
Happy Readingππ
Selepas kepergian Ar dan papa mertua nya, Caca kembali ke meja makan. Dia melihat para pelayan yg sedang membereskan makanan yg di masak oleh Mama mertua nya itu. Sedangkan Cesa sedang memakan roti pengganti nasi goreng rasa oralit.
'' Ca, sini makan roti dulu!'' ajak Cesa
Caca mengangguk lalu duduk di meja makan.
'' Momy kemana Ce?'' tanya Caca saat melihat sekeliling tidak mendapati mertua nya itu.
'' Oh, Momy! Lagi di kamar tuh. Katanya sih mau cari resep masakan, biar gak salah bikin lagi?''
'' Tapi, rmang Momy gak bisa masak ya?'' tanya Caca penasaran.
'' Kamu gak tahu ya? Momy itu, kalau soal masak jauuhhhh banget. Kalau nanti Momy masak, lebih baik kamu jangan makan deh Ca!''
'' Loh, kenapa?''
'' Kamu tahu gak? Dulu kata Dady nih, Momy juga pernah bikin nasi goreng. Tapi rasanya manis benget, kayak susu! Momy masukin gula ke nasi goreng nya, yg di kira Momy itu garam?''
'' Apa! Serius?'' kaget Caca
Cesa mengangguk. '' Bahkan Nih, pernah Momy bikin pancake selai strobery! Tapi kamu tahu gak yg di masukin itu apa?''
Caca menggeleng cepat. '' Bukan selai yg Momy masukin Ca, tapi saus cabe lv 50....'' jelas Cesa
Gluk
Caca menelan ludah nya dengan kasar, dia bisa bayangin gimana pedas dan sakit perutnya saat orang itu memakan pancacke rasa saus.
'' Apa Momy gak bisa bedain, yg mana saus yg mana selai?''
'' No! Momy itu jago dalam segala hal, tapi sangat minim dan dangkal dalam hal dapur.'' ujar Cesa.
'' Terus Nih, kata Dady. Momy pernah bikin ayam kecap manis, tapi yang di masukin bukan kecap, tapi susu coklat! Kamu bisa bayangin lah Ca, gimana tuh ayam kecap berubah jadi Ayam susu coklat.....'' kekeh Cesa
Caca yg mendengar itu pun juga terkekeh, dia tak menyangka jika Mama mertuanya begitu sangat minim dalam urusan memasak. Selama beberapa bulan dia kerja di sana, memang Caca tidak pernah melihat Mertua nya itu memasak. Dan para pelayan juga pernah bikang pada Caca, jika Mawar tak bisa memasak.
Tapi Caca pikir gak bisa masak dalam hal batas wajar saja. Namun ternyata Caca salah, mertua nya bahkan gak bisa bedain gula dan garam. Bahkan kecap dan Susu coklat pun sampai tertukar.
Gak bisa ku bayangkan jika jadi Dady kayak apa? Pasti tersiksa, saat harus memakan masakan Momy?
__ADS_1
ππππππππ
Siang ini sesuai dengan permintaan suaminya. Caca memasak untuk di bawa ke kantor, sebab suaminya minta ingin makan siang makanan Caca. Selesai memasak di bantu Chef di rumah itu. Caca pun pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
Dia memakai dres pink muda dengan corak bunga lily kecil kecil. Setelah siap Caca memoles bedak tipis dan lipblam untuk melembab kan bibir merah nya.
Caca menuruni tangga menuju ruang makan, dan mengambil bekal nasi yg sudah dia siapkan. Lalu setelah itu melangkah menuju teras dan masuk kedalam mobil.
Selama dalam perjalanan Caca terus menatap ke pinggir jalan, mata nya menatap setiap pedagang kecil yg menjejerkan dagangan gerobak nya di pinggiran jalan. Caca bersyukur sebab Tuhan sudah memberikan kehidupan yg begitu indah untuk nya.
Tak pernah terbayangkan oleh Caca, jika ia bakal menikah dengan seorang yg kaya raya. Bahkan bermimpi dalam tidur pun tak pernah.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit, Caca pun sampai di gedung kantor Suaminya. Dia turun setelah di buka kan pintu oleh supir. Caca masuk kedalam kantor megah itu, dengan menenteng paper bag yg berisi bekal makan siang untuk Ar.
Semua karyawan tunduk hormat pada Caca. Mereka tahu jika Caca adalah istri CEO dari kantor WIJAYA GROUP. Caca melangakah masuk ke dalam lift. Dia awalnya sempat terpaku, saat semua orang di sana menundukan kepala mereka dengan hormat, saat dirinya lewat.
