
Happy Reading😘
Arthur termangu saat mendengar interaksi antara ibu dana anak anak nya di hadapan Arthur, perkataan mereka sedikit menyentuh hati Arthur.
'' Nak, ibu pulang saja ya!'' pinta Ibu pada Caca, dengan nada lirih.
'' Nggak bu, ibu apa apaan sih? Ibu lagi sakit, jadi ibu gak boleh pulang sebelum sembuh.'' tolak Caca.
'' Tapi Nak, biaya di sini pasti gak sedikit? Kita dapat uang dari mana Nak? Sedangkan gajih kamu 1 minggu yg lalu sudah habis buat beli beras, obat bahkan bayar sekolah adik adik kamu Nak? Ibu gak mau semakin menyusahkan kamu Nak. Kamu selama ini sudah bekerja untuk ibu dan adik adik kamu! Ibu gak mau membuat kamu susah..''
'' Bu, aku sama sekali tak merasa begitu? Itu adalah tanggung jawabku, Bu. Aku akan coba meminjam uang pada Nyonya Mawar untuk berobat Ibu.'' jelas Caca
'' Tapi Nak, apa Nyonya Mawar akan memberikan nya?'' ragu Ibu.
Caca mengangguk. '' Iya Buk! Aku yakin Nyonya Mawar akan memberikan nya, sebab Nyonya Mawar adalah orang yg baik! Lagipula aku bekerja disana, nanti gajihku yg bulan depan biar di cicil.'' jelas Caca sambil mencium yangan ibu nya.
Arthur yg mendengar itu, akhirnya maju dan melangkah ke arah Caca. Jujur Arthur tergerak untuk membantu Ibu nya Caca.
Ekkhmm
Arthur sengaja berdehem agar Caca melihat ke arah nya. Dan benar saja, Caca dan Ibu langsung menengok ke arah Arthur. Caca begitu terkejut saat melihat Arthur ada di belakang nya.
'' Tu-an Muda....'' Kaget Caca
Caca pikir kalau Tuan Muda nya sudah pergi dari rumah sakit, saat Caca turun tadi. Tapi ternyata dia masih ada di sini, dan sekarang malah menyusul Caca.
'' Saya yg akan melunasi biaya pengobatan ibu kamu selama di sini.'' ujar Arthur.
Caca membulatkan mata nya, ia menatap pria tampan di hadapan nya dengan tatapan tak percaya. '' Maksud anda apa?'' tanya Caca dengan bingung.
'' Aku tak mengulang kata kata ku 2 kali.'' tegas Arthur.
'' Ca, dia siapa?'' tanya Ibu dengan lirih
'' Eum, dia adalah putra Nyonya Mawar Buk! Tadi Caca kesini di antar dia.'' jelas Caca sambil melirik ke arah Arthur.
'' Terimakasih Tuan Muda, sudah mengantar Caca anak saya, ke sini.'' ucap Ibu dengan lirih
'' Sama sama Buk! Ibu tenang saja, soal biaya biar saya yg tanggung.'' jelas Arthur
__ADS_1
Caca semakin menatap Arthur dengan tatapan tajam nya, kemudian ia menarik Arthur keluar dari rauangan itu. Arthur terpaku saat melihat tangan Caca menggenggam tangan nya, dia mengikuti kemana gadis itu membawa nya.
Setelah sampai di luar, Caca melepas tangan Arthur, membuat Arthur menatap gadis di hadapan nya itu. Baru kali ini ada yg berani memegang tangan Arthur, dan dia seorang pelayan. Bahkan selama ini Arthur tak pernah mengizinkan seseorang menyentuh tubuh nya.
'' Maksud anda apa? Kenapa anda mau membiayai pengobatan ibu saya?'' tanya Caca dengan tatapan yg begitu heran namun terkesan tajam.
Arthur melengos saat melihat tatapan Caca pada nya. '' Memang nya kenapa? Bukan nya bersyukur, ibu mu kan harus di rawar inap.''
Caca terkejut saat mendengar Arthur mengetahui keadaan ibu nya.
Jangan kan untuk mengetahui keadaan dan kondisi ibunya Caca, bahkan Arthur mampu mengetahui masa lalu Caca dalam waktu semalam saja. Kepintaran Arthur tentu menurun dari Mawar dan di tambah didikan yg luas dari James.
'' Darimana anda tahu?'' selidik Caca dengan mata memicing.
'' Sudah jangan banyak tanya! Jadi, kau mau atau tidak? Ya, tapi kurasa kau tak punya pilihan! Sebab Momy juga besok akan ke luar negri.'' alibi Arthur.
'' Apa! Nyonya akan ke luar negri?'' kaget Caca
Arthur mengangguk cepat, membuat Caca berpikir dengan tawaran Arthur. Dia ingin menolak, tapi kondisi dan kesehatan ibu nya lebih penting saat ini.
