Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Sekertaris Baru


__ADS_3

Happy Reading😗


Saat ini Mawar, Bayu dan kedua anak nya sudah sampai di Swiss. Mereka segera menaiki halikopter untuk pulang ke Mansion. Mawar masih bertanya tanya dalam benak nya, apa yg akan di sampaikan sang Papa nanti, sampai Mawar dan harus pulang.


Setelah 15 menit, halikopter pun sampai di Mansion. Mawar, Bayu dan kedua anak nya segera turun. Lalu menaiki mobil yg akan membawa nya k depan pintu utama.


'' Cucu Oma....'' seru Mama saat melihat Arthur dan Cesa.


Mawar mencium tangan kedua orang tua nya, lalu memeluk mereka. Dan Bayu pun melakukan hal yg sama. Setelah itu mereka ke ruang tamu.


'' Pa, sebenar nya ada apa? Kenapa Papa sampai nyuruh aku pulang?'' tanya Mawar dengan tak sabar.


Papa terkekeh pelan, mendengar pertanyaan Mawar. '' Kamu ini, gak sabaran amat sih? Baru aja dateng, masa udah nanya aja?'' heran Papa


'' Ya habis aku penasaran tahu Pa? Ayolah Pa, katakan saja....'' pinta Mawar sambil bergelayut manja di lengan Papa nya.


''Iya nanti Ya, kamu kan baru sampai. Sebaiknya istirahat dahulu...'' ujar Papa sambil mengecup kening Mawar.


'' Momy kayak nak kecil deh? Masa manja banget sama Opa?'' ucap Arthur dengan gelengan kepala nya, saat melihat Mawar begitu manja pada Papa.


'' Memang nya kenapa? Apa cuma kamu dan Cesa saja yg bisa manja Boy, sama Momy? Momy juga bisa dong...'' ledek Mawar.


'' Tapi, kenapa gak sama Dady?'' tanya Arthur kembali dengan mata yg masih pokus pada game nya.


'' Karena, Momy bosan!'' Bayu menatap Mawar dengan tatapan tajam nya, dia tak terima jika Mawar mengatakan bosan pada nya.


'' Sayang, kok gitu sih?'' kesal Bayu


Mawar tak menjawab, malah semakin merengek pada Papa nya bagai anak kecil yg tak di kasih permen. '' Pa, ayo jawab...'' desak Mawar.


'' Nanti malam ya! Nunggu Kakak mu pulang dulu. Sekarang kamu istirahat saja di kamar. Kasihan tuh anak anak kamu?'' tutur Papa.


Akhirnya Mawar pun menurut, karena percuma juga memaksa dan mendesak Papa nya. Papa tak akan mengatakan yg sebenar nya.


'' Biar Cesa sama Mama aja sayang, kamu istirahat lah ke kamar.'' ujar Mama


Mawar mengangguk, lalu melangkah menaiki lift ke kamar nya di ikuti oleh Bayu. Setelah sampai kamar, Mawar langsung merebahkan badan nya di kasur king size milik nya.


'' Sayang, kenapa kamu bilang bosan tadi?'' tanya Bayu yg sedang duduk di tepi ranjang.


''Ck, Mas, Mas. Masih saja bahas itu?'' cebik Mawar.

__ADS_1


Kemudian dia melangkah ke arah ruang ganti, dan Bayu masih mengikuti nya. '' Ya aku kesal saja sama kamu..'' cetus Bayu


Mawar menghentikan langkah nya di ruang ganti. '' Ya ampun, lalu aku harus jawab apa di hadapan Arthur hah? Kan Mas tahu, kalau Arthur itu anak yg cerdas...'' jawab Mawar sambil membuka baju nya satu persatu.


'' Ya apa kek gitu..'' ujar Bayu sambil menelan ludah nya, saat melihat Mawar dengan santai membuka seluruh pakaian nya, dan membuat junior Bayu meenegang di bawah sana.


Bayu memeluk tubuh sintal itu dari belakang, lalu mereemas benda di dapan nya. Mawar memejamkan mata nya merasakan setiap sentuhan Sang Suami. Bahkan tangan nya sudah mengelus sebuah batang kayu yg sangat kokoh.


''Kamu jangan nackal ya sayang..'' ucap Bayu dengan suara serak nya.


