
Happy Reading😘
Maafkan othor yg up cuma 2 bab sehari🙏othor minta doa nya ya. agar anak othor cepat sembuh😢jadi Othor bisa up 3 bab lagi sehari😘💪💪💪
Kali ini kita aka pokus ke Brayn dulu ok😗tapi masih ada Mawar dan Bayu nya😉
Jam pulang kantor pun tiba, tapi Vio tak kunjung pulang, sebab masih banyak berkas yg harus dia cek buat metiing besok pagi. Dan lagipun Brayn juga belum pulang.
'' Loh, kamu belum pulang?'' tanya Vino dengan heran saat melewati meja Vio, Vino hendak ke ruangan Brayn.
'' Belum Pak! Ini masih ada beberapa berkas lagi yg harus saya periksa buat metiing besok pagi.'' jelas Vio.
''Tapi ini sudah malam Vio?'' Ujar Vino sambil melihat jam tangan mahal, yg melingkar di tangan kiri nya, jam menunjukan pukul 19:10.
'' Iya Pak, nanti setelah selesai saya akan pulang.'' jawab Vio.
Vino pun mengangguk paham. Lalu kembali melangkah ke ruangan Brayn. Setelah mengetuk pintu Vino pun masuk kedalam, dan Brayn juga sedang berkutat pada laptop nya.
'' Tuan Muda, anda belum pulang?'' tanya Vino.
'' Apa kamu lihat nya saya sudah pulang?'' tanya balik Brayn
Vino menggaruk kepala nya yg tak gatal. Lalu menggelengkan kepala nya. ''Nggak Tuan, tapi ini sudah malam Tuan?'' jelas Vino.
'' Memang siapa yg bilang ini masih siang?'' ketus Brayn.
Vino kembali menggaruk kepala nya. Brayn memang selalu membuat Vino salah dalam berucap. Vino yg mendengar jawaban Brayn, akhirnya duduk di sofa menunggu Brayn pulang. Tapi Vino terus melihat jam di tangan nya beberapa kali, sehingga itu mencuri perhatian Brayn
'' Apa kau ada janji? Jika iya, pulang saja! Daripada kau di sini, aku gak mau nanti kekasihmu itu bunuh diri karena malam ini tak di sentuh olehmu..'' ledek Brayn.
Vino membulat kan mata nya mendengar ucapan Brayn. '' Tidak apa Tuan, saya menunggu anda saja!'' ujar Vino sedikit ragu.
Gila bener sih gw punya Bos? Emang gw teh celup apa? Gw gini gini masih perjaka ting ting. Masih segel dan belum pernah di buka...
'' Yakin? Kamu kan tahu, kalau kata kata ku itu tak akan ku ulang 2x Vin?'' ledek Brayn dengan mata pokus pada Laptop nya.
__ADS_1
Vino terlihat berpikir, lalu kemudian dia berdiri dari duduk nya. '' Eum, kalau gitu saya pulang ya Tuan Muda.'' ujar Vino sambil berlalu keluar, tapi baru saja dia memegang handle pintu, Brayn menghentikan nya.
'' Jangan lupa Vin, pake tisu pow*r mag*c biar tambah joss...'' kekeh Brayn
Wajah Vino bersemu merah mendengar ledekan Bos Muda nya itu. '' Eum, maaf Tuan Muda, tapi saya masih ting ting 100% ting ting Tuan. Belum melakukan Unboxing.'' ujar Vino dengan yakin
'' Ooowwhh, ku kira kau sudah Unboxing duluan? Ya kalau gitu kau harus pintar dalam bermain lidah...'' ledek Brayn lagi.
'' Hah, bermain lidah?'' beo Vino dengan wajah bingung nya.
'' Ya, puaskan kekasihmu dengan cium*n maut mu itu! Buat dia tak berdaya...''
Vino tak menjawab ucapan ambsrud Tuan Muda nya itu. Dia keluar dari ruangan Brayn dan menggerutu dengan kesal.
'' Gila tuh Bos! Kelamaan gak nyelup kali? Dia pikir gw ini peluncur apa? Gw kan bukan teman nya pelac*r... Dasar Bos PEA...'' gerutu Vino sambil mengurut dada nya. Vino tak sadar jika Vio mendengar ucapan nya itu.
'' Siapa yg PEA Pak? Terus nyelup apa Pak? Dan peluncur apa yg Pak Vino maksud?'' tanya Vio yg berhasil mengagetkan Vino sampai terjingkat.
'' Kamu, sejak kapan di situ?'' kaget Vino pada Vio.
'' Loh, ini kan meja saya Pak?'' jawab Vio dengan bingung.
