Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Harus kuat


__ADS_3

Yang bisa aku lakukan sekarang adalah berusaha terlihat kuat dan seolah tidak terjadi apapun padaku atas sikapmu meski hati merasa kecewa.


...----------------...


Happy Reading...


Setelah puas berdiam diri di rumah almarhum orang tuanya untuk beberapa saat Alisha pun memutuskan untuk pulang ke apartemennya karena sudah sore.


Alisha mengendarai mobil yang biasa di pakainya sebelum menikah dengan Nevan.


Beberapa saat kemudian mobil Alisha telah sampai di depan gedung apartemennya Alisha memarkirkan mobilnya terlebih dahulu setelah itu dia turun.


Alisha berjalan menuju lift dan masuk kedalam lift.


Saat sampai di lantai tempat unitnya berada dia berjalan menuju unitnya dengan santai saat sampai di depan pintu apartemennya dia masuk kedalam dan terdengar suara orang yang tengah bercanda ria di dapur.


Karena penasaran Alisha pun berjalan secara perlahan ke arah dapur dia melihat ternyata Nevan dan Mesha lah yang sedang bercanda di dapur.


"Mas kamu sedang apa?" tanya Alisha dari ambang pintu dapur.


Nevan dan Mesha yang sedang bercanda pun mengalihkan perhatiannya ke Alisha.


"Aku sedang memasak untukku dan Mesha," jawab Nevan singkat sambil membalikkan masakannya.


"Aku sudah lama tidak makan masakan Nevan jadi aku ingin dia memasakkan makanan untuk makan kami," kata Mesha dengan menyeringai kepada Alisha seolah memberitahu Alisha kalau dia adalah orang yang spesial bagi Nevan.


"Oh mau aku bantu Mas?" tawar Alisha dengan tersenyum.


"Tidak perlu ada Mesha yang membantuku," jawab Nevan datar.


"Kalau tidak keberatan kamu bisa membantu kami untuk mencuci piring dan bekas kami masak iya 'kan sayang," kata Mesha tersenyum mengejek pada Alisha.


Nevan hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Mesha.


"Sudah siap ayo kita makan?" kata Nevan sambil membawa hasil masakannya ke meja makan.


"Sayang kenapa kamu hanya buat dua porsi saja disini 'kan ada... aku lupa siapa nama kamu?" tanya Mesha melihat Alisha.


"Alish kak," jawab Alisha masih memasang senyumannya.


"Oh iya disini 'kan ada Alish juga sayang," kata Mesha.


"Biarkan dia memasak sendiri dia bisa memasak sendiri nanti kalau dia lapar," kata Nevan santai sambil memakan makanannya.


"Iya kak aku bisa masak sendiri nanti kalau aku lapar," kata Alisha dia kemudian pergi dari sana dan langsung masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"Ya Allah belum nyampe sebulan pernikahan ku tapi rasanya aku ingin menyerah saja sampai disini," gumam Alisha duduk di sisi ranjangnya.


Alisha melihat pigura foto dia dan ayah ibunya dia mengambil pigura itu dan mengusapnya.


"Apa yang harus Alish lakukan ayah apa Alish akan kuat bertahan di situasi seperti ini lebih lama lagi, Alish sudah mencintai Mas Nevan tapi apa cinta Alish ini akan terbalaskan," gumam Alish memeluk pigura foto itu dan dia menangis.


"Biarkan Alish menangis ayah untuk sekarang dan berikan Alish kekuatan lagi untuk membuat Mas Nevan menyadari cinta Alish untuknya," kata Alish lagi.


Alisha merebahkan tubuhnya dengan masih memeluk pigura foto itu lelah menangis dia tanpa sadar tertidur.


Beberapa saat kemudian dia kembali membuka matanya dan ternyata sudah magrib dia bangun dan turun dari ranjang terus masuk ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu.


Setelah selesai shalat Alisha keluar dari kamarnya, dan hal yang tak terduga di lihat olehnya hingga membuat dia meremas tangannya saat melihat pemandangan yang lagi-lagi membuatnya serasa hancur.


Suaminya berc*mb* di depan matanya sendiri dan mereka seolah tidak menyadari keberadaan Alisha yang baru keluar dari kamarnya.


Alisha menghembuskan napasnya beberapa kali sambil berkata dalam hati.


"Kamu harus kuat Alish anggap kamu tidak melihat ini," kata Alisha dalam hatinya dia kemudian dengan santainya berjalan melewati sofa dimana suaminya dan Mesha sedang melakukan hal yang membuat Alisha bergidik.


"Apa mereka tidak bisa melihat tempat, atau tidak melakukan hal itu disini apa mereka sengaja melakukan hal itu agar aku mau pergi dengan suka rela dari Mas Nevan," gumam Alisha sambil mencuci piring kotor bekas Nevan dan Mesha.


