
HAPPY READING😘
Di sebuah gedung perusahaan di kota B. Seorang wanita cantik sedang sibuk berkutat di laptop nya. Padahal sudah waktunya jam makan siang. Tapi wanita itu, masih saja sibuk.
'' Sis, ayo makan siang dulu! Kamu belum makan siang loh!'' tanya salah 1 teman kantor nya.
'' Iya mel, sebentar lagi ya! Kamu duluan saja!''
Ya, wanita itu adalah Siska. Dia sedang menyiapkan laporan untuk metiing nanti sore.
Siska bekerja di perusahaan cabang di kota B. Setelah dia lepas dari Brayn, Siska pulang ke indonesia. Memulai hidup baru disana. Dan selama 5 bulan ini, dia juga sangat dekat dengan Daniel.
Hubungan mereka terbilang dekat, bagaikan sepasang kekasih. Daniel, sudah beberapa kali menyatakan perasaan nya. Tapi Siska masih belum siap, untuk menjalani sebuah hubungan kembali. Bayang bayang masa lalu yang mengerikan, membuat dirinya trauma.
Tapi Daniel, selalu berusaha untuk menghilangkan rasa trauma pada diri Siska.
Sebenar nya Siska juga menaruh perasaan pada Daniel, tapi dia takut jika nanti kejadian beberapa bulan itu terulang kembali. Walaupun Siska akui, jika dia sangat nyaman bila bersama Daniel. Tapi Siska, masih ragu untuk menerima cinta nya. Dan Daniel pun tak pernah memaksa.
Daniel akan selalu menunggu sampai Siska siap, untuk menerima cinta nya. Daniel, akan menunggu hari itu tiba.
Drrrtt drrrtt dddrrttt
Tiba tiba telpon Siska bergetar. Dan ternyata Daniel lah yang menelpon nya. Siska segera menggeser tombol hijau di Hp nya.
'' Ya hallo Niel!''
'' Kamu lagi apa? Udah makan siang belum?'' tanya Daniel di sebrang sana.
'' Belum! Ini, nuntasin kerjaan dulu.''
'' Aku tunggu di sebrang kantor! Di caffe!''
'' Hah, tapi....''
Baru saja Siska akan menjawab, tapi Daniel sudah mematikan telpon nya. Siska menggelengkan kepalanya. Karena jika sudah begitu maka Daniel, tak bisa di bantah.
Siska keluar gedung kantor, dan menyebrangi jalan. Saat masuk kedalam restoran mata nya menatap ke sekeliling. Dan dia menemukan seseorang yang di carinya. Siska melangkah kearah meja Daniel, dan duduk di hadapan nya.
'' Siang Bos! Anda kenapa pemaksa sekali? Saya harus menyiapkan berkas untuk metiing nanti sore!'' kesal Siska.
Daniel terkekeh, melihat wajah Siska yang sedang kesal. Baginya itu sangat menggemaskan.
'' Ya maaf ratu ku! Aku gak mau, jika nanti kamu sakit!'' ujar Daniel.
Tak lama makanan pun datang.
__ADS_1
'' Makan lah, aku sudah pesankan makanan untukmu.''
Siska tak menjawab nya, dia langsung memakan makanan yang ada di hadapan nya itu. Karena jujur, memang saat ini perut Siska juga sudah sangat lapar.
'' Kamu jangan terlalu di porsir kerja nya! Nanti kalau kamu sakit bagaimana?'' cemas Daniel.
'' Iya maaf! Lagian, aku tuh cuma mau cepet beres saja.'' jawab Siska di sela sela makan nya.
'' Kalau sampe kamu sakit, aku akan pecat nanti.'' ancam Daniel.
Siska melotot mendengar ucapan pria tampan di hadapan nya itu. Dia menatap tajam Daniel, yang sedang terkekeh.
'' Enak saja, main pecat pecat. Nyari kerja susah Niel!'' ketus Siska.
Saat ini memang Siska bekerja di kantor cabang Daniel, yang berada di kota B. Awalnya Siska menolak tawaran Daniel untuk bekerja di kantor nya. Tapi Daniel memaksa, dan Siska juga tak punya pilihan. Sebab sudah seminggu, Siska mencari pekerjaan, tapi belum juga mendapatkan nya. Jadi, dengan terpaksa Siska menerima tawaran Daniel.
'' Ya sudah, kalau gitu turuti ucapan ku!'' tegas Daniel.
'' Tapi Niel, itu sudah jadi kerjaan ku! Mana bisa aku tak bertanggung jawab?''
Daniel tak menjawab ucapan Siska. Dia akan meminta Manager disana, untuk tak membuat Siska terlalu banyak bekerja.
Setelah makanan habis. Daniel mengambil tisu dan mengelap bibir ranum Siska. Dan itu selalu membuat hati Siska kian berdebar hebat. Walaupun Daniel sudah sering melakukan itu, tapi tetap saja. Mampu membuat hatinya berpacu dengan hebat.
Daniel ingin.mengantar Siska ke kantornya.Tapi Siska menolak, dengan dalih tak enak jika di lihat oleh teman teman kantor nya. Dan Daniel pun tak bisa memaksa nya.
