Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Pemandangan Yg Indah )


__ADS_3

Happy Reading😘


Napas mereka terengah engah saat pagutan itu terlepas, Arthur menempelkan dahi nya pada dahi Caca menatap mata Caca dengan tatapan yg begitu dalam, sehingga mampu mebuat Caca menjadi salah tingkah.


'' Ca, kita ke mobil saja ya!'' ucap Arthur dengan suara yg serak.


Arthur tak munafik jika saat ini dia tengah menahan gelora di dalam dirinya akibat ciu..man tadi, Arthur tak mau berbuat lebih pada gadis cantik di samping nya. Walaupun Arthur tak menampik jika dia sangat menikmati bibir mungil nan manis milik Caca.


Tapi Arthur mencoba mengendalikan hasr*t di dalam tubuh nya, agar tak melampaui batas. Dan itu pun di rasakan oleh Caca, dia juga merasakan gelora hasr*t yg begitu menggebu saat bibir mereka saling berpaut.


Caca merasa ada sedikit rasa kecewa saat pagutan itu terlepas, entah kenapa Caca merasa ingin lebih dari itu. Tapi Caca sadar jika itu salah, dan Caca gak mau melakukan nya juga. Walau tubuh ia pun tak bisa berbohong jika sentuhan lembut Arthur membuat badan nya panas dingin.


'' Tapi Tuan, ini kan masih hujan?''


'' Aku tau, tapi setidaknya di dalam mobil kita tak akan kehujanan.'' jelas Arthur dan di balas anggukan oleh Caca.


Mereka berdua pun berlari menerobos hujan, hingga akhirnya sampai di dalam mobil dengan keadaan baju yg basah kuyup. Arthur kemudian mengambil kaos dan jaket yg ada di belakang mobil, yg selalu ia simpan untuk keadaan mendesak seperti sekarang.


'' Nih, kau pakai jaket ini. Biar aku pakai kaos nya!'' Arthur menyerahkan jaket berwarna marun pada Caca.


'' Caca ganti dimana?''


'' Ya di sini lah! Masa di luar?'' ucap Arthur sambil membuka baju nya.


Caca langsung memalingkan wajah nya saat Arthur membuka baju nya, dan menggantinya dengan kaos yg dia ambil tadi.


'' Tapi Tuan, kan ada anda di sini? Oh, atau anda mau lihat saya iya?'' tuduh Caca dengan tatapan mendelik.


'' Heh cewek klemot, apa kau pikir tubuhmu itu bagus hah? Bahkan dada mu saja sangat kecil!'' ledek Arthur.


''Eh Tuan, enak saja ngatain dada Caca kecil? Dada Caca ini tipe banget loh! Gak gede dan gak kecil, sedang...'' ketus Caca '' Kayak Tuan tahu saja ukuran Caca?'' sambung nya lagi.


'' Ya, aku memang gak tahu! Kalau begitu boleh kali ya, aku pegang! Biar aku tahu.'' goda Arthur dengan tangan yg mulai mendekat ke arah Caca.


Caca melotot menatap Pria tampan itu dengan tatapan mematikan, lalu ia pun menepis tangan Arthur. '' Enak aja, sembarangan! Tuan pikir Caca ini pelac*r apa? Main pegang pegang saja! Kalau mau pegang sana Tuan, Cafe remang remang banyak.'' ketus Caca dengan mata yg begitu tajam.


'' Cafe remang remang? Apa kau pernah di sana?'' heran Arthur dengan tatapan menelisik

__ADS_1


'' Iiih, apaan sih! Caca mana mau di sana? Kan kota ini penuh sama begituan Tuan.'' jelas Caca sambil membuang muka nya.


'' Cepat pakai jaketmu, ganti tuh baju! Kau mau apa, jika nanti sakit dan masuk angin?'' titah Arthur


'' Tapi.....'' Caca menatap ragu pada jaket di tangan nya.


'' Aku akan berbalik badan, kau gantilah!'' ucap arthur sambil membalik badan nya mengahadap jendela.


Caca segara membuka baju nya, namun tetap memperhatikan Arthur yg memunggungi dirinya. Caca takut jika Arthur akan berbalik saat dia akan membuka baju.


Sedangkan Arthur sedang menahan napas nya saat melihat pantulan tubuh Caca di kaca pintu di hadapan nya itu. Arthur mencoba menelan ludah berkali kali saat melihat 2 gundukan yg begitu menggoda dan terbalut kain berwarna hitam.


