Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Rapuh.


__ADS_3

Happy Reading...


"Jadi apa yang terjadi Lis? apa suami kamu menyakitimu atau berbuat kasar padamu hingga kamu malam-malam datang ke sini sendiri?" tanya Bara menatap Alisha serius.


Tadi saat bangun tidur dia diberitahu oleh Irene kalau Alisha datang ke rumahnya tengah malam dengan keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Mas Nevan tidak berbuat kasar Kak, Alish hanya merasa lelah saja karena Mas Nevan belum juga menerima Alish," kata Alisha yang tidak menceritakan semuanya secara gamblang.


Karena walau bagaimanapun itu adalah aib rumah tangganya dan dia tidak mungkin memberitahu semuanya secara detail dan jelas kepada Bara dan Irene.


"Bukankah beberapa minggu lalu kamu masih teguh dengan pendirian mu bahwa kamu tidak bisa jauh dari suami kamu itu," kata Bara yang menatap Alisha curiga karena Alisha tiba-tiba berpikir seperti itu padahal beberapa minggu yang lalu Alisha mengatakan dia tidak bisa pergi dari suaminya.


"Alisha memang tidak ingin jauh dari Mas Nevan Kak tapi Alisha juga tidak mau terus menyiksa Mas Nevan dengan bertahan di sampingnya dan mengikatnya dengan pernikahan ini padahal dia sudah mempunyai orang yang dia cintai sebelum Alisha hadir di hidupnya," jelas Alisha menatap Bara serius.


"Jadi itu alasan suamimu tidak mau menerimamu sampai saat ini," kata Bara, Alisha menganggukkan kepalanya.


"Baiklah jika kamu memang ingin mengakhiri hubungan mu maka segera lah akhiri, kamu harus tau Lis dalam sebuah hubungan harus ada dua belah pihak yang sama-sama berjuang bukan hanya salah satunya saja. karena kalau hanya salah satu yang berjuang untuk suatu hubungan itu maka pada akhirnya hanya akan menyakiti keduanya saja," jelas Bara Alisha hanya diam dengan pandangan kosong tapi telinganya dengan jelas mendengarkan perkataan Bara.


"Baiklah Kak Alish akan mencoba pergi dari Mas Nevan," jawab Alisha berusaha menunjukan senyumnya kepada Bara.


"Iya Lis, kamu harus percaya kalau Tuhan memang sudah menjodohkan kalian berdua percayalah sejauh apapun kalian menjauh kalian pasti akan di pertemukan kembali jadi sekarang lebih baik kamu pergilah dulu menjauh dari Nevan dan tenangkan dulu hatimu," kata Bara serius kepada Alisha.


Baru mengatakannya saja jantung Alisha terasa sangat sakit bagaimana kalau dia sudah benar-benar pergi dari suaminya apa dia akan baik-baik saja.


"Kalau gitu Alish pulang dulu ya Kak," pamit Alisha kepada Bara.


"Iya, ingat jaga selalu kesehatanmu," kata Bara di balas anggukkan kepala oleh Alisha.


"Baiklah Kak," jawab Alisha dia berdiri dari duduknya di ikuti oleh Bara.


Bara dan Alisha berjalan menuju ke luar rumah itu saat akan sampai di pintu utama mereka berpapasan dengan Irene yang baru saja masuk ke rumah setelah mengantarkan Seryl.


"Kak, Alish pulang dulu ya," pamit Alisha kepada Irene.

__ADS_1


"Iya kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa hubungi saja Kakak," kata Irene memeluk Alisha.


"Iya Kak terima kasih karena sudah mendengarkan keluh kesah Alish semalam dan maaf semalam Alish mengganggu istirahat Kakak," kata Alisha membalas pelukan Irene.


"Iya sama-sama, Kakak tidak merasa terganggu sama sekali," jawab Irene.


Setelah itu mereka melepaskan pelukan mereka dan Alisha pun pergi dari rumah itu tapi tidak langsung menjalankan mobilnya ke apartemen.


Alisha menjalankan mobilnya ke pemakaman umum untuk ke makam orang tuanya.


Saat mobilnya sampai Alisha memarkirkan mobilnya dan turun dari mobilnya, Alisha berjalan menuju ke makam orang tuanya.


"Assalamu'alaikum Ayah, Ibu, Alish sangat merindukan kalian apa kalian juga merindukan Alish," kata Alisha berjongkok di tengah-tengah antara kuburan Ayah dan Ibunya.


