Istri Kecil Om Pedofil

Istri Kecil Om Pedofil
TIDUR BERSAMA


__ADS_3

"Berhenti bermimpi! Kau harus berpacu dengan waktu, Brothers! Bagaimana jika sebelum semua itu terjadi, tapi Dania sudah melarikan diri dengan pria lain?"


Pertanyaan Ricky seolah menyadarkan Nino bahwa ada sesuatu yang telah luput dari pengamatannya.


Nino menatap tajam manik mata Ricky yang terus menghindarinya. "Lihat aku, Ky! Apa kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?"


"Aku hanya mengetahui semua yang kau ketahui, No!" elak Ricky, masih dengan nada bicara yang sama.


"Kalau begitu, kenapa kau telihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Nino penasaran.


Ricky segera berdiri dan merapihkan jasnya. "Aku tidak menyembunyikan apapun. Aku hanya baru teringat jika ada meeting penting satu jam lagi."


Nino berdecak. "Kau ini! Seharusnya kau mencari asisten sekaligus sekretaris yang bisa di andalkan seperti Gib ...."


Kata-kata Nino tiba-tiba terputus ketika ia mengingat sosok setia Gibran yang selalu menjadi bayangan seorang Ricky Sanjaya.


"Ricky!" sergah Nino, matanya membesar dan hampir saja melompat keluar. "Dimana Gibran? Bukankah seharusnya dia sudah kembali ketika Dania sudah kembali?" tanyanya kemudian.


Seperti sesuatu baru saja memasuki kerongkongannya, Ricky tercekat dan kehabisan nafas. Ia mematung di tempatnya berdiri dan tak bisa mengatakan apapun.


"Gib- Gibran?" ucap Ricky terbata.


Nino mengangguk. "Iya! Bukankah dia yang kau tugaskan untuk menjaga Dania? Lalu, dimana dia sekarang?"


"Mungkin dia sudah tidak ingin bekerja untuk keluarga Sanjaya," jawab Ricky sekenanya.


"Kau memecatnya?" tanya Nino, langsung kepada intinya.


Ricky mengacuhkan Nino dan melenggang pergi tanpa menghilangkan rasa penasaran di hati sahabatnya itu.


'Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi, sekalipun orang itu telah lama mengabdi padaku ....'


***


Di depan gedung Da Nino Corp, salah satu mobil mewah milik Nino baru saja terparkir dan membuat semua orang terpana ketika seorang wanita cantik melangkah keluar dari mobil tersebut.


"Bukankah itu istri CEO?"


"Wah, nyonya sangat cantik!"


"Aku tidak menyangka bisa melihat nyonya Ferdinan sedekat ini."


Bisikan-bisikan dari para karyawan Da Nino Corp bisa terdengar jelas oleh Dania, tapi seperti biasa ia hanya mengacuhkan semua itu dan tetap fokus pada tujuannya.


Seorang staff menghampiri Dania dan membungkuk hormat ketika ia sampai di lobby kantor. Staff itu bahkan menawarkan diri untuk mengantar Dania ke ruangan CEO. "Silahkan, Nyonya!"


Dania tersenyum simpul dan hanya mengangguk sekali untuk menyetujui tawaran staff tersebut. Ketika baru saja memasuki lift, Dania melihat Ricky keluar dari lift sebelah dan berjalan dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Pangeran?" gumam Dania, tapi tak bisa memanggil Ricky karena pintu lift sudah tertutup.


'Apa yang pangeran lakukan di sini? Apakah Sanjaya Corporation bekerja sama dengan om pedofil?' Batin Dania menerka.


TRING ...


Pintu lift terbuka dan langsung menunjukkan ruang kerja Nino yang besar dan hanya terhalang oleh kaca, bukan dinding.


"Terima kasih," ucap Dania pada staff tadi yang langsung turun kembali.


Seharusnya, Nino sudah melihat kedatangan Dania mengingat begitu transparan ruang kerja miliknya. Namun, pria itu sedang termenung dan entah sedang memikirkan apa hingga tidak menyadari kedatangan Dania.


"Selamat datang, Nyonya!" seru Liza yang baru saja keluar dari lift.


'Itu dia! Wanita yang sudah membawa lari om pedofil pagi ini.' Umpat Dania dalam hati.


Dania berbalik dan tersenyum sinis. "Terima kasih, Liza. Bisakah aku menemui tuanmu?"


Liza mengerutkan keningnya ketika mendengar nada bicara Dania. "Tentu saja, Nyonya! Anda tidak memerlukan izin dari saya untuk menemui tuan kapanpun anda menginginkannya."


Dengan cepat Liza membukakan pintu dan mempersilahkan Dania untuk masuk, meskipun raut wajah Dania semakin tidak bersahabat.


"Terima kasih dan tolong tinggalkan kami berdua!" pinta Dania, suaranya semakin penuh penekanan.