Tapi Daniel, menarik Siska kedalam pelukan nya. Siska berontak, tapi Daniel mengancam nya. Pada akhirnya Siska hanya pasrah.
'' Nanti malam ku jemput jam 8.''
'' Buat apa?'' bingung Siska.
'' Ada deh! Pokonya dandan cantik.'' ujar Daniel sambil mengusap rambut Siska.
Malam pun tiba. Kini Daniel sudah sampai di depan apartemen Siska, dia menekan bel dan tak lama pintu pun terbuka. Daniel kemudian menggandeng tangan Siska dan masuk kedalam mobil nya.
Dia tidak menjawab pertanyaan Siska, yang ingin tahu kemana mereka akan pergi. Daniel terus bungkam sampai mereka memasuki sebuah area pesisir pantai.
'' Loh, Niel! Kita ke pantai?'' tanya Siska dengan heran.
Tapi lagi lagi Daniel tak menjawab. Dia menggandeng tangan Siska, dan menaiki sebuah kapal pesiar yang sudah dia siapkan. Siska sangat bingung dengan apa yang di lakukan Daniel, tapi saat dia melihat Daniel membawanya ke sebuah meja dengan makanan yang sudah tersaji. Di situ Siska paham, jika Daniel mengajak nya untuk Dinner.
Angin laut yang dingin, dengan langit yang begitu indah di hiasi bintang. Membuat suasana di kapal pesiar itu sangat romantis.
Daniel kemudian menyuapi Siska dengan makanan nya, dan Siska pun menerima suapan itu dengan senang hati. Dia sangat bersyukur karena, dia masih di pertemukan dengan laki laki sebaik Daniel.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai. Daniel mengajak Siska untuk dansa. Dengan di iringi suara piano. Dan Siska menyambut uluran tangan Daniel, kemudian mengalungkan tangan nya pada leher pria tampan itu. Sedangkan tangan Daniel memeluk pinggang ramping Siska.
Mereka berdansa dengan suara piano yang begitu merdu.
'' Sis, apa hatimu belum bisa menerimaku?'' tanya Daniel menatap kedua mata indah Siska.
'' A-aku....'' Siska tak bisa menjawab pertanyaan pria tampan itu.
'' Sis, aku sungguh sungguh ingin menjadikan mu ratu di hidupku. Lupakan lah masa lalu Sis, kamu harus menatap masa depan. Aku berjanji padamu! Aku akan selalu menjaga mu dengan jiwa dan ragaku!'' ujar Daniel.
Siska melihat kesungguhan di mata tegas pria tampan itu.
'' Niel, keluargamu tidak akan bisa menerimaku!'' jawab Siska.
'' Kenapa begitu? Kamu kan belum pernah bertemu mereka!''
'' Karena statusku yang sudah janda!'' lirih Siska.
'' Lalu..... Apa janda itu begitu hina? Sampai kamu malu dengan status itu?'' tanya Danile.
Siska menggelengkan kepala nya.
'' Bukan seperti itu Niel! Aku hanya takut, jika keluarga kamu tidak akan bisa menerimaku. Sebab statusku ini!'' ucap Siska dengan pelan.
Daniel semakin menarik pinggang Siska. Dan membuat tubuh mereka tanpa jarak secuil pun. Dan itu sukses membuat dada Siska berdebar kian kuat. Dan mungkin, Daniel juga bisa merasakan nya.
'' Dengar Sis! Aku mencintaimu tulus, aku tidak perduli dengan statusmu. Mau kamu gadis, mau kamu janda. Bagiku, cinta tak memandang status! Lagian, orang tuaku tak pernah melihat orang dari segi kasta, tahta dan juga sosial. Mereka menerima siapa saja, yang akan menjadi pendampingku. Asal, wanita itu adalah pilihan ku!'' jelas Daniel.
'' Sekarang aku tanya padamu sekali lagi? Apa kamu mau menjadi ratuku?''
Siska diam bebrapa saat. Dia juga sebenarnya ingin mengatakan iya. Tapi, Siska takut bila keluarga Daniel tak merestui mereka. Kemudian dia menatap wajah tampan di hadapan nya, melihat sebuah kesungguhan dan cinta. Dan pada akhirnya, Siska sadar jika dia sudah egois pada hati nya dan juga Daniel.
Aku sangat egois. Daniel selama ini selalu berusaha membuatku bahagia, tapi aku selalu membentengi nya.
Siska kemudian menganggukan kepala nya, dia sangat yakin dengan keputusan nya. Siska akan mencoba nya dulu, jika Orang tua Daniel nanti tak memberikan nya restu. Maka Siska akan mundur.
Terlihat binar bahagia dari wajah tampan Daniel, dia menatap Siska tak percaya.
'' Kamu menerima lamaranku?'' ucap Daniel dengan antusias.
Siska mengangguk. Kemudian Daniel memeluk tubuh ramping itu kedalam tubuh nya. Mengecup kepala Siska berkali kali.
'' Terimaksih sayang! Aku benar benar bahagia.''
Bersambung.....
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😘