Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Jangan Meremehkan Orang Kecil )


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Siang ini Caca keluar dari Mansion untuk mencari es cendol sampai dapat. Caca menaiki ojek online menuju taman kota, berharap di sana masih ada yg jual. Karena biasanya jam segitu Caca suka membeli es cendol di taman selepas pulang sekolah.


'' Makasih ya bang.'' ucap Caca sambil menyerahkan uang 30 rb


Setelah itu Caca pun pergi dan masuk kedalam taman dan melangkah menuju gerai pedagang. Namun pas dia lihat ke tempat biasanya dia beli es cendol, ternyata pedagang itu tak berjualan.


'' Duh, kemana lagi ya Caca nyari? Masa iya harus keliling jakarta?'' gumam Caca sambil duduk di kursi taman.


Ia tengah berpikir dimana kira nya ada yg jual lagi es cendol, sebab hanya itu tempat langganan Caca selama ini. Belum pernah Caca beli di tempat lain.


'' Kenapa gak jualan sih, bagian di butuhin malah gak ada?'' gerutu Caca dengan kesal.


Caca pun melangkahkan kaki nya kembali berjalan menyusuri sekitar taman, siapa tahu saja ada yg jual. Namun setelah mengitari taman Caca masih belum menemukan yg di cari nya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Di tempat lain Arthur baru saja selesai meeting di sebuah restoran, Dady nya menugaskan Arthur untuk menghandle meeting dengan klien dari Hongkong. Dan Arthur tak punya pilihan lain.


'' Kamu pulang duluan saja, saya mau kesuatu tempat dulu.'' ucap Arthur pada sekertaris Dady nya yg menemani Arthur meeting.


'' Tapi Tuan, saya naik apa?'' jawab perempuan berumur 21 tahun itu.


'' Taksi kan banyak.'' ujar Arthur sambil masuk kedalam mobil nya.


Brak


Pintu mobil di tutup dan Arthur pun meninggalkan gadis itu yg menggerutu dengan kesal.


'' Dasar Tuan Muda tak peka, masa iya gadis cantik begini di tinggal? Untung saja tampan, dan kaya! Kalau ngga, sudah ku maki maki tadi. Gagal deh berduaan dan ngambil hati dia..'' gerutu Gadis itu yg bernama Reva.


Dia pun terpaksa naik taksi, sembari terus merengut kesal.


Sedangkan Arthur memacu mobil nya membelah jalanan yg lumayan lenggang, ia berniat akan ke Cafe sahabat nya di kota itu. Namun di saat melewati area Taman kota Arthur melihat wanita yg sudah mencuri kesucian bibir nya, dan membuatnya candu.


'' Caca...'' gumam Arthur sambil menurunkan kacamata hitam nya, agar lebih jelas melihat.


Dan ternyata benar gadis itu Caca. Arthur melihat Caca sedang berjalan di pinggir jalan sambil menengok kanan dan kiri, seperti sedang mencari sesuatu.


Dan entah dorongan darimana Arthur memacu mobil nya ke arah Caca. Dia membunyikan klakson tepat di samping Caca, hingga membuat Caca berjingkat kaget. Dan itu membuat Arthur tersenyum tipis.


'' Iisssh siapa sih? Main bunyiin klakson sembarangan.'' kesal Caca sambil mengurut dada nya yg kaget.

__ADS_1


Arthur menurunkan kaca mobil nya, hingga Caca dapat melihat Arthur di dalam mobil mewah itu. Terlihat jelas raut wajah kaget dari Caca.


'' Tuan..'' kaget Caca.


'' Masuk.'' titah Arthur namun Caca segera menggeleng cepat.


''Tidak Tuan, maaf saya buru buru..'' ucap Caca sambil kembali berjalan.


'' Hey, Cewek klemot. Masuk..'' titah Arthur sambil menjalankan mobil nya, namun Caca lagi lagi menggeleng cepat, memebuat Arthur menatap nya dengan kesal.


Arthur kembali menyamakan laju mobil nya dengan langkah Caca. '' Masuk, atau ku paksa.'' ancam Arthur. Tapi Caca tak menghiraukan nya.


'' Ck, dasar keras kepala.'' decak Arthur dengan kesal lalu turun dari mobil.


'' Aaagghh, apa yg Tuan lakukan? Turunkan saya Tuan.'' pinta Caca saat Arthur tiba tiba menggendong nya dan mendudukan nya di kursi.


'' Diam, dan duduklah. Kalau tidak akan ku cium kau di sini.'' ancam Arthur dengan tatapan yg begitu dingin.


Caca merengut kesal, dia menghentakan kaki nya dengan kesal di bawah sana. Tangan nya bersedekap di depan dada, kemudian Arthur duduk di samping Caca.


