
Happy Reading...
Alisha memandangi dirinya di depan cermin dia mengusap perutnya yang sudah membuncit itu dan tersenyum dia merasa bersyukur calon anaknya selalu baik-baik saja hingga saat ini dan dia berharap anaknya akan selalu baik-baik saja.
"Apa kamu merasakan apa yang Mama rasakan juga sayang? mama senang akhirnya Papa kamu mencintai Mama, tidak, bukan hanya Mama tapi dia juga mencintaimu dia mencintai kita."
"Mama harap kamu bisa jadi anak yang kuat suatu saat nanti dan jadilah anak yang baik meskipun nanti Mama tidak bisa berada di dekatmu Mama akan selalu ada di hatimu benar 'kan Nak," kata Alisha menundukkan kepalanya dengan tangan yang mengusap perutnya.
Air mata sudah mulai jatuh lagi di pipinya baru membayangkannya saja rasanya dia sudah tidak sanggup untuk meninggalkan anaknya dan suaminya tapi jika takdir yang tertulis untuknya harus seperti itu dia bisa apa?
"Kamu tidak akan pergi kemanapun kita pasti akan membesarkan dia bersama-sama," tiba-tiba saja Nevan sudah melingkarkan tangannya di perut Alisha entah sudah berapa lama dia berada di sana dan mendengarkan perkataan Alisha.
"Mas sudah pulang?" tanya Alisha mengusap pipinya yang basah dan membalikkan badannya menghadap ke Nevan.
"Kenapa heemm? apa yang membuatmu menangis seperti ini?" tanya Nevan dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.
Nevan melingkarkan tangannya di pinggang Alisha di mengusap ujung mata Alisha yang masih ada sisa-sisa air mata.
"Alish gak pa-pa Mas, Alish hanya terharu saja anak kita tumbuh dengan baik dan sehat," kata Alisha tersenyum kepada Nevan.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku Lis?" tanya Nevan menatap Alisha dalam.
"Tidak ada Mas, kenapa Mas berkata seperti itu?" tanya Alisha dengan tersenyum kepada Nevan berusaha bersikap biasa saja.
"Entahlah aku merasa seperti aku akan mengalami hal yang sangat menyakitkan tapi aku tidak tau apa itu," kata Nevan dengan menghela napas beratnya.
Alisha tersenyum meskipun sebenarnya ingin menangis tapi dia tidak bisa menceritakan semuanya kepada Nevan, sekarang dia hanya bisa berusaha menyembunyikan semuanya agar bisa menikmati kebersamaannya bersama Nevan dengan tenang.
Alisha menangkup kedua pipi Nevan dengan kedua tangannya dia menatap mata Nevan dengan dalam.
"Itu hanya perasaan Mas saja jangan terlalu di pikirkan Mas, nanti malah Mas sakit karena memikirkan hal yang tidak jelas seperti itu," Alisha mengusap kedua pipi Nevan dan tersenyum manis kepada Nevan sehingga bisa membuat Nevan tenang dengan melihat senyuman Alisha itu.
"Kamu tau gak kenapa dulu aku selalu melarang mu tersenyum saat di depanku dan kenapa aku selalu membuang muka saat kamu tersenyum seperti itu?" tanya Nevan dengan tatapan serius kepada Alisha sambil merapikan rambut Alisha.
"Kenapa gitu? bukan kah Mas membenci Alish saat itu?" tanya Alisha dengan kening mengkerut.
"Tidak sebenarnya itu bukan alasan yang sebenarnya," jawab Nevan hingga membuat Alisha semakin bingung.
"Terus kenapa?" tanya Alisha lagi semakin penasaran.
"Karena setiap melihat senyumanmu itu selalu membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, aku selalu mengelak perasaan itu karena saat itu aku berpikir bahwa aku harus setia kepada Mesha dan kamu pasti tau maksud dari itu," kata Nevan tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Alisha.
"Jadi maksudnya...," Alisha tidak melanjutkan perkataannya dia hanya menatap mata Nevan tanpa berkedip.
"Ya saat itu aku sudah merasakan perasaan yang tidak biasa terhadapmu tapi aku selalu mengelaknya karena saat itu aku berusaha untuk setia terhadap Mesha, itulah kenapa aku selalu melarangmu untuk tersenyum di depanku," jelas Nevan.
"Apa yang Mas katakan ini sungguhan?" tanya Alisha mencari sebuah kebenaran di mata Nevan.
__ADS_1
"Ya aku tau pasti kamu tidak percaya karena perlakuanku selama ini tapi itu adalah sebuah kenyataannya," kata Nevan serius.
"Jadi bisakah kamu tetap tersenyum seperti ini karena senyumanmu itu membuat aku tidak bisa berpaling lagi darimu," kata Nevan.
Alisha memeluk tubuh Nevan dan menganggukkan kepalanya dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Nevan.
"Mas juga berjanjilah untuk selalu tersenyum apalagi nanti kalau sama anak kita jangan memasang wajah dingin atau wajah datarnya selalu tersenyumlah padanya agar dia tidak merasa sedih," kata Alisha mengeratkan pelukannya di tubuh Nevan.
