Istri Kecil Om Pedofil

Istri Kecil Om Pedofil
DI UJUNG KISAH


__ADS_3

Kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat di dambakan oleh semua orang. Namun, definisi sebuah kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda.


Ada yang bahagia karena harta. Ada juga yang bahagia karena gelar dan kehormatan. Tak jarang yang bahagia karena mimpi dan cita-cita yang tercapai. Mungkin juga bahagia karena kehadiran buah hati. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan. Tak ada kehidupan yang selamanya menyakitkan ataupun sebaliknya, karena Tuhan memberikan semua hal di dunia ini secara adil tanpa membeda-bedakan.


Dania tersenyum menatap wajah tampan suaminya yang terlelap. Dengkuran halus masih terdengar meski tangan Dania terus menjelajah di wajah oriental sang suami. Dan inilah kebahagiaan sederhana yang di rasakan Dania setiap paginya.


Sejak kepergian Mikayla, Nino selalu menemani Dania kemanapun dan dimana pun. Mereka makan dan tidur, bahkan mandi bersama. Benar-benar seperti sandal jepit yang selalu bersama-sama. Begitulah ejekan Ricky. Namun, keduanya tidak memperdulikan hal itu. Baik Dania maupun Nino, keduanya hanya ingin saling menguatkan karena tanpa di bicarakan sebenarnya mereka sudah mengetahui tempat Mikayla di hati masing-masing.


"Kau sangat tampan dan lucu!" Dania mengusap hidung Nino dengan ibu jarinya. "Aku ingin anakku nanti memiliki hidung yang seperti ini."


"Tentu saja! Aku ini ayahnya." Nino menggenggam tangan Dania yang terkejut karena ulahnya. "Kau mulai nakal, Istri kecilku."


Dania terkekeh. "Kau yang mengajarkan aku, Om pedofilku."


Kedua mata Nino terbuka perlahan. "Kau mengganggu tidurku. Hem? Hukuman apa yang tepat untukmu?"


Wajah Dania memberengut. "Ini keinginan bayi di perutku. Dia ingin -"


Nino menarik tengkuk Dania dan melahap bibir menggoda milik istrinya itu hingga oksigen mereka mulai menipis, Nino baru melepaskan pagutan bibir keduanya. "Jangan memfitnah anak kita, Moony! Dia bahkan tidak tahu ini malam atau siang."


Dania tertawa. Entah mengapa, membahas tentang anak dengan Nino selalu berakhir seperti ini. Dan jujur saja, itu juga merupakan kebahagiaan untuk Dania.


"Kenapa tertawa?" Nino membelai sisi wajah Dania. "Ingin menggodaku?" bisiknya parau.


Sudut bibir Dania membuat lengkungan. "Bahkan tanpa aku melakukan apapun, kau sudah tergoda. Untuk apa aku repot-repot menggodamu!"


Nino geleng-geleng kepala mendengar jawaban Dania. Ia jadi semakin gemas dengan istri kecilnya yang kini sudah menerima dirinya dan menjalani rumah tangga mereka dengan sepenuh hati. Walaupun Nino sendiri masih bingung, kenapa Dania masih enggan mengungkapkan rasa cintanya. Entahlah! Namun, yang pasti Nino akan selalu siap menunggu karena tanpa ungkapan cinta dari Dania hidupnya juga sudah sangat sempurna.


"Mau kemana?" Dania nampak bingung saat Nino menarik tangannya.


Nino tersenyum penuh arti. "Kencan! Tapi sebelum itu, kita harus mandi lebih dulu."


***


Suasana yang romantis dan hangat seketika menyambut ketika memasuki sebuah kafe yang berada di tengah kota.


"Kenapa kita kesini?" tanya Dania bingung. Bukannya Dania tidak menyukai tempat-tempat seperti ini, tapi rasanya sedikit aneh karena banyak pasangan muda-mudi yang sedang berkencan. Sedangkan, ia dan Nino tidak masuk dalam kategori tersebut.


Nino menyapu seluruh sudut kafe dengan pandangannya. "Karena tempat ini yang paling dekat. Bukankah kau lelah dan sangat lapar setelah seharian berkeliling? Lagipula, tema kita hari ini adalah kencan. Tempat ini sangat cocok untuk berkencan."


Kerlingan mata Nino mengundang tawa Dania. Kakinya melangkah melewati Nino untuk mencari tempat duduk yang nyaman.


Mereka akhirnya memilih tempat yang berada di rooftop. Disana tidak terlalu ramai dan juga udaranya sejuk. Dan juga, Dania lebih menyukai tempat terbuka.


"Hah! Aku kenyang sekali!" Dania menyandarkan tubuhnya di kursi seraya mengusap perutnya.


"Benarkah?" Nino tersenyum mengejek. "Lalu, kenapa memesan es krim?"


"Karena es krim bukan makanan!" Dania menjawab dengan sengit.

__ADS_1


Nino kembali tersenyum dan memajukan tubuhnya untuk mengecup kening Dania. "Aku hanya bercanda. Makanlah apapun yang kau inginkan, tapi jangan memakanku karena ini tempat umum!"