'' Dasar pemaksa.'' ucap Caca sambil membuang wajah nya kesamping.


Arthur menarik 1 sudut bibir nya saat melihat wajah kesal Caca. Lalu dia melajukan mobil nya kembali.


'' Kau sedang apa tadi? Kenapa berkeliaran di jalan?'' tanya Arthur tapi Caca masih diam, dia masih kesal pada pria di samping nya itu.


'' Ck, ternyata selain klemot kau juga tuli ya.'' sindir Arthur


Caca menoleh dan mendelik dengan tajam. Ia tak terima di katai dengan tuli.


'' Anda ini ya, punya mulut tapi selalu mencela orang?'' kesal Caca


Ckiiiittt


Arthur mengerem mobil nya, hingga Caca yg belum siap terbentur dasboard depan Mobil, hingga mengaduh dan mengusap kepala nya.


'' Aduuuh, kepala gw.. Benjol deh.'' lenguh Caca


'' Tuan, anda ini kenapa sih? Selalu saja ngerem mendadak?'' kesal Caca dengan tatapan tajam nya.


'' Kau yg kenapa hah? Suruh siapa kau meledeku tadi.'' jawab Arthur dengan acuh dan kembali menjalan kan mobil nya.


'' Kan Tuan yg mulai?''

__ADS_1


Arthur tak menjawab, dia malah menyalakan musik di mobil membuat Caca menghentakan kaki nya dengan kesal. Dan mulut komat kamit menggerutu.


'' Turunkan saya Tuan, saya harus cari es cendol untuk Nyonya.'' pinta Caca setelah beberapa saat diam.


Arthur menoleh ke arah Caca, lalu kembali melihat jalanan. '' Kita akan cari.'' jawab Arthur


Caca hanya diam, karena percuma saja ia menjawab nanti nya malah kembali berdebat sama Arthur. Caca terus memperhatikan jalan samping kiri dan kanan.


Sudah 1 jam mobil berjalan mencari es cendol pesanan Mawar namun belum ketemu juga, hingga akhirnya mata Caca menatap 1 buah gerobak yg terparkir di pinggir jala.


'' Tuan berhenti.'' pinta Caca


Arthur pun memberhentikan mobil nya, lalu Caca meminta Arthur membuka pintu mobil nya dan Caca pun turun dari mobil dan melangkah menuju gerobak itu.


Caca memesan 3 buah es cendol 1 untuk nya dan 2 untuk Nyonya nya. Kemudian dia duduk di kursi plastik yg ada di sana.


'' Heh, ngapain di sini?'' tanya Arthur


'' Saya lagi beli es cendol Tuan.'' jawab Caca


Arthur melongo mendengar ucapan Caca, lalu ia melihat ke arah gerobak di depan nya dengan tatapan yg tak percaya.


'' Ini...'' tunjuk Arthur pada gerobak itu.


Caca mengangguk. '' Iya Tuan..''


'' Kenapa beli di sini? Belum tentu bersih? Bagaimana kalau nanti Momy sakit perut hah? Apa kamu kamu tanggung jawab?'' kesal Arthur.


Caca yg mendengar itu kemudian berdiri dan berkacak pinggang, lalu menatap tajam Arthur.


'' Heh Tuan, jangan anda pikir jualan di pinggir jalan itu kotor? Mereka membuat nya juga dengan bersih! Saya dari kecil selalu makan makanan di jalan tapi baik baik saja tuh? Anda jangan mencela makanan dan orang kecil ya Tuan.'' tutur Caca dengan kesal


'' Bukan begitu, aku hanya....''


'' Hanya apa? Apa anda pikir mereka mau jualan begini? Kalau mereka punya uang banyak, mereka pasti akan membuka gerai atau restoran? Tapi semua juga berawal dari usaha kecil? Tidak semua orang terlahir langsung kaya raya seperti anda Tuan.'' jelas Caca dengan kesal.


Lalu Caca membayar es itu dan pergi meninggalkan Arthur yg masih terbengong di tempat. Arthur kaget sebab baru kali ini ada yg berani membentak dan memarahinya, dan membuat Arthur tak berkutik.


Sepertinya aku memang sudah keterlaluan? Tapi, aku hanya gak mau Momy sakit..


Arthur kemudian mengejar Caca dan menyuruh nya kembali ke mobil. Namun Caca menolak dia malah menaiki taksi dan pulang ke Mansion, hati nya masih dongkol pada pria sombong itu.


Mentang mentang kaya, se enak jidat meremehkan orang lain?

__ADS_1


Bersambung.....


JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN FAV NYA YA๐Ÿ˜˜BUQT DUKUNG OTHOR


__ADS_2