
Happy Reading😘
Bruk
Mama jatuh ke pinggir jalan. Dan naas nya kepala nya terbentur batu hingga mengeluarkan darah yang lumayan banyak.
2 bodygar yg melihat itu, segera menghampiri Mama. Mereka terlihat panik, saat melihat darah keluar deras dari kepala Nyonya besar nya. Mereka segera mengangkat tubuh Mama, dan segera membawa nya kedalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit.
Sementara itu supir yang masih di dalam mobil, melajukan mobil nya ke dalam jurang. Dia membuka pintu mobil, tapi naas kaki nya nyangkut. Hingga mobil tak bisa berhenti, dan mobil pun masuk kedalam jurang bersama sang sopir di dalam nya.
'' Jika akhir ku sampai di sini. Aku pasrah ya tuhan, semoga Nyonya baik baik saja!'' gumam nya sebelum mobil meledak.
Duaarr
Mobil meledak di dasar jurang. Menimbulkan dentuman yg sangat keras.
Di sisi lain. Mama yang baru saja sampai rumah sakit, segera di bawa ke UGD. Dokter segwra memberikan pertolongan, pada istri pemilik rumah sakit itu.
Papa jalan tergopoh gopoh. Setelah mendapat kabar jika Mama di larikan ke rumah sakit. Dia menghampiri kedua bodygar nya.
'' Bagaiamana?'' tanya Papa dengan panik.
'' Maaf Tuan besar. Tadi saat Nyonya loncat keluar, badan nya terguling hingga kepala nya terbentur pada batu Tuan.'' jelas salah 1 bodygar.
Papa mengusap wajah nya kasar. Dia tak menyangka jika istrinya bisa seperti itu. Lalu Papa menatap tajam kedua bodygar di hadapan nya.
'' Bagaimana bisa blong Hah? Apa tidak di cek dahulu?'' bentak Papa
'' Maaf Tuan, kami sudah cek tadi pagi. Tapi kami tak tahu, kenapa bisa blong.'' ujar Bodygar yang sedang Papa cengkram kerah bajunya.
2 bodygar itu tak berani menatap Papa.Merwka takut, dengan kemarahan Tuan besar nya.
Kemudian Papa menghempaskan bokong nya ke atas kursi, lalu dia menatap langit langit rumah sakit. Pikiran nya menerawang jauh, memikirkan segala kemungkinan, atas kecelakaan sang istri.
Tentu itu adalah kesengajaan, dan itu sudah di rencanakan. Kemungkinan besar ada penyusup di Mansion Yunanda. Sebab tak mungkin jika itu hanya kebetulan, karena setiap hari kendaraan di Mansion itu selalu di cek.
__ADS_1
Bahkan ada 200 cctv di Mansion itu. Dan Papa selalu menseleksi setiap karyawan atau pelayan yang akan masuk kedalam Mansion nya. Jadi, kemungkinan besar ada penyusup atau penghianat di Mansion itu.
Papa adalah orang terkaya yang sangat berpengaruh di dunia. Sangat banyak musuh, yang ingin menjatuhkan nya. Tapi, selama ini tak pernah ada yang se nekat mencelakai keluarga nya.
Lalu Papa merogoh saku celana nya, kemudian menelpon Brayn. Guna mengabarkan keadaan Mama nya. Terdengar suara panik dan syok, di sebrang telpon. Saat Papa memberitahukan tentang kejadian yang menimpa Mama nya.
Brayn yang mendapat kabar itu, langsung keluar Kantor. Dia menyerahkan segala urusan kantor pada Vino. Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Hingga hampir menabrak sebuah truk, karena sangat panik, saat mengetahui jika Mama nya kecelakaan.
10 Menit Brayn sudah sampai di YUNANDA HOSPITAL. Brayn segera berlari menuju ke arah UGD. Dia melihat sang Ayah, yang sedang berdiri dengan raut wajah khawatir di depan pintu ruangan darurat itu.
'' Papa, bagaimana keadaan Mama? Mama baik baik saja kan?'' tanya Brayn dengan panik
'' Papa juga gak tahu Bray? Dokter belum keluar juga!''
'' Bagaimana bisa Pa? Kenapa bisa Blong? Bukan nya kendaraan selalu di cek setiap hari?''
