
HAPPY READING😘
Saat ini Siska sudah berada di dalam Jet bersama Daniel, Siska akan di bawa ke sebuah villa di suatu pulau di negara Oppa. Kebetulan Daniel punya pulau dan villa di sana, dan dia akan membawa Siska untuk tinggal di sana sampai Mawar memberi kabar kembali.
'' Niel, sampai kapan pelarian ini?'' tanya Siska sambil menatap keluar jendela.
'' Sampai Mawar memberi kabar kalau semua sudah aman, dan setelah dia memberi Kakak nya pelajaran!'' jelas Daniel
'' Sis, apa kamu gak ingin pisah darinya?'' sambung nya.
'' Sangat ingin Niel, tapi mana mungkin bisa aku lepas dari tangan nya? Kamu tentu tahu siapa Brayn dan keluarga nya.'' lesu Siska.
'' Kamu tenang saja, aku yakin Mawar akan membuat kamu lepas dari Brayn.'' Siska menatap Daniel dengan tatapan tak percaya.
Dia terlihat ragu akan ucapan Daniel.
'' Kenapa? Kamu gak percaya?.'' Siska mengangguk ragu
'' Hahahaha Sis, Sis, asal kamu tahu ya! Bahkan Mawar itu lebih berkuasa daripada Brayn. Gak mungkin jika Brayn tidak takut pada Mawar, dia akan menyiksa kamu secara diam-diam kan?'' jelas Daniel.
Siska menatap Daniel dengan serius, dan dia melihat keyakinan di mata Pria tampan di samping nya. Kemudian pandangan nya dia alihkan kembali ke jendela.
Jat pun mulai terbang meninggal kan SWISS.
Selamat tinggal Mas, sampai jumpa kembali di lain waktu. Aku hanya ingin menenangkan diriku sejenak, aku cape jiwa dan raga Mas. Aku harap setelah kepergianku kamu bisa melepaskan ku Mas! Maaf Mas, jika cintaku saat ini telah hilang di ganti oleh keenvian dan kekecewaan padamu. Selamat tinggal kenangan yang buruk.
***********
Brayn baru saja selesai metiing bersama klien, dan dia berencana untuk pulang, karena dari semalam Brayn tidak menyiksa Siska. Dia merasa sehari saja tidak menyiksa nya membuat Brayn seperti kehilangan sesuatu, dia sangat senang mendengar dan melihat rintihan kesakitan dari istrinya itu.
Mata hati Brayn sudah tertutup oleh kebencian, hingga membuat mata dan hati nya buta. Jika yang selalu dia siksa adalah istrinya, bahkan Brayn tak perduli melihat tubuh Siska semakin kurus dan banyak luka.
Mobil mewah Brayn memasuki rumah mewah milik nya, berjalan kedalam menuju kamar pembantu dimana Siska berada. Tapi saat dia membuka kamar itu Brayn tak menemukan wanita yang di carinya.
'' Pelayan..'' teriak Brayn menggema di rumah mewah itu.
Pelayan itu datang dengan tergopoh-gopoh.
'' I-iya Tuan Muda.''
'' Dimana dia?'' tanya Brayn
'' Maaf Tuan, Non Siska keluar dari 3 jam yang lalu! Dia ke- kerumah Nyonya be-besar Tu-tuan.'' jawab pelayan itu.
__ADS_1
'' APA? Kenapa kau biarkan dia keluar, dan kesana hah?'' bentak Brayn dengan nada tinggi.
'' A-anu Tuan, No-na Siska bilang mau bertemu Nona Muda.''
BRAK PRANG
Brayn menggebrak meja makan lalu menghempaskan gelas yang ada di sana, rahangnya mengeras mendengar ucapan pelayan nya. Dia takut jika Siska kesana maka semua keluarga nya akan tahu.
Bahaya, bisa mampus gw kalau wanita itu cerita sama Mawar dan orang tua gw. Gw harus kesana, gw gak mau dia mengadu pada Mawar. Bisa habis gw...
Brayn berlari kearah mobil nya lalu melaju dengan cepat menuju rumah Mama nya. Setelah sampai dia berlari masuk kedalam rumah.
Sedangkan Mawar dan yang lain sedang berkumpul di ruang keluarga, untuk membahas acara 4 bulanan kehamilan Mawar.
BRAK
Pintu kaca itu di dorong dengan keras, hingga membuat semua orang terperanjat kaget. Brayn tidak melihat Siska berada di sana, wajah nya mendadak tegang dan takut.
'' Bray kamu ini apa-apaan sih? Datang-datang main gebrak pintu aja! Mama sama yang lain kaget tahu?'' bentak Mama dengan kesal
'' Maaf Ma, a-aku ma-mau ....'' Brayn terlihat ragu
'' Apa hah? Kenapa kamu seperti kebingungan begitu?'' Tanya Papa dengan tatapan menelisik kearah Brayn.
