Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( 1 permintaan )


__ADS_3

Happy Reading😘😘


6 orang itu pun pergi dari sana, mereka kembali ke mobil dan meninggalkan tempat itu setelah seseorang menelpon nya, dan menyuruh mereka untuk balik.


Arthur menghela napas panjang saat orang orang itu pergi dari sana. Ia kemudian berpikir tentang si penelpon, yg di sebut bos besar oleh ke 6 orang itu.


Siapa dia? Kenapa dia ingin membunuhku? Aku baru pulang ke indonesia dan sudah dapat musuh saja! Baiklah, ssperti nya aku harus menyelidiki ini. Mereka belum tahu saja sedang berurusan dengan siapa....


Arthur mengguncang bahu Caca, tapi tak kunjung bangun. Malah Caca menggeliat dan makin menenggelamkan kepala nya pada dada bidang nan hangat Arthur.


''Dasar kebo, tidur kok kagak lihat tempat ckckck...'' heran Arthur.


Arthur menatap wajah cantik Caca, kemudian mengusap lembut bibir Caca yg pernah ia cium kemarin. Pikiran Arthur kembali traveling saat ibu jari nya mengusap bibir lembut itu, dia membayangkan jika bibir manis itu dalam hisa...pan nya saat ini.


Eeeuuggghhh


Caca melenguh dan mulai membuka mata nya, Arthur yg melihat itu segera melepas tangan nya dari bibir Caca dengan cepat, ia tak mau gadis dalam pelukan nya itu ke geer an.


Caca membuka mata nya, dan sangat terkejut saat melihat wajah Arthur tepat persis di depan wajah Caca.Kemudian dia bangkit dan menggeser tubuh nya, melepas pelukan pada tubuh Arthur.


''Tuan, ngapain peluk peluk Caca?'' ketus Caca dengan tatapan tajam nya.


Arthur terheran.'' Heh klemot, siapa yg meluk kamu hah? Kamu gak sadar apa, kalau kamu justru yg tidur di pelukan saya! Lupa kamu?'' kesal Arthur tak kalah tajam.


Caca terlihat berpikir dan mengingat sesuatu, lalu seketika ia membekap mulut nya sendiri. Lalu menatap Arthur dengan malu, sungguh Caca sangat malu pada Arthur, sebab Caca baru ingat jika ia lah yg memeluk Arthur karena ketakutan. Dan karena dada Arthur sangat hangat, akhirnya Caca pun tertidur.


'' Baru ingat hah?'' ujar Arthur dengan nada dingin.


'' Ma-af Tuan, saya kan gak ingat hehee... Viis, kita damai ok.''


Arthur tak menjawab nya, ia malah berdiri dari tempat persembunyian nya, dan hendak melangkah pergi.


'' Tuan..'' panggil Caca


'' Apa?''


'' Apa orang itu sudah pergi? Kenapa kita keluar?'' heran Caca namun juga takut.


'' Iya, mereka sudah pergi. Bangunlah.'' ujar Arthur.


Caca pun berdiri, namun ternyata kaki nya kram kesemutan, karena terlalu lama duduk dan membuat tubuh Caca oleng, hingga akan terjatuh. Untung saja Arthur sigap memegang pinggang Caca, dan menarik nya dalam dekapan Arthur.


Seketika pandangan mereka beradu dan terkunci satu sama lain, bahkan tangan Caca reflek mengalungkan nya di leher Arthur. Arthur segera tersadar dan berdehem kecil.


Ekkhhmm


Caca yg tersadar pun mencoba menyeimbangkan tubuh nya, tapi nihil kaki nya begitu keram dan sulit di gerakan. Arthur yg melihat itu seketika menggendong tubuh Caca ala brida stayl.


Caca sangat kaget saat tubuh nya di gendong oleh Arthur, dia menatap wajah Arthur yg begitu tampan. Rahang yg tegas, kulit putih bersih, hidung mancung, bibir yg sedikit tebal namun sangat sexy, dan mata yg selalu menatap tajam.


Arah mata Caca tertuju pada bibir Arthur yg begitu menggoda. Ia terbayang saat ia tenggelam, dan merasakan sesuatu yg lembut menyentuh bibir nya, dan ternyata itu adalah bibir Arthur.


