Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Ngidam.


__ADS_3

Happy Reading...


Alisha membolak-balikan badannya karena tidak kunjung mengantuk juga dia sudah berusaha tidur tapi tetap tidak bisa juga.


Alisha mendudukkan dirinya dia mengusap perutnya dan berbicara dengan anaknya itu.


"Sayang apa ini keinginanmu," kata Alisha dengan terus mengusap perutnya,


"Tapi Mama tidak bisa mewujudkannya sayang, kita bikin sendiri saja yuk," kata Alisha setelah itu turun dari ranjang.


Alisha mengikat rambutnya asal dan membuka pintu kamarnya lalu keluar dari sana, dia langsung menuju ke dapur.


Alisha sebenarnya sedang ingin makan martabak manis tapi anehnya dia ingin makan martabak buatan Nevan.


Alisha ingat kalau Nevan bisa memasak dan sering membuatkan Mesha makanan jadi tiba-tiba saja dia ingin martabak manis buatan Nevan.


karena itu hal yang mustahil Alisha pun mencoba untuk tidur melupakan keinginannya itu tapi semakin iya berusaha tidur semakin kuat keinginan itu.


"Kita coba buat sendiri oke, rasanya pasti enak kok," kata Alisha berjalan sambil mengusap perutnya.


Saat sampai di dapur Alisha mencari bahan-bahannya dan untunglah bahan-bahannya ada.


Alisha mulai membuat adonannya dan beberapa saat kemudian dia mendiamkan dulu adonan itu selama satu jam, sambil menunggu Alisha menonton televisi di ruang keluarga.


Sementara itu di Apartemen Nevan, dia juga mengalami hal yang sama, tiba-tiba saja dia sangat ingin membuat martabak manis dan akhirnya dia pun membuat adonan martabaknya beruntung bahan-bahannya ada di sana, Nevan melakukan hal yang sama dengan Alisha.


Sambil menunggu adonannya selama satu jam Nevan membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya.


Setelah menunggu satu jam baik Alisha maupun Nevan mulai mengaduk adonan itu lagi sambil menunggu teflon nya panas.


Karena tidak ada wajan khusus martabak jadi mereka hanya bisa menggunakan teflon saja yang ada di dapurnya.


Mae yang sedang tidur mendengar suara di dapur dia pun bangun karena ingin melihat apa yang terjadi di tengah malam seperti itu kenapa di dapur ada suara seperti orang memasak.


Saat sampai di ambang pintu dapur Mae melihat Alisha sedang menyiapkan sesuatu hingga membuatnya penasaran dan langsung mendekati Alisha.


"Non Alish sedang apa malam-malam seperti ini berada di dapur?" tanya Mae mendekati Alisha yang sedang menyimpan keju dan meses di meja makan.

__ADS_1


"Alish sedang membuat martabak Bu, maaf ya mengganggu istirahat Bu Mae," kata Alisha kemudian berjalan ke arah kompor.


"Tidak apa-apa Non, kenapa tidak membangunkan Ibu Non, biar ibu saja yang membuatnya," kata Mae.


"Tidak pa-pa Bu Alish juga bisa kalau hanya membuat martabak saja," kata Alisha tersenyum kepada Mae.


Alisha menaburkan gula pasir di atas martabak yang baru setengah matang, kemudian menutup teflonnya agar martabaknya cepat matang.


Setelah menunggu beberapa saat martabaknya pun jadi dia memindahkan martabak itu dari teflon ke piring ceper berukuran besar dan menambahkan susu kental manis kemudian menambahkan toping meses dan keju sebanyak mungkin karena dia ingin martabak manis dan gurihnya keju.


Alisha memotong martabak manis, gurihnya menjadi beberapa bagian Alisha mulai mencoba sepotong martabak selagi masih hangat.


"Lumayan enak Bu, ini coba Bu," tawar Alisha kepada Mae.


Mae mengambil satu potong martabak itu dan benar saja rasanya benar-benar enak. Alisha hanya memakan martabak itu satu potong saja setelah itu dia menyuruh Mae untuk menghabiskan martabak itu.