Alisha segera mengedipkan matanya beberapa kali agar air matanya tidak jatuh lagi di pipinya dan membuat Nevan curiga lagi.
"Aku pasti akan selalu tersenyum kepada anak kita tapi aku tidak akan tersenyum di depan orang lain lagi selain kamu dan anak kita," kata Nevan melepaskan pelukan antara mereka.
"Oke, oke, terserah Mas saja sekarang sebaiknya Mas mandi gih baunya gak enak banget," kata Alisha dengan menutup hidungnya.
"Gak enak tapi meluk-meluk aja," kata Nevan terkekeh.
"Ayo mandi Mas, Alish lapar nih mau makan," kata Alisha dengan mengusap perutnya.
"Baiklah Mas mandi sekarang tunggulah tidak akan lama," kata Nevan.
"Cepatlah Alish mau beresin barang-barang Mas dulu ya sambil nunggu Mas selesai mandi," kata Alisha.
"Tidak usah kamu duduk saja biar Mas yang beresin barang-barangnya nanti."
Mendengar perkataan Nevan Alisha menundukkan kepalanya sedih karena berpikir Nevan masih tidak mau dia menyentuh barang-barangnya seperti dulu.
"Mas hanya tidak mau sampai kamu kelelahan saja bukan maksud apa-apa," jelas Nevan yang peka dengan apa yang Alisha pikirkan.
"Tapi membereskan itu saja tidak akan capek kok Mas," kata Alisha menatap Nevan lagi.
"Baiklah terserah kamu saja tapi kalau capek jangan dilanjutkan ya," kata Nevan.
Nevan menarik koper yabg berisi barang-barangnya ke dekat Alisha agar Alisha bisa melakukan apa yang mau dia lakukan.
"Kalau gitu Mas mandi dulu ya, kamu siapkan baju untuk Mas ya," kata Nevan.
"Iya Mas," jawab Alisha dengan menganggukkan kepalanya sambil membuka koper Nevan dan membereskan baju-baju Nevan terlebih dahulu setelah baru barang-barang yang lainnya.
"Mas ini bajunya," kata Alisha di depan pintu kamar mandi.
Nevan membuka pintu kamar mandi dan keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya dengan tetesan air yang mengalir dari rambutnya sampai ke perutnya.
Alisha terus menatap Nevan tanpa berkedip hingga membuat Nevan yang melihatnya tersenyum tipis.
"Kalau mau raba-raba boleh kok," kata Nevan terkekeh.
Sedangkan Alisha langsung memalingkan wajannya karena malu oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Apaan sih Mas, cepatlah pakai bajunya biar kita bisa segera makan," kata Alisha membalikkan badannya akan menjauh dari Nevan tapi Nevan menahannya.
"Aku sudah bilangkan kalau kamu terlihat manis dan menggemaskan saat pipi kamu blushing seperti itu," bisik Nevan di telinga Alisha hingga Alisha bisa merasakan hembusan napas Nevan yang hangat di daun telinganya.
"Mas cepat pakai baju Alish tunggu di meja makan jangan lama-lama," Alisha melepaskan tangannya dari genggaman Nevan.
Alisha langsung keluar dari kamar itu tanpa melihat Nevan lagi karena merasa malu, sedangkan Nevan hanya terkekeh dan segera memakai bajunya karena tidak mau membuat Alisha menunggunya terlalu lama.
Setelah selesai memakai pakaiannya Nevan pun segera menuju meja makan untuk makan malam bersama Alisha.
"Kenapa belum makan?" tanya Nevan saat di meja makan melihat Alisha belum menyentuh makanannya.
"Alish nungguin Mas," jawab Alisha.
"Ya sudah sekarang makanlah atau mau Mas suapi?" tanya Nevan.
Alisha menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar dengan menampilkan sederet giginya.
Nevan mengusap rambut Alisha kemudian mengambil makanan ke dalam piring dan menyuapi Alisha sambil dia ikut makan jadilah acara makan malamnya mereka makan dengan piring dan sendok yang sama.
Setelah selesai makan malam Nevan meminta Alisha untuk kembali ke kamarnya duluan sedangkan dia membuatkan susu terlebih dahulu untuk Alisha.
Nevan masuk ke kamarnya dengan segelas susu di tangannya.
"Ini minumlah dulu setelah itu tidur," Nevan menyodorkan segelas susu itu kepada Alisha dan Alisha langsung menerimanya dan menegaknya hingga tandas.
"Terima kasih Mas," kata Alisha memberikan gelas yang sudah kosong itu kepada Nevan.
Nevan menyimpan gelas kosong itu di nakas dan naik ke ranjang dia membenarkan selimut.
"Tidurlah sudah malam," kata Nevan menarik Alisha kedalam pelukannya dan mereka pun terlelap dengan saling memeluk.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf ya semuanya aku baru bisa up jam segini karena tadi siang mood nulis ku hilang mungkin karena efek gak enak badan di tambah nganterin anak sekolah dan ngajarin anak belajar dulu jadi ya gitu deh maaf banget ya,🙏😆