Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Akan pergi.


__ADS_3

Happy Reading...


Waktu ke waktu terus berlalu dan kini kandungan Alisha sudah berusia delapan bulan lebih dan kalau semuanya berjalan dengan lancar kelahiran Alisha hanya tinggal menunggu beberapa minggu lagi.


Semakin bertambah usia kandungannya semakin sulit juga Alisha bergerak dengan leluasa dan semakin sering juga sakit pinggang yang dirasakannya itu datang.


Saat ini Alisha dan Nevan sedang merebahkan tubuhnya di ranjang dengan Nevan yang memeluknya dengan erat seolah dia takut kehilangan Alisha.


"Rasanya aku tidak mau pergi ... entah kenapa sekarang aku merasa tidak tenang akan meninggalkanmu," kata Nevan dengan memeluk Alisha yang menyandarkan kepalanya di dada Nevan.


"Alish akan baik-baik saja Mas bukankah kepergian Mas ini penting untuk masalah pekerjaan," kata Alisha menenangkan Nevan meskipun dia sendiri pun merasa tidak tenang karena perkataan Bara saat dia memeriksa tentang penyakitnya kepada Bara tapi dia tidak boleh memperlihatkannya kepada Nevan.


"Tapi hatiku tidak tenang," kata Nevan.


Alisha menatap Nevan dan mengusap pipi Nevan dia tersenyum kepada suaminya itu, dia tahu perasaan suaminya saat ini seandainya dia bisa egois dia juga tidak ingin Nevan pergi tapi kepergian Nevan kali ini sangat penting untuk kemajuan perusahaan Nevan.


"Bukankah Mas hanya pergi ke Malaysia untuk lima hari saja."


"Itu pasti akan terasa sangat lama," kata Nevan menatap Alisha.


"Mas bekerjalah yang tenang jangan banyak pikiran Alish di sini akan baik-baik saja Alish dan dia akan menunggu Mas di sini," kata Alisha mengambil tangan Nevan dan menyimpannya di perutnya.


"Kalau terjadi apa-apa langsung hubungi Mas."


"Iya Mas," jawab Alisha menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Mas lusa berangkatnya jam berapa?" tanya Alisha.


"pagi-pagi."


"Oh baiklah, sekarang sebaiknya kita tidur Mas sudah malam," kata Alisha tersenyum kepada Nevan.


"Ya tidurlah, selamat beristirahat," kata Nevan mencium seluruh wajah Alisha dan menyingkap baju Alisha untuk mencium calon anknya.


"Istirahatlah jagoan sekarang sudah malam jangan ganggu Mamamu ya biarkan dia istirahat dengan tenang bukankah dari siang kamu sudah banyak bergerak," kata dengan beberapa kali mencium perut Alisha.


Alisha hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan Nevan itu, anaknya memang sangat aktif sehingga kadang membuat Alisha kewalahan karena pergerakan anaknya itu.


"Sekarang tidurlah," kata Nevan kembali ke posisinya dan memeluk Alisha.


Alisha mulai memejamkan matanya untuk tertidur sedangkan Nevan tidak bsa tertidur, entah kenapa pikirannya menerawang ke mana-mana, entah kenapa kepergiannya kali ini terasa sangat berat dan dia rasanya tidak ingin meninggalkan Alisha padahal ini bukan yang pertama kalinya dia pergi dia juga biasanya sering pergi keluar kota untuk beberapa hari.


Tapi sekarang perasaannya terasa berat untuk pergi beberapa hari meninggalkan Alisha.


Saat sedang melamun Nevan mendengar ringisan Alisha yang sedang tertidur dia tahu itu pasti anaknya sedang bergerak lagi.


"Hey bukankah Papa sudah bilang ini sudah malam biarkan Mamamu istirahat dengan tenang, ayolah kamu 'kan anak yang baik," Nevan berbicara di depan perut Alisha sambil mengusap perutnya dengan usapan lembut.


Beberapa saat kemudian calon anaknya itu diam seolah mengerti dengan apa yang Nevan katakan.

__ADS_1


"Bagus itu baru anak Papa yang pintar," kata Nevan tersenyum.


"Nanti kalau Papa pergi kamu jangan terlalu aktif ya di dalam sana, kamu tau 'kan kalau Mama sering sakit pinggang kalau kamu terlalu banyak bergerak nanti kalau Papa pergi dan Mama kamu sakit pinggang tidak akan ada yang memijat pinggangnya paham 'kan."


Setelah berbicara dengan anaknya itu Nevan kembali ke tempat semula dan mulai tertidur agar dia tidak bangun kesiangan.


Pagi hari...


Nevan bangun lebih awal seperti biasa dia akan membuatkan sarapan untuk Alisha sebelum Alisha bangun.


Saat keluar dari kamar Nevan berpapasan dengan Mae yang sedang mengepel lantai. Mae memang selalu pagi-pagi sekali mengepel lantai karena biar saat Alisha bangun dan keluar dari kamarnya lantai sudah kering dan tidak membahayakan Alisha.