'' Siapa juga yang nackal? Bukan nya itu kamu?'' ledek Mawar


Dan mereka pun melakukan olahraga siang hari di sofa yg ada di ruang ganti milik Mawar.


********


'' Maaf Tun Muda, sekertaris baru anda sudah datang....'' ujar Vino pada Brayn.


'' Suruh dia masuk '' titah Brayn.


Vino mengangguk, lalu membuka pintu dan menyuruh sekertaris baru Brayn untuk masuk kedalam.


'' Siapa nama kamu?'' tanya Brayn


'' Nama saya Viola Jasmine Tuan Muda! Anda bisa panggil saya Viola..'' Jawab wanita cantik itu.


Brayn menggut manggut, tapi mata nya tidak menatap Viola, mata nya menatapa CP yg ada di tangan nya.


'' Baiklah, kamu boleh mulai bekerja. Masa treaning kamu 1 bulan ya! Jika bagus, saya akan lanjut.. Tapi jika jelek, maka kamu cari pekerjaan lain.'' tutur Brayn


'' Baik Tuan Muda, Saya akan usahakan yg terbaik ''


Kemudian Brayn menyerahkan beberapa berkas yg harus di cek oleh Viola, sebelum di tanda tangani oleh Brayn. '' Kamu cek semua itu, jangan ada yg salah menegerti.''


Viola mengangguk, lalu mengambil berkas berkas yg ada di meja Brayn. Lalu membawa nya ke meja nya, yga ada di sebelah ruangan Brayn.


Brayn menatap ke arah Viola di balik kaca bening pembatas antara ruangan nya dan meja Viola.


Ternyata dia cantik juga.


Jam makan siang pun telah tiba, Brayn menelpon ke arah meja Viola. Lalu meminta nya untuk memesan makanan dari luar, sebab pekerjaan nya sedang banyak, jadi dia tak sempat untuk makan di luar.

__ADS_1


'' Hallo Viola, kamu pesankan saya makanan dari luar ya! Daftar menu nya ada di meja kamu dan nama restoran nya cepat! Lalu antarkan ke ruangan saya...'' titah Brayn


'' Baik Tuan..''


Viola segera melihat list menu makanan yg ada di meja nya, dan benar saja. Sudah ada list makan siang untuk Brayn. Viola segera menekan tombol angka dan memesan makanan untuk Brayn.


Setelah 15 menit, makanan pun sampai. Cleaning secrvis membawa kan makanan itu ke meja Viola, kemudian Viola mengantarnya ke ruangan Brayn.


Tok Tok Tok


''Masuk...''


Viola pun masuk kedalam, dan melihat Bos nya sedang menandatangani berkas berkas.


'' Taruh saja di meja.'' perintah Brayn, kemudian Viola menaruh nya di meja. Lalu melangkah pergi.


'' Mau kemana?'' tanya Brayn


'' Maaf Tu-an, sa-ya mau makan siang..'' jawab Vio dengan gugup.


Brayn melangkah ke arah sofa. Lalu menepuk sebelah sofa nya. Viola tak paham dengan kode yg di berikan Brayn.


'' Duduklah, temani saya makan! Saya selalu di temani saat makan siang.'' tutur Brayn.


Viola mengangguk, lalu duduk tak jauh dari Brayn. '' Kamu makan lah, ini tak akan habis oleh saya.'' Brayn menyerahkan 1 porsi makanan pada Viola.


Vio menatap Brayn dengan bingung, dia terlihat ragu untuk mengambil makanan itu. Tapi perut nya terasa lapar hingga..


Kruuukk


Viola melipat bibir nya kedalam, wajah nya memerah malu, saat cacing di perut nya berdemo meminta jatah. Dan sial nya Brayn malah menengok ke arah nya, membuat Vio semakin malu saja.


'' Makan lah, jangan gengsi! Cacing mu itu sudah pada demo di dalam sana?'' ujar Brayn sambil menyuapkan makanan pada mulut nya.


Viola pun akhirnya mengambil makanan itu, lalu memakan nya dengan perasaan malu dan tak enak. Tapi perutnya minta di isi. Brayn menarik sudut bibir nya saat melihat gadis cantik di samping nya makan dengan begitu lahap.


Sungguh menggemaskan......


Bersambung.....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS😗

__ADS_1


__ADS_2