
Happy Reading😘
Sebelum memulai cerita. Mawar, Bayu dan segenap pemain visual di cerita ISTRI POLOS TUAN BAYU😍 Mengucapkan minal aidzin walfaidzin🙏Mawar, memohon maaf lahir dan batin ya readers setia akooh🙏😗Semoga kalian tetap stay di cerita Mawar sampai tamat😊Makasih juga buat pembaca setia yang selalu suport Mawar sampai sekarang😍Kalian ter Love love pokoknya❤❤
Di cafe.
'' Vin aku hamil!'' Aku menyerahkan alat tes kehamilan, yang tertera garis merah 2. Tanda jika saat ini aku sedang hamil.
Dapat ku lihat wajah Kevin sangat terkejut saat melihat alat kecil itu. Aku sudah pasrah jika Kevin tak mau mengakui benih yang di rahim ku ini. Aku akan membesarkan anak ini sendirian.
Aku tak akan menggugurkan kandungan ini. Sebab itu adalah hal yang ku inginkan. Setelah kehilangan anak ku beberapa bulan yang lalu, dan kini saat aku mengetahui jika saat ini, di rahim ku sedang tumbuh seorang anak. Membuat ku merasa bahagia. Walaupun aku tahu jika benih itu bukan dari Radit Suamiku.
'' Kenapa kamu memberitahu ku? Apa kau ingin aku bertanggung jawab?'' heran Kevin.
Aku menggeleng. '' Tidak! Aku hanya ingin kamu tahu saja, sudah itu saja.'' jelas ku
Aku pikir jika Kevin akan meninggalkan ku, dan tak mau mengakui benih dalam perut ku saat ini. Tapi ternyata aku salah. Aku sedikit terkejut dengan tanggapan Kevin.
'' Aku akan bertanggung jawab San! Aku gak mau kamu gugurin anak itu! Jika kamu tak mau maka anak itu buat aku saja.'' jelas Kevin.
Mata ku membulat sempurna. aku tak menyangka, jika Kevin mau bertanggung jawab.
'' Kev, aku ini masih istri orang? Lagian, aku tak mau menggugurkan anak ini. Aku bahagia kok, dengan dia di dalam benihku! Walaupun, benih ini bukan dari Radit suamiku?'' jelas Ku.
'' Aku tahu, jika kau masih istri orang! Tapi, anak itu adalah anaku?'' tukas Kevin.
Aku bingung. Padahal aku tidak butuh pertanggung jawaban Kevin untuku. Aku hanya ingin memberitahu nya saja. Tapi tak di sangka jika Kevin malah menyambut baik kehamilan ku.
Akhirnya Kevin memberikan syarat pada Sandra. '' Begini saja. Selama kau hamil, sampai anak itu lahir. Maka aku akan tanggung semua kebutuhan kamu! Kamu juga harus tinggal bersama ku! Aku hanya ingin memastikan jika kamu baik baik saja, dan kendungan mu sehat.'' jelas Kevin.
Aku tentu tak setuju dengan usul Kevin.
__ADS_1
'' Gak Kev! Kita bukan suami istri, bagaimana bisa tinggal bersama?'' tolak Sandra.
'' Aku hanya mau menjaga anak ku di dalam kandungan mu! Dengar San. Kau lupa, jika kau pernah kehilangan anakmu karena egomu?''
aku memikirkan kata kata Kevin. Pikiran ku kembali pada saat dimana aku kehilangan anak ku karena ke egoisan ku. Aku menatap lekat wajah Kevin, Aku hanya takut jika Radit akan mengetahui masalah ini. Dan malah menceraikan ku.
Aku masih sangat mencintai Radit, tapi aku juga jijik pada diri ku sendiri. Sebab aku sudah menodai pernikahan ku dengan tidur bersama pria lain.
'' Baiklah! Tapi, selama tinggal bersama, aku mau tidur terpisah dan tidak mau jika sampai kita melakukan hal itu lagi!'' pintaku pada Kevin. Dan langsung di balas anggukan oleh Kevin.
________
5 bulan sudah berlalu, kini kandungan ku sudah menginjak bulan ke 6. Dan selama 5 bulan itu pula aku tinggal bersam Kevin di apartemen nya. Bahkan aku sudah terbiasa dengan kehadiran nya di sisiku. Dimana dia selalu ada buatku, saat aku sedang mengidam.
Kevin juga meminta agar aku berhenti bekerja. Awal nya aku menolak nya, tapi Kevin memaksa ku. Dia bilang, jika dia tidak mau terjadi apa apa dengan anak di dalam kandungan ku saat ini.
Aku yang terbayang dengan kesalahan ku dulu. Akhirnya setuju. Walaupun berat, tapi harus ku lakukan. Sebab aku tak mau kehilangan anaku untuk kedua kalinya.
Tapi Kevin meyakinkan ku, jika semua akan baik baik saja. Dia juga sudah mempunyai apartemen di sana. Dan mau tak mau, aku pun ikut kembali ke jakarta.
'' Vin, pliss. Jangan sampai Radit tahu tentang keberadaan ku!'' pintaku saat di salam pesawat.