"Jangan nangis Alish, jangan nangis kalau kamu nangis itu artinya Mesha sudah menang disini," gumam Alisha berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis karena kalau dia menangis di depan Mesha dan Nevan itu akan membuat Mesha merasa menang.


Alisha beberapa kali memukul dadanya yang terasa sesak dan sakit. Bohong kalau dia bilang dia kuat berada di situasi seperti ini.


"Ya Allah kenapa cinta harus sesakit ini," gumam Alisha saat dia hampir menjatuhkan air matanya dia mendengar suara langkah kaki ke arah dapur.


Dia segera menormalkan dirinya dan seolah tidak terjadi apapun padanya.


"Apa kamu melihatnya tadi," kata Mesha dengan bangga.


"Ya aku melihatnya dan sebagai wanita aku merasa malu karena melihat dengan mata kepala ku sendiri seorang wanita yang mau dic*mb* oleh pria yang sudah memiliki istri," kata Alisha santai sambil terus mencuci piring.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu hah," bentak Mesha.


"Kak Mesha apakah kamu tidak bisa lebih menghargai dirimu sendiri dan menjaga dirimu sendiri," kata Alisha tanpa melihat Mesha.


Mendengar perkataan Alisha Mesha marah dia langsung menarik rambut panjang Alisha sehingga membuat piring yang sedang di pegang Alisha jatuh mengenai kaki Alisha.


"Apa kamu sadar siapa kamu hah, berani sekali kamu bicara seperti itu padaku! dengar ya kalau seandainya kamu tidak hadir diantara aku dan Nevan, saat ini yang menjadi istrinya adalah aku bukan kamu paham," kata Mesha tepat di depan wajah Alisha dia menatap tajam Alisha.


Nevan yang sedang di depan televisi langsung menuju ke dapur karena mendengar keributan.


"Ada apa Sha?" tanya Nevan saat sampai di dapur.

__ADS_1


"Sayang dia berani-beraninya bilang kalau aku wanita murahan dan meminta ku untuk pergi dari mu," kata Mesha berbohong sambil menangis dan memeluk Nevan.


"Apa benar apa yang Mesha katakan barusan?" tanya Nevan menatap tajam Alisha.


"Tidak Mas aku tidak mengatakan itu," bela Alisha.


"Dia mau membela diri, jelas-jelas tadi dia meminta ku untuk pergi darimu aku tidak mau aku rela di panggil wanita murahan asal bisa berada di dekatmu," kata Mesha dengan berdrama.


"Dengar ya Alish aku dan Mesha sudah berhubungan lama dan karena kehadiranmu aku tidak bisa menikahi Mesha jadi kalau kamu masih mau menjadi istriku kamu harus siap melihat aku dan dia disini melakukan apapun yang kita inginkan tapi kalau kamu tidak bisa silakan kamu katakan kepada orang tuaku untuk pergi dari hidupku," kata Nevan menatap tajam.


Sedangkan Alisha menatap nanar Nevan yang bersikap lembut kepada Mesha dan langsung percaya apa yang Mesha katakan.


"Sudah ayo aku anterin kamu pulang ya," kata Nevan merapikan rambut Mesha. Mesha pun menganggukkan kepalanya.


Mereka kemudian pergi dari apartemen itu sedangkan Alisha membereskan pecahan piring yang jatuh tadi, kakinya terluka dan berdarah karena terkena pecahan piring.


Setelah membereskan pecahan piring Alisha berjalan dengan ter pincang-pincang mencari kotak obat untuk mengobati dulu lukanya sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.


Saat menemukan kotak obat itu dia duduk di kursi meja makan mengangkat salah satu kakinya dan mengobatinya dengan hati-hati.


"Seandainya ada ayah dia pasti marah kalau melihat aku terluka seperti ini," gumam Alisha tersenyum saat mengingat omelan ayahnya sambil mengobatinya kalau dia tidak sengaja terluka.


"Alish rindu ayah," kata Alisha lirih matanya sudah mulai berembun tapi dia segera mengalihkan perasaannya agar tidak menangis lagi.


"Ingat pesan ayah Alish apapun yang terjadi kamu tidak boleh terus menangis, kuat Alish kuat buktikan kalau kamu bukan wanita yang lemah," kata Alisha pada dirinya sendiri.


Dia berjalan dengan ter pincang-pincang untuk menyelesaikan mencuci piringnya setelah itu pergi shalat isya dan belajar.


Alisha akhir-akhir ini jarang makan malam dia lupa apa yang Bara katakan kalau dia harus menjaga dirinya agar selalu sehat.


Meskipun dia terlihat baik-baik saja di luar tapi tidak di dalamnya dia bisa membahayakan dirinya sendiri kalau dia tidak benar-benar menjaga dirinya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2