'' Heran, di tanya kok malah pergi? Terus dia bilang sejak kapan? Apa Pak Vino lagi amnesia ya, sampe meja aku saja di lupa! Padahal kan dia tadi juga lewat sini, bahkan sempat bertanya padaku? Ah, entahlah! Membuat kepala ku pusing saja Mungkin otak Pak Vino lagi geser sedikit?.'' gerutu Vio dengan heran, kemudian Vio melanjutkan pekerjaan nya.
Sedangkan Vino memukul kepala nya sendiri di dalam Lift. '' Bodoh! Kenapa gw gak inget kalau Vio meja nya di samping ruangan Tuan Muda? Dia denger gak ya? Ah, biarkan saja lah..'' ujar Vino prustasi.
Vino pun sudah sampai di parkiran kantor,dia segera melajukan mobil nya menuju apartemen cewek nya. Malam ini memang Vino ada janji akan Dinner bareng kekasih tercinta nya. Itu kenapa dia terlihat gelisah tadi saat di ruangan Brayn. untung saja Brayn paham dengan keadaan Vino.
Jam menunjukan pukul 20:30 malam. Vio baru saja selesai menyelesaikan pekerjaan nya. Kemudian dia membereskan berkas berkas di meja nya, lalu beranjak keluar dari kantor.
Vio berdiri di depan kantor sedang menunggu taksi untuk membawa nya pulang ke kosan nya. Tapi sudah 15 menit menunggu, tak ada taksi 1 pun yg lewat di depan nya. Mungkin karena sudah mulai malam, tapi kan belum terlalu malam banget pikirnya.
Tin Tin
Sebuah Mobil sport lamborgini berhenti di depan Vio. Lalu kaca mobil pun terbuka. Dan ternyata itu adalah Brayn, Bos Muda Vio.
__ADS_1
'' Masuk.'' titah Brayn sambil membuka pintu mobil dengan otomatis.
Vio kaget saat melihat Brayn di depan nya, apalagi saat Brayn menyuruh nya masuk dan membuka pintu mobil. '' Masuk.'' titah nya kembali.
'' Tuan, saya...'' Vio terlihat ragu untuk masuk kedalam mobil Brayn. Bahkan seumur umur Vio tak pernah menyangka akan di tawari untuk menaiki mobil dengan harga pantastis itu.
'' Masuk, atau saya gendong?'' ancam Brayn.
Vio membulatkan kedua mata nya, lalu dengan gerakan cepat dia pun masuk dan Brayn menutup pintu mobil itu. Brayn tersenyum samar saat melihat wajah di tekuk Vio. Brayn tahu jika saat ini gadis di samping nya sedang kesal.
'' Jangan di tekuk begitu tuh bibir! Macam persis, kayak ikan cucut..'' ledek Brayn
Vio menoleh pada Brayn. Mata nya mendelik tajam pada Bos Muda nya itu. '' Ya lagian Tuan , kenapa maksa?'' kesal Vio
''Heh, mau kamu tungguin sampe subuh juga tuh taksi gak bakal lewat.'' ujar Brayn.
'' Kenapa?'' heran Vio
'' Ya, batas nya memang kalau di sini sampai jam 6 Sore.'' jelas Brayn.
''Hah, kok ada begitu ya? Taksi kan biasa nya 24 jam?'' bingung Vio
'' Itu kalau di indonesia, beda sama di sini.''
Vio manggut manggut. Dia berpikir jika besok besok dia gak akan lembur lagi. Kalau taksi tak ada yg sampai 24 jam.
'' Dimana rumah mu?'' tanya Brayn
Vio kemudian menunjukan jalan pada Brayn arah kosan nya. Setelah 20 menit perjalanan, mobil pun sampai di Kosan sederhana milik Vio. Vio mengucapkan terima kasih sebelum turun dari mobil Brayn. Setelah Vio turun, Brayn langsung melajukan mobil nya ke Mansion.
Vio merebahkan badan nya di kasur lantai milik nya. Bagi Vio, segitu saja sudah lebih dari cukup. Sebenarnya Vio ingin menyewa apartemen untuk di tinggalinya, tapi Vio mikir 2x, sebab biaya nya tak sedikit. Dan dia juga harus membagi uang nya untuk keluarga nya di kampung.
Hari ini hari yg begitu spesial dan melelahkan secara batin dan lahir bagi Vio. Sebab ia harus bekerja extra, tapi dia juga lelah sebab seharian ini jantung nya terus berpacu dengan hebat, saat berdekatan dengan Bos Muda nya.
'' Kayak nya aku harus periksa jantungku deh?'' gumam Vio.
__ADS_1
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS😘