Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Ketemu )


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Arthur mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia bahkan membatalkan keberangkatan nya ke jerman, karena khawatir pada Caca. Terlihat jelas raut kecemasan di wajah tampan Arthur, wajah nya memerah menahan amarah.


'' Tak akan ku ampuni, siapapun yg menculik Caca.'' geram Ar sambil mengepalkan kedua tangan nya.


Bagi Arthur Caca itu adalah belahan jiwa nya, cinta pertama dan terakhirnya. Arthur tak akan bisa kehilangan Caca, dan dia gak akan biarkan Caca terluka. Dia bersumpah siapa saja yg menyakiti Caca secuil pun, maka tak ada maaf bagi nya.


Mobil Arthur sampai di tempat dimana Caca di culik. Lalu Arthur segera turun dan melihat sang supir sedang bersandar dengan wajah babak belur nya.


'' Dimana Caca? Bagaimana bisa ia di culik?'' geram Arthur sambil menarik kerah baju sopir itu.


'' Ma-ma-af kan sa-ya Tu-an, saya la-lai. Non Caca di culik oleh orang bertopeng! Mereka membuntuti mobil saya, sejak keluar dari bandara. Lalu mereka menghadang mobil kami, dan menculik Nona Caca.'' jelas supir itu


'' Berapa jumlah mereka?'' tanya Arthur setelah melepaskan cengkraman di kerah baju supir itu.


'' Mereka naik motor, berjumlah 4 orang, dan di dalam mobil juga 4 orang Tuan!''


Arthur mengeraskan rahang nya. Terlihat jelas kilat kemarahan di kedua mata Arthur. Kemudian dia mengeluarkan ponsel nya, dan menghubungkan nya ke gps yg dia pasang di kalung Caca.


Setelah menemukan titik keberadaan Caca, Arthur segera pulang ke Mansion untuk mengambil senjata dan beberapa bom rakit yg dia bikin sewaktu di jerman.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


'' Loh, Boy! Kok kamu balik lagi? Gak jadi ke jerman?'' heran Mawar saat melihat Arthur masuk ke Mansion dengan wajah panik dan terburu buru.


'' Gak Mom! Caca di culik.'' ucap Arthur


'' Apa!'' kaget Mawar, Cesa dan Bayu serempak


'' Kamu serius?Jangan bercanda Boy?'' tekan Mawar


'' Apa Momy melihat raut wajah bercanda di wajah ku?'' kesal Arthur


'' Lalu, bagaimana keadaan nya sekarang? Dimana Caca? Apa kamu sudah menemukan keberadaan nya?'' panik Mawar


''Momy tenang saja! Aku sudah menemukan nya. Aku gak akan biarin orang itu hidup!'' marah Arthur


Lalu dia berlalu masuk kedalam ruang bawah tanah, dimana semua senjata tersimpan. Lalu mengambil 2 buah pistol dan 10 bom rakit seukuran biji kelereng. Walapun Bom itu kecil ukuran nya, namun jika meledak 1 saja, maia bisa membuat seisi rumah hancur.


Setelah semua siap, Arthur mengganti pakaian nya dan dengan pakaian serba hitam. Lalu turu ke bawah dan menuju teras. Namun saat melewati ruang keluarga, Mawar memanggil nya.


'' Boy, apa kamu akan berangkat menyelamatkan Caca?'' tanya Mawar


'' Iya Mom.''

__ADS_1


'' Bawa ini... Ini akan membantu kamu!'' ucap Mawar sambi menyerahkan sebuah kacamata pada Arthur.


'' Apa ini Mom? Kenapa Momy kasih aku kacamata?'' Bingung Arthur


'' Kacamata itu, bukan kacamata biasa! Momy yg membuatnya sendiri. Kamu bisa gunakan kacamata itu, buat memantau lawan dari jauh. Dan kaca mata itu juga bisa membuat tubuh kamu tembus pandang, ketika kamu menekan tombol di bagian kiri.'' jelas Mawar


Arthur melihat tombol itu, lalu mengangguk. Dia benar benar kagum pada kecerdasan Momy nya. '' Terus, tombol ini buat apa?'' tanya Ar sambil menunjuk tombol di sebelah kanan.


'' Itu tombol untuk melindungi kamu dari peluru, jika kamu menekan tombol itu, maka peluru tqk akan bisa menembus badan kamu.''


'' Jadi, maksud Momy, ini tameng?''


Mawar mengangguk. '' Sudah, sekarang cepat selamatkan Caca.'' titah Mawar.


Arthur mengangguk lalu melangkah keluar dari Mansion. Dia masuk kedalam mobil dan melesat dengan kencang. Melihat dari titik GPS Caca saat ini, sekarang Caca ada di sebuah titik di tengah hutan di daerah bogor.


