Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Kartu Tanda Pengenal )


__ADS_3

Happy Reading😘


Di tengah perjalanan Caca baru ingat jika dia harus mencari es cendol untuk Mawar. Caca menepuk jidat nya, hingga membuat Arthur dan Radit menoleh.


''Ya ampun Tuan, saya baru ingat! Kita kan harus nyari es cendol buat Nyonya Tuan?'' panik Caca


'' Ini sudah malam Ca! Sudah jam 2 pagi, gak ada yg jual? Nanti aku bilang Momy supaya nyari nya besok!'' ujar Arthur


'' Tapi Tuan, nanti Nyonya marah gimana?''


'' Nggak bakalan, udah kamu tenang saja! Nanti aku yg bilang sama Momy.'' jelas Arthur.


'' Baiklah..'' pasrah Caca dengan napas panjang nya.


********


Pagi ini Caca sedang mengelap area ruang tamu, tiba tiba Mawar datang menghampiri Caca di sana. '' Ca..'' panggil Mawar.


Caca pun menoleh, dan langsung menunduk saat Mawar datang. '' Iya Nyonya.'' jawab Caca


'' Semalam ada apa Ca? Apa yg terjadi?'' tanya Mawar.


'' Maksud Nyonya.'' bingung Caca


'' Arthur cerita sama saya kalau semalam itu gak ada penjual. Tapi saya yakin, jika terjadi sesuatu sama kalian?'' tutur Mawar.


Caca tetlihat ragu, apakah ia harus bilang yg sejujur nya atau tidak.


''Semalam.....'' Caca terlihat sangat ragu untuk mengatakan nya pada Mawar.


'' Apa Ca?'' Mawar terlihat tak sabar dengan jawaban Caca.


'' Semalam Caca tidak tahu pasti Nyonya, tapi tiba tiba Tuan Arthur ngebut dan kami berhenti di pinggir jalan yg samping nya hutan! Terus Tuan ngajak lari saya masuk ke hutan Nyonya, lalu bersembunyi di balik semak semak. Dan ternyata, ada orang yg sedang mencari kami dan mereka seperti nya banyak Nyonya! Sebab Saya tak bisa lihat berapa orang, karena keadaan disana gelap juga.'' jelas Caca


''Terus....'' Mawar duduk du sofa dan menghadap kearah Caca.


'' Terus kami bersembunyi sampai orang orang itu pergi Nyonya, lalu setealah itu kami kembali ke mobil tapi Sayang, tiba tiba hujan turun deras dan setelah hujan reda kami kembali ke mobil dan menunggu jemputan Nyonya.''


Caca tak menjelaskan soal ciuman nya bersama Arthur atau saat ia berpelukan bersama pria itu. Caca gak mau jika dia di sebut tak tahu diri, dan malah di pecat nanti.


Mawar mengangguk paham degan jawaban Caca. '' Baiklah, nanti kamu cari lagi ya Ca! Saya masih pengen soal nya.'' titah Mawar

__ADS_1


Caca mengangguk, lalu Mawar pun keluar dari ruang keluarga. Mawar terus berpikir kenapa Arthur tak memberitahunya soal itu, dan dia pun melangkah menuju kamar anak laki laki nya itu.


Momy gak akan tinggal diam Boy, jika seseorang ingin mencelakaimu.


Krriieet


Pintu kamar pun di buka, dan Pria tampan itu masih bergumul hangat di bawah selimut nya. Dia masih nyenyak dengan bantal empuk dan guling di dekapan nya. Mawar kemudian melangkah ke arah jendela dan menyibak gorden, sehingga cahaya silau matahari masuk dan mengganggu tidur nyenyak Arthur.


'' Boy, bangunlah! Ada yg mau Momy bicarakan.'' ujar Mawar duduk di tepi ranjang sambil membuka selimut Arthur.


'' Eeuughhh, Mom 5 menit lagi.'' pinta Arthur dengan suara purau khas bangun tidur.


'' No, Boy! Bukan 5 menit lagi, tapi nanti jadi 5 jam.'' Mawar mengambil guling di pelukan Arthur namun Arthur tak melepaskan nya.


Mawar mendengus kesal, lalu mengambil air dan mencipratkan nya pada Arthur.


'' Hujan, hujan...Mom hujan Mom..'' teriak Arthur sambil duduk.


Pria itu menoleh ke arah Momy nya yg terlihat terkekeh, dengan segelas air di tangan nya.


'' Momy...'' kesal Arthur dengan hentakan napas yg kasar.


'' Mangkan nya bangun, ini sudah jam berapa Boy? Sudah siang, kamu kan harus ke kantor Dady? Kamu lupa hm....''


