Mesha hamil aku menunggu dengan harap-harap cemas untuk sampai di minggu ke sepuluh janin itu karena aku ingin melakukan tes DNA agar semuanya jelas dan saat hasilnya aku terima tadi siang, aku senang karena aku tau itu lebih awal tentang hal itu karena kalau tidak aku pasti akan menyesal seumur hidupku karena Mesha akan mengatakan itu anakmu ... jadi aku mohon padamu tinggalkan Mesha, batalkan pernikahanmu dengannya," kata Pria memohon kepada Nevan.


"Baiklah, besok datanglah ke tempat aku dan Mesha akan melaksanakan pernikahan dan sebaiknya temui orang tua Mesha terlebih dahulu bicarakan semuanya dengan mereka terlebih dahulu agar tidak ada ke salah pahaman yang terjadi nantinya," kata Nevan pasrah.


Sekarang sepertinya dia telah mendapat hukuman karena dia mengecewakan orang tuanya dan menyakiti orang yang tidak bersalah seperti Alisha sehingga akhirnya dia mengalami semua ini.


"Terima kasih Nevan, oh iya kenalin nama aku Bima," kata Bima mengulurkan tangannya tapi Nevan tidak menyambutnya.


"Besok kamu laksanakanlah ijab qabulnya dan atur supaya Mesha tidak keluar sebelum kamu melaksanakan ijab qabulnya karena dia pasti tidak akan menerima ini dengan mudah," kata Nevan lalu bangun dari bangku itu.


"Apa besok kamu tidak akan datang?" tanya Bima ikut berdiri.


"Aku akan datang untuk mengucapkan selamat tinggal pada Mesha, jagalah dia dengan baik saat kalian sudah bersama jangan biarkan dia melakukan hal sama lagi seperti sekarang dan mempermainkan perasaan orang lain lagi," kata Nevan sambil berjalan meninggalkan tempat itu meninggalkan Bima yang masih berdiri di sana.


...****************...


Nevan tersadar dari lamunannya tentang kejadian semalam saat dia hampir saja menabrak pejalan kaki.


Nevan mengerem mobilnya mendadak dia mengusak rambutnya hingga terlihat berantakan, hal yang sudah direncanakan sejak lama hancur hanya dalam waktu semalam.


Sekarang hidupnya benar-benar kacau orang tua yang selalu mendukungnya, menyayanginya dan memberikan apa yang dia inginkan sejak dulu kini pergi meninggalkannya dengan penuh kekecewaan terhadapnya.


Entah apa lagi yang akan terjadi selanjutnya kepadanya dia hanya berharap hukuman untuknya sudah berakhir sampai di sini.


Nevan kembali menjalankan mobilnya menuju ke apartemennya dia melangkah dengan langkah gontai memasuki unitnya.

__ADS_1


Kakinya membawanya memasuki kamar Alisha dia membuka pintu itu dan masuk ke dalamnya dia duduk dipinggir ranjang Alisha dan melihat sekeliling kamar itu.


"Apa ini balasan karena aku selalu menyakitimu


Lis?" tanyanya entah kepada siapa.


"Apa aku pantas untuk meminta maaf sekarang, bahkan rasanya aku malu untuk bertemu denganmu Lis," gumam Nevan menatap kosong didepannya.


Nevan terus bergumam dengan pandangan kosongnya, hingga membuat Lastri yang melihatnya dari pintu yang terbuka merasa kasihan dengan tuannya itu.


"Sekarang tuan Nevan baru merasa menyesal dengan apa yang sudah diperbuatnya tapi semua itu sudah terlambat sekarang," gumam Lastri pelan.


Lastri mengetuk pintu kamar itu hingga membuat Nevan mengalihkan perhatiannya kepada Lastri.


"Tuan maaf, kalau saya menganggu, tapi saya mau memberitahu kalau makan siang sudah siap," kata Lastri dari luar kamar Alisha.


"Iya Bu, nanti saya akan makan, kalau Ibu sudah selesai Ibu bisa pulang tidak perlu menunggu sampai sore," kata Nevan dari dalam kamar.


"Baiklah kalau gitu saya permisi pulang tuan," pamit Lastri karena pekerjaannya sudah selesai jadi dia memutuskan untuk pulang meskipun masih tengah hari.


"Iya Bu," jawab Nevan.


Lastri pun pergi dari apartemen itu, Nevan merebahkan tubuhnya di ranjang tempat Alisha sering tidur dulu.


Semalam Nevan tidak bisa tidur sama sekali karena pikirannya kacau, dia memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian dia mulai terlelap.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2