
Happy Reading...
Alisha dan anaknya sudah pulang ke rumah mereka karena kondisi mereka sudah lebih baik hanya saja Alisha masih harus banyak beristirahat sedangkan anaknya harus tetap melakukan cek-up untuk memantau kesehatannya, Alisha dan Nevan menikmati masa-masa menjadi orang tua yang siap siaga dalam keadaan apapun untuk anaknya.
Saat ini Alisha sedang duduk di pinggir ranjangnya sambil menyusui anaknya dengan bersenandung ringan agar anaknya cepat tidur.
"Tampannya anak Mama ini," gumam Alisha mendarat ciuman di kening anaknya yang masih asik menyusu itu dengan mata yang masih terbuka lebar.
Pintu kamar itu terbuka dan masuklah Nevan dengan masih mengenakan baju kerjanya karena dia baru saja pulang bekerja.
"Mas," sapa Alisha kepada suaminya dengan tersenyum manis.
Nevan membalas senyuman Alisha dengan lebar dan melangkahkan kakinya memasuki kamar itu.
"Apa dia tidur?" tanya Nevan.
"Belum Mas," jawab Alisha.
"Baiklah kalau gitu Mas mau mandi dulu," kata Nevan dijawab anggukkan kepala oleh Alisha.
Nevan memang tidak langsung mendekat pada anaknya saat dia pulang bekerja atau habis dari luar, dia akan membersihkan dirinya dulu karena dia habis dari luar takut ada Virus dan sebagainya yang akan menular pada anaknya.
Beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan baju lengkap dan mengelap rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.
Nevan berjalan mendekati Alisha yang masih menyusui anaknya itu, Nevan duduk di belakang Alisha dan melingkarkan satu tangannya di perut Alisha dan satu tangannya mengusap kepala anaknya.
"Apa dia sudah lama tertidur?" tanya Nevan menyimpan dagunya di pundak Alisha.
"Baru saja Mas," jawab Alisha dengan kaku karena merasa hembusan napas Nevan di lehernya dan membuatnya merasa geli.
"Sepertinya dia sangat menikmati itu," ucap Nevan menunjuk anaknya yang masih asik menghisap sumber asupannya.
"Dia 'kan lagi dalam masa perkembangan dan itu adalah hal yang wajar," jawab Alisha.
Nevan memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Alisha yang menjadi candu untuknya dan selalu membuatnya merasa tenang. Dia juga memberikan usapan lembut di perut Alisha dan memberikan beberapa ciuman di pundak Alisha yang tidak tertutupi baju.
"Mas, geli ih," kata Alisha yang kegelian dengan apa Nevan lakukan itu.
Mendengar perkataan Alisha, Nevan hanya terkekeh dan bukannya berhenti tapi dia malah terus melanjutkan aksinya itu.
"Mas," rajuk Alisha.
"Aku merindukanmu Lis, kamu tau saat aku melihatmu terbaring di rumah sakit aku benar-benar merasakan ketakutan yang begitu dalam sehingga aku selalu berharap itu hanyalah mimpi."
"Apa yang lebih kamu takutkan Mas? apa kamu lebih takut kehilangan aku atau Aaric?" tanya Alisha mengetes Nevan.
"Aku takut kehilangan Aaric tapi aku lebih takut lagi kehilanganmu karena aku belum sempat membuatmu bahagia," jawab Nevan.
Alisha yang mendengar perkataan Nevan merasa senang karena Nevan sudah benar-benar mencintainya.
__ADS_1
"Dengan Mas ada di sisi Alish itu adalah sebuah kebahagiaan untuk Alish Mas karena itu adalah mimpi Alish dari dulu," kata Alisha.
"Berjanjilah setelah ini kamu jangan menyembunyikan apapun lagi dariku," Nevan semakin mengeratkan pelukan tangannya di perut Alisha.
"Iya Mas, mulai sekarang Alish akan membicarakan semuanya sama Mas Nevan. asal Mas Nevan mau selalu mendengar keluh kesah Alish nantinya," ucap Alisha dijawab anggukan kepala oleh Nevan.
"Mas Alish mau menidurkan Aaric dulu, kita 'kan mau makan malam," kata Alisha lagi.
"Baiklah," kata Nevan melepas pelukannya dari Alisha.
Alisha membawa anaknya dan menempatkannya di tempat tidur khusus untuk anaknya dengan hati-hati setelah itu dia menghampiri Nevan lagi.
"Kita makan malam dulu yuk Mas mumpung Aaric sudah tidur," ajak Alisha.
Bukannya bangun Nevan malah menarik Alisha hingga Alisha duduk di pangkuannya dan menatap Alisha dengan dalam hingga membuat Alisha salah tingkah.
"Mas kita harus segera keluar untuk makan malam," kata Alisha menundukkan wajahnya.
