Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Baik-baik saja.


__ADS_3

Happy Reading...


Nevan berdiri didepan ruangan yang suster katakan tadi, dia beberapa kali menghela napas untuk menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan tempat Alisha dirawat itu.


Satu menit, dua menit, dan beberapa menit kemudian Nevan masih belum bergerak juga dia masih tetap mematung didepan pintu perawatan itu.


Nevan terus menatap pintu ruangan bercat putih itu dengan seksama, dengan perasaan yang terasa bergejolak antara senang, sedih, takut, kecewa, semua perasaan itu seolah berkumpul di hatinya.


"Bagaimana keadaan Alish?" tanya Fino yang baru datang dengan berjalan cepat diikuti oleh kedua temanya.


"Aku belum tau, aku baru saja mengurus administrasinya," jawab Nevan.


"Terus kenapa kamu masih diam di sini kenapa tidak segera pergi?" tanya Angga ketus.


Mendengar perkataan Angga, Dilla langsung menyikut Angga karena Angga tidak sopan walau bagaimana pun Nevan lebih tua dari mereka.


"Aku ingin melihat kondisinya terlebih dahulu," kata Nevan menatap Fino, Angga dan Dilla.


"Tidak perlu kehadiran kamu di sini hanya akan membuat Alish tidak nyaman, sebaiknya kamu pergilah," kata Bara yang baru saja keluar dari ruangan Alisha.


"Kak Bara bagaimana keadaan Alish?" tanya Dilla.


"Sekarang dia baik-baik saja siapa yang bertanggung jawab atas kondisi Alish sekarang?" tanya Bara menatap Fino dan teman-temannya satu persatu.


"Maafkan Fino kak, tadi Alish mau jalan-jalan karena dia bosan jadi Fino bawa dia Ke Mall untuk melihat-lihat sebentar dan nonton," kata Fino menatap Kakaknya.


"Kamu tau 'kan bagaimana kondisi Alish sekarang?" tanya Bara menatap Fino serius.


"Maaf Kak, Fino hanya kasihan saja karena Alish pasti merasa bosen kalau dia hanya diem di rumah tidak melakukan apapun jadi Fino menuruti keinginan Alish untuk jalan-jalan sebentar," jelas Fino.


"Tapi kamu lihat 'kan bagaimana hasilnya untung saja...."


"Sudah kalian jangan ribut yang penting sekarang Alish baik-baik saja, kalian bisa mengganggu istirahat Alish kalau kalian ribut seperti ini," kata Desi memotong pembicaraan Bara yang akan mengatakan kondisi Alisha yang sebenarnya kepada semua orang.


"Kalian masuklah tapi jangan ribut Alish sudah baik-baik saja dia hanya sedang istirahat," kata Desi kepada Fino dan teman-temannya.


Mereka semua pun masuk ke ruangan itu, kecuali Nevan dia ragu untuk masuk kedalam ruangan itu.


"Masuklah Nak, maafkan perkataan Bara tadi dia hanya sedikit kesal karena khawatir terhadap Alish," kata Desi kepada Nevan.


Nevan menganggukkan kepalanya meski dalam pikirannya memikirkan perkataan Desi Nevan beranggapan kalau Bara juga memiliki perasaan lebih terhadap Alisha.


Nevan segera menepis pikirannya itu dia kemudian berjalan memasuki ruangan Alisha dia melihat Alisha di ranjang pasien masih memejamkan matanya dengan jarum infus yang terpasang di tangannya.


Nevan menatap wajah tenang Alisha dengan seksama dia kemudian mengalihkan pandangannya ke perut Alisha.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan tentangnya padaku Lis, apa kamu tidak mau aku tau tentangnya karena kamu membenciku," kata Nevan dalam hatinya dengan menatap nanar Alisha.


"Apa semuanya baik-baik saja Tante?" tanya Dilla mendekati ranjang Alisha.

__ADS_1


"Semuanya baik-baik saja kalian tenang saja," kata Desi kepada Dilla.


"Syukurlah kalau begitu Tan," kata Dilla dudu di kursi yang ada di samping ranjang.


"Mama pulanglah ini sudah malam biar Fino yang anterin Mama," kata Bara kepada Mamanya.


"Iya Papa kamu pasti sudah nungguin Mama di rumah, kamu juga pulanglah saat Alish sudah sadar dan baik-baik saja," kata Desi.


"Iya Ma," kata Bara.


"Ayo Fin," Kata Desi pada Fino.


