Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( kepergok )


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Pagi ini Caca sudah berkutat di dapur, membuatkan sarapan untuk kekasihnya itu. Dia memasak nasi goreng sosis dengan telur dadar. Setelah bumbu di tumis, Caca kemudian memasukan nasi kedalam wajan dan mulai mengaduk nya.


Saat sedang mengaduk nasi goreng, tiba tiba ada sepasang tangan yang melingkar di perut nya. Caca terkejut namun akhirnya dia tersenyum tipis, Caca tahu jika itu kelakuan kekasih nya.


" Sayang, lepasin dong! Aku lagi masak nih? Nanti gosong gimana?" Gerutu Caca.


" Tapi aku masih mau meluk?" Ucap Arthur.


Namun Caca tak menghiraukan ucapan pria tampan itu, dia tetap menyuruh Arthur untuk duduk di kursi dan menunggu dia memasak. Setelah selesai, Caca pun menyajikan nasi goreng nya di meja. Dan sambil menunggu Arthur selesai mandi, Caca menggoreng telur dadar.


" Yeaay, akhirnya selesai juga!" Ujar Caca dengan senang.


Terlihat Arthur datang dan mulai duduk di kursi, kemudian Caca mengambil nasi goreng itu dan memberikan nya pada Arthur. Lalu mereka pun memulai sarapan nya, bahkan Arthur sangat menyukai masakan Caca dan makan dengan lahap.


Setelah selesai makan Caca pun bangkit dan masuk kedalam kamar nya. Sebab badan nya sudah bau bawang. Saat sedang menggosok rambut nya di depan meja rias, Arthur masuk kedalam kamar dan langsung memeluk Caca.


" Sayang, kamu hari ini mau kemana?" Tanya Arthur


" Aku mau pulang kerumah Ibu, Sayang! Aku udah kangen sama ibu?" Ucap Caca.


" Yasudah aku antar ya?"


" Eh, nggak usah Sayang! Kamu kan harus ke kantor? Aku bisa naik ojek kok!"


" Aku hari ini free sayang! Kita akan kerumah ibu kamu, namun sebelum itu aku mau ajak kamu jalan?"


" Kemana?"


"Adan deh? Pokoknya jalan berdua sama kamu!"


Kemudian setelah Caca siap, mereka pun pergi dari apartemen menuju mobil Arthur. Lalu pergi meninggalkan gedung tinggi itu. Selama di dalam mobil, Arthur terus menggenggam tangan Caca, bahkan sesekali mengecup nya.


40 menit, mobil pun sampai di sebuah Mall besar yg ada di kota itu. Kemudian Arthur turun dan membuka kan pintu mobil untuk Caca. Lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam Mall. Arthur terus menggandeng tangan Caca hingga masuk kedalam sebuah toko baju branded. Caca yg melihat itu menghentikan langkah nya, dan menatap heran pada Arthur.


" Kenapa?" Tanya Arthur saat Caca menghentikan langkah nya.


" Kita mau apa kesini?" Bingung Caca


" Mau belanja lah sayang! Masa mau mandi?" Celetuk Arthur


Terlihat Caca begitu enggan masuk kesana, membuat Arthur mengerutkan kening nya dengan bingung.


" Kenapa sayang?" Tanya Arthur.


" Kita keluar saja ya! Disini pasti mahal mahal?" Bisik Caca di telinga Arthur.


Sontak Arthur terkekeh mendengar ucapan sang kekasih. Kemudian dia menggenggam tangan Caca.


" Denger ya sayang! Bahkan 1 toko ini pu aku mampu beli buat kamu? Sekarang kamu pilih, mana yg kamu suka!"


Caca menggeleng cepat. " No, Caca gak mau belanja!" Ujar Caca, mampu membuat Arthur menatap nya dengan bingung. biasanya wanita itu akan doyan dan senang bila berurusan dengan nama nya belanja? Namun Caca malah menolak nya. Padahal barang barang di sana branded semua.


" Kamu yakin? Tapi kenapa? Biasanya kan cewek itu doyan belanja?" Ucap Arthur dengan bingung.


" Iya, memang iya 90% wanita doyan belanja! Tapi Caca gak minat sama sekali? Caca cinta kamu itu tulus. Bukan karena mau harta kamu?" Jelas Caca.


Arthur sangat terharu dengan ucapan wanita cantik yg menjadi kekasihnya itu. Biasanya seorang wanita, bila mempunyai pacar seperti Arthur maka ia akan berpoya poya dan minta di bekanjakan ini dan itu. Tapi Caca, dia berbeda. Dia tak suka berbelanja barang barang mewah.


Arthur berpikir bahwa dia sangatlah beruntung memiliki Caca.


Kemudian mereka pun berjalan jalan keliling Mall itu, dan duduk di kursi umum untuk memakan ice cream yg Caca beli tadi. Arthur sangat bahagia, saat melihat wajah sumringah Caca. Padahal gadis itu tak berbelanja, tapi wajah nya begitu sumringah.