"Kenapa cuma sepotong makannya Non, padahal 'kan masih banyak," kata Mae menunjuk martabak yang masih tersisa di banyak dipiring.


"Alish sudah tidak berselera Bu, rasanya emang enak tapi Alish tidak berselera lagi memakannya," kata Alisha.


"Kok gitu Non?" tanya Mae heran sambil terus memakan martabaknya.


"Dulu Alish sering lihat Mas Nevan masak buat Mbak Mesha, jadi Alisha tiba-tiba saja ingin martabak yang Mas Nevan masak sendiri," kata Alisha tiba-tiba saja menangis tanpa sebab hingga membuat Mae khawatir.


"Mungkin itu bawaan bayi Non dia mungkin merindukan Papanya," kata Mae mengusap punggung Alisha.


"Alisha juga merindukannya Bu, tadi kita


bertemu di Restoran Alisha sebenarnya ingin menghampiri Mas Nevan tapi Alisha takut tidak bisa mengendalikan diri Alish sendiri, Alish tidak mau menghalangi lagi hubungan Mas Nevan dan Mbak Mesha," cerita Alisha sambil mengusap pipinya yang basah karena air mata.


"Apa Non tidak mau mencoba mencoba menemui tuan Nevan sebentar saja mungkin saja itu bisa membuat Non lebih tenang," kata Mae menatap Alisha serius.


"Alish tidak berani Bu," kata Alisha menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak berani Non?"


"Alish takut Mas Nevan akan mengacuhkan Alish lagi atau memarahi Alish karena mengganggunya Alish tidak mau sakit hati lagi karena diacuhkan Mas Nevan," kata Alisha dengan menghela napas.

__ADS_1


Mae tidak bicara lagi dia mengerti kalau apa yang Nevan lakukan pada Alisha dulu mungkin menjadi sebuah trauma untuk Alisha.


Mae kemudian pamit untuk membersihkan dapur kepada Alisha, membiarkan Alisha sendiri di meja makan.


Alisha menopang dagunya di meja makan memikirkan bagaimana kehidupan Nevan sekarang karena orang tuanya sudah mengacuhkannya.


"Tapi pasti ada Mbak Mesha yang selalu menghibur Mas Nevan kenapa aku terus memikirkan Mas Nevan sih, padahal 'kan seharusnya aku melupakannya jangan terus memikirkannya ... apa ini karena kamu Nak, kamu mau Papa kamu tau ya, kalau ada kamu di sini sedang berjuang untuk bisa bertahan."


"Biarkan dia tau tentang kamu saat kamu sudah lahir saja ya, sekarang kita harus sama-sama berjuang," gumam Alisha mengusap perutnya yang sudah sedikit menonjol.


Karena sudah kembali mengantuk Alisha pun berpamitan kepada Mae yang masih sibuk di dapur untuk kembali ke kamar.


Alisha merebahkan tubuhnya dan memakai selimut sampai ke lehernya hingga beberapa saat kemudian dia pun mulai terlelap.


Sementara itu di Apartemen Nevan, dia baru saja selesai membuat martabaknya, martabak yang dibuatnya sama persis dengan martabak buatan Alisha mereka seperti sedang janjian membuatnya tapi dia tidak memakannya sama sekali setelah selesai dia hanya menyimpan martabak itu di meja makan dan melihatnya saja.


"Kenapa tadi aku ingin membuat ini dan sekarang aku sama sekali tidak ingin memakannya," gumam Nevan duduk di meja makan.


Untuk beberapa saat Nevan terus menatap martabak yang terlihat enak itu tapi dia sama sekali sekali tidak ingin untuk memakannya.


Karena masih dini hari Nevan menyimpan martabak itu ke tempat penyimpanan makanan biar besok pagi bisa dia kasih kepada Lastri.


Nevan berencana untuk tidur tapi dia tidak ke kamarnya dia malah pergi ke kamar Alisha dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


Nevan memakai selimut dan mulai memejamkan matanya berusaha tidur, hingga akhirnya dia tertidur sampai pagi menjelang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2