Agghh, sial. Kenapa juga tubuh nya harus terpantul sih? Mana tuh semangka sangat menggoda lagi, bikin si joni bangun saja.


Arthur mencoba menutup mata nya, namun tak bisa. Mata Arthur seakan berhianat dan ingin menyaksikan momen indah di hadapan nya itu. Arthur merasa ingin sekali berada di dua buah semangka itu, dia ingin sekali merem*s dan melahapnya sampai puas. Dia juga merasakan celana nya sudah sesak di bawah sana.


'' Sudah Tuan.'' ucap Caca saat sudah memakai jaket nya.


Arthur sempat terkejut saat Caca mengatakan itu. Padahal tadi otak nya sedang traveling ke dasar samudra yg begitu indah nan nikmat.


Arthur mencoba menetralisir hawa panas dalam tubuh nya, ia kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon Radit untuk menjemput nya di sana. Setelah itu mereka pun menunggu kedatangan Radit.


Caca dan Arthur sama sama terdiam, mereka tal berani memulai pembicaraan, sebab mereka masih terbayang panas nya ciu..man beberapa saat yg lalu. Apalagi Arthur, bahkan pikiran nya kini sudah menjelajahi pantulan tubuh Caca di kaca tadi yg begitu menggoda.


Ekkhmmm


Arthur berdehem kecil untuk mengurangi rasa canggung di antara mereka. Sedangkan Caca pura pura tertidur dengan memejamkan mata nya, tapi Arthur tahu jika Caca hanya pura pura saja.


''Cewek klemot, soal ciu..man tadi, kau lupakan saja!'' ujar Arthur dengan tatapan lurus dan tangan di belakang kepala.


Caca membuka mata nya dan menatap Arthur dengan tatapan yg begitu kesal.


'' Apa anda pikir saya akan mengingat nya?Anda geer sekali Tuan.'' ketus Caca


'' Syukur deh, jadi anggap saja jika tadi hanya sebuah kecelakaan.'' ucap Arthur dengan acuh.


Caca mengepalkan tangan nya dengan perasaan yg begitu kesal. '' Iya, kecelakaan yg begitu sial.'' ketus Caca

__ADS_1


Dasar pria mesuum tak tahu diri? Setelah menciumku, dia malah bilang suruh melupakan begitu saja, dan menganggap itu sebuah kecelakaan? Dasar es balok.


'' Dasar Bororkok...'' gerutu Caca


'' Apa, kau mengumpatku hah?'' tanya Arthur dengan tatapan mendelik.


''hehe, geer sekali anda.''


'' Lalu, itu tadi apa?''


'' Anda ini terlalu pede Tuan Arthur yg terhormat.'' tekan Caca


Dia kemudian menarik kupluk jaket itu lalu memejamkan mata nya, dia tak mau berdebat dengan cowok rese itu lagi. Membuat darah nya selalu saja naik, dan bila Caca bersama Arthur pasti ada aja kesialan yg di alami Caca.


Setelah 30 menit Radit pun sampai di sana, lalu ia segera menghampiri mobil Arthur yg terparkir di pinggir jalan.


'' Hey Boy, ada apa? Kenapa kau bisa berada di sini?'' heran Radit sambil menatap sekeliling yg di kelilingi hutan


'' Panjang Om cerita nya, sekarang antarkan aku pulang dulu.'' pinta Arthur.


Radit mengangguk, tapi kemudian tatapan nya tertuju pada Caca. '' Dia siapa Boy?'' tanya Radit.


'' Dia pelayan di rumah Om, tadi kami keluar buat beli es, es... es apa ya?'' bingung Arthur sambil menggaruk kepala nya.


'' Es cendol Tuan.'' timpal Caca dengan dengusan kecil.


'' Ya itu, aku hanya pura pura lupa saja!-' dusta Arthur.


'' Lah, lupa aja kok gengsi sih?'' gumam Caca namun masih terdengar oleh Arthur.


Caca duduk di jok belakang sedangkan Arthur duduk di depan. Arthur menatap Caca dengan tatapan yg begitu dingin dan tajam, namun Caca tak perduli. Dia malah memalingkan wajahnya ke arah samping. Dan melihat jalanan yg begitu gelap. Dan mobil pun melaju meninggalkan lokasi itu.


Awas kau cewek klemot, habis nanti kau.


Bersambung......


JANGAN LUPA GUYS LIKE VOTE DAN FAV NYA YA😘😘

__ADS_1


__ADS_2