Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Pilihan


__ADS_3

HAPPY READING😘


'' 2 menit Bray.'' tegas Papa


'' Apa gak ada pilihan lain Pa?'' tanya Brayn meminta keringanan pada sang Papa


'' Kamu tahu? Seharusnya Papa gak ngasih pilihan ini sama kamu. Seharusnya Papa langsung blacklist kamu dari data ahli waris Papa?'' geram Papa


'' Tapi Pa a-''


'' CUKUP! Kamu pilih sekarang hah? Papa harus kerumah sakit menengok putri Papa.'' bentak Papa dengan intonasi yang tinggi.


'' Huuufff, baiklah Pa. Aku akan melepaskan Siska.'' jawab Brayn dengan ragu.


Dia gak mau jika sampai nama nya di coret dari daftar hak waris. Bukan karena dia gak suka jika jatuh ke Mawar dan anak nya, hanya saja Brayn tak mau hidup susah kembali. Dia sudah biasa hidup enak dan bergelimang harta jadi mana mau Brayn membuang kemewahan tersebut.


'Biarlah Siska ku lepaskan, toh aku sudah puas membalas dendam pada nya.' batin Brayn


Memang manusia selalu di butakan oleh harta sehingga bila di kasih pilihan antara nyawa dan harta, maka manusia kebanyakan memilih mempertahankan harta nya. Padahal harta itu adalah fana dan tidak abadi. Tapi harta akan terasa berkah jika di pergunakan di jalan kebaikan.


Kemudian Papa mengeluarkan sebuah surat yang di bawahnya sudah di tempeli materai. Dia menyuruh anak laki-laki nya itu untuk menandatangani surat tersebut. Brayn sempat menolak nya karena surat tersebut kosong tak ada isi nya.


'' Tapi Pa ini kosong?'' ucap Brayn


'' Ya, memang kosong. Papa akan menulisnya setelah melihat keadaan Mawar.'' jelas Papa


'' Lagian ini hanya surat tentang perpisahan kamu dan Siska, supaya kamu gak mengganggu Siska lagi?'' sambung nya


Brayn dengan terpaksa menandatangani surat kosong itu. Kemudian Papa melipat dan menaruhnya di saku kemeja nya. Setelah itu Papa beranjak pergi kerumah sakit menaiki Halikopter di ikuti oleh Brayn. Karena walau bagaimana pun Brayn tetap khawatir pada keadaan Adik nya tersebut, jauh di lubuk hatinya dia merasa bersalah pada Mawar. Karena sudah membuat nya masuk rumah sakit dalam keadaan mengandung.


15 menit sudah Halikopter mendarat di atap rumah sakit milik YUNANDA GROUP.


Papa dan Brayn segera turun lewat lift menuju lantai 3 di kamar vvip. Mereka menyusuri lorong rumah sakit yang lumayan ramai. Setelah sampai di depan pintu Papa dan Brayn masuk ke dalam. Nampak raut wajah tak suka dari Bayu saat Brayn masuk kedalam.

__ADS_1


'' Sayang bagaimana keadaan kamu hem?'' tanya Papa sambil mengelus rambut Mawar


'' Aku baik Pa, Papa gak usah khawatir.'' jawab Mawar dengan lemah


'' Papa khawatir banget sama kamu sayang! Gimana keadaan cucu Papa di dalam sana?''


'' Keadaan nya baik Pa, hanya saja kata dokter Mawar harus menjaga emosi nya, dan tidak boleh banyak pikiran Pa.'' jawab Bayu sambil melirik arah Brayn


Papa mengangguk paham.


'' Mas, tolong suruh Kakak pergi.'' usir Mawar


Brayn membulat kan mata nya, menatap tak percaya pada ucapan yang keluar dari mulut Adik nya.


'' Dek, kenapa Kakak harus keluar?'' bingung Brayn


Tapi Mawar hanya diam saja enggan untuk menjawab nya.


'' Maaf Bang, Abang sebaiknya keluar saja! Biarkan Mawar istirahat, lagian aku gak mau Mawar sampai setres gara-gara Abang lagi.'' usir Bayu


'' Bray pergi sekarang.'' geram Mama


Mama masih kecewa pada anak laki-laki nya itu, hatinya masih sakit dan terlampau hancur saat mengetahui kebenaran yang begitu pahit. Dia masih enggan untuk memaafkan Brayn, sebab kesalahan yang Brayn buat sangatlah fatal sebagai suami.