Fino pun menganggukkan kepalanya dan bangun dari duduknya mengikuti langkah mamanya untuk pergi dari sana.


Setelah Fino dan Mamanya pergi Bara pun pergi dari sana untuk ke ruangannya.


"Nanti kalau Alish sudah sadar hubungi Kak Bara ya Ngga," kata Bara kepada Angga yang sedang duduk di sofa.


"Iya Kak," jawab Angga menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Bara pun keluar ruangan itu menyisakan Angga, Dilla dan Nevan di sana.


mereka bertiga tidak ada yang mengeluarkan suaranya sama sekali mereka sama-sama diam karena merasa canggung satu sama lainnya.


Setelah beberapa saat kemudian Alisha pun mulai membuka matanya dan melihat orang yang ada di sana satu persatu.


"Syukurlah kamu sudah sadar Lis," kata Dilla tersenyum.


"Aku panggilkan Dokter Bara dulu bentar ya," kata Angga.


"Iya cepatlah," kata Dilla kepada Angga.


Angga pun segera keluar dari sana untuk memanggil Bara di ruangannya.


"Apa masih ada yang sakit Lis?" tanya Dilla khawatir.


"Tidak ada hanya sedikit pusing saja," jawab Alisha tersenyum.


Dilla pun menganggukkan kepalanya dan beberapa saat kemudian Bara pun datang dengan diikuti oleh Angga di belakangnya.


Bara segera memeriksa Alisha terlebih dahulu setelah memastikan semuanya baik-baik saja dia pun menghela napas lega.


"Ini terakhir kalinya kamu pergi keluar terlalu lama Lis," kata Bara setelah memeriksa Alisha.


"Maaf Kak, Alish hanya merasa bosan jadi meminta Fino untuk bawa Alish jalan-jalan," kata Alisha.


"Kalau sekali lagi kamu ngalamin hal seperti barusan Kak Bara tidak akan segan-segan untuk melakukan apa yang Kak Bara bilang waktu itu," ancam Bara.


"Iya Kak ini yang terakhir, mulai sekarang Alish akan diam saja di rumah tidak akan kemana-mana lagi," kata Alisha.

__ADS_1


"Ya sudah kamu gak pa-pa 'kan Kakak tinggal, Kakak harus segera pulang karena sudah malam, Kakak sudah suruh suster yang jaga untuk mantau kamu dan sudah menelpon Bu Mae buat ke sini," kata Bara.


"Iya Kak, Kak Bara pergilah ini sudah malam," kata Alisha tersenyum kepada Bara.


"Baiklah besok Kak Bara akan ke sini lagi pagi-pagi," kata Bara.


"Iya Kak, terima kasih ya dan maaf sudah membuat kalian khawatir," Alisha menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Bara pergi lagi dari ruangan itu saat melewati Nevan, Bara melihat Nevan sekilas sambil melanjutkan langkahnya.


"Kalian juga pulang saja sana aku baik-baik saja," kata Alisha kepada Dilla dan Angga.


"Kita nungguin kamu saja di sini Lis," kata Dilla.


"Iya Lis kalau kamu kenapa-kenapa lagi gimana," kata Angga.


"Aku baik-baik saja, nanti orang tua kalian khawatir lagi karena kalian tidak pulang, kamu juga Dil bukannya orang tua kamu baru pulang dari luar negeri ya kenapa kamu malah di sini," kata Alisha menatap Dilla.


"Aku khawatir banget saat Fino ngabarin aku kalau kamu pingsan lagi jadi minta Angga buat jemput aku deh biar berangkat ke sini bareng," kata Dilla.


"Sekarang aku sudah baik-baik saja kalian pulanglah dan istirahat, besok ke sini lagi saja," kata Alisha pada teman-temannya.


"Beneran kamu gak pa-pa kita tinggal?" kata Angga sambil melirik Nevan.


"Aku baik-baik saja lagian Bu Mae pasti sebentar lagi sampai di sini," kata Alisha lagi.


"Baiklah, kalau ada apa-apa langsung hubungi kita ya," kata Dilla.


"Iya."


Setelah itu Dilla dan Angga pun berpamitan dan pergi dari sana karena sudah semakin malam, sekarang tinggal ada Alisha dan Nevan yang ada di ruangan itu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Nah loh apa yang akan terjadi setelah semua orang pergi ya🤔

__ADS_1


Apakah Alisha dan Nevan akan segera baikan atau tidak ya😳


boleh dong minta dukungannya kakak-kakak semuanya🙏


__ADS_2