Nevan mengangkat wajah Alisha agar melihatnya, Nevan mendekatkan wajahnya dengan wajah Alisha mengikis jarak antara mereka.
Tanpa sadar Alisha memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya dan bermain di sana Alisha melingkarkan tangannya di leher Nevan sedangkan Nevan menekan tengkuk Alisha agar memperdalam permainan mereka.
Alisha hanya mengikuti apa yang Nevan lakukan padanya Nevan melakukannya dengan penuh kelembutan hingga membuat Alisha semakin terhanyut dalam sensasi yang baru dirasakannya.
Tok...Tok...Tok...
Nevan menatap Alisha begitupun sebaliknya mereka saling menatap kemudian tersenyum.
"Ayo kita makan malam dulu sebelum aku kebablasan melakukan hal yang lebih dari ini," kata Nevan terkekeh dia mengusap bibir Alisha yang basah.
Alisha hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah tersipunya, mereka membuka pintu kamarnya dimana Mae sedang berada di sana.
"Apa Den kecil tidur Nyonya?" tanya Mae. sekarang Mae memanggil Alisha dengan sebutan nyonya karena Alisha sudah memiliki anak jadi dia memanggil Alisha nyonya.
"Tidur Bu," jawab Alisha tersenyum.
"Oh kirain masih bangun, sekarang sebaiknya Tuan dan Nyonya makan terlebih dahulu," kata Mae.
"Iya Bu, Bu Mae sudah makan belum?" tanya Alisha berjalan berdampingan menuju ke meja makan.
"Sudah, maaf Bu Mae makan duluan," kata Mae mengikuti langkah Alisha dan Nevan.
"Iya tidak apa-apa Bu," jawab Alisha.
Setelah itu Nevan dan Alisha mulai makan malam dengan sedikit obrolan tentang apa yang terjadi di hari ini
Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar dan langsung merebahkan tubuh mereka di ranjang, Nevan menarik tubuh Alisha agar mendekat padanya dan melingkarkan tangannya di pinggang Alisha.
"Tidurlah kamu pasti lelah mengurus Aaric seharian," kata Nevan mencium pucuk kepala Alisha.
__ADS_1
"Tidak terlalu capek Mas, karena Aaric belum aktif dan hanya minum susu setelah itu tidur lagi," kata Alisha.
"Meskipun begitu tetap saja kamu harus istirahat sebelum dia bangun lagi."
Alisha hanya menganggukkan kepalanya dan menyusupkan wajahnya di dada bidang Nevan. hingga beberapa saat kemudian dia pun terlelap
Nevan memejamkan matanya berusaha untuk tidur menyusul Alisha.
...***********...
Saat tengah malam Nevan mendengar suara rengekan dari anaknya dia melihat Alisha masih tenang dengan tidurnya.
Nevan melepaskan pelukannya dari Alisha dengan hati-hati, dia kemudian turun dari ranjang menuju tempat tidur anaknya yang sedang menggeliat tidak nyaman.
"Apa kamu tidak nyaman jagoan," kata Nevan kepada anaknya dengan suara yang pelan karena takut mengganggu tidur Alisha.
Nevan memeriksa popok Aaric yang ternyata sudah penuh pantas saja Aaric bergerak tidak nyaman.
"Sssttt kamu jangan berisik oke, nanti Mama kamu terganggu tidurnya, biarkan dia tidur dengan tenang," kata Nevan berbicara dengan anaknya, tangannya dengan cekatan menggantikan popok Aaric dan celananya.
Nevan belajar melakukan hal itu saat Aaric masih di rumah sakit dia diajarin dan diberi tahu oleh suster tentang apa saja yang harus dia lakukan saat anaknya menangis.
Setelah selesai Nevan menggendong anaknya dengan hati-hati dia mengambil ASI yang selalu tersedia di botol yang di simpan di tempat penyimpanan khusus agar ASI-nya selalu hangat
"Kamu lapar hemmm," ucap Nevan saat anaknya menyedot botol susunya dengan kencang.
Nevan menimang anaknya agar anaknya kembali tertidur jam sudah menunjukkan pukul setengah dua dini hari.
Setelah susunya habis anaknya kembali tertidur dengan tenang dan Nevan menidurkan anaknya ke tempat semula dengan hati-hati. Nevan memberikan sebuah ciuman di kening putranya terlebih dahulu setelah itu dia kembali naik ke ranjang untuk kembali tidur.
Nevan kembali memeluk Alisha dan di balas pelukan oleh Alisha, Nevan memejamkan matanya dan kembali tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Maaf kalau ceritanya garing dan gak jelas lagi tidak terkondisikan pikirannya🤭, semoga suka sama ceritanya 🙏
__ADS_1