Mawar tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, lalu ia melihat sebuah kartu tanda pengenal di atas nakas. Mawar mengerutkan dahi nya lalu mengambil kartu itu.


Mata nya membulat sempurna saat membalikan kartu itu. Mawar tahu persis jika kartu itu adalah kartu tanda pengenal untuk masuk kadalam sebuah klub yg di anggotai oleh semua Mafia di seluruh dunia.


Terlihat raut kecewa, cemas, sedih dan khawatir menjadi satu. Tak lama Arthur keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti, Mawar terus bersabar menunggu anak nya selesai berpakaian.


Arthur keluar dari ruang ganti dan menuju meja rias untuk memperbaiki penampilan nya. Kemudian Mawar melangkah mendekat kearah Arthur.


''Ini apa Boy?'' tanya Mawar sambil menganggkat kartu itu di tangan nya.


Arthur berbalik saat melihat di pantulan kaca, saat melihat Momy nya memegang kartu yg selama ini dia sembunyikan.


''Jelaskan Boy....'' ucap Mawar dengan kilat kekecewaan di mata nya.


'' Mom, itu.....'' Arthur terlihat sangat terkejut saat kartu itu ada di tangan Momy nya, dia benar benar ceroboh.


' Duh, kenapa gw bisa ceroboh sih?' batin Arthur merutuki kecerobohan nya.

__ADS_1


'' JAWAB.'' bentak Mawar dengan nada tinggi, dan sukses membuat Arthur terperanjat kaget. Sebab selama ini Mawar tak pernah, membentak nya atau menaikan suara nya pada Arthur. Arthur diam saja, terlihat syok dengan bentakan Mawar.


'' Momy kecewa sama kamu..'' ujar Mawar sambil melempar kartu itu ke wajah Arthur, lalu ia berbalik hendak keluar dari kamar itu.


Bahkan air mata nya sudah menetes deras. Arthur yg melihat Momy nya menangis dan marah, seketika memeluk tubuh Mawar.


'' Arthur bisa jelaskan Mom.'' ucap Arthur, dia bisa merasakan isak tangis Momy nya.


'' Apa Boy? Jujur Momy kecewa sama kamu, Momy selalu berpesan kan sama kamu! Jangan ikut gabung dalam klub mafia, jangan Boy. Tapi apa, kamu tak hiraukan ucapan Momy.'' tutur Mawar dengan nada kecewa.


Arthur berlutut di hadapan Mawar, hati nya sakit saat melihat air mata yg begitu deras mengalir dari mata indah nan bulat milik Mawar.


''Mom, ini tak seperti yg Momy kira!'' jawab Arthur.


''Kamu pikir Momy bodoh Hah? Momy tahu Boy, kalau kartu itu adalah kartu tanda pengenal anggota klub.'' jelas Mawar dengan tatapan yg begitu tajam.


'' Mom, itu bukan punya aku! Sumpah demi apapun Mom, aku tak pernah gabung kedalam gank atau klub Mafia.''


''Lalu, itu punya siapa? Kenapa ada padamu hah?''


'' Itu punya Om James, Mom! Aku membantunya dalam sebuah misi, dan dia meminta tolong padaku untuk masuk kesana Mom, dengan kartu ini.'' jelas Arthur.


Mawar sangat terkejut sampai menutup mulut nya sendiri. '' Ya Tuhan Boy! Kamu tahu gak sih, kalau itu tuh bahaya hah?'' teriak Mawar.


Arthur mengangguk. '' Iya Mom, aku tahu itu! But, Momy tenang saja aku kan gak sebodoh itu Mom! Lagian Om James juga kan gak akan biarin aku celaka?'' jelas Arthur.


Terlihat Mawar menghela napas nya.


'' Tapi tetap saja Boy, kamu gak boleh berurusan dengan mereka? Pasti mereka melihat kamu kan?''


'' No, Mom. Aku kesana pakai topeng wajah kulit orang lain, sehingga mereka tak tahu jika itu aku.'' jelas Arthur.


'' Syukurlah.... Eh, tapi siapa orang yg mengejarmu semalam hah?'' tanya Mawar yg ingat dengan ucapan Caca.


Arthur yg kini terkejut dengan ucapan Momy nya. Arthur bahkan belum menceritakan masalah itu pada Momy nya, lalu kenapa Momy nya bisa mengetahui nya.


Eum, ini pasti aduan si cewe klemot.


'' Jawab Boy...''


'' Mereka.......''

__ADS_1


Bersambung......


JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYS😘😘TERUS DUKUNG ARCHA YA😍


__ADS_2