'' It's ok Sayang! Aku akan pastikan itu.'' jelas nya.
Aku bernapas lega. Walaupun aku merasa takut jika nanti ketahuan oleh Radit. Aku akui, jika sejak kejadian 5 bulan yang lalu, dimana aku menolak pulang. Hubungan ku dan Radit, benar benar renggang.
Walaupun kami masih sering telpon dan chat. Tapi aku merasa seperti hambar. Aku merasa ada yang salah pada diriku, aku berpikir apa cinta ku untuk Radit sudah hilang?
Tapi aku juga sangat takut kehilangan nya. Rasanya aku belum siap jika harus di ceraikan oleh Radit.
Dan selama 5 bulan ini, hubungan ku dan Kevin semakin baik dan dekat. Bahkan aku dan Kevin, sudah sering melakukan hal menjijikan itu lagi. Tak bisa ku pungkiri, jika sentuhan Kevin mampu membuatku melayang. Entahlah, aku pun tak tahu dengan diriku.
__ADS_1
Padahal aku sudah menjaga jarak. Tapi setan sudah berhasil menggoda iman ku. Hingga sampai saat ini, aku tak bisa lepas dari Kevin.
Hingga puncak nya pun datang. Dimana aku sedang berbelanja kebutuhan untuk bayi ku dan Kevin. Awalnya aku menolak, tapi Kevin memaksa ku. Karena dia kasihan padaku. Karena selama 2 minggu di indonesia, aku tak pernah keluar dari apartemen.
Hati dan perasaan ku ragu saat Kevin mengajaku untuk keluar dan berjalan jalan ke mall. Aku takut jika nanti malah bertemu dengan Radit tanpa sengaja.
Hingga saat beberapa jam aku dan Kevin berkeliling, kami pun masuk kedalan salah satu toko khusus perlengkapan untuk Bayi. Aku membeli semua kebutuhan untuk anaku dan Kevin. Namun naas, saat aku sedang memilih kereta Bayi tiba tiba..
Dari arah belakang, ada yang memanggil ku. Hatiku berdetak kencang. Aku merasa seperti mengenali suara itu. Dan pas aku berbalik, alangkah terkejut nya aku, saat melihat Mawar sedang berdiri di belakan ku. Bahkan tas yang ku pegang sampai jatuh ke lantai, saking terkejut nya.
Jujur saat ini aku panik, aku benar benar tak menyangka jika akan bertemu dengan Mawar. Aku takut jika dia akan bilang pada Radit. Aku pura pura tak mengenal nya, tapi ku yakin jika Mawar pasti mengenaliku. Hingga dia bertanya siapa laki laki di sampingku, dan kehamilan ku.
Lidahku seketika kelu. Aku tak bisa menjawab pertanyaan Mawar. Hingga aku menarik tangan Kevin dan berlalu keluar dari toko itu.
Sepanjang perjalanan aku merasa tak tenang. Dan Kevin selalu menanyakan tentang siapa wanita hamil, yang mengenal ku tadi. Dan aku pun menjelaskan siapa Mawar.
Dan benar saja, ketakutan ku benar benar terjadi. Esok nya, saat aku dan Kevin baru saja selesai melakukan ritual siang hari. Tiba tiba ada yang memencet bel dengan tak sabar. Akhirnya Kevin keluar untuk melihat nya.
Dan ternyata itu adalah Radit. Aku sangat terkejut, saat melihat Kevin sudah babak belur di hajar Radit. Aku melihat kilat kemarahan di mata Radit. Selama aku menikah dan mengenal nya, aku tak pernah melihat wajah Radit yang begitu murka.
Aku tahu, pasti Radit kecewa dan marah padaku. Tapi, aku juga tak bisa berbuat apa apa. Apalagi, saat Kevin mengatakan jika anak di dalam kandungan ku itu adalah anak nya.
Aku sakit, saat melihat Radit begitu kecewa. Sejujurnya aku juga tersiksa. Tapi entah kenapa aku tak bisa keluar dari lingkar kesalahan ini. Aku ingin marah pada Mawar, sebab ia sudah mengatakan nya pada Radit. Tapi kemudian aku berpikir jika Mawar tak sepenuh nya salah.
Hatiku hancur, sangat hancur. Saat Radit mengatakan menalaku di hadapan Bayu dan Kevin. Aku merasa tubuh ku benar benar tak bertulang, aku mengejar Radit saat ia berlalu keluar apartemen. Aku ingin menjelaskan nya. Tapi, Radit malah mendorong tubuh ku hingga hampir saja jatuh.
Untung saja Kevin menangkap tubuh ku, hingga tak sampai jatuh ke lantai. Aku hanya bisa pasrah saat Radit menalaku. Walaupun hatiku hancur, dan sakit. Tapi apa yang bisa ku lakukan. Karena ini semua salahku juga. Aku yang sudah menciptakan api di dalam rumah tangga ku.
Bersambung....
JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘SEKALI LAGI MINAL AIDZIN WALFAIDZIN READERS🙏🙏
__ADS_1