Begitu pintu tertutup, Dania segera melangkah mendekati meja kerja Nino. Ia mengamati keadaan sekeliling yang begitu tenang dan juga sunyi. Dania tahu betul jika ruangan itu kedap suara walaupun dindingnya terbuat dari kaca, tapi ia tidak menyangka jika Nino sampai tidak sadar jika dirinya sudah berada di hadapan pria itu kini.


"Sudah cukup!" gerutu Dania, kemudian meletakkan sesuatu di atas meja dengan kasar.


BRAK ...


Suara gaduh yang di ciptakan Dania berhasil menarik perhatian Nino yang langsung mengerjap, tapi tidak beralih menatap.


"Hati-hati saat bekerja, Liza!" ucap Nino datar.


Dania menyeringai dan melipat kedua tangannya di dada. "Liza?"


Menyadari suara yang berbeda, Nino lantas memutar kursinya dan melihat wajah Dania yang di penuhi amarah.


'Astaga! Bagaimana bisa aku tidak menyadari kehadiran Moony? Dan apa alasan kemarahannya kali ini?' Batin Nino. "Kau disini, Moony? Sejak kapan?" tanyanya.


"Entahlah! Mungkin sejak pikiranmu terbang melayang entah kemana." Dania melemparkan tatapannya ke arah lain.


Nino terkekeh untuk mencairkan suasana. "Mana mungkin! Aku hanya sedang memikirkan tentang perusahaan -"


"Aku tidak peduli!" Dania menyela seraya mendorong sekotak makan siang yang ia letakkan di atas meja. "Makanlah! Pagi ini kau pergi tanpa sarapan. Jangan sampai kau sakit hanya karena ingin menghindariku!"


Tiba-tiba saja Nino tersedak salivanya sendiri karena ucapan Dania hingga ia seketika terbatuk-batuk.

__ADS_1


"Kenapa? Apakah yang aku katakan tidak benar?" sindir Dania, kemudian mengambil segelas air untuk Nino.


Nino menatap Dania dalam diam. Ia bahkan tetap diam dan patuh saat Dania menyodorkan gelas berisi air mineral ke bibirnya. Mungkin saja jika Dania memasukkan racun ke dalam gelas itu sekali pun, Nino tidak akan menyadarinya.


'Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiranmu, Moony? Kau membenciku, menolakku, dan tak ingin melihatku. Tapi kau bersikap seperti seorang istri yang baik. Kau melayaniku dan mengurus semua kebutuhanku walaupun aku tahu semua itu kau lakukan karena terpaksa. Bagaimana caraku mengatakan padamu jika bukan semua ini yang aku inginkan darimu? Aku hanya ingin kau menerimaku dan nyaman berada di sisiku. Menemaniku hingga ajal memisahkan kita berdua.' Batin Nino.


"Kau sudah merasa lebih baik?" tanya Dania, ketika melihat Nino kembali terdiam.


Suara Dania seolah menarik kembali kesadaran Nino. "Tentu!"


"Kalau begitu, bisa kita bicara sekarang?" tanya Dania lagi.


Nino tersenyum dan berdiri kemudian menuntun Dania untuk duduk di sofa. "Baiklah! Kau bisa membicarakan apapun padaku."


Dania menarik nafas panjang sebelum mengeluarkan kegelisahan yang berjejalan di hatinya.


"Aku tidak menyukai gagasanmu untuk tidur di kamar yang terpisah." Dania mulai merasakan wajahnya memanas karena malu.


Nino mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa?"


"Aku- Aku tidak ingin orang lain berpikir bahwa rumah tangga kita bermasalah!" jawab Dania ragu.


"Bukankah memang itu yang terjadi?" tanya Nino, semakin membuat Dania salah tingkah.


Dania menggoyang-goyangkan kakinya seraya memutar kedua bola matanya. "Itu benar, tapi ... Aku tidak ingin hal itu menjadi pembicaraan orang lain dan akan membuat malu keluarga kakakku."


"Jadi, alasanmu karena keluarga kakakmu? Bagaimana dengan keluarga barumu?" tanya Nino, tersirat sedikit kekecewaan pada suaranya.


Dania terdiam.


Nino berdecak. "Dengar aku, Moony! Bukankah aku sudah mengatakan padamu alasan aku tidak ingin tidur di kamar yang sama denganmu? Apa kau siap jika nanti aku melupakan batasanku pada dirimu hanya karena tidak adanya batasan yang nyata di antara kita?"


Dania tetap terdiam.


"Sepertinya aku sudah tahu jawabannya." Nino sudah berdiri dan kembali ke mejanya. "Pulanglah! Aku akan memakan masakanmu dan aku tidak akan pulang terlambat."


Seharusnya, Dania langsung pergi saat itu. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan.


"Aku siap. Ayo, tidur bersama!"


"Apa?"


Hallo semuanya🤗


Jangan lupa di tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak 👣👣 kalian di kolom komentar 👇sertakan votenya juga 'ya 👈sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘


I ❤ U readers kesayangan kuhh

__ADS_1


__ADS_2