'' Papa gak tahu Bray! Tapi yang pasti, ada penyusup di Mansion. Dan Papa yakin, jika saat ini dia masih ada di Mansion.'' jelas Papa
'' Sial*n, tak akan ku ampuni dia. Berani sekali membuat Mamaku celaka!'' geram Brayn, dengan tangan terkepal kuat. Hingga urat urat nya terlihat jelas di kulit putih nya, mata nya memancarjan kilat kemarahan yang menggebu.
'' Mama....''
Mawar bangun dari tidur nya, dengan napas memburu.
James Mami dan yang lain terkejut, saat melihat Mawar teriak memanggil Mama nya. Kemudian Mami menggenggam tangan menantunya itu.
'' Ada apa sayang? Kenapa teriak?'' tanya Mami
'' Mi, aku mimpi buruk Mi! Aku mimpi kalau Mama....'' Mawar tak sanggup melanjutkan ucapan nya.
'' Tenang sayang! Itu hanya mimpi buruk, Mama akan baik baik saja!'' tenang Mami.
Mawar tak menjawab ucapan Sang Mami. Pikiran nya menerawang ke dalam mimpi yang baru saja dia alami. Di dalam mimpi itu, Mawar 1melihat sang Mami jatuh ke dalam jurang yang begitu dalam. Hingga Mawar mencoba menggapai tangan sang Mama. Tapi tak bisa.
Ya tuhan, semoga Mama baik baik saja! Jujur ya Tuhan, saat ini perasaan ku semakin tak enak.
__ADS_1
James yang melihat raut ketakutan dan ke khawatiran Mawar. Akhirnya duduk di sebelah Mawar. Dia merangkul pundak Mawar, mencoba menenangkan sahabat nya itu.
Mawar menatap wajah James, memberikan kode pada kedua mata nya, jika saat ini dia begitu takut dan cemas. James yang melihat tatapan itu, memeluk tubuh sintal Mawar. Mungkin jika saat ini ada Bayu, mungkin James sudah mendapat hadiah bogeman di wajah tampan nya, sebab sudah memeluk Mawar tanpa izin nya.
'' Tenang lah, kita do'a kan supaya Tante Sofi baik baik saja ok.'' tenang James. Dan di balas anggukan Mawar.
'' Aku takut James! Aku takut, jika kejadian dulu terulang kembali. Saat ini perasaanku benar benar tak enak James, aku bisa merasakan itu!'' ujar Mawar dalam pelukan James.
Feli yang melihat James memeluk Mawar dengan begitu erat, membuat hatinya berdenyut sakit. Dia sangat cemburu, saat melihat kepedulian James pada Mawar. Hatinya bagai teriris melihat perhatian James pada Mawar. Kemudian Feli memalingkan wajah nya ke jendela. Melihat hamparan awan awan yang menggumpal.
'' Om, kenapa peluk Momy? Om gak takut?'' ucap Arthur saat melihat James memeluk Momy nya.
'' Om hanya mau menenangkan Momy mu Boy! Emang apa yang Om takut kan?'' heran James.
'' Om gak takut, kalau nanti Dady malah dan memukul Om?''
James tertawa saat mendengar ucapan Arthur, anak laki laki berusia 4 tahun itu.
'' Hey Boy! Papa mu tidak ada.'' ledek James.
'' Dady memang gak ada! Tapi aku ada, aku akan pukul Om. Kalau belani peluk peluk Momy!'' ujar Arthur sambil menunjukan otot otot tangan nya. Dengan wajah galak nya.
James, Mami dan Mawar tertawa mendengar ucapan Arthur.
'' Hahaha Boy, kau membuat Om takut!''
'' Lepas Om, kalau gak nanti Althul pukul.'' ancam Arthur sambil menunjuk tangan James yang masih merangkul Mawar.
'' Ok, ok. Om lepas ok Boy! Jangan pukul Om, nanti kalau wajah Om bonyok, gimana? Nanti gak ada yang mau sama Om?'' ujar James dengan ekspresi menyedihkan.
Mawar tersenyum melihat interaksi James dan anak nya. Dia sedikit terhibur dengan kelakuan 2 pria tampan itu.
Semoga hanya perasaanku saja ya tuhan!
Bersambung....
__ADS_1
JANGAM LUPA JEJAK NYA GUYZ😘