Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Anak yang Genius


__ADS_3

Happy Reading😘


4 tahun sudah berlalu. Kini Mawar tengah megandung anak kedua. Semua berjalan normal selama 4 tahun ini, membuat Mawar dan keluarga kecilnya bahagia.


'' Momy, oma nakal. Dia malahin Althul Mom!'' adu anak kecil dengan suara cadel nya.


'' Oma marahin kamu, karena kamu nakal. Arthur!'' ujar Mami


Ya, anak itu adalah Arthur Samuel Wijaya. Dia kini berusia 4 tahun. Dan Arthur, tumbuh menjadi anak yang tampan dan juga genius. Kepintaran dan ke geniusan nya, menurun dari Momy nya, yaitu Mawar.


'' Memang Arthur, nakal kenapa sama Oma?'' tanya Mawar dengan lembut.


'' Althul, gak sengaja Mom, jatuhin keleleng. Telus, Oma jatuh deh! Noh, pinggang nya patah kata Oma!'' jelas Arthur dengan suara cadel nya.


'' Benar Mi?''


Mami mengangguk cepat.


'' Yasudah, Arthur, minta maaf gih sama Oma! Ingat pesan Momy, kalau salah itu harus...''


'' Minta maaf Mom.'' sambung Arthur.


'' Anak pintar.'' Mawar mengusap rambut Arthur dengan gemas.


'' Oma, Althul minta maaf ya! Janji deh, Althul akan hati hati lagi.'' ucap Arthur sambil menunjukan deretan gigi putih nya.


Kemudian Mawar mengajak Arthur untuk sarapan. Dan tak lama, Bayu pun datang dan ikut bergabung. Dia mencium anak dan istrinya dahulu.


Mawar segera mengambilkan makanan untuk Bayu, sedangkan Arthur di layani oleh Oma nya.


'' Oma, Althul gak mau itu. Jijik Oma, kayak cacing!'' ucap Arthur menunjuk mie goreng di atas piring.

__ADS_1


Mami, Mawar dan Bayu. Sontak membulatkan mata nya menatap anak kecil di hadapan mereka. Bayu menepuk jidat nya, dia tiba tiba merasa mual atas ucapan anak sulung nya itu.


Anak sama Momy nya 11 12. Dulu Momy nya, selai kacang di bilang tai kucing. Sekarang anaknya, mie goreng di samakan sama cacing? Oh tuhan, jangan sampai anak ku yang satu lagi seperti Istri dan anak sulungku.


'' Arthur, bisa gak. Kalau makan di meja makan itu, di jaga ucapan nya! Itu mie, bukan cancing.'' ujar Bayu menahan kesal pada anak nya.


'' Loh, Althul kan bicala jujul Dad. Kalau itu cacing! Dady gak jijik, makan cacing?'' ucap polos Arthur.


Bayu segera berdiri. Selera makan nya tiba tiba hilang, saat membayangkan mie di piringnya berubah jadi cacing hidup.


'' Mas, kamu mau kemana? Sarapan dulu!'' ucap Mawar melihat Suaminya memakai jaz nya.


'' Selera makan ku sudah hilang sayang! Dulu kamu, yang suka buat selera makan ku hilang! Sekarang anakmu. Huuuffff...''


'' Anakmu juga Mas!'' ketus Mawar.


Mami yang melihat wajah kesal Bayu, hanya terkekeh geli. Mami tau apa yang di rasakan putra semata wayang nya itu. Setelah memakai Jaz, Bayu melangkah ke teras untuk berangkat. Tapi, lagi lagi Arthur menghentikan langkah nya.


'' No. Kamu di rumah saja!'' tolak Bayu dengan tegas.


'' Dad, aku mau ikut!'' rengek Arthur sambil menangis.


'' Huuffff.... Baiklah, tapi ingat! Gak boleh meretas data perusahaan Dady lagi.'' pesan Bayu


'' Siap Dad!'' jawab Arthur sambil mengangkat tangan nya ke atas kepala.


Beberapa hari yang lalu, Arthur memang ikut ke kantor Bayu untuk pertama kali nya. Dia penasaran dengan perkembangan perusahaan, dan kekayaan Dady nya. Hingga Arthur, meretas data data perusahaan Dady nya itu. Dan ketahuan oleh Bayu.


