Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Belum sadar.


__ADS_3

Happy Reading...


Beberapa hari kemudian...


Setelah operasi yang dijalani oleh Alisha berjalan dengan lancar dan baik, Alisha masih asik dengan tidurnya dia masih setia memejamkan matanya.


Nevan sudah bisa tenang untuk kembali bekerja di siang hari dan akan menemani Alisha di malam hari, dia bergantian dengan Ratih untuk menjaga Alisha. Nevan akan menjaga Alisha dari pulang kerja hingga berangkat bekerja dan saat dia bekerja dia meminta Ratih untuk menjaga Alisha.


Rumah sakit sekarang sudah di jadikan rumah kedua oleh Nevan. Nevan menempatkan Alisha di ruangan khusus hingga dia bisa lebih tenang melakukan apapun di ruangan itu.


"Cepatlah bangun Lis, anak kita sangat membutuhkanmu," kata Nevan saat ini sedang mengelap tubuh Alisha.


Setiap hari sebelum pergi bekerja dan pulang bekerja Nevan akan mengelap tubuh Alisha. dia tidak membiarkan orang lain yang melakukannya.


Setelah selesai mengelap tubuh Alisha Nevan memakaikan baju Alisha dan merapikan posisi tidur Alisha dengan sangat hati-hati karena beberapa alat medis masih terpasang di tubuh Alisha.


Pintu ruangan itu terbuka Ratih masuk dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Ini, sarapan lah dulu sebelum berangkat ke kantor," Kata Ratih menyimpan makanan yabg di bawanya di meja yang ada di dekat sofa.


"Iya Ma, Nevan mau mandi dulu," kata Nevan turun dari ranjang tempat Alisha.


"Apa kamu sudah mengelap tubuh Alish?" tanya Ratih dijawab anggukkan oleh Nevan yang sedang melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Ratih duduk di tepi ranjang dia mengusap kepala Alisha yang masih betah dengan tidurnya itu.


Menurut Bara sudah tidak ada masalah dengan kondisi Alisha, tubuhnya pun bisa menerima ginjal barunya dengan baik hanya saja entah apa penyebab Alisha masih belum sadarkan diri juga.


"Cepatlah bangun Lis, di sini banyak yang menunggumu, begitupun dengan anakmu Lis dia sangat menunggumu untuk menggendongnya dan merawatnya," kata Ratih.


Beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap dan rapi.


"Papa langsung ke kantor Ma?" tanya Nevan berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa.


"Iya," jawab Ratih singkat.


"Mama sudah sarapan?" tanya Nevan membuka makanan yang Ratih bawa.


"Sudah, barusan di rumah sebelum ke sini bareng papa kamu," jawab Ratih.


Nevan pun mulai memakan makanan yang di bawa oleh Ratih sebelum berangkat ke kantornya.


Saat Nevan selesai sarapan pintu ruangan itu terbuka dan Bara masuk ke ruangan itu bersama dengan Irene yang sudah Nevan ketahui adalah istri Bara.


Setelah mengetahui hal itu Nevan tidak lagi berpikiran bahwa Bara memiliki perasaan terhadap Alisha.


"Apa semua baik-baik saja Dok?" tanya Nevan saat Bara selesai memeriksa keadaan Alisha.


"Semuanya baik-baik saja, tidak ada masalah. kita hanya perlu menunggu Alish puas dengan istirahatnya," jawab Bara.

__ADS_1


Nevan menganggukkan kepalanya, dia tahu saat ini Alisha hanya ingin istirahat lebih lama setelah beberapa bulan merasakan rasa sakit yang dia tanggung.


Setelah itu Bara pamit pergi kepada Nevan dan Ratih. sedangkan Irene masih ingin di sana beberapa saat lagi.


"Nevan juga berangkat dulu ke kantor ya Ma," pamit Nevan.


Ratih menganggukkan kepalanya, Nevan pun keluar dari ruangan itu tapi dia tidak langsung pergi dari rumah sakit, melainkan ke ruangan tempat anaknya mendapatkan perawatan terlebih dahulu untuk melihat perkembangannya sekarang.


Nevan melihat dari luar ruangan tempat anaknya di rawat, dia melihat anaknya sudah semakin aktif bergerak dan saat ini anaknya yang di beri nama Aaric itu sedang diberi susu formula oleh suster.


"Perkembangannya semakin baik dan sekarang minum susunya sudah mulai banyak," kata seseorang di belakang Nevan.


Nevan membalikkan badannya dan tersenyum kepada Desi yang berdiri di depannya dengan tersenyum ramah padanya.


"Syukurlah kalau dia sudah semakin membaik," kata Nevan.


