
Happy Reading...
Alisha saat ini sedang duduk menyantap sarapannya bersama dengan Art-nya itu, seperti saat di apartemen Nevan Alisha juga meminta Art-nya itu untuk makan bersama dengannya di meja makan.
"Jadi nama asli Bibi itu beneran Bibi?" tanya Alisha lagi karena Art-nya mengatakan kalau nama aslinya adalah Bibi.
"Iya Non, masa tidak percaya sih kalau tidak percaya bentar Bibi tunjukkan buktinya biar Non percaya bahwa Bibi itu tidak bohong," kata Art itu bangun dari kursi dan berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya.
"Bi, gak usah Alish percaya kok," kata Alisha berusaha menahan Art-nya yang sedang berjalan menuju ke kamarnya tapi tidak di gubris Art-nya masuk ke kamarnya dan beberapa saat kemudian Art-nya keluar dari kamarnya dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Tuh lihat Non di KTP pun nama Bibi itu emang Bibi bukan hoax Non," kata Art-nya menunjukkan KTP itu ke Alisha.
"Oh iya nama Bibi adalah Bibi Maemunah," kata Alisha menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu Alish manggil Bibi dengan Panggilan Bu Mae saja ya karena gak nyaman kalau manggil Bu Mae dengan sebutan Bibi saja, berasa manggil nama secara langsung ke orang yang lebih tua," kata Alisha,"
"Iya terserah Non Alish saja gimana baiknya, saya ikut Non saja," jawab Mae.
"Sekarang kita lanjutkan lagi saja makannya ya Bu Mae," kata Alisha setelah itu mereka memulai lagi sarapan mereka.
Setelah selesai sarapan Alisha berpamitan kepada Mae untuk berangkat ke kampusnya, Alisha menunggu Dilla yang akan menjemputnya di depan gerbang rumahnya karena dia sedang malas membawa mobil jadi dia meminta Dilla untuk menjemputnya.
"Kok kamu jadi tinggal di sini Lis? bukannya kamu tinggal di apartemen yang sama dengan Fino yah," kata Dilla heran.
"Aku sudah tidak tinggal di apartemen lagi, sekarang aku tinggal di rumah ini, rumah almarhum orang tuaku," jawab Alisha.
"Oh kamu dan suami kamu pindah," kata Dilla yang menyangka Alisha pindah ke rumah itu bersama Nevan.
"Hanya aku saja yang pindah ke sini suami aku masih tinggal di apartemennya," jawab Alisha dengan suara pelan.
"Kok bisa kalian pisah gitu tinggalnya," kata Dilla semakin heran.
"Aku dan suami aku akan pisah, kami akan bercerai," jawab Alisha dengan suara serak akan menangis.
Mendengar perkataan Alisha, Dilla langsung mengerem mobilnya secara mendadak karena kaget.
"Pisah, cerai, serius Lis? bukannya pernikahan kalian baru beberapa bulan ya," kata Dilla tidak percaya.
"Iya aku serius aku dan suami aku akan bercerai," kata Alisha menganggukkan kepalanya menatap Dilla, membuat Dilla menganga karena masih tidak percaya.
"Apa ada masalah Lis, kamu cerita saja ke aku, ya meskipun aku tidak akan bisa merubah keadaan tapi setidaknya dengan kamu cerita perasaan kamu bisa lebih plong," kata Dilla.
Mendengar perkataan Dilla, Alisha tiba-tiba saja menangis lagi, melihat Alisha menangis Dilla pun memeluk Alisha untuk menenangkannya.
"Aku memilih pergi Dil karena aku tidak mau karena kehadiranku di hidup suamiku malah menghalangi kebahagiaannya,"
"Aku dan suami aku menikah karena di jodohkan meskipun aku baru bertemu dengannya saat hari pernikahan kita tapi aku sudah mempunyai sedikit perasaan padanya karena mertuaku selalu menceritakan tentangnya saat mertua ku selalu berkunjung ke rumahku jadi tidak sulit untukku menerima pernikahan ini," Alisha menghela napasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataannya.
"Aku kira aku bisa membuatnya mencintaiku tapi ternyata aku salah dia sudah memiliki pacar jauh sebelum aku hadir di hidupnya, meskipun awalnya aku masih bertekad akan membuat dia mencintaiku tapi semakin lama aku semakin sadar kalau hatinya sudah di miliki oleh pacarnya itu sehingga aku sadar bahwa aku tidak mungkin bisa masuk kedalam hatinya makanya aku memutuskan untuk pergi dari kehidupannya," Alisha mengakhiri ceritanya dan menjauhkan tubuhnya dari Dilla dan mengelap pipinya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar saja ya aku yakin kalau kalian memang berjodoh suatu saat nanti kalian akan dipersatukan kembali oleh Allah dan dia akan menyadari ketulusan cinta yang kamu miliki untuknya," kata Dilla menghibur Alisha.