Brayn menunduk lesu, dia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan.


Apa segitu enggan kah Dek, kamu melihat Kakak mu ini?


Brayn pergi ke lobi untuk menunggu jemputan Vino. Setelah 20 menit Vino pun sampai dan Brayn langsung masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di tempat lain, seorang wanita sedang berdiri menatap luas nya lautan dengan kaki yang basah di terpa air laut bening itu. Mata nya menatap luas pandangan di hadapan nya dengan tatapan sedih.


'' Jika waktu bisa di putar, maka aku tak mau melakukan kejahatan itu, yang mana malah membawaku kedalam sebuah penderitaan yang menyakitkan.

__ADS_1


Aku bukan lah manusia yang sempurna dari dosa, tapi apakah aku tak pantas untuk bahagia? Apakah kebahagiaan itu tak akan datang pada diri ini yang begitu hina? Jika saja waktu bisa di putar kembali, aku tak mau mengenal mu, aku memang mencintaimu karena hartamu. Tapi bukan berarti di hatiku tidak ada cinta untukmu? Aku mencintaimu dengan hatiku, tapi kau menghancurkan cintaku dengan sangat kejam.'' gumam Siska dengan pilu


'' Tiada cinta yang sempurna, jika kita mau menutupi ketidak sempurnaan itu. Menjadi jahat bukan lah sebuah keinginan, tapi karena sebuah tuntutan dan pilihan. Jika semua manusia bersih dari dosa lantas buat apa Tuhan menciptakan dunia ini, dengan semua para pendosa yang di biarkan lalai dan menyimpang? Itu semua agar manusia yang pernah melakukan khilaf bisa kembali kedalam jalan lurus nya.'' ucap Pria di samping Siska.


Siska tak menjawab nya, pikiran nya sedang menerawang kedalam sebuah rasa yang telah hilang terkikis waktu dan sakit.


'' Apa Mas Brayn mau melepaskan ku?'' lirih Siska


'' Itu pasti. Kita tinggal tunggu kabar dari Mawar.'' jelas Daniel


Siska mengangguk ragu.


'' Niel, apa kamu gak takut jika masuk kedalam masalah karena aku?'' tanya Siska dengan pandangan yang masih lurus menatap ke depan.


'' Aku tidak perduli Sis, kalaupun aku harus merelakan nyawaku untuk melindungi mu, maka akan ku lakukan.'' tegas Daniel


'' Kenapa Niel? Kenapa kamu mencintaiku? Padahal kamu tahu jika aku sudah bersuami?'' heran Siska menatap 2 manik hitam Daniel.


'' Karena cinta tak pandang status atau pun harta, cinta datang tanpa di duga, cinta datang tanpa meminta dan cinta pergi juga tanpa di usir.'' jelas nya


'' Aku mencintaimu tulus dan murni dari hatiku, tidak ada sedikitpun di hatiku untuk menyakitimu. Jika suatu saat aku tak bisa memilikimu maka aku akan pasrah. Sebab cinta tak harus memiliki bukan?'' sambung nya lagi


'' Jika aku menolak cintamu.'' ucap Siska


'' Aku bisa apa? Sebab cinta datang nya dari sini, bukan hanya sebuah kata.'' tunjuk Daniel pada dada nya.


Siska tersenyum lalu melangkah kan kaki nya menyusuri pasir putih dengan terpaan ombak laut di kaki nya, membuat kaki nya terasa segar dengan angin sepoi-sepoi.


Daniel menggandeng tangan Siska menyusuri pantai, terkadang mereka saling melempar air satu sama lain. Membuat senyuman indah terbit di wajah kurus Siska.


Aku senang bisa melihat senyum indah mu, walaupun aku tak tahu sampai kapan bisa melihat dan merasakan kebersamaan kita ini.


Bersambung.....

__ADS_1


**Maaf ya othor hari ini up cuma 2 bab saja🙏 Sebab othor lagi merevisi ulang😊 70 bab Guys engap😂😂


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA😘😘**


__ADS_2