Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Memastikan )


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Caca lebih dulu sampai di Mansion sedangkan Arthur melajukan mobil nya ke arah Cafe teman nya. Caca kemudian menuangkan es cendol itu ke gelas dan memberikan nya pada Mawar.


'' Bagaimana Nyonya?'' tanya Caca


'' Enak Ca, makasih ya.''


'' Sama sama Nyonya, kalau begitu saya pamit ke belakang dulu.'' pamit Caca


Mawar mengangguk lalu Caca pun kembali ke belakang untuk membantu pelayan lain mengerjakan tugas nya. Dia membantu Teman nya Desi yg sedang mengupas sayuran.


Caca pun duduk dan membantu Desi, bahkan raut wajah Caca masih kelihatan kesal. Dia masih tetingat ucapan Arthur tadi, dan itu membuat hatinya kembali panas.


'' Ca, kamu apa apaan sih? Kenapa sayur sawi nya kamu bejek bejek?'' ucap Desi dengan heran


Caca tersadar lalu menatap ke arah tangan nya. Dia terkejut saat melihat sawi yg sudah dia remes remes jadi hancur. Lalu menatap Desi dengan tatapan tak enak


'' Maaf Mbak, Caca gak sengaja..'' ucap Caca dengan wajah bersalah.


''Ya ampun Ca, kalau kesal sih boleh saja! Tapi jangan sayuran juga jadi korban nya Ca?'' Desi menggelengkan kepala nya menatap Caca yg kini menggaruk belakang leher nya yg tak gatal.


'' Iya Mba, maaf ya!'' Desi pun mengangguk


'' Ya sudah, sekarang kamu kupas kentang saja tuh, di potong kotak kecil kecil ya.'' pesan Desi sambil menunjuk kentang.


Caca mengangguk lalu mulai mengupas kentang dan memotong nya menjadi dadu kecil kecil.


Ini semua gara gara tuh es balok, awas aja nanti Caca gak akan mau ngomong lagi sama dia.


**********


'' Woy, Bro! Baru kesini Lo?'' seru sahabat Arthur yg bernama Gio


'' Iya...'' jawab Arthur dengan singkat.


'' Kenapa tuh muka di tekuk begitu? Gak enak di pandang Bro.'' tanya Gio sambil menepuk pundak Arthur.


Terlihat Arthur menghela napas nya dengan kasar, membuat Gio menatap nya dengan heran.


'' Ada apa, apa ada masalah?''


Arthur menatap sahabat nya itu, dia dan Gio sudah berteman sejak SMP dan mereka sudah seperti saudara. Arthur juga sering curhat masalah apapun pada Gio, dan begitu pun dengan Gio.


Mereka bagaikan 2 saudara yg tak terpisah. Namun semenjak kuliah mereka harus berpisah sebab menempuh pendidikan yg berbeda univercity. Gio kuliah di kota itu sementara Arthur harus ke Amerika.


'' Gw bingung Gi.'' keluh Arthur sambil meminum kopi nya.

__ADS_1


'' Kenapa?''


Kemudian Arthur menceritakan dimana ia menolong Caca yg tenggelam, dan merelakan ciuman pertama nya, lalu dia juga menceritakan tentang insiden kemarin yg kembali mencium Gadis itu di bawah guyuran hujan. Walaupun ciuman itu adalah keterpaksaan tapi Arthur sangat menikmati nya.


Dan dia juga menceritakan tentang kejadian barusan bersama Caca, dan pertengkaran nya bersama gadis itu. Tapi bukan nya memberi solusi Gio malah terrtawa terbahak bahak, membuat Arthur heran dan kesal. Akhirnya Arthur memukul pundak Gio dengan kesal.


'' Lo itu ya, bukan nya ngasih solusi malah ngetawain?'' kesal Arthur.


'' Hahahaa... Ya lagian Lo! Gimana gw gak ketawa coba, gw sangat senang Bro akhirnya Lo ngerasain juga yg nama nya ciuman?''


'' Loh, emang kenapa kalau gw gak ngerasain?'' heran Arthur.


'' Ya heran lah, gw pikir Lo itu Gay? Kan gw takut, kalau nanti Lo suka sama gw gimana?''


Pletak


Arthur menjitak kepala Gio, membuat sang empu mengaduh. Arthur menatap dingin ke arah Gio yg sedang nyengir menampilkan deretan gigi putih nya.


'' Lo itu bener bener ya! Lagian kalau gw Gay, gw gak mungkin suka sama Lo? Lo itu bukan tipe gw..'' ketus Arthur


'' Hahaha... Iya, iya santay Bro! Gw kan cuma bercanda kali. Ya kalau menurut gw sih, kayaknya Lo tertarik deh sama tuh cewe? Buktinya saja, Lo mau mencium nya! Padahal kan selama ini banyak malah yg nawarin tubuh nya sama Lo, tapi apa? Lo bahkan menolak mereka mentah mentah kan? Dan selama ini kan, Lo gak pernah tuh ngebiarin orang lain buat nyentuh tubuh Lo! Nah, kenapa sama cewek itu Lo malah suka rela?


Gw jadi penasaran sama cewek itu? Seperti apa sih cewek yg sudah meruntuhkan es balok ini? Dan gw kasih saran ya buat Lo! Sebaiknya Lo yakinkan lagi hati Lo, kalau jantung Lo selalu berdebar kuat saat berada di dekat nya, berarti Lo itu ada rasa sama dia? Dan jika Lo sama dia lagi ciu..man, berarti viks Lo suka dia.'' jelas Gio


'' Lo yakin?'' ucap Arthur merasa ragu dengan ucapan Gio sahabat nya.