"Dan kalaupun nanti kamu dan dia memang tidak berjodoh kamu akan mendapatkan pria yang akan mencintaimu dengan tulus," kata Dilla lagi dan mulai menghidupkan kembali mobilnya.
"Iya, kamu jangan cerita dulu masalah ini ke Angga dan Fino ya," kata Alisha di jawab anggukkan oleh Dilla.
"Oke, aku tidak akan cerita ke mereka tentang masalah ini," kata Dilla.
Setelah itu mereka sama-sama diam hingga akhirnya mobilnya sampai di parkiran kampus mereka dan mereka pun turun dari mobil.
Fino dan Angga ternyata sudah menunggu mereka di parkiran.
"Lama banget sih Ay," kata Angga pada Dilla, Ay adalah panggilan sayang Angga untuk Dilla.
"Cuma telat beberapa menit juga apanya yang lama," kata Dilla.
"Aku ke kelas duluan ya nanti istirahat kita ngobrol lagi," pamit Alisha.
"Perasaan ini masih pagi Al, dosennya juga belum datang palingan," kata Fino.
"Aku lupa ngerjain tugas jadi mau ngerjain dulu di kelas," jawab Alisha.
"Pasti karena sibuk dinner sama suami kamu semalam ya sampai lupa ngerjain tugas," kata Fino di balas senyuman oleh Alisha dengan menampilkan sederet gigi putihnya.
"Iya, kamu pergilah Lis nanti dosennya keburu datang, nanti kita ketemu lagi di kantin," kata Angga.
Alisha menganggukkan kepalanya dan pergi ke kelasnya untuk mengerjakan tugasnya, kemarin dia tidak sempat mengerjakan tugasnya.
Alisha keluar dari kelas karena pembelajaran untuk hari ini sudah selesai dia berencana akan pulang setelah makan siang dengan teman-temannya.
Alisha berjalan ke kantin dan duduk di meja yang ada empat kursi agar dia duduk bersama ketiga temannya itu.
Beberapa saat menunggu ketiga orang yang di tunggu nya memasuki kantin itu dengan beriringan.
"Sudah lama Lis?" tanya Dilla duduk di kursi yang ada di samping Alisha.
"Baru juga beberapa menit," jawab Alisha.
"Kalian mau makan apa?" tanya Angga saat pelayan sudah ada di samping meja mereka.
Mereka pun menyebutkan pesanan mereka kepada pelayan itu setelah pelayan pergi mereka mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Gimana semalam Lis lancar dinner nya?" tanya Fino menaik turunkan alisnya.
"Lancar dong," jawab Alisha santai.
"Kepo banget sih kamu Fin," kata Angga kepada Fino.
"Biarin 'lah," jawab Fino santai.
__ADS_1
"Kalian masih ada kelas gak?" tanya Alisha.
"Masih," jawab Angga dan Fino secara bersama.
"Kalau aku udah gak ada, kamu sendiri gimana?" tanya Dilla melihat Alisha.
"Aku udah gak ada, berarti aku bisa nebeng lagi ya," kata Alisha dengan tersenyum lebar.
"Oke," jawab Dilla mengangkat jempolnya.
"Gak mau nunggu kita dulu gitu Ay, kita juga cuma satu pertemuan lagi kok," kata Angga kepada Dilla.
"Nggak ah bosen kalau nungguin kalian dulu," jawab Dilla.
"Gimana kalau nanti kita makan malam aja," kata Angga kepada Dilla.
"Iya kamu atur saja deh," jawab Dilla.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang mereka pun mulai makan, saat sudah selesai makan siangnya Alisha dan Dilla pulang duluan karena mereka sudah tidak ada kelas lagi.
Dilla ikut ke rumah Alisha dan mereka banyak bercerita hingga tanpa sadar waktu sudah sore dan ponsel Dilla tidak berhenti berbunyi karena Angga yang terus menelponnya.
"Lis aku pulang dulu ya si Angga udah bawel nih mau ngajak makan malam," pamit Dilla saat sudah selesai mengangkat telponnya.
"Iya kamu hati-hati di jalannya, makasih ya sudah nemenin aku di sini," kata Alisha.
"Santai aja kali, aku pulang ya," kata Dilla mengambil tasnya yang di simpan di meja.
Alisha menganggukkan kepalanya dan mengantarkan Dilla sampai di depan pintu rumahnya.
"Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku saja oke," kata Dilla saat akan menjalankan mobilnya.
"Iya makasih ya," kata Alisha.
Setelah mobil Dilla sudah tidak terlihat lagi Alisha masuk kedalam rumahnya dan berniat mandi terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...