Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Akan Menerima Balasan nya


__ADS_3

Happy Reading😘


Dokter keluar dari Ruang darurat itu. Dengan wajah takut, dan gugup


'' Bagaimana keadaan nya Dok?'' tanya Papa dengan cemas.


'' Benturan di kepala Nyonya Sofia, begitu kuat sehingga menyebabkan pendarahan. Dan sampai saat ini, keadaan nya belum sadarkan diri Tuan! Kami akan terus memantau kondisi dan perkembangan Nyonya Sofi, dan untuk sementara Nyonya akan di pindahkan ke ruang ICU.'' jelas dokter berusia 35 tahun itu.


'' Baik, lakukan yang terbaik untuk istri saya!'' pinta Papa


'' Baik Tuan Besar.''


Papa dan Brayn masuk kedalam ruang icu. Setelah Mama di pindahkan. Mereka berdua berdiri di samping Mama dengan wajah sedih.


Papa menggenggam tangan Mama dan beberapa kali mencium nya. Bahkan air mata nya lolos dari kedua mata tegas nya. Pria yang selalu terlihat tegar, dalam keadaan apapun. Kini untuk pertama kali nya meneteskan air mata di hadapan sang anak.


Selama ini Papa selalu tegar dan tegas, di hadapan kedua anak nya. Tak pernah dia memperlihatkan kesedihan bahkan air mata nya pada kedua anak tercinta nya.


Tapi kali ini, Papa benar benar tak bisa membendung kesedihan nya lagi. Dia begitu terpukul atas apa yang menimpa Istri tercinta nya. Cinta pertama dan terakhir Papa.


'' Bangunlah sayang! Papa yakin, jika Mama kuat! Mama pasti bisa melewati semua ini.'' ujar Papa sambil mengecup kening Mama.


'' Pa, apa kita perlu beritahu keadaan Mama pada Mawar?'' tanya Brayn.


Papa menggeleng dengan cepat. '' Jangan Bray! Ingatlah, Adikmu sedang hamil 7 bulan, Papa gak mau nanti dia khawatir, dan malah berimbas pada kandungan nya Bray!'' larang Papa.


Bryan mengangguk paham. Dia juga tidak mau membuat keponakan nya celaka di dalam perut Mawar. Tapi Brayn takut, jika nanti Mawar menanyakan keberadaan Mama nya. Maka Brayn harus menjawab apa.


'' Tapi Pa, kalau Mawar bertanya soal Mama. Kita jawab apa?'' cemas Brayn.


'' Bilang saja, jika Mama kamu sedang berlibur.''


Brayn mengangguk paham. Kemudian dia keluar dari ruang ICU, untuk menelpon anak buah nya. Agar menyelidiki perihal kecelakaan Mama nya.


Setelah selesai. Brayn masuk kembali ke ruangan itu. Namun tiba tiba, Hp Papa berbunyi.


'' Hallo.''


'' Apa! Kenapa bisa?'' kaget Papa

__ADS_1


'' Baiklah, kau urus saja dia. Kubur saja tubuh nya ''


Papa pun menaruh Hp nya kembali di saku celana. Kemudian mengusap wajah nya dengan kasar.


'' Ada apa Pa?'' tanya Brayn penasaran dengan ekspresi sang Papa.


'' Itu Bray, ada pelayan di sana ya bunuh diri dengan meminum racun tikus! Papa yakin, jika dialah yang menyebabkan kecelakaan Mama mu.'' jelas Papa


Brayn terlihat Syok, kedua mata nya melebar mendengar di Mansion nya ada pelayan yang bunuh diri dengan meminum racun tikus.


*****


Mawar baru saja turun dari pesawat. Kini mereka menaiki Halikopter untuk ke Mansion Yunanda. Mawar sedari turun, dia terus saja mencoba menelpon Mama nya. Tapi nihil, no nya tidak aktip.


Akhirnya dia menelpon sang Papa. Tak lama, telpon pun tersambung.


'' Hallo Pa! Mama kemana sih, kok aku telpon gak aktip mulu?'' cemas Mawar.


'' Itu sayang, anu..... Mama lagi liburan keluar negri. Iya liburan!'' ucap Papa mengulang kata lagi.