Caca lalu menggigit bibir bawah nya, pikiran nya benar benar sudah tak beres kali ini.


' Shiiit, kenapa juga sih aku bayanging Tuan menciumku lagi? Caca.... Sadar Ca, sadar! Kemarin itu hanya tak sengaja Ca! Mana mau dia menciumu?' batin Caca.


'' Jaga pikiran kotormu itu?'' ucap Arthur sambil terus berjalan dengan tatapan lurus kedepan.

__ADS_1


'' Ma-ksud Tu-an?'' heran Caca


Arthur kembali diam, dia tak menjawab pertanyaan Caca.


Nih orang macam cenayang saja deh? Masa dia tahu sih, kalau aku lagi memikirkan itu...


Hujan turun tanpa di duga, Arthur dan Caca panik saat huja turun begitu deras nya. Kemudian Arthur berlari ke bawah pohon yg tinggi nan lebat. Caca sebenar nya takut, tapi dia sedikit tenang sebab Arthur berada di sisi nya.


Arthur menurunkan Caca di bawah pohon itu, dan Caca pun langsung duduk di sana. Walaupun hujan tak terlalu membasahi badan mereka, tapi tetap saja udaranya begitu dingin menusuk.


Arthur berjongkok di sebelah kaki Caca, lalu mengangkat kaki itu ke atas paha Arthur.


''Tuan mau apa?'' heran Caca.


'' Diamlah.'' tegas Arthur


Caca pun diam tak bersuara lagi, kemudian Arthur mulai memijit kaki Caca hingga membuat kaki Caca merasa baikan.


'' Bagaimana?'' tanya Arthur


'' Wah, sudah baikan Tuan! Maksih ya Tuan, anda pandai sekali memijat ternyata? Kalau begitu, kenapa anda tak jadi tukang pijat saja?'' cetuk Caca


Arthur menatap tajam mata Caca, lalu menghempaskan kaki Caca di atas paha nya.


'' Kau pikir aku ini tukang pijat hah? Sudah bersyukur, kaki kau ku pijitin.'' ketus Arthur dengan kesal.


'' Ya Tuan, masa gitu doang marah sih? Lagian ya, siapa juga yg mau di pijitin? Caca kan gak minta.'' tutur Caca


Arthur mendengus dengan sebal, ia malas jika harus meladeni ocehan Caca, sebab tak akan ada habis nya. Sudah 15 menit berlalu tapi hujqn tqk kunjun reda, malah tambah deras di tambah petir menyambar.


Duaaarr


'' Hey cewek klemot, kamu jangan curi curi kesempatan ya!'' kesal Arthur.


Caca menggeleng cepat. Namun ia tak menjawab. Arthur mencoba melepas pelukan Caca di tubuh nya, namun Caca malah semakin mengeratkan genggaman pelukan nya.


Arthur memegang pundak Caca, tapi seketika ia terdiam. Arthur merasakan badan bergetar dari Caca.


' Apa iya dia setakut itu?' batin Arthur.


Arthur pun membiarkan Caca memeluk tubuh nya, tapi kali ini Arthur tak membalas pelukan Caca, walapun tangan nya berkata lain tapi Arthur mencoba menahan nya.


'' Maaf Tu-an, saya takut petir.'' ucap Caca saat melepaskan pelukan nya.


'' Hm, iya tak apa.'' jawab Arthur dengan curk.


Sebenar nya Arthur ingin pergi ke mobil untuk mengambil Hp nya, dan akan menelpon Om Radit untuk menjemput nya di sana. Tapi hujan tak kunjung menunjukan jika ia akan berhenti.


'' Ca.'' panggil Arthur


'' Iya Tuan.'' jawab Caca sambil memegang lutut nya karena dingin.


'' Hm, kenapa kamu kerja? Bukan nya kamu harus kuliah?'' tanya Arthur, memecah kesunyian.


Caca menoleh sejenak pada Arthur, lalu kembali menatap kearah depan.