"Ayah maafkan Alish kalau Alish harus berpisah dengan Mas Nevan ... Ayah, Alish sama sekali tidak ingin berpisah dengan Mas Nevan tapi Alish tidak mau karena kehadiran Alish Mas Nevan semakin terjerumus lagi dalam kesalahan," kata Alisha seperti sedang benar-benar bercerita dengan Ayah dan Ibunya.


"Alish sebenarnya sangat ingin terus berjuang untuk mendapatkan cinta Mas Nevan tapi Alish sadar kalau Mas Nevan sudah berhubungan terlalu jauh dengan pacarnya dan Alish hadir diantara mereka sehingga mereka tidak bisa menikah jadi daripada mereka terus berhubungan seperti itu tanpa ikatan apapun lebih baik Alish yang pergi, Alish benar 'kan Ayah, Ibu, Alish hanya tidak ingin Mas Nevan selalu melakukan hal yang salah karena Alish menjadi penghalang hubungannya dan pacarnya," Alisha menumpahkan lagi tangisannya di depan makam orang tuanya.


"Maafkan Alish Ayah, Alish sudah berusaha untuk kuat tapi Alish tidak bisa Ayah, Alish lemah tanpa Ayah kalau seandainya ada Ayah mungkin Alish tidak akan serapuh ini Ayah ... tidak ada orang yang mengerti Alish seperti Ayah yang selalu mengerti Alish, tidak ada yang memberikan pelukan sehangat pelukan Ayah yang selalu bisa menenangkan Alish di saat Alish sedih seperti ini Ayah," Alisha menutup wajahnya dengan kedua tangannya punggungnya bergetar karena tangisannya.


Alisha mengangkat wajahnya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dia kemudian mengusap kedua papan yang tertera nama Ayah dan Ibunya.


"Alish pulang dulu ya Ayah, Ibu doain Alish agar Alish lebih tegar lagi untuk mengakhiri hubungan Alish dan Mas Nevan," kata Alisha setelah itu berdiri dan berjalan ke mobilnya dan langsung pulang ke apartemennya.


Saat sampai di apartemennya Alisha langsung ke unitnya saat dia memasuki apartemennya dia di todong berbagai pertanyaan dari Lastri yang khawatir padanya.


"Non dari mana saja Bu Las khawatir karena kata tuan Non Alish pergi sejak semalam apa Non baik-baik saja?" tanya Lastri yang terlihat sangat khawatir.


"Alish baik-baik saja Bu, Alish pergi ke rumah orang yang udah Alish anggap Kakak sendiri untuk bercerita karena Alish butuh teman cerita dan nenangin pikiran Alish dulu," jawab Alisha tersenyum menenangkan Lastri.


"Syukurlah kalau Non baik-baik saja, Bu Las khawatir tadi," kata Lastri.


"Alish gak pa-pa Bu, terima kasih ya Bu Las sudah khawatir pada Alish,"

__ADS_1


"Alish mau mandi dulu ya Bu, Alish tidak nyaman dari semalam tidak ganti baju," pamit Alisha dijawab anggukan kepala oleh Lastri.


Alisha mandi dan memakai baju rumahan. seharusnya hari ini dia ada kelas tapi dia tidak semangat pergi ke kampus akhirnya setelah mandi dia hanya diam di depan televisi dengan pikiran kosongnya.


Matanya menatap televisi yang menyala di depannya itu tapi pikirannya entah melayang kemana.


Alisha sedang berusaha membulatkan niatnya dengan keputusan yang akan di ambilnya untuk pernikahannya, pergi adalah jalan satu-satunya dan dia harus menemui mertuanya terlebih dahulu agar nanti mereka tidak memaksa Nevan lagi untuk menerimanya.


"Apa sekarang aku harus bilang kalau aku menyerah untuk mendapatkan cintamu Mas, tidak Mas, aku pergi bukan karena cinta yang aku rasakan untukmu lemah tapi aku hanya tidak ingin kalau cintaku ini malah akan membuatmu merasa tersiksa jadi lebih baik sekarang aku pergi darimu Mas," gumam Alisha dalam hatinya.


Karena sibuk dengan lamunannya dia sampai tidak sadar kalau Lastri dari tadi sudah di sampingnya dan memanggilnya untuk makan siang.


"Iya Bu," kata Alisha saat sudah sadar dari lamunannya.


"Makan siangnya sudah siap Non," kata Lastri.


"Baiklah kita makan siang dulu yuk Bu," ajak Alisha kepada Lastri dia kemudian berjalan duluan menuju ke dapur.


"Kasihan Non Alish harus berada di situasi seperti ini pastilah tidak mudah," kata Lastri sambil melihat punggung Alisha yang menghilang dari pintu dapur.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2