"Tuan, Anda sudah bangun," sapa Mae pada Nevan.


"Iya Bu Nevan mau buat sarapan untuk Alish," jawab Nevan akan melangkah tapi dia teringat sesuatu.


"Oh iya Bu apa yang Nevan perintahkan sudah Bu Mae kerjakan?" tanya Nevan kepada Mae.


"Sudah Tuan," jawab Mae.


"Baiklah nanti siang tolong pindahkan baju-baju Alish ke kamar bawah agar dia tidak harus naik turun tangga saat dia mau ke kamar," perintah Nevan.


"Baik Tuan," jawab Mae.


Setelah itu Nevan melanjutkan langkahnya pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Setelah beberapa saat kemudian Nevan sudah selesai membuat sarapan dan tidak lupa membuatkan susu untuk Alisha, Nevan menyimpan makanannya di meja makan dia kemudian menuju kamarnya untuk melihat Alisha.


"Ayo kita sarapan," ajak Nevan.


"Iya Mas," Alisha menganggukkan kepalanya dan mendekati Nevan.


Nevan melingkarkan tangannya di pinggang Alisha dan berjalan dengan hati-hati mengikuti langkah Alisha.


"Aku sudah meminta Bu Mae untuk membereskan kamar yang ada di lantai bawah, nanti siang biar Bu Mae memindahkan baju-bajumu ke bawah ya," kata Nevan saat mereka sedang berjalan menuruni tangga.


"Iya Mas," Alisha menuruti perkataan Nevan.


Saat sampai di meja makan mereka memulai sarapannya dengan tenang tidak ada yang membuka suara hingga mereka selesai, Alisha meminum susu yang Nevan buatkan untuknya.


"Mas mau siap-siap dulu ya kamu tunggulah di sini," kata Nevan bangun dari kursinya.


"Iya Mas," jawab Alisha.


Nevan pun pergi ke kamarnya untuk memakai baju kerjanya yang sudah Alisha siapkan untuknya tadi.


Beberapa saat kemudian Nevan turun lagi menuju ke meja makan dengan keadaan yang sudah rapi.


"Mas berangkat sekarang ya," kata Nevan mencium pucuk kepala Alisha yang masih duduk di kursi.

__ADS_1


"Iya Mas, Alish antar ke depan ya," kata Alisha berdiri dengan perlahan.


Nevan menganggukkan kepalanya dan mereka pun berjalan beriringan menuju ke pintu utama saat sampai di depan pintu mereka melakukan kebiasaan seperti hari-hari sebelumnya saat Nevan akan berangkat bekerja, yaitu Alisha mencium tangan Nevan dan Nevan mencium kening Alisha.


"Jangan melakukan pekerjaan apapun," kata Nevan kepada Alisha.


"Iya Mas tenang saja Alish tidak akan mengerjakan apapun," kata Alisha menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Nevan pergi menuju ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor sebelum dia pergi ke Malaysia untuk beberapa hari.


Sementara itu Alisha di rumahnya hanya diam saja karena saat dia mau membantu Mae membereskan baju-bajunya pun di larang oleh Mae.


"Padahal hanya mengerjakan itu saja tidak akan capek Bu," keluh Alisha melihat Mae yang bolak balik dari kamar atas ke kamar bawah membawa baju-bajunya.


"Bu Mae tidak mau di salahkan sama tuan Nevan kalau sampai terjadi apa-apa sama Non," sahut Mae sambil membereskan baju-bajunya ke dalam lemari.


Akhirnya Alisha pun pasrah dia mendudukkan dirinya di depan televisi untuk menonton.


Saat sedang serius menatap televisi ponselnya tiba-tiba berbunyi ada telepon masuk ke ponselnya saat melihat siapa yang menelponnya Alisha langsung mengangkat telponnya.


"Iya Kak," kata Alisha saat mengangkat telponnya.


Alisha mendengarkan setiap perkataan Bara dengan seksama dengan mata yang fokus ke televisi di depannya.


"Kak Bara tau 'kan Alish gak mungkin melakukan hal yang membahayakan calon anak Alish Kak," kata Alisha menghela napas berat.


"Tapi Lis ini cara yang terbaik untukmu aku yakin bayimu juga akan baik-baik saja," kata Bara dari balik telponnya.


"Alish sudah pasrah dengan hidup Alish Kak, sekarang yang Alish pikirkan hanyalah anak Alish maaf Alish tutup dulu ya telponnya terima kasih untuk usahanya Kak," kata Alisha setelah itu dia menutup telponnya.


'Maaf kalau Mama egois tapi Mama tidak ingin melakukan hal yang akan membahayakanmu,' kata Alisha dalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Beberapa bab lagi Nevan bakal tau tentang kondisi Alisha ya, maaf kalau berbelit-belit dan lama membuat Nevan tau tentang kondisi Alisha tapi untuk Nevan tau tentang kondisi Alisha yang sebenarnya butuh waktu dan proses yang pas tidak mungkin tiba-tiba tau karena itu pasti kesannya agak terburu-buru☺


__ADS_2