Mata Dania terbelalak. Tak percaya Nino mengatakan hal seperti itu tanpa mengenal tempat. "Kau -"


Sebelum Dania mengomel, Nino sudah berdiri dan bersiap untuk melarikan diri. "Aku ke toilet sebentar!"


Dania hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah Nino. Sementara, matanya mengamati pasangan-pasangan yang sedang memadu kasih. Hatinya sedikit mencelos dan merasa iri karena kisah cintanya tidak penuh romansa seperti itu. Walaupun kini Dania bahagia, tapi rasanya seperti ada yang kurang dalam hubungan antara dirinya dan Nino.


"Seandainya, kau tahu. Betapa ... Ku sangat inginkan dirimu ..."


Suara petikan gitar dan lirik lagu yang terdengar tiba-tiba mengalihkan perhatian Dania.


"Seandainya, kau tahu. Apa yang ... ada di dalam isi hatiku ..."


Mata Dania mulai terasa panas. Degup jantungnya berdetak sangat cepat.


"Akankah bisa ku katakan.


Rasa cinta dalam hatiku ...


Dan apakah bisa ku nyatakan,


bahwa kaulah yang terindah ... Untukku ...."


Dania mulai berdiri dan mencari sumber suara yang mengusik hatinya. Tubuhnya bergerak ke kiri dan ke kanan tak tentu arah, hingga akhirnya Dania menemukan sumber suara. Ya! Suara itu berasal dari atas panggung mini yang berada di hadapannya.


"Masih disini menantimu.


Berharap kau akan memikirkanku ...


Masih disini menunggumu.


Menanti jawaban atas cintaku ...


Berharap cinta kita 'kan bersatu ...


Masih disini menunggumu.


Menanti dirimu kembali .. Untukku ...."


Ingatan Dania seketika bergerak ke belakang. Apa yang di rasakan Dania hari ini, seperti pernah ia rasakan di masa lalu.


Dania menatap sekeliling. Semuanya berubah. Keadaan di sekitarnya berubah. Hanya dirinya dan pria itu yang masih berada di tempatnya semula.


Selama tiga tahun terakhir berada di asrama, Dania sering sekali mendengar lagu ini di tempat yang biasa ia datangi sehingga tanpa sengaja lagu dan orang yang menyanyikan lagu itu memiliki tempat khusus di hati Dania.


Setiap kali mendengar lagu itu, entah mengapa Dania dapat merasakan kesedihan dan juga penantian yang begitu dalam. Sayangnya, Dania tidak pernah bisa bertemu dengan orang misterius tersebut.


"Masih disini menantimu.

__ADS_1


Berharap kau akan memikirkanku ...


Masih disini menunggumu.


Menanti jawaban atas cintaku ...


Berharap cinta kita 'kan bersatu ...


Masih disini menunggumu.


Menanti dirimu kembali .. Untukku ...."


By : Ungu - Disini untukmu


Lantunan lagu berhenti dan menarik kembali kesadaran Dania. Matanya langsung bertemu dengan sepasang mata yang juga sedang menatapnya.


"Om pedofil ...," lirih Dania dengan air mata dan senyuman yang mengiringi langkahnya mendekati Nino. "Aku kembali ... Untukmu."


Dania semakin mempercepat langkahnya. Tangannya terbentang untuk merengkuh tubuh Nino.


"Aku mencintaimu." Dania terisak. Nafasnya habis karena terlalu bahagia. "Aku sangat mencintaimu, Om pedofil."


Nino terpaku. Benarkah yang ia dengar ini?


"Moony?" Nino mengurai pelukan Dania. "Apakah -"


Dania menganggukkan kepalanya. "Aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan selamanya!"


Nino bahagia bukan main. Penantiannya selama sepuluh tahun berbuah begitu manis. Hanya inilah yang selama ini ingin Nino dengar.


Rasanya, kesabaran dan penantian Nino tidak ada artinya jika di bandingkan dengan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.


Gagal dengan cinta pertamanya. Lantas membawa Nino pada cinta sejati yang bahkan sudah digariskan untuk dirinya sejak wanita pujaan hatinya itu masih berada dalam kandungan.


Ternyata, cinta seindah ini. Sesempurna ini. Dan juga sehebat ini.


Demi cinta. Seorang pria konyol seperti Nino bisa sabar menunggu seorang gadis kecil untuk menjadi istrinya.


Demi cinta pula. Seorang gadis kecil harus rela berpisah dengan keluarganya karena cinta seorang pria matang pilihan keluarganya.


Namun, kini cinta keduanya telah bertemu dan berlabuh di tempat yang sama. Menyatu dalam ikatan yang kuat dan semakin kuat saat hati sudah menerima satu sama lain.


THE END ...


Hallo semuanya πŸ€—


Terima kasih dukungan dan mood boosternya untuk Da Nino sejauh ini 😍


Jangan di unfav dulu 'ya karena masih akan ada SWEET CHAPTER yang melengkapi kisah Dania dan Om Nino😍

__ADS_1


Jangan lupa di tap jempolnya πŸ‘ dan tinggalkan jejak πŸ‘£πŸ‘£ kalian di kolom komentar πŸ‘‡sertakan votenya juga 'ya πŸ‘ˆ sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘


I ❀ U readers kesayangan kuhh


__ADS_2