Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Insiden di dalam mobil


__ADS_3

Happy Reading😘


Pagi ini Vio sudah siap dengan setelan kantor nya. Dia berangkat jam 6:30 pagi, sebab Vio harus naik taksi ke kantor. Dan pagi ini juga dia akan melakukan perjalanan Metiing ke luar kota yg menempuh perjalanan selama 2 jam.


Saat baru keluar dari kosan nya Vio melihat mobil Bos nya sudah terparkir di halaman kosan. Vio melangkah ke arah mobil Bos nya dengan raut wajah heran.


'' Tuan Muda, kenapa anda sudah di sini?'' heran Vio


'' Masuk.'' Bukan nya menjawab, Brayn malah menyuruh Vio masuk


Akhirnya Vio pun masuk kedalam mobil Brayn yg hanya memiliki 2 kursi. '' Maaf, Tuan Muda belum menjawab pertanyaan saya?'' ucap Vio


Brayn menoleh sebentar pada Vio, lalu tatapan nya kembali pokus pada jalanan. '' Kamu lupa kalau pagi ini kita ada Metiing?'' tanya Brayn


Vio menggeleng. '' Nggak kok Tuan! Saya ingat, mangkan nya saya berangkat pagi pagi Tuan, biar gak telat.'' jelas Vio


Brayn tak menjawab ucapan Vio, ia hanya pokus pada jalanan.


'' Tuan, kita mau kemana?'' tanya Vio lagi, tapi Brayn masih diam tak menjawab.


' Dasar es balok, di tanya kok malah diem aja? Tuh mulut kayak nya lagi di jahit.' gumam Vio


Ckiiittt


Dugh


Vio kaget saat Brayn mengerem mendadak, hingga membuat jidat Vio terbentur dasboard depan mobil. '' Aduh, kepalaku...'' keluh Vio sambil mengelus jidat nya.


'' Tuan, anda kenapa ngerem mendadak? Jidat saya benjol nih!'' kesal Vio


Brayn tak menjawab nya, dia malah kembali menjalankan mobil nya. Membuat Vio bertambah kesal saja, Vio membuang muka nya ke arah jendela kaca. Sedangkan Brayn tersenyum tipis melihat wajah kesal Vio.


Lagian suruh siapa namain aku es balok


' Dasar beruang kutub! Kadang baik dan perhatian, kadang dingin dan galak.' batin Vio


Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Brayn menengok ke arah samping, dan ternyata Vio sedang tertidur lelap. Brayn memandangi wajah cantik Vio, kemudian tangan nya terulur mengelus wajah cantik nan mulus milik Vio.


Cantik


Hanya kata itu yg tersirat di otak dan pikiran Brayn saat ini. Tangan Brayn makin terulur mengelus lembut bibir pink menggoda milik Vio. Otak nya sudah traveling kemana mana, darah Brayn berdesir saat tangan nya menyapu bibir pink itu.


Euugghhh


Lenguh Vio saat merasakan sesuatu mengusap Bibir nya. Brayn buru buru mundur dari hadapan Vio, dia segera membenarkan duduk nya.


'' Tuan Muda, kita sudah sampai ya?'' tanya Vio dengan suara purau khas bangun tidur.

__ADS_1


'' Hem, mangkan nya jangan tidur mulu? Kau pikir aku supirmu?'' ketus Brayn


'' Maaf Tuan Muda, saya ketiduran.'' sesal Vio dengan rasa bersalah nya.


'' Cepat keluar, metiing akan segera di lakukan!'' ujar Brayn lalu keluar dari mobil.


Brak


Pintu mobil pun di tutup. Tak lama Vio pun menyusul Brayn, lalu mereka pun berjalan masuk kedalam Hotel dan akan menemui klien mereka. Setelah di beritahu oleh rsepsionis no kamar nya, mereka pun melangkah menaiki lift.


Vio terus berkaca dan membenahi dirinya di dalam lift, karena lift itu kebetulan ada kaca nya, jadi Vio menjadikan kesempatan untuk merapikan penampilan nya.


Dan Brayn hanya memandang Vio, dia terus memperhatikan wanita itu yg sedang merapihkan rambut nya yg sedikit berantakan.