Arthur menambah kecepatan mobil nya agar cepat sampai ke sana. '' Tunggu aku sayang! Aku akan menyelamatkan mu.'' gumam Arthur.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Caca di bawa ke sebuah rumah di tengah hutan, dan dudukan di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yg di ikat. Lalu 4 orang keluar dari dari dalam kamar dimana Caca di ikat. Sedangkan 4 orang lagi di dalam ruangan itu.


Tak lama, seseorang berbadan kekar berjalan ke arah Caca dan menampar pipi Caca dengan keras.


Plak


'' Siapa kalian? Kenapa menculiku? Lepaskan aku.... Lepaasss...'' teriak Caca


'' DIAM!'' bentak salah 1 dari mereka.


Lalu pria bertopeng dengan badan yg kekar uru, maju ke hadapan Caca dan mencengkram wajah Caca. '' Dengar ya! Jika kau mau hidup, maka diamlah!'' seru pria itu lalu menghempaskan wajah cantik Caca.


'' Tapi kenapa kalian menculiku? Lepaskan aku...'' teriak Caca sambil berontak


Plak


Lagi lagi pipi Caca di tampar dengan kuat, hingga mengeluarkan cairan berwarna merah di sudut bibir Caca.


'' Diam! Sudah ku bilang diam! Atau kau mau mati hah?'' bentak Pria itu menggelegar di seisi kamar.


Setelah mengatakan itu, 4 orang itu pun keluar dari kamar, dan meninggalkan Caca sendirian.


Braak


Pintu di banting dengan kasar, sehingga Caca terlonjak kaget. Caca menangis tersedu sedu. Dia sangat ketakutan, dan terus melepaskan ikatan di tangan nya. Namun nihil, ikatan itu begitu kuat sehingga Caca sangat sulit membuka nya. Bahkan kini mulut nya di sumpal oleh saputangan.

__ADS_1


'' Ya tuhan, selamatkan lah aku...'' pinta Caca dalam hati.


Caca mengedarkan pandangan nya, dan hanya ada 1 jendela, namun itu pun di teralis hingga Caca tak bisa keluar. Caca nampak putus asa, dan di sana juga tak ada meja kaca maupun kasur. Hanya ruangan kosong dengan Caca di dalam nya.


*Sayang, tolong selamatkan aku.... Aku takut!


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€*


Arthur memarkir mobil nya tak jauh dari rumah di tengah hutan itu. Kemudian Arthur memencet tombol yg membuat mobil nya tak tembus pandang dan tak terlihat.


Arthur melihat di balik pepohonan dengan jarak yg lumayan jauh. Lalu dia memakai kacamata dari Momy nya, dan dia bisa melihat 2 orang berjaga di pintu depan dengan senjata api di tangan nya.


'' Aku harus hati hati. Bisa bisa mereka melukai Caca!'' gumam Arthur


Kemudian Arthur memencet tombol kaca mata dan badan nya seketika tak terlihat.


'' Wooow, amazing..'' ucap Arthur


Lalu dia melangkah ke rumah itu, dengan jalan biasa. Namun tak menimbulkan suara. 2 orang sedang berjaga di depan pintu yg terbuka. Lalu Arthur menyeringai saat ide jail terlintas di benak nya.


Bugh.


Arthur menendang pusaka salah 1 pengawal yg berjaga di depan nya. Arthur tersenyum puas saat melihat raut kesakitan dari orang itu.


Rasain Lo... Emang enak tuh pusaka di bogem.


'' Eh, Lo kenapa?'' tanya teman nya


'' Aaaghhhh, gw gak tahu! Tiba tiba Aaaghhhh, joni gw ada yg nendang?'' ringis pria botak itu


''Ngaco Lo, mana ada? Di sini hanya ada kita?'' Ucap teman nya.


'' Aaaghhh, gw serius.....''


Arthur melenggang masuk kedalam rumah, dan melihat setiap ruangam untuk mengecek keberadaan Caca. Saat sampai di ruang tamu, Arthur melihat 2 orang sedang duduk ngopi.


'' Bagaimana? Apa kita habisi dia saja?'' ucap pria gondrong


'' Jangan... Kita tunggu Bos turun dulu! Nanti baru kita laksanakan jika memang dia di bunuh atau tidak?''


' Sialaan kalian! Akan ku habisi kalian nanti..' batin Arthur geram.


Kemudian Arthur berjalan naik ke tangga, dan melihat 1 orang berjaga di salah 1 kamar. Dia yakin jika Caca ada di dalam sana. Arthur berpikir bagaimana dia bisa masuk tanpa ketahuan. Dia gak mau membahayakan nyawa Caca.


' Ahaaaa.... Aku punya ide..' batin Arthur dengan senyum seringai di wajah nya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2