Mawar mengerutkan kening nya, mendengar ucapan sang Papa. Mawar merasa, ada yang tak beres. Dia merasakan jika Papa nya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


'' No sayang! Em, cucu Papa mana?'' ujar Papa mengalihkan pembicaraan.


'' Ada, Arthur lagi tidur Pa!'' jawab Mawar


'' Kamu lagi dimana sayang! Kenapa berisik sekali?'' tanya Papa heran.


'' Aku baru sampai di Mansion. Dan aku mau ketemu Mama!''


'' Apa! Kamu di Mansion? Kapan datang? Kenapa gak ngasih tau Papa?'' kaget Papa


Papa gak nyangka, jika Mawar sudah berada di Mansion. Padahal Papa ingin menyembunyikan tentang keadaan istrinya. Tapi rasanya, tak akan bisa.


'' Aku sengaja gak ngasih tahu Papa, sebab perasaan ku gak enak akhir akhir ini sama Mama. Jadi aku putusin untuk pulang!'' jelas Mawar.


''Papa dimana? Kenapa kamar kosong?'' ujar Mawar, saat dia membuka pintu kamar Orang tua nya, dan mendapati kamar itu kosong.


'' Papa.....''

__ADS_1


'' Pa, sebenar nya Papa dimana?'' tanya Mawar dengan tak sabar.


Terdengar helaan napas panjang dari Papa


'' Sebenarnya Papa lagi di rumah sakit!'' jujur Papa.


'' APA! Rumah sakit? Siapa yang sakit Pa?'' cemas Mawar


'' Kamu ke rumah sakit saja ya! Papa ada di ruang ICU. Nanti kamu akan tahu sendiri.'' ujar Papa.


Mawar segera menutup telpon nya. Lalu melangkah ke kamar Momi nya. Setelah menitipkan Arthur pada Mami. Mawar pergi kerumah sakit, di antar James. Tadinya dia mau berangkat sendiri. Tapi James memaksa untuk mengantar, sebab ia khawatir sama keadaan Mawar.


Perhatian yang James berikan pada Mawar, membuat satu hati tersakiti. Dia begitu cemburu, melihat besar nya perhatian James pada wanita cantik yang sedang hamil itu.


Mawar melangkah cepat ke ruang ICU. Entah kenapa perasaan nya sangat tak enak. Setelah sampai depan Ruang ICU, Mawar melihat 2 Bodygar yang sedang berjaga.


Dengan langkah sedikit bergetar Mawar membuka pintu ruangan itu. Saat pintu tertutup kembali, Mawar terkejut, saat melihat wanita yang melahirkan nya sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


Tubuh nya seketika lemas. Untung ada James, jika tidak mungkin badan Mawar sudah luruh ke lantai. Mawar tak menyagka, jika pirasat nya benar benar terjadi. Kemudian James memapah Mawar, untuk duduk di sofa.


'' Pa, Mama kenapa?'' tanya Mawar dengan suara bergetar.


'' Huuuuf, Mama kecelakaan sayang!'' Lalu Papa menceritakan tentang kronologi, kecelakaan Mama. Hingga membuatnya seperti sekarang.


Mawar terlihat Syok saat mendengar penjelasan Papa. Dia tak menyangka, jika perasaan dan pirasat yang akhir akhir ini di rasakan nya, menjadi kenyataan.


'' Aku gak akan lepasin orang itu.'' ucap Mawar dengan geram.


Dia menghapus air mata nya dengan kasar, tangan nya terkepal hebat, dada nya naik turun menahan gejolak amarah. Matanya memancarkan kilatan kemarah yang begitu dalam.


''Princess, biar aku saja yang memberikan pelajaran pada orang itu! Kau tak perlu pusing, ingatlah Princess. Saat ini kamu sedang hamil, jadi kamu harus jaga emosi kamu!''


Mawar menatap sahabat nya itu. Kemudian mengangguk. '' Aku serahkan ini padamu James, hukum dia dengan berat. Karena sudah membuat Mama ku begini!'' ujar Mawar dengan geram.


'' Iya tenang saja!''


Mawar gak akan tinggal diam Ma! Mawar akan balas perbuatan orang itu. Mawar gak terima, dia udah bikin Mama seperti sekarang! Aku gak bisa maafin orang itu Ma. Gak akan pernah! Dia akan menanggung, perbuatan yang sudah dia lakukan.


Bersambung....

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS😘


__ADS_2