'' Caca terpaksa Tuan, mau kuliah gimana? Bayar nya mau pakai apa Tuan? Untuk makan saja kami pas pasan! Dan bisa beli beras saja udah bersyukur.'' jelas Caca.

__ADS_1


'' Em, begitu! Jadi kamu tulang punggung kelaurga kamu saat ini?''


Caca mengangguk cepat. '' Benar Tuan, kalau bukan saya mau siapa lagi? Adik saya masih kecil.'' ujar Caca


Tak ada obrolan lagi di antara mereka, Caca semakin mengeratkan tubuh nya pada lutut kaki nya. Ia benar benar kedinginan saat ini. Arthur yg melihat tubuh Caca mengigil hebat, akhirnya merengkuh dan menariknya dalam dekapan Arthur.


Caca mendongkak menatap heran pada Arthur.


'' Diam lah, aku tahu kau kedinginan! Dan dengan seperti ini, akan membuatmu lebih baik.'' ujar Arthur.


Caca mengangguk dengan bibir yg mulai membiru kedinginan. Arthur kemudian membuka jaket nya, dan memakaikan nya pada Caca.


'' Tuan...'' lirih Caca


'' Pakailah, kau lebih membutuhkan nya.'' ujar Arthur


'' Tapi...''


'' Diam, atau ku cium.'' ancam Arthur.


Caca pun diam, dan menatap lurus kembali ke depan kembali. Tapi jaket dan pelukan Arthur tak membantu banyak pada tubuh Caca, sebab hujan semakin deras dengan tiupan angin yg begitu dingin menusuk tulang.


'' Masih dingin?'' tanya Arthur.


Sejujurnya Arthur juga merasakan kedinginan, apalagi jaket nya ia berikan pada gadis di samping nya itu. Tapi melihat Caca yg semakin kedinginan membuat Arthur khawatir, takut jika Caca nanti akan pingsan.


'' Ca, apa aku boleh meminta 1 permintaan ku?'' tanya Arthur.


'' A-pa Tuan...'' jawab Caca dengan suara yg bergetar.


'' Aku tahu ini lancang, tapi... Aku rasa kita tak ada pilihan Ca! Kita sama sama membutuhkan nya, untuk menhangatkan tubuh kita.'' jelas Arthur.


Caca menatap Arthur dengan tatapan bingung nya. '' Memang apa Tuan?'' lirih Caca


'' Aku akan menciumu..''


Caca membulatkan mata nya, mendengar ucapan Arthur. Dia langsung menggeleng cepat. '' Apa tak ada yg lain Tuan?''


Arthur menggeleng. '' Hanya itu cara nya, kecuali kamu mau terus begini. Dan pingsan atau bisa mati karena kedinginan.'' jelas Arthur.


Caca takut saat mendengar penjelasan Arthur, dia juga tahu jika badan terlalu dingin maka bisa menimbulkan kematian.


Apa iya aku harus berc...iuman sama Tuan Arthur?.


Caca terlihat berpikir, lalu kemudian mengangguk setuju. '' Tapi Tuan, saya anu...''


'' Malu...'' tebak Arthur.


Caca mengangguk cepat, sebenarnya bukan hanya malu saja, tapi jantung nya juga sudah berdebar hebat. Dan itu pun di rasakan oleh Arthur.


Kemudian Arthur mengangkat wajah Caca agar menatap nya, dan mulai mendekatkan wajah nya pada Caca. Caca sangat gugup saat melihat wajah tampan itu semakin dekat, kemudian dia menutup mata nya saat merasakan sesuatu yg begitu hangat dan kenyal menyentuh bibir nya.


Caca dan Arthur sama sama merasakn desiran aneh saat bibir mereka bertemu. Kemudian Arthur mulai meny..esap pelan bibir Caca, dan mel...umat nya dengan lembut.


' Manis, sangat manis.' batin Arthur.


Caca meremas baju Arthur saat bibir nya di lahap oleh pria tampan itu. Caca merasakan tulang nya tak bertenaga, namun ia juga sangat menikmati nya. Dan mereka pun hanyut dalam ciu..man panas nan menggelora di bawah deras nya air hujan.

__ADS_1


Bersambung...


JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN TAP FAV NYA YQ GUYS😗😗


__ADS_2