'' Mana Siska Dek?'' tanya Brayn pada Mawar
'' Loh kok nanya Kak Siska ke aku? Mana aku tahu Kak? Kan kata Kakak Kak Siska lagi sakit, nih rencana nanti baru mau kesan jenguk?'' ucap Mawar dengan pura-pura bingung.
'' Tapi tadi kata Pelayan, Siska keluar 3 jam yang lalu. Dan dia mau bertemu kamu?'' heran Brayn
'' Kamu ini ada-ada aja deh Bray? Masa istri keluar aja gak tahu? Siska gak ada kesini dari pagi.'' jelas Mama
Ucapan Mama mampu membuat wajah Brayn tegang, bingung, dan marah. Semua capur menjadi satu. Bahkan tangan nya mengepal menahan emosi. Sedangkan Mawar tersenyum miring melihat Kakak nya yang kebingungan.
Syukurin Lo Kak, ini belum seberapa! Kita lihat sampai kapan Lo akan bermain-main sama gw.
'' Mama jangan bercanda? Dek katakan?'' tekan Brayn
''Apaan sih Kak, aku benar-benar gak tahu? Lagian Kakak aneh deh, masa istri keluar dari 3 jam yang lalu gak tahu sih? Atau mungkin Kakak ipar lagi belanja Kak! Gak usah khawatir gitu kali?'' heran Mawar
'' Tapi di-dia....''
'' Ada apa Kak? Apa Kakak nyembunyiin sesuatu dari aku, Mama dan Papa?'' tanya Mawar
__ADS_1
'' Ng-ngak, nyembunyiin apa sih?'' elak Brayn
'' Terus kenapa muka Kakak tegang begitu? Kayak orang ketakutan tahu?'' cetus Mawar
'' Apaan sih Dek, orang Kakak gak papa kok.'' jawab Brayn dengan gugup.
'' Terus..... Kenapa Siska pergi dari rumah gak bilang sama Kakak, tapi malah bilang nya mau ketemu aku? Berarti kan ada apa-apa? Apa yang Kakak sembunyiin?'' ucap Mawar sambil berjalan menghampiri Brayn.
'' Jangan ngaco kamu! Kakak gak nyembunyiin apa-apa?'' tukas nya dengan nada tinggi
'' Ck, ekspresi dan tingkah Kakak membuat ku curiga? Jika Siska keluar dan tidak memberitahu Kakak kenapa harus bilang nya ketemu sama aku? Kenapa gak bilang mau belanja?'' Brayn tidak bisa menjawab pertanyaan Mawar, dia diam saja memikirkan alasan yang tepat.
Tapi sayang, Mawar bukan lah orang bodoh.
Ck, baru segitu saja kamu sudah bingung Kak? Gimana nanti.
Brayn mengusap wajah nya dengan kasar
'' Iya, Kakak dan Siska lagi berantem! Sekarang kamu bantuin Kakak ya buat cari keberadaan Siska?'' ucap Brayn sambil memegang tangan Mawar.
Tapi Mawar langsung menghempaskan tangan itu, dia ingin sekali membogem wajah Kakak nya itu hingga babak belur. Tapi dia tahan.
'' Maaf Kak, aku gak bisa!'' tolak Mawar
'' Kenapa Dek? Kakak khawatir banget sama Siska?'' ucap Brayn dengan wajah yang di buat sedih dan mengiba.
'' Kalau Siska pergi dari Kakak, berarti Kakak sudah membuat nya tidak bisa lagi ada di samping Kakak? Berarti Kakak sudah melakukan kesalahan yang fatal.''
Skak
Brayn tak bisa menjawab ucapan Adik nya, dia sadar jika Mawar bukan lah orang bodoh. Brayn takut jika Mawar akan mengetahui perlakuan nya pada Siska selama ini. Dia menelan ludah nya dengan kasar, bahkan keringat dingin sudah membasahi telapak tangan nya.
Dia takut jika kekejaman nya pada Siska akan terbongkar, dan itu akan membuat dia di hukum oleh Papa nya. Mungkin juga akan di tendang dari keluarga Yunanda.
''Kenapa diam Kak? Berarti benar kalau Kakak sudah menyakitinya?'' ujar Mawar.
'' Ng-nggak, kamu jangan fitnah.'' tuding Brayn
'' Aku gak fitnah Kok? Aku kan nanya sama Kakak? Soalnya gak mungkin ada asap jika tak ada api?'' jelas Mawar
'' Dan satu lagi! Maaf aku gak bisa bantu Kakak, kalau Kakak mau, ya cari sendiri dengan usaha Kakak!'' Mawar melangkah meninggalkan Brayn dengan seringai di wajah nya.
Rasain Lo Kak
__ADS_1
Bersambung.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😉