'' Ternyata jadi istri Bos itu enak juga ya? Di segani dan di hormati.'' kekeh Caca saat mengingat bagaimana semua karyawan di kantor itu menundukan kepala mereka.
'' Aku macam presiden saja?''
Ting
Pintu lift terbuka, Caca segera melangkah ke ruangan dimana suaminya berada. Setelah mengetuk pintu, Caca pun masuk kedalam. Dia melihat Ar sedang sibuk dengan tumpukan berkas di meja nya.
'' Sini makan dulu.'' panggil Caca
Arthur pun berjalan ke arah sofa dan duduk di sebelah Caca. Mata nya berbinar melihat ayam kecap dengan udang pedas manis, di tambah prekedel jagung. Caca segera menyendok nasi dan lauk pauk nya, lalu menyuapi Arthur.
'' Gimana? Enak gak?'' tanya Caca
'' Enak! Enak banget. Istriku memang ter the best!'' puji Ar dengan 2 jari jempol ke atas.
Caca yg di puji seketika merona malu. Dia senang jika masakan nya di sukai oleh sang suami.
'' Kamu tahu, masakan kamu sama Momy itu beda! Untung ini beneran ayam kecap. Bukan nya Ayam susu coklat?''
Caca terkekeh kecil. '' Kamu jangan gitu sayang! Bagaimana pun Momy pasti ingin memasak buat kamu dan Dady?'' ujar Caca sambil menyuapi Ar, tapi Ar segera menahan tangan Caca.
'' Kenapa Sayang?'' heran Caca
'' Kamu juga makan! Jangan aku aja?''
__ADS_1
Ar pun balik menyuapi Caca. Dan mereka pun makan siang dengan saling suap menyuap. Selesai makan, Caca segera membereskan rantang di atas meja lalu memasukan nya kembali ke dalam paperbag.
'' Sayang, itu nya masih sakit gak?'' tanya Ar sambil menujuk ke are sensitif Caca.
'' Emang kenapa?'' bingung Caca
'' Aku mau minta jatah ku lagi, nanti malam! Boleh ya Sayang.....'' pinta Ar dengan wajah nackal nya.
'' Boleh, asal pelan pelan saja! Sebab masih sakit. Lagian kamu sih, kenapa juga kuat banget?'' gerutu Caca
Ar tersenyum menyeringai saat mendengar ucapan Caca. Lalu mengangkat tubuh mungil Caca dan mendudukan tubuh Caca di pangkuan nya.
'' Boleh Caca bertanya?'' ucap Caca sambil melingkarkan tangan nya di leher Ar.
'' Apa sayang?''
'' Apa arti cinta untuk kamu?'' tanya Caca
'' Kenapa?'' tanya Ar balik dengan dahi mengkerut.
'' Gak papa, hanya mau denger aja! Artinya cinta buat kamu.''
Ar melingkarkan tangan nya di pinggang Caca, lalu mengecup sekilas bibir merah muda menggoda milik Istri nya.
'' Cinta sejati adalah abadi, tak terbatas dan akan selalu sama sampai akhir waktu.'' Ar menatap kedua manik mata coklat milik Caca dengan tatapan dalam penuh cinta.
'' Aku ingin kamu yg menemaniku, membuka pagi hingga melepas senja. Menenangkan malam hingga membagi cerita.'' ucap Ar dengan tatapan penuh Cinta.
'' Jika kamu hidup selama 100 hari, maka aku ingin hidup selama 100 di kurangi 1 hari, jadi aku tidak harus hidup tanpamu.'' timpal Caca
Ar yg mendengar jawaban Caca, akhirnya menarik tengkuk Caca dan mendaratkan bibir nay di bibir lembut istrinya. Kedua nya kemudian larut dalam cium*n penuh cinta. Mereka sama sama menyalurkan perasaan cinta satu sama lain melalui cium*n panas itu.
Lalu Ar menggendong tubuh Caca dengan bibir mereka yg masih berpaut. Ar membawa Caca ke kamar pribadi yg ada di ruangan nya, lalu menidurkan Caca di ranjang. Caca sudah tahu apa yg bakal di lakukan suaminya.Dia pun pasrah dengan apa yg akan terjadi. Karena Caca juga ketagihan dengan sentuhan lembut Ar di tubuh nya.
'' Pelan pelan ya!'' pinta Caca dengan napas memburu.
Arthur tersenyum lalu mengecup kening Caca.
'' Iya sayang! Aku akan melakukan nya dengan lembut...'' ucap Ar dengan suara serak menahan hasr*t. Lalu mereka pun melakukan olah raga di siang bolong dan mandi keringat.
Bersambung.......
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN GIFT YA GUYSπ