Ting


Lift pun terbuka, lalu mereka pun melangkah ke salah satu kamar hotel vvip dan sudah di tunggu Klien. Klien Brayn memang sengaja mengajak metiing di hotel itu, sebab ia harus kembali ke jepang 2 jam lagi. Dan Klien Brayn itu adalah orang terkaya no 5 di dunia. Itu kenapa Brayn mau jauh jauh untuk metiing.


30 menit sudah, akhir nya metiing selesai. Brayn dan Vio kembali kedalam mobil, lalu pergi meninggalkan Hotel tersebut.


'' Kerjamu bagus, dia mau bekerja sama dengan perusahaan kita.'' puji Brayn


'' Saya akan kasih bonus kamu besok!'' sambung nya lagi.


Vio tersenyum bahagia saat mendengar itu.


'' Beneran Tuan?'' tanya Vio dengan bahagia.


Vio menangkup tangan nya, lalu mengusapkan nya ke wajah cantik nya, sambil mengucap Syukur alhamdulillah. Brayn mengerutkan kening nya melihat reaksi Vio yg begitu bahagia.


'' Kenapa kamu begitu senang?'' heran Brayn


'' Iya Tuan, tentu saya bahagia. Sebab uang itu nanti akan saya transfer ke kampung Tuan buat bayar sekolah adik saya.'' jelas Vio


'' Emang kamu punya berapa adik?'' tanya Brayn mulai mencari tahu.


'' Eum, saya punya 2 adik Tuan, yg satu masih kelas 2 smp, dan satunya kelas 1 SMA.'' jelas Vio


'' Oh, emang adik kamu belum bayaran? Kemana orang tua kamu? Kenapa yg biayain kamu?''


'' Orang tua saya hanya seorang pedagang kecil Tuan! Ibu saya penjual kue keliling, sedangkan Ayah tukang becak. Kadang uang yg orang tua saya dapat, hanya bisa membayar kontrakan dan makan sehari hari Tuan! Itu pun kalau becak Ayah ada yg narik, terkadang seharian tak pernah dapat uang. Dan itu kenapa Ibu juga berjualan kue keliling, agar bisa mengurangi beban Ayah dan bisa membayar sekolah anak anak nya!'' jelas Vio


' Sungguh miris nasibmu? Aku yg bergelimang harta saja, malah terkadang merasa kurang! Dan tak jarang pula aku malah menghambur hamburkan uangku.' batin Brayn


Sejatinya manusia itu memang selalu merasa tak puas dengan apa yg dia punya saat ini. Dan terkadang manusia selalu merasa kurang, padahal di luar sana banyak orang yg tak mampu dan lebih sengsara dari mereka.


Brayn menatap wanita cantik di samping nya itu, hatinya sedikit tersentuh dengan ucapan Vio. '' Orang tuamu sungguh hebat.'' puji Brayn

__ADS_1


'' Tuan benar! Orang tua saya, adalah malaikat tak bersayap bagi saya. Mereka adalah manusia terhebat dan termulia di mata saya! Sebab mereka tak mengeluh sama sekali, bekerja banting tulang tak kenal panas maupun hujan, mereka tetap bekerja demi menghidupi anak anak nya.'' jelas Vio sambil mengusap air mata nya yg menetes jatuh ke pipi mulus nya.


'' Mereka bisa menyekolahkan mu sampai kau begini?'' tanya Brayn


Vio mengangguk. '' Benar Tuan, terkadang orang bahkan tak mau berteman dengan saya, sebab saya hanya anak seorang tukang becak! Dan bagi mereka itu adalah hal yg memalukan. Padahal, itu adalah pekerjaan yg mulia dan halal. Memang pada dasar nya semua manusia itu hanya memandang orang dari materi nya saja, dari harta, tahta dan kasta! Orang macam saya mana ada yg mau dekat dekat Tuan.'' Ujar Vio dengan wajah sendu nya.


Brayn menghentikan Mobil nya di pinggir jalan. Kemudian ia menghapus air mata Vio dengan tangan nya, hati Brayn terasa sakit saat melihat Vio menangis di hadapan nya.


