Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Penyelamat Nevan


__ADS_3

Happy Reading...


Setelah selesai sarapan Alisha seperti hari sebelumnya dia mencium tangan Nevan saat Nevan akan berangkat bekerja dan Nevan akan mengelap tangannya saat sudah sampai di luar apartemennya.


Alisha bersiap-siap untuk pergi ke kampusnya dia berpamitan terlebih dahulu kepada Lastri sebelum pergi.


Saat sampai di lobby dia melihat Fino yang sedang celingukan seperti sedang mencari sesuatu.


"Kamu sedang apa, Fin?" tanya Alisha saat sudah di belakang Fino.


"Eh kamu Al, nungguin taksi online pesanan ku tapi belum muncul juga nih," jawab Fino lalu mengutak-atik ponselnya.


"Yah taksinya membatalkan orderannya lagi," gumam Fino yang terdengar oleh Alisha.


"Mau bareng aku aja gak?" tawar Alisha.


"Emang boleh gitu?" tanya Fino melihat Alisha serius.


"Bolehlah makanya aku nawarin," kata Alisha.


"Oh terima kasih banget Al kamu memang dewi penolongku, kamu tau kalau sampai aku telat ke kampus hari ini bisa-bisa aku di gantung di tiang bendera karena telat, sekarang adalah jadwalnya dosen killer," kata Fino dramatis.


"Ya sudah ayo nanti kita benar-benar telat lagi," ajak Alisha berjalan duluan ke mobilnya.


Saat sampai di samping mobilnya Alisha menyerahkan kunci mobilnya di depan muka Fino hingga Fino mengernyitkan alisnya tidak mengerti maksud Alisha.


"Apa?" tanya Fino bingung bukannya masuk Alisha malah mengangkat kunci mobilnya.


"Kamu yang bawalah, udah numpang masa mau enak-enakan duduk manis doang," jawab Alisha melemparkan kunci mobilnya dan ditangkap oleh Fino.


"Gak jadi deh aku muji kamu dewi penolongku ternyata kamu cuma mau jadiin aku supir," kata Fino menyusul Alisha masuk kedalam mobilnya.


"Aku lagi malas bawa mobil jadi sekalian aja kamu yang bawanya kamu 'kan numpang," kata Alisha tersenyum manis membuat Fino terpana dengan senyuman Alisha.


"Sadar Fin dia bini orang jangan sampai kamu jadi pebinor," kata Fino dalam hatinya lalu dia mengalihkan perhatiannya ke depan dan mulai menjalankan mobilnya.


Bahaya kalau dia terus-terusan melihat senyum Alisha seperti itu bisa-bisa dia membungkus Alisha dan membawanya pergi jauh dari suaminya.


Untuk beberapa saat Fino dan Alisha terdiam Fino fokus menjalankan mobilnya hingga beberapa saat kemudian dia pun membuka suaranya.


"Oh iya Al aku boleh minta nomor kamu gak kemarin lupa mau minta nomor kamu," kata Fino.


"Buat apa?" tanya Alisha.


"Ya kali aja nanti kamu butuh bantuan ku untuk pasang lampu atau untuk benerin keran air yang bermasalah gitu," canda Fino.

__ADS_1


"Emang kamu bisa ngerjain itu," kata Alisha terkekeh.


"Jangan salah, aku adalah orang yang multi talenta," kata Fino tersenyum dengan pandangan fokus ke jalanan.


"Gak percaya aku kalau kamu serba bisa," kata Alisha memutar matanya.


"Aku serius loh ini," kata Fino.


Alisha tidak menjawabnya lagi dia hanya diam melihat jalanan, hingga mobilnya sampai di parkiran kampusnya.


Saat mereka turun terlihat Angga yang sedang berjalan menuju mereka.


"Tuh curut ngapain kesini," kata Fino ketus dia kesal karena Angga tidak bisa di hubungi saat dia ingin memintanya untuk menumpang ke kampus.


"Kalian berangkat bareng?" tanya Angga tanpa dosa.


"Udah tau pakai nanya lagi," kata Fino ketus dan memutar matanya malas.


"Kamu kenapa Fin jutek banget," kata Angga mengerutkan keningnya.


"Tadi aku telpon kamu dari subuh buat minta kamu jemput aku biar kita ke kampus bareng kenapa hp kamu gak aktif hah," kata Fino menatap tajam Angga.


