Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Pengacau


__ADS_3

Happy Reading😘


Satu bulan telah berlalu, dan satu bulan pula Vio bekerja di YUNANDA GROUP. Hari ini adalah hari penentuan Vio. Apakah ia akan tetap bekerja di YUNANDA GROUP atau bahkan ini adalah hari terakhir nya di perusahaan mewah itu.


Vio menanti dengan cemas cemas harap di meja nya. Dan saat dia sedang memikirkan tentang hidup pekerjaan nya, Brayn lewat di depan meja kerja nya bersama Vino.


'' Vio, masuk ke ruangan saya.'' titah Brayn saat berhenti sejenak di depan meja Vio.


Vio mengangguk, lalu mengikuti kedua pria tampan tersebut kedalam ruangan. Hati Vio berdebar debar, dia takut jika hari ini dia akan di pecat. Sebab ia bingung kemana lagi harus mencari kerja. Dan bekerja di perusahaan YUNANDA GROUP itu adalah sebuah ke banggan tersendiri, sebab tidaklah mudah untuk masuk perusahaan itu. Hanya orang orang terpilih lah yg bisa bekerja di sana.


Begitu pula dengan Vio, ia adalah sebuah keberuntungan sebab Vio bisa masuk kesana dengan lulus seleksi. Bisa di bilang itu adalah rezeki anak solehah.


Vio masuk kedalam ruangan Brayn dengan wajah tegang nya, jari jemari nya bertaut satu sama lain. Dan semua itu tak luput dari pandangan Brayn.


Vino keluar dari ruangan Brayn, setelah Vio masuk.


Ekhmm. Brayn berdehem untuk menghilangkan kecanggungan antara mereka.


'' Tu-an Muda, eum, ada a-pa?'' tanya Vio dengan suara yg begitu gugup


'' Kamu tahu kan, kalau hari ini adalah hari penentuanmu, kau akan terus bekerja atau malah akan selesai sampai di sini...'' jelas Brayn dan di balas anggukan oleh Vio.


Vio bahkan tak berani hanya untuk menatap Bos nya, mata nya terus menatap lantai.


Brayn berjalan ke arah Vio yg masih berdiri di depan meja nya. '' Aku tanya padamu, apakah kamu masih mau bekerja atau nggak?''


Vio mendongkak, melihat wajah tampan Brayn di hadapan nya itu. Kemudian dia mengangguk dengan cepat. '' Iya Tuan Muda, saya masih ingin bekerja..'' Jawab Vio dengan cepat.


Brayn menyenderkan badan nya pada meja kerja nya. '' Eumm, melihat dari kinerja mu selama 1 bulan ini, sepertinya kamu.....'' Brayn sengaja menggantung ucapan nya, dia ingin melihat reaksi Sekertaris cantik nya itu.


Vio menatap Brayn dengan harap harap cemas, dia benar benar di buat jantungan dengan keputusan Bos tampan nya itu.


Entah kenapa Brayn sangat menyukai raut wajah tegang Vio, baginya itu sangatlah menggemaskan, dan lucu. Selama 1 bulan ini dia mengenal Vio. Brayn merasakan tenang dan nyaman saat bersama Vio. Rasanya Brayn sangat suka jika sehari saja tak membuat wajah wanita cantik di hadapan nya itu tegang dan cemas, sebab ketika Vio merasa tegang dan cemas bagi Brayn wajah nya begitu imut.


'' Sepertinya, aku.....Akan mempertahankankan mu di sini.'' ujar Brayn akhirnya, membuat Vio menatap Brayn dengan lekat dan mulut terbuka.


Vio tak menyangka jika dia benar benar di terima bekerja dan resmi jadi karyawan di perusahaan besar itu.


'' Benar Tuan, saya di terima?'' ucap vio dengan antusias.


Brayn menganggukan kepala nya.

__ADS_1


''Yeeaaay....'' teriak Vio sambil meloncat senang, tapi tiba tiba dia sadar jika Brayn sedang memperhatikan nya.


'' Maaf Tuan Muda, saya kelewat senang hehe...'' jelas Vio sambil menggaruk kepala nya, dengan wajah cengengesan. Membuat Brayn gemas.


Kamu sadar gak sih cewek aneh, kalau wajah mu itu membuatku ingin mencium mu saja.


'' Ekhm, kamu sudah siapkan berkas untuk metiing setengah jam lagi kan?'' tanya Brayn dengan deheman kecil, untuk menetralkan rasa di hati nya.


''Sudah Tuan Muda!'' jawab Vio dengan lantang


Brayn terkekeh kecil melihat wajah bahagia dan semangat 45 dari wanita cantik itu.


'' Tuan kenapa tertawa?'' bingung Vio saat melihat Brayn terkekeh.


'' Tidak, saya hanya merasa lucu saja! Sebab melihat kamu begitu semangat dan bahagia.'' jelas Brayn dengan senyum di bibir nya


Vio sejenak terpana oleh senyuman di wajah Brayn, soal nya baru pertama kali dia melihat Bos Muda nya itu tersenyum, walaupun bukan sebuah tawa lepas. Tapi itu membuat Brayn lebih tampan.