Vio terkejut dengan apa yg di lakukan Brayn saat ini, Vio memandang wajah Brayn dengan tatapan bingung. ''Tu-an..'' ucap Vio tapi Brayn segera menempelkan jari nya di bibir gadis itu.


'' Sssttt, jangan pernah menangis! Kau tahu, tidak semua manusia memandang rendah orang lain. Tak semua manusia memandang orang hanya dari segi harta tahta dan kasta saja!'' ucap Brayn dengan lembut, sambil menangkup wajah cantik itu


Vio tercengang mendengar nada bicara Brayn yg begitu lembut pada nya. Vio tak menyangka jika Brayn bisa bersikap begitu lembut, padahal selama ini yg Vio tahu Brayn adalah sosok yg kaku dan dingin juga galak.


Tapi ini, Vio seperti melihat 2 kepribadian dalam diri Brayn. '' Tuan, maaf jika ucapan saya ada yg menyakiti anda? Saya tak....''


Lagi lagi Brayn menaruh telunjuk nya di bibir lembut Vio. '' Kamu gak salah, justru aku tersentuh dengan ucapan mu itu.'' ungkap Brayn dengan lembut.


Vio semakin terpesona saat melihat wajah tampan itu di hadapan nya, apalagi jari tangan Brayn masih menempel di bibir nya. Vio seakan tersihir oleh tatapan lembut dan ketampanan Brayn. Mereka berdua bahkan tak sadar jika saat ini wajah mereka semakin dekat dan...


Brayn berhasil menempelkan bibir nya pada bibir Vio. Dia hanya menempelkan saja, dia ingin melihat reaksi dari wanita di hadapan nya itu. Tapi ternyata di luar dugaan, Vio hanya diam saja seakan memberikan lampu hijau pada Brayn.


Akhirnya Brayn mulai berani melakukan gerakan gerakan kecil di bibir Vio, dia mulai mel..umat nya dengan lembut dan menahan tengkuk Vio agar tak menjauh. Sedangkan tangan Vio tanpa sadar melingkar di leher Brayn. Vio seakan tak sadar jika saat ini yg dia cium adalah Bos nya, Vio sangat terlena oleh ciu..man Brayn di bibir nya itu.


Setelah beberapa menit, Brayn dan Vio melepaskan pagutan mereka, Vio segera mengambil pasokan udara banyak banyak.


'' Maaf, tadi aku kelepasan.'' ucap Brayn sambil menatap mata indah Vio.


Vio mendongkak melihat wajah Brayn yg begitu dekat, Vio merasakan panas di pipi nya saat mengingat panas nya mereka bertukar saliva tadi. Vio segera menundukan wajah nya kembali.


'' Kau marah?'' tanya Brayn sambil mengangkat wajah Vio dengan jari nya di dagu Vio.


Vio menggeleng pelan. '' Tidak Tuan! Saya justru yg takut, jika Tuan Muda marah dan memecat saya? Sebab saya sudah lancang..''jelas Vio


Brayn mengacak rambut Vio. Membuat perempuan itu menatap Brayn dengan heran.


'' Saya gak marah! Kamu tahu, bibir kamu begitu manis, membuat saya ingin melakukan nya lagi..'' jujur Brayn


Vio membulatakan mata nya menatap Brayn. Sejurus kemudian dia menunduk dengan wajah merona merah, dan senyum di bibir nya.


'' Kita makan siang dulu ya, sebelum balik ke kantor.'' Vio mengangguk.


Lalu mobil pun kembali melaju mencari restoran terdekat. Sedangkan Vio sedari tadi hanya memalingkan wajah nya ke samping dia benar benar malu saat ini. Tapi beda hal nya dengan Brayn, saat ini hatinya berbunga bunga, dia sangat bahagia saat melakukan itu bersama Vio.


Mereka berdua merasakan darah nya berdesir saat mereka melakukan penyatuan bibir beberapa menit yg lalu.


Ampun dah babang Brayn, main sosor sosor saja😂😂

__ADS_1


Bersambung.....


JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘


__ADS_2