"Iya semoga saja saat Alisha bangun anak kalian juga sudah bisa keluar dari ruangan ini," kata Desi.


"Iya Dok, saya juga berharap seperti itu," kata Nevan kembali melihat anaknya.


"Panggil saja Tante seperti Alish dan jangan terlalu formal," kata Desi kepada Nevan.


Nevan hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Desi.


"Kamu mau ke kantor?" tanya Desi karena dia sudah tahu jam segini adalah waktunya untuk Nevan pergi ke kantornya.


Nevan pun pergi ke kantornya karena pekerjaannya sudah menunggunya.


Nevan menjalankan mobilnya dengan santai dia tidak terlalu terburu-buru jadi menjalankan mobilnya hanya dengan kecepatan rata-rata.


Saat sampai di kantornya Nevan turun dari mobilnya dan menuju ke ruangannya, sekertaris-nya membukakan pintu ruangannya dan dia pun masuk ke ruangannya diikuti oleh sekertaris-nya yang memberikan beberapa berkas untuk diperiksanya.


Sore harinya...


Waktu terus berjalan dan sekarang sudah waktunya untuk Nevan pulang, bukan pulang ke rumahnya tapi dia akan pulang ke rumah sakit seperti hari-hari sebelumnya.


Nevan menjalankan mobilnya dengan santai seperti biasanya, dia mampir ke sebuah restoran terlebih dahulu untuk membeli makanan untuknya makan malam setelah mendapatkan makanannya, dia kembali menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Restoran itu.


Nevan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit dan memasuki rumah sakit itu dia langsung menuju ruangan tempat Alisha dirawat.


Saat memasuki ruangan itu masih sama seperti sebelumnya dia hanya melihat Alisha yang masih memejamkan matanya di ranjang.


Papanya juga sudah ada di sana bersama dengan Mamanya mereka sedang berbincang di sofa.


"Sudah pulang Pa?" tanya Nevan.


"Sudah, Mama dan Papa harus segera pulang ya. karena kami harus menghadiri undangan dari klien Papa," kata Harry.


"Iya Pa, kalian pergilah," kata Nevan kepada orang tuanya.

__ADS_1


Setelah itu orang tua Nevan pun pergi dari sana, Nevan membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu dia membersihkan tubuh Alisha.


Setelah selesai membersihkan tubuh Alisha dan menggantikan bajunya, Nevan duduk di sofa dan menyantap makan malamnya.


Sebelum tidur dia pergi untuk melihat anaknya terlebih dahulu dengan meminta suster yang memeriksa keadaan Alisha untuk menunggunya di ruangan Alisha sampai dia kembali.


Nevan melihat anaknya dari kaca di luar ruangan itu, ada suster yang berjaga di ruangan itu, Anaknya tidur dengan tenang dan tangan yang ke atas dua-duanya.


"Apa semua baik-baik saja sus?" tanya Nevan kepada salah satu suster yang berjaga di sana saat suster itu keluar.


"Semuanya baik-baik saja Tuan," jawab suster itu ramah kemudian pamit kepada Nevan dan pergi dari sana.


Setelah puas melihat anaknya Nevan memutuskan untuk kembali ke ruangan tempat Alisha karena melihat jam sudah malam dia harus segera mengistirahatkan tubuhnya.


"Terima kasih sus," kata Nevan kepada suster yang dia mintai tolong untuk menjaga Alisha saat dia keluar.


"Sama-sama Tuan. kalau begitu saya permisi dulu Tuan," pamit suster itu membungkukkan badannya.


"Iya," jawab Nevan.


Setelah suster itu pergi Nevan mendudukkan dirinya di pinggir ranjang, dia menatap wajah Alisha yang tirus dan mengusap pipinya.


Nevan mengambil satu tangan Alisha dan menciumnya beberapa kali dengan pandangan masih fokus pada ke wajah Alisha.


"Aaric sekarang sudah semakin aktif dia juga sudah mulai banyak meminum susunya, kamu tau mata Aaric sangat mirip denganmu bulat, kecil, pipinya juga sama sepertimu dulu saat pertama kali kita bertemu bulat dan tembem tapi hidung, alis dan bibirnya sama sepertiku dia benar-benar perpaduan antara kita berdua," cerita Nevan dengan sesekali mencium tangan Alisha.


"Sekarang aku harus istirahat karena besok masih harus bekerja lagi," kata Nevan mencium kening Alisha dan membenarkan selimut Alisha.


Nevan merebahkan tubuhnya di sofa dan memakai selimut tipis yang selalu di pakainya selama berada di sana.


Nevan selalu berharap saat keesokan harinya dia mendapatkan kabar baik dengan sadarnya Alisha.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2