'' Tuan sangan tampan, jika tersenyum seperti itu?'' jujur Vio tak sadar.


Brayn langsung menatap lekat wajah Vio saat mendengar pujian itu. Vio yg sadar akan ucapan nya, langsung menutup mulut nya dengan cepat.


Brayn tersenyum, lalu mengacak rambut Vio dengan pelan.'' Saya memang tampan, kamu saja yg tak pernah melihat senyum saya!'' ujar Brayn lalu kembali duduk di kursi nya.


Vio mematung mendapat kan perlakuan itu dari Brayn, hatinya berdesir aneh saat Brayn mengusap kepala nya tadi.


Ya ampun, apa gw lagi mimpi ya? Bos dingin sedingin es balok, mengusap kepala gw? OMG mimpi apa sih gw semalam aaaaa......


'' Kenapa masih di situ? Apa kamu mau ku pecat.'' ujar Brayn mengagetkan Vio dari lamunan nya.


'' I-iya Tuan Muda, maaf. Saya kembali ke meja..'' Vio buru buru keluar dari ruangan Brayn dengan cepat, dia gak mau sampai nanti Brayn berubah pikiran kembali.


Brayn tersenyum saat melihat raut salah tingkah Vio. Jujur saja di dalam hati Brayn, sangat bahagia dengan pujian Vio tadi.


'' Heran gw sama tuh orang, bentar bentar baik?Bentar bentar kayak singa? Sebenar nya dia manusia apa bunglon sih?'' gerutu Vio.


'' Siapa yg kamu sebut bunglon...'' ucap suara bariton di belakang Vio.


Vio terjingkat kaget saat mendengar suara seseorang di belakang nya. '' Moyong lu monyong...'' kaget Vio


'' Tu-Tua-n Mu-da...'' Kaget Vio saat melihat Brayn di belakang nya.

__ADS_1


''Tu-an, sejak kapan di situ?'' tanya Vio dengan takut.


'' Sejak kamu bilang bunglon! Siapa yg kamu sebut bunglon hem? Kamu namain saya bunglon?'' tanya Brayn sambil menghimpit tubuh Vio ke dinding.


Vio terkejut saat Brayn mengungkung nya di dinding, dada Vio berdebar kuat saat wajah Brayn begitu dekat dengan nya. Vio bisa merasakan napas hangat beraroma mint dari mulut Brayn, sebab wajah nya dan bos Muda nya itu hanya berjararak 1 telunjuk saja.


'' Tu-tuan tidak enak ka-kalau ada yg lihat.'' lirih Vio sambil mendorong dada bidang Brayn


Tapi usaha Vio sia sia, bahkan tak membuat Brayn bergeser sedikit pun. '' Kamu namain saya bunglon?'' tanya Brayn lagi


Vio menggeleng lemah. '' Tidak Tuan, saya hanya ingat dengan bunglon peliharaan saya di kampung.'' bohong Vio dengan takut


Brayn melihat mata bening Vio, dengan hidung mancung dan bibir pink menggoda. Membuat Brayn ingin sekali menyentuh nya dengan bibir nya.


'' Tu-an..'' panggil Vio


Tapi Brayn seolah tuli, mata nya sudah tersihir oleh bibir menggoda Veli yg basah dan minta untuk di sentuh. Brayn semakin mendekatkan wajah nya pada Vio, membuat wanita itu gemetar takut dan keringat mulai membasahi pelipis nya


Duh, apa yg Tuan Muda mau lakuin? Kenapa dia makin mendekatkan wajah nya? Apa dia akan mencium ku kembali?


'' Bos, kita harus..... Ups Sorry Bos...'' Kaget Vino saat melihat Brayn hendak mencium Vio.


Vino memang sengaja mau keruangan Brayn, karena metiing akan segera di lakukan. Tqpi pas sampai di depan ruangan Bos nya, Vino terkejut saat melihat Brayn hendak mencium bibir Vio.


Shiiit


Brayn menjauh dari tubuh Vio, lalu berjalan ke arah Vino. '' Awas nanti ku potong gajihmu.'' ancam Brayn.


' Mampus aku! Kenapa gak lihat sih Vin? Lagian ngapain juga ciuman di luar ruangan?' batin Vino


Vino pasrah jika bulan ini dia harus di potong gajih nya. Sementara Vio bernapas lega saat Brayn tak mencium nya, tapi sejujur nya ada rasa kecewa saat Brayn tak jadi mencium bibir nya tadi.


'' Cepat, siapkan berkas nya!'' titah Brayn pada Vio.


Vio mengangguk, lalu segera mengambil berkas yg ada di meja kerja nya. Lalu menyusul 2 pria itu memasuki Lift, terasa kecanggungan dia antara mereka bertiga. Tak ada yg berani berucap satu pun, semua sibuk dengan pikiran nya.


Siaal, gara gara Vino aku gagal menyentuh buah cery nan merah itu? Awas kau Vin..


Bersambung....


JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😗

__ADS_1


__ADS_2