Bayu pun tak menyangka, jika anak umur 4 tahun. Sudah jago dalam meretas sebuah data perusahaan. Tidak Bayu pungkiri, jika kepandaian dan ke geniusan yang di miliki oleh Arthur, adalah turunan dari Mawar. Dia bangga, tapi di sisi lain Bayu juga takut.


Bayu takut, jika karena ke geniusan anaknya itu. Membuat Arthur, belajar hal hal yang membahayakan. Harusnya anak seumuran Arthur, sedang bermain dengan riang gembira bersama teman teman nya. Tapi Arthur, bahkan sudah sekolah tk. Tapi, karena kepintaran nya. Bahkan Arthur bisa mengerjakan soal anak SMA. Sungguh luar biasa.

__ADS_1


Bayu pun terpaksa mengajak anak semata wayang tersebut.


'' Hallo Om Yadit!'' Sapa Arthur.


'' Hallo, anak pintar. Kamu mau ikut Dady ke kantor?'' tanya Radit.


'' Iya Om, Althul mau ikut bekelja sama Dady. Bial nanti, Althul bisa nelusin usaha Dady! Dan Althul juga bisa buat pelusahaan Althul sendili Om!'' jelas Arthur.


Radit mengusap kepala Arthur dengan gemas. Mata nya menerawang jauh, membayangkan dirinya menggendong anak.


Andai saja, anaku masih ada. Mungkin dia akan selucu Tuan Muda Arthur saat ini.


2 tahun yang lalu. Sandra waktu itu sedang hamil 3 bulan, tapi karena sebuah pekerjaan membuat Sandra dan Radit harus kehilangan anak mereka.


Sandra tidak sengaja terpeleset, saat melakukan poto model di sebuah taman. Dan tanpa sengaja, heels nya menginjak batu kerikil dan membuat nya jatuh dengan benturan yang cukup keras. Hingga membuat Sandra keguguran.


Radit memang sudah melarang Sandra untuk melakukan pekerjaan nya selama hamil, tentu karena Radit takut jika sesuatu yang buruk terjadi. Tapi Sandra, ngotot ingin bekerja. Dengan dalih, bosan di apartemen terus tanpa melakukan kegiatan. Padahal Radit melarang itu, demi kebaikan Sandra dan calon anak nya.


Radit marah besar pada Sandra, sampai menampar wajah Sandra. Dia marah, sebab Sandra tak mau menuruti keinginan nya. Hingga mereka perang adu mulut. Dan bertengkar dengan hebat. Dan setelah itu, Sandra memutuskan untuk mengambil pekerjaan nya yang di London. Dan sudah 1 tahun ini, bahkan Sandra tidak pulang ke indonesia. Dia dan Radit, bahkan jarang berkomunikasi. Karena Radit, masih marah pada Sandra. Dan Sandra pun masih sangat marah pada Radit, sebab Radit menampar wajah nya untuk pertama kali nya.


Dia ingin Sandra meminta maaf atas keteledoran nya. Tapi malah, pergi meninggalkan Radit di sini. Memang di hati Radit, masih menyimpan rasa cinta untuk Sandra istrinya. Tapi, kecewa nya terlalu besar pada wanita itu. Radit merasa titah nya sebagai suami tak di dengar oleh Sandra.


Karena sejatinya dalam sebuah hubungan itu, harus di dasari oleh kepercayaan. Dan menurunkan ego masing masing. Radit sudah beberapa kali, meminta Sandra untuk pulang dan memulai Program hamil kembali. Tapi Sandra menolak, dengan dalih pekerjaan nya sudah kontrak dan tak bisa pulang sebelum kontrak selesai.


Radit pun tak memaksa nya. Baginya, jika memang Sandra masih mencintainya, maka dia akan datang dan kembali. Tapi jika tidak, maka semua akan selesai dengan waktu.


Mobil pun sudah sampai di kantor WIJAYA GROUP. Radit segera membuka pintu mobil untuk Bos dan Tuan muda kecil nya.


Semenjak kehilangan anak nya, Radit sangat dekat dengan Arthur. Bayu dan Mawar pun tak keberatan jika Radit, sesekali membawa Arthur pergi jalan jalan. Mereka paham dengan perasaan Radit saat ini. Dan itu memang tak mudah bagi Radit.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2