'' Kayak gitu di banggakan.'' ledek Arthur dengan bibir mencebik.


Setelah mendapat saran dan solusi dari Gio, Arthur pun kembali ke mobil nya dan bermaksud untuk pulang ke Mansion. Dia menelpon Dady nya kalau dia tak akan kembali ke kantor.


*******


Malam ini Arthur tak bisa tidur, ia terus kepikiran dengan ucapan Gio tadi sore membuat nya gelisah dan terus memikirkan apakah ia menyukai Caca.


Ya walau tak Arthur pungkiri, jika jantung nya selalu berdegup kencang saat berada di dekat cewek itu, apalagi saat mereka sedang berciu..man, jantung Arthur seakan mau lepas dari tempat nya.


Arthur berjalan keluar kamar dan menuju dapur, dia benar benar ingin meminum air dingin untuk mendinginkan otak nya saat ini. Kaki nya terus melangkah menuruni tangga, lampu lampu sudah di matikan, hanya ada penerangan yg minim saja. Sebab jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, dan semua orang sudah tidur.


Hanya ada penjaga di depan Mansion yg terus berjaga sampai pagi. Arthur melangkah ke arah dapur namun sejenak ia berhenti saat melihat siluet orang di dapur. Arthur pun mendekat ke arah orang itu.


Keadaan di dapur tak begitu jelas, sebab lampu sudah mati, hanya ada cahaya dari lampu luar yg minim cahaya yg tembus. Arthur berdiri di belakang orang itu yg sedang menegak minum.


'' Aaghhh...'' teriak Caca saat berbalik dan kaget karena mendapati Arthur di belakang nya.


'' Tuan.''


'' Caca.'' ucap mereka serempak.

__ADS_1


Caca yg melihat Arthur segera pergi dari sana, namun Arthur segera memegang lengan Caca dan menarik nya hingga Caca kembali mundur ke belakang dan menabrak dada bidang Arthur.


'' Tuan lepasin?'' berontak Caca


Namun Arthur tak melepaskan nya, malah tangan Arthur kini melingkar di pinggang Caca dan memepetkan tubuh Caca ke wetaple.


'' Tuan, anda mau apa? Lepasin saya Tuan, atau saya teriak.'' ancam Caca sambil terus mendorong dada Arthur namun nihil, bahkan Arthur tak bergeming.


'' To... Euuuummpp, eeuummppp...'' Caca ingin teriak namun Arthur malah membekap mulut nya.


'' Berani teriak, ku cium kamu.'' ancam Arthur


'' Lalu mau tuan apa?'' tanya Caca saat Arthur melepaskan tangan nya.


'' Aku hanya mau memastikan sesuatu saja?'' ucap Arthur.


'' Apa Tu...''


Belum juga Caca menyelesaikan ucapan nya, Arthur sudah mencium bibir nya, sehingga membuat Caca seketika terkejut dengan aksi Arthur. Arthur yg merasa Caca diam saja, mulai beraksi dan meny...esap bibir Caca dengan lembut. Caca berusaha menolak tapi tubuh nya berhianat, tubuh nya seakan merespon setuhan hangat di bibir nya.


Caca berusaha sadar dan mendorong dada Arthur namun Arthur malah menahan tengkuk leher Caca, agar Caca tak bergerak dan dia semakin memperdalam ciu..man nya, membuat Caca tak bisa berkutik.


Akhirnya Caca kalah dengan tubuh nya yg menikmati sensasi aneh itu, dia melingkarkan tangan nya di leher Arthur. Dan itu malah membuat Arthur semaki di bakar api gelora, dia semakin melahap habis bibir mungil nan manis milik Caca, dan mereka berdua pun saling berperang lidah.


Tanpa sadar tangan Arthur sudah menyusup kedalam piyama Caca, namun Caca segera menahan nya dan melepaskan ciuman nya.


'' Maaf Tuan, saya pikir kita sudah kelewatan.'' ucap Caca dengan napas terengah.


'' Maaf, aku tak bisa mengendalikan nya.'' sesal Arthur.


Caca menunduk malu dengan aksi nya tadi, kemudian dia pun beranjak pergi, namun lagi lagi Arthur memegang tangan nya. Membuat Caca berhenti melangkah dan menatap Arthur dengan tatapan heran.


'' Maaf, aku tidak tahu kenapa bibirmu begitu candu bagiku?''


Caca menatap Arthur dengan tatapan yg begitu dalam. Dia bingung harus mengatakan apa, dan pada akhirnya dia hanya mengangguk saja. Untung saja keadaan disana gelap, sehingga Arthur tak melihat wajah merah Caca saat ini.


'' Eum, saya harus kembali ke kamar Tuan.'' Caca melepas pegangan tangan Arthur, lalu melangkah ke kamar nya.


Arthur masih menapat siluet tubuh Caca yg pergi meninggalkan dapur. Arthur menyenderkan badan nya di wetaple dan menyugar rambut nya ke belakang.


'' Apa iya aku suka dia? Tapi jantung ini begitu berdebar hebat saat melakukan nya tadi? Apalagi si Joni di bawah sana, sudah sesak! Shiiit, sial banget. Kenapa juga bibir dia begitu manis, sehingga aku selalu candu.'' gumam Arthur sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


Kemudian ia pun membuka kulkas dan menegak air di dalam botol. Setelah itu dia kembali ke kamar nya dengan langkah gontai menahan hasr*t, sepertinya Arthur harus mandi malam buat menidurkan si joni.


Bersambung.....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYS😘😘

__ADS_1


__ADS_2