Arthur menatap sekeliling, dan mata nya menatap ke arah sebuah toko berlian. Kemudian Arthur mengajak Caca untuk kesana. Sesampai nya di sana, Arthur menyuruh Caca untuk memilih barlian yg dia suka.


'' Nggak usah sayang, berlian itu mahal?'' tolak Caca.


'' Sayang, ayolah! Aku ingin kasih kamu sesuatu? Kalau kamu menolak, maka aku akan makan kamu malam ini? Gak akan aku tunggu sampai malam pengantin kita?'' ancam Arthur sambil berbisik di telinga Caca.

__ADS_1


Caca mendelik tajam ke arah pria tampan yg memasang wajah datar nya itu. Kemudian Caca menghembuskan napas nya dengan kasar, lalu mulai memilih berlian yg dia suka.


Padahal Caca gak mau? Tapi daripada Caca di makan nya nanti malam, mending pilih aja deh 1 mah.


Mata Caca tertuju pada kalung berliontin bunga, namun di tengah nya ada berlian yg biru. Sangat indah, membuat Caca menunjuk kalung itu. Karyawan itu segera mengambilkan nya dan di berikan pada Caca.


'' Kamu suka sayang?'' tanya Arthur di balas anggukan oleh Caca.


Kemudian Arthur memakaikan kalung itu ke leher Caca, benar bemar indah.


'' Sangat cantik!'' puji Arthur.


Caca tersenyum dan mengusap kalung itu.


'' Berapa?'' tanya Arthur


'' 850 juta, pak.'' ucap Karyawan itu.


Uhuuuk uuuhuuuk


Caca tersedak ludah nya sendiri, saat mendengar nominal angka yg di sebutkan. Mata nya melotot menatap tak percaya pada Arthur.


'' Ya ampun sayang, kamu kenapa?'' panik Arthur


'' Gak papa!'' Caca kemudian menarik tangan Arthur agak menjauh dari karyawan itu.


'' Sayang, ini kalung nya mahal banget? Gak usah ya!'' tolak Caca sambil melepaskan kalung itu namun di cegah oleh Arthur.


'' No, Baby! Kamu ini lucu sekali sih? Bahkan seluruh isi Mall ini saja mampu aku beli? Apa lagi cuma kalung itu.'' kekeh Arthur.


'' Sombong! Kalau 1 Mall ini kamu beli, apa tuh dompet gak bakal kering kerontang?'' ketus Caca


'' Gak akan! Bahkan sampai 10 turunan sekaligus pun, tak akan habis Baby?'' jelas Arthur.


Caca terperangah. '' Sebanyak itu.....'' Arthur mengangguk.


Kemudian mereka kembali ke toko dan mmbayar kalung itu. Setelah selesai dari sana Arthur menggandeng tangan Caca ke sebuah restoran mewah, karena waktu sudah memasuki jam makan siang.


Tak lama makanan pun datang, kemudian mereka pun makan. Saat tengah makan tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara yg sangat familiar di telinga mereka.


'' Kakak, Caca?'' ucap wanita yg memakai dress hijau tosca sedang berdiri di samping meja Arthur dan Caca.


Saat mereka menoleh ke arah suara, mereka sangat terkejut saat mendapati Cesa, adiknya Arthur bersama wanita yg mau di jodohkan oleh Mawar untuk Arthur, yaitu Keyla.


'' Dek, kamu lagi apa di sini?'' tanya Arthur mencoba bersikap biasa saja.


'' Aku habis belanja sama kak Key! Kaka lagi apa? Kok makan sama Caca?'' tanya balik Cesa dengan tatapan menyelidik.


Degh


Jantung Caca berdebar sangat kuat, dia takut jika Cesa akan marah dan mempermalukan nya di depan umum. Caca juga takut jika Cesa akan mengatakan nya pada orangtua Arthur dan mereka tidak di restui.


'' Kakak lagi makan, emang kamu gak lihat?'' jawab Arthur sambil menyendok makanan nya kembali.


Cesa dan keyla menatap 2 orang di hadapan nya dengan heran. '' Bukan nya dia pelayan di Mansion ya?'' ucap Key sambil menunjuk Caca.


'' Iya kak, namanya Caca.'' jawab Cesa


'' Kok, kalian bisa makan 1 meja sih?'' selidik Key. Dia merasakan ada rasa cemburu dan tak suka saat melihat Arthur makan bersama wanita lain, apalagi wanita itu hanya seorang pelayan.


'' Aku ikut gabung ya?'' tanpa menunggu jawaban dari kedua orang itu Cesa duduk di samping Arthur, dan Key di samping Caca.


'' Kenapa gak cari meja lain saja?'' ketus Arthur


'' Yaelah Kak, sama saja!'' jawab Cesa.


Caca terlihat canggung saat Key dan Cesa duduk di meja bersama nya. Dan itu terlihat oleh Arthur, dia tahu pasti kekasihnya tak nyaman saat ini.


'' Oh ya kak, kenapa semalam nolak perjodohan sama Kak Key? Oh, kata Momy kaka sudah punya pacar? Mana pacar nya, kenalin dong?'' ucap Cesa dengan nada memohon.

__ADS_1


Key melirik ke arah Caca dengan tatapan menelisik tajam.


Apa dia pacar nya Arthur? Tapi mana mungkin, dia kan hanya seorang pelayan? Masa iya level Ar seorang pelayan sih?


'' Emang kenapa? Kok kamu mau kenal sama pacar Kakak?'' tanya Arthur.


'' Ya, kan aku mau tahu kak! Seorang Cewek yg mampu meluluhkan hati seorang Arthur Samuel Wijaya, pria dingin, kaku, cuek dan mempesona dengan segala ketampanan nya, dan gilai banyak wanita. Jelas lah Cesa mau tahu, wanita yg beruntung itu?''


'' Kamu sudah mengenal nya.'' jawab Arthur dengan cuek.


'' Hah, siapa kak?'' namun Arthur tak menjawab nya, dia malah memakan lagi makanan nya. Tapi Cesa tetap merengek minta di beritahu.


Cesa mendengus sebal, karena sang Kakak bungkam tak mau menjawab. Kemudian saat dia melihat Caca, Cesa ingat pertanyaan nya.


'' Kak, kenapa Kaka bisa makan siang bareng Caca?'' tanya nya, namun Arthur diam tak menajwab. '' Atau, jangan jangan dia....... Dia pacar kakak?'' tebak Caca


Uuuhuuuuk Uuuhuuuuk


Caca tersedak makanan nya sendiri, lalu Arthur memberikan minuman pada Caca.


'' Hati hati dong sayang, kalau makan!'' ucap Arthur.


'' Apa! Jadi benar Caca pacar Kakak?'' kaget Cesa, begitupun dengan Key. Dia juga sangat kaget, bahkan menatap Arthur dengan pandangan tak percaya.


'' Memang kenapa?'' tanya Arthur


'' Kak, jawab dulu! Caca pacar Kakak?'' desak Cesa di balas anggukan oleh Arthur.


Caca sudah pasrah jika Cesa akan mempermalukan nya di depan umum.


'' Wooow, amazing. Hebat kamu Ca, bisa naklukin es batu! Kapan jadian?'' antusias Cesa.


'' Belum lama.'' jawab singkat Arthur.


'' Ar, Ar. Ku pikir tipe mu model atau Artis? Tapi ternyata seorang pelayan? Awas Ar, mungkin dia hanya manfaatin kamu doang?'' ketus Key sambil melirik Caca.


'' Caca bukan gadis seperti itu? Walaupun aku kenal dia belum lama, tapi Caca berbeda.'' bela Arthur.


'' Halah, paling juga cuma morotin harta kamu saja! Atau mungkin, dia cuma jual tubuh nya buat kamu.'' sindir Key, dia begitu syok sekaligus tak terima di kalahkan oleh seorang pelayan.


Plak


Caca menampar wajah Key dengan keras, membuat semua orang menatap ke arah mereka. Arthur dan Cesa sangat terkejut saat melihat adegan itu.


'' Saya memang seorang pelayan, namun saya tak mungkin menjual tubuh saya? Anda jika tak mengenal orang, jangan menuduh? Anda sakit hati kan, sebab anda di tolak oleh Arthur? Anda ini seorang bangsawan, namun mulut anda tak mencerminkan itu.'' ucap Caca dengan nada emosi dan tatapan tajam.


Key tak terima di tampar oleh Caca, kemudian ia hendak membalas nya, namun langsung di cekal oleh Arthur. '' Jangan pernah menyentuh wanitaku?'' tegas Arthur dengan tatapan yg begitu tajam dan dingin, membuat Key sedikit takut.


Kemudian menghempaskan tangan Key dengan kasar. '' Kamu sudah di guna guna sama dia Ar?'' tunjuk Key pada Caca.


'' Kak Key, jangan menuduh sembarangan? Cesa kenal Caca kok?'' bela Cesa, ia tak terima jika Caca di tuduh seperti itu.


'' Ces, kamu bela dia?'' tanya Key tak percaya.


'' Bukan bela Kak, tapi Cesa memang sudah kenal Caca.'' jawab nya.


'' Terserah, aku akan laporkan ini pada tante Mawar dan Om Bayu.'' ancam Key.


'' Silahkan! Kamu pikir mereka akan marah? Kamu salah, justru mereka akan setuju?'' tantang Arthur.


Key mendengus kasar, lalu pergi meninggalkan 3 orang itu dengan marah. Kemudian Cesa mendekati Caca dan memeluk nya.


'' Kamu gak papa Ca? Maafin kak Key, ya! Aku gak tahu, kenapa dia bisa sejahat itu mulut nya?'' ucap Cesa.


Caca mengangguk. '' Gak papa Non, saya memang tak pantas buat kakak nya Non?'' ucap sendu Caca.


'' Eh, kok Non sih? Cesa saja! Kan kita di luar, lagian kan sebentar lagi kamu bakal jadi kakak ipar aku?''


Caca kaget saat mendengar Cesa mengatakan itu, dia tak menyangka jika Cesa mau menerima nya. Padahal Caca adalah seorang pelayan. Tadi Caca pikir Cesa akan mempermalukan nya, namun Caca salah besar.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2