'' Baiklah.'' pasrah Caca akhirnya.
Caca mendongkak menatap pria itu.
'' Hey Tuan, tadi tak ada syarat syaratan?'' protes Caca.
Arthur mengedikan bahu nya. '' Terserah, keputusan ada padamu.'' cuek Arthur.
Caca terlihat kembali berpikir, dia hanya takut jika Syarat yg di minta Arthur akan merugikan nya. Tapi Caca juga tak punya pilihan lain, akhirnya ia pun menyerah dan setuju
'' Baiklah, apa syarat nya?'' lirih Caca
'' Tidak sekarang, Syarat nya hanya ada 5 permintaan. Tapi nanti, kalau aku butuh.'' ucap Arthur sambil menyenderkan badan nya di tembok dengan tangan di saku celana nya.
' Kurasa tak ada salah nya juga, aku berdo'a saja agar permintaan nya nanti tak macam macam.' batin Caca
'' Baiklah, aku setuju!'' ujar Caca
'' Baiklah, Deal.'' ujar Arthur dengan tersenyum miring. Kemudian ia pun melangkah pergi meninggalkan Caca yg masih berdiri di tempat.
__ADS_1
Tapi seketika langkah Arthur terhenti, dan itu membuat Caca mengerutkan kening nya. Arthur merogoh saku jaket nya lalu melempar ponsel Caca, membuat Caca kelabakan menangkap ponsel itu. Untung saja tidak jatuh, sebab itu adalah ponsel satu satunya Caca.
'' Lain kali, jangan ceroboh.'' ketus Arthur lalu kembali berjalan sambil memakai kacamata hitam, menambah aura ketampanan nya.
'' Dasar es balok! Main lempar lempar aja? Kalau Hp gw rusak gimana coba?'' gerutu Caca sambil menendang udara ke arah Pria tampan itu.
***********
Di dalam mobil, Arthur terus menerus tersenyum bahagia, ia seperti menemukan mainan baru yg lama hilang. Arthur bahkan tengah memikirkan tentang 5 permintaan nya nanti yg akan dia pinta pada Caca.
'' Dasar cewek Klemot, mau aja ku kerjain hahahaaa.... Tapi kira kira apa ya, permintaan pertama yg harus minta? Sepertinya ngerjain tuh cewek klemot seru juga..'' gumam Arthur dengan seringai licik di bibir nya.
Arthur melajukan mobil nya ke arah tempat yg ia akan tuju pertama kali. Karena tadi sempat gagal, sebab harus mengantar Caca kerumah sakit.
____________
Pagi ini Caca sedang menyuapi sang ibu sarapan pagi. Tiba tiba pintu ruangan tempat ibu Caca di rawat terbuka, dan ternyata itu adalah Bibinya Caca.
'' Kamu masih disini Ca?'' heran Bibi
'' Iya Bi, nih Caca nyuapin ibu dulu, baru nanti langsung balik ke rumah Nyonya Mawar.'' jelas Caca.
Ibu nya Caca di pindahkan ke rawat inap oleh dokter. Dan semua biaya rumah sakit juga sydah di bayar lunas oleh Arthur, termasuk obat obat nya.
'' Sudah, kamu balik saja gih sana! Biar ibu kamu, Bibi yg rawat. Gak enak soalnya sama Nyonya Mawar.'' tutur Bibi Caca sambil mengambil alih mangkok bubur di tangan Caca.
'' Yasudah, kalau begitu Caca pamit dulu ya Bu! Bi, Caca titip ibu ya?'' ujar Caca
'' Iya, kamu tenang saja Ca! Ibu kamu kan kakak nya Bibi.''
Caca pun akhirnya pamit setelah mencium kedua tangan orang tua tersebut. Caca berdiri di depan rumah sakit untuk menunggu taksi, dan tak lama taksipun datang dan Caca langsung naik.
Di dalam mobil Caca terus kepikiran dengan Syarat yg nanti harus di penuhi nya. Jujur sebenar nya Caca sangat penasaran dengan 5 permintaan Tuan muda nya itu, ika ia sampai menagih nya dari Caca.
Caca hanya takut jika permintaan itu aneh aneh, Caca takut jika nanti Arthur meminta untuk mencium nya, sebab bukan tak mungkin. Bahkan ciuman pertama nya saja Arthur yg mengambil nya, padahal selama ini Caca selalu menjaga itu untuk suaminya.
Setelah 1 jam lebih mobil pun sampai di kediaman Wijaya. Caca langsung masuk kedala. rumah, dan mulai mengerjakan semua tugas tugas nya. Dia tak mau mengeluh sedikit pun, dan itu semua untuk sang Ibu dan kedua adik nya.
Bersambung.....
__ADS_1
JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘😘