
Happy Readingπ
Caca menoleh dan terkejut saat melihat orang yg menolong nya.
'' Tuan...'' kaget Caca
'' Lepaskan dia, jika kalian masih ingin hidup?'' ancam Arthur.
Ya, pria itu adalah Arthur. Tadi sewaktu dia mencari Caca tiba tiba mata nya menatap 3 orang preman yg sedang menarik tangan seorang wanita, Arthur tahu itu Caca kekasih nya. Sebab Arthur mengenali jaket yg selalu Caca pakai.
'' Kalau kami gak mau gimana? Lagian Lo cuma sendiri, dan kita bertiga. Iya gak....'' tanya salah 1 preman itu pada teman teman nya.
''Yoi bos..'' jawab anak buah nya.
'' Baiklah jika itu mau kalian.'' ucap Arthur
'' Serang...'' titah bos preman itu, lalu kedua anak buah nya segera menyerang Arthur. Namun mampu untuk Arthur tumbangkan dengan mudah, jelas saja. Arthur pemegang sabuk hitam, dia segala seni bel diri selama di Amerika.
Melihat anak buah nya kalah, bos preman itu kemudian maju dan mengeluarkan sebuah pisau. Arthur tersenyum miring melihat benda tajam itu. Lalu mereka pun bertarung, preman itu selalu mengarahkan benda itu pada tubuh Arthur namun nihil, Arthur mampu mengelak hingga...
Bugh
1 tendangan keras mengenai dada preman itu, hingga membuat nya jatuh tersungkur dan memuntahkan cairan kental berwarna merah.
''Pergi, atau ku habisi kau.'' ancam Arthur sambil mengeluarkan pistol dan mengarahkan nya pada ke 3 preman itu.
Ketiga preman itu ketakutan saat melihat Arthur memegang pistol dan mengarahkan nya pada mereka. Kemudian mereka pun lari tunggang langgang menjauh dari Caca dan Arthur.
Caca ingin sekali mendekat ke arah kekasih nya, dan melihat apakah ada luka. Namun Caca memilih pergi, sebab hatinya masih terlampau sakit.
''Ca, tunggu....'' Arthur memegang tangan Caca, hingga membuat langkah Caca terhenti.
'' Apa! Kamu mau jelasin soal tadi? Gak usah, bagi Caca itu sudah jelas! Caca sadar kok, kalau Caca ini hanya orang biasa, bukan orang kaya yg sama seperti keluaga kamu? Caca tahu diri kok! Caca yakin pasti Nyonya dan Tuan besar gak akan merestui kita! Jadi Caca lebih memilih mundur....'' jelas Caca dengan air mata yg mulai menetes.
__ADS_1
Arthur terhenyak saat mendengar penuturan Caca, apalagi mendengar isak tangis dari wanita yg dia cintai. Arthur kemudian memeluk tubuh Caca dari belakang dan menaruh wajah nya di pundak wanita itu.
'' Kamu salah sayang! Aku sudah mwnolak perjodoha itu?'' jujur Arthur.
Caca berhenti menangis, lalu membalikan badan dan menatap lekat pria tampan itu. Caca mencoba mencari kebohongan, namun yg dia lihat hanya ada kejujuran di kedua mata kekasih tampan nya itu.
'' Kamu serius?'' tanya Caca dan langsung di balas anggukan oleh Arthur.
'' Tapi kenapa? Apa nyonya dan Tuan tidak marah? Mereka pasti kecewa?''tanya Caca dengan sederet pertanyaan nya.
Arthur tersenyum lalu mengusap rambut Caca.
'' Momy dan Dady gak marah! Mereka tak memaksa, kan aku sudah pernah bilang sama kamu? Kalau orang tua ku akan menerima siapapun pilihan ku!'' jelas Arthur.
Caca lega mendengar Arthur menolak perjodohan itu, lalu ia pun memeluk tubuh kekar Arthur. Caca merasa seperti terbebas dari sebuah himpitan batu yg begitu besar.
Kemudian Arthur membawa Caca kedalam mobil nya, dan mereka pun me inggalkan tempat itu. Arthur berencana akan membawa Caca ke apartemen nya, sebab pulang kerumah Caca pun tak enak, soalnya hari sudah larut malam.
πππππππ
Keyla masih penasaran dengan wanita yg sudah mencairkan dan meluluhkan hati beku Arthur. Sebab Key tahu, jika Arthur bukan tipekal orang yg mudah jatuh cinta dan melabuhkan hatinya pada sembarang orang.