"Maaf deh maaf aku kesiangan bangun tadi dan hp ku belum aku hidupin," Angga menjelaskan kepada Fino.


"Aku ke kelas duluan ya," pamit Alisha kepada Fino dan Angga. memotong perdebatan antara Angga dan Fino.


Saat sore harinya Alisha baru keluar dari kampusnya dia bergegas menjalankan mobilnya untuk ke rumah sakit.


Saat sampai di rumah sakit dia langsung menuju ruangan Bara dia mengetuk pintu ruangan Bara dan saat mendapat sahutan dari Bara dia pun masuk ke ruangan itu.


"Maaf lama ya kak nunggunya, Alish baru selesai kuliahnya," kata Alisha tersenyum kepada Bara.


"Tidak pa-pa sebaiknya kita langsung saja melakukan cek-up nya," kata Bara.


Alisha melakukan beberapa tes seperti pemeriksaan sebelumnya setelah selesai dia menunggu hasil tesnya di ruangan Bara.


"Bagaimana hubunganmu dan suamimu?" tanya Bara saat mereka sudah duduk di meja kerja Bara dengan saling berhadapan.


"Hubungan kita semakin baik kak," jawab Alisha tersenyum senang karena dia menganggap Nevan sudah menerimanya.


"Syukurlah kalau hubungan kalian semakin baik," kata Bara dan Alisha menganggukkan kepalanya.


"Apa dia sudah tau kalau kamu yang menyelamatkan hidupnya dulu?" tanya Bara dibalas gelengan kepala oleh Alisha.


"Kenapa kamu tidak memberitahukannya? bukankah itu lebih baik kalau dia tau kamu pernah menyelamatkannya dengan begitu dia akan semakin cepat menerimamu," kata Bara mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Alish tidak mau dia menerima Alish hanya karena balas budi saja, karena yang Alish inginkan adalah dia menerima Alish berdasarkan keinginan hatinya sendiri bukan karena paksaan atau rasa balas budinya saja," jawab Alisha.


"Kakak harap dia akan segera menerima dan mencintai kamu seutuhnya, dan saat dia bisa mencintai kamu dia pasti merasa beruntung karena memiliki istri sepertimu," kata Bara membuat Alisha tersenyum lebar.


"Aamiin, semoga saja ya kak," kata Alisha tersenyum lebar.


Alisha juga berharap seperti itu dia berharap suaminya menerimanya dengan tulus bukan karena sebuah rasa balas budi semata.


Beberapa saat kemudian ada seorang suster yang mengantarkan sebuah berkas kepada Bara, itu adalah laporan hasil tes Alisha.


Bara membuka dan membaca berkas-berkas itu dengan teliti terdengar helaan napas dari Bara dan Alisha mengira hasil tesnya tidak terlalu baik.


Bara menutup berkas itu dan melihat Alisha dengan serius Alisha tahu pasti ada masalah dengan tubuhnya itu.


"Hasilnya kurang baik ada sedikit masalah dengan ginjalmu, ginjalmu tidak berpungsi dengan baik dan itu bisa berakibat patal pada kesehatanmu," jelas Bara.


"Tapi bukankah hasil tes kemarin semuanya baik-baik saja kak, bagaimana bisa hanya dalam waktu beberapa minggu timbul masalah seperti itu?" tanya Alisha heran.


"Itulah kenapa kakak selalu bawel kepada mu agar kamu benar-benar menjaga semuanya, jaga istirahatnya, jaga makannya dan jaga semuanya karena jangankan beberapa minggu beberapa hari pun masalah seperti ini pasti akan datang kalau kamu tidak benar-benar serius menjaga dirimu sendiri dengan sungguh-sungguh," kata Bara menatap Alisha serius.


"Tapi semuanya pasti baik-baik saja 'kan kak?" tanya Alisha.


"Semua akan baik-baik saja kalau kamu benar-benar menjaga dirimu sendiri," kata Bara Alisha hanya menganggukkan kepalanya.


"Untuk sekarang kakak akan memberikanmu obat saja dan dua minggu lagi kamu harus ke sini lagi untuk mengetahui apa masalahnya selesai dengan hanya meminum obat atau harus melakukan cuci darah," jelas Bara.


"Baiklah kak," jawab Alisha dengan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Bara menuliskan sebuah resep obat untuk Alisha.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Ini hanyalah cerita fiksi cerita yang author karang jadi maaf kalau ada sebuah kesalahan dari kata-katanya atau ceritanya🤗


__ADS_2