'' Siapa wanita beruntung itu? Aku sungguh penasaran pada nya? Tapi, dengan ada nya wanita itu, aku dan Arthur tak akan bisa bersatu?'' gumam Key
Key memang mencintai Arthur walaupun dia adalah saudara nya. Ketampanan dan pesona Arthur, mampu meluluhkan hati Key, tapi selama ini Key hanya diam saja tak berani megungkapkan nya.
'' Aku akan cari tahu siapa wanita itu?'' gumam Key lalu masuk kedalam kamar nya.
πππππππ
Di kamar yg lain Mawar dan Bayu baru saja akan tidur setelah berganti pakaian nya. Mawar duduk di senderan ranjang dengan tatapan lurus ke depan.
'' Mom, mikirin apa?'' tanya Bayu
__ADS_1
'' Nggak Dad, Momy hanya mikirin soal pacar nya Arthur? Kira kira siapa ya? Kata Arthur kita sudah kenal sama dia?'' heran Mawar.
'' Nanti juga kita akan tahu Mom, tunggu saja ya!'' ucap Arthur sambil menarik selimut nya.
'' Baiklah, asal jangan sampai laki saja pacar nya! Momy gak akan setuju?'' celetuk Mawar.
Bayu melongo mendengar ucapan ambsrud sang istri. '' Kamu ini ada ada saja? Kamu pikir anak kita itu pecinta sesama jenis?'' Bayu menggelengkan kepala nya dengan heran.
'' Ya kan siapa tahu saja? Toh selama ini kan, Arthur tak pernah memabawa wanita ke Mansion ini atau ke hadapan kita?''
'' Iya juga sih? Ah, sudahlah. Lebih baik kuta tidur! Besok baru kita bicarakan lagi.'' titah Bayu kemudian mereka pun tidur dalam rasa penasaran.
ππππππ
Arthur dan Caca baru saja sampai di apartemen, dan Caca langsung msnuju kamar untuk buang air kecil yg tak tertahankan. Setelah selesai, dia menyusul Arthur duduk di ruang tamu depan TV dan Arthur menaruh kepala nya di atas paha Caca.
'' Kenapa membawa Caca kesini sih? Kan Caca mau pulang?'' tanya Caca
'' Sengaja, aku masih ingin berduaan sama kamu sayang.'' jawab Arthur sambil mengecup tangan Caca dan berhasil membuat pipi Caca merona malu.
'' Apaan sih? Emang selama ini gak cukup?''
Arthur menggeleng cepat. '' Nggak sayang, rasanya aku sudah tak sabar menghalalkan kamu! Supaya bisa berduaan mulu.'' ucap Arthur.
Caca tersenyum tipis mendengar itu. Lalu mengambil remot dan menyalakan tv disana, dia mencari fil drakor kesukaan nya, yaitu FALLING INTO YOUR SMILE. Film favorit Caca.
Arthur melihat kekasih nya itu begitu serius dalam menonton hingga tiba saat nya, ada adegan ciuman di film itu. Arthur tersenyum jahat saat melihat Caca mengigit bibir bawah nya, kemudian dia menarik tengkuk Caca dan mulai menyatukan bibir mereka.
Caca tersentak kaget saat Arthur menarik tengkuk nya dan mencium nya, apalagi posisi Caca saat ini sedang duduk dan Arthur tiduran di paha Caca dengan alas bantal, sehingga punggung Caca tak sakit karena terlalu menunduk.
Ciu..man mereka makin panas dan lama lama badan Arthur makin bangun dan pada akhirnya kini Caca lah yg berada di bawah. Mereka berciu..man dengan hawa badan yg mulai panas dan di bakar api gelora yg begitu menggebu.
Caca mendorong pelan dada Arthur dan menghentikan ciu..man nya. Kemudian dahi mereka saling menempel dengan napas yg memburu. Lalu Arthur menggendong Caca ke kamar nya dan menarik selimut untuk mereka.
__ADS_1
Namun Caca pikir akan langsung tidur, tapi ternyata salah. Arthur kembali mencium bibir Caca dengan lebih ganas dan dalam, dan penuh tuntutan. Akhirnya mereka pun melakukan nya lagi, namun hanya sebatas ciuman dan remasan di bagian buah depan yg begitu kenyal milik Caca.
Bersambung......