Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Melahirkan


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu pun sudah berganti bulan. Kini pernikahan Caca dan Ar sudah menginjak 6 bulan. Dan saat ini Caca juga sedang mengandung anak Ar umur kehamilan 4 bulan.


Selama kehamilan itu Caca selalu ngidam yg aneh aneh. Seperti hal nya kemarin. Dia ngidam joging, tapi ingin Ar jadi gatot kaca. Mau tak mau Ar pun menuruti kemauan istrinya. Dia dela menahan malu demi memenuhi ngidam istrinya itu.


Pagi ini Caca sedang membuatkan kopi kesukaan suami nya. Selama menikah dengan Ar, Caca lah yg selalu membuatkan kopi untuk Suaminya itu. Tak pernah sekalipun pelayan yg membuatkan. Sebab jika bukan dari tangan Caca, Ar tidak akan mau meminum nya.


'' Sayang, harusnya kamu jangan cape cape! Kan kamu lagi hamil muda?'' ucap Mawar saat baru datang di meja makan.


'' Nggak Kok Mom! Bikin kopi aja, masa cape?''


'' Ya, tapi tetep. Kamu harus jaga kandungan kamu ya!'' ucap Mawar dan di balas anggukan oleh Caca.


Tak lama Ar, Bayu dan Cesa pun turun. Mereka lalu duduk di kursi masing masing.


'' Oh ya Dek! Kamu jadi besok lanjutin kuliah di London?'' tanya Ar sambil meminum kopi nya.


'' Jadi Kak. Tapi hari ini aku mau minta anterin, Ka Caca buat nemenin aku ke Mall ya!'' pinta Cesa


'' Untuk apa?''


'' Buat beli baju Kak! Sekalian Kak Caca juga beli baju juga.''


'' Tapi Nak. Caca kan lagi hamil? Nanti kalau dia kecapean gimana?'' timpal Bayu


'' Iya Ces, Kakak gak mau ya! Jika nanti anak dan istri Kakak kenapa napa?'' ujar Ar.


'' Ya elah Kak, cuma ke Mall aja ini?'' kesal Cesa.


Caca yg melihat adik kakak itu berdebat, merasa tak enak.


'' Yasudah Caca ikut! Jangan berantem lagi ya?'' pinta Caca


'' Beneran Kak Caca?'' tanya Cesa


Caca mengangguk, lalu mereka pun sarapan.


Ar mengelap mulut nya selepas sarapan. Lalu ia maju ke hadapan Caca, hendak mencium perut Caca. Namun Caca segera menahan kepala suaminya. Ar menatap heran pada istrinya tersebut.


'' Loh, kenapa sayang?'' tanya Ar.


'' Caca ngidam.'' manja Caca.


'' Ngidam apa lagi?'' ujar Ar yg sudah lesu.

__ADS_1


Semua orang terkekeh kecil melihat wajah lwsu Ar. Mereka tahu jika Caca ngidam pasti ada saja kelakuan yg aneh. Atau permintaan aneh aneh yg bikin Ar menepuk jidat.


'' Caca ngidam, kalau sayang mau cium perut aku, harus bayar 200 rb. Kalau ngelus 100 rb.'' jelas Caca


Ar dan semua yg ada di meja makan menganga, dan membulatkan mata nya.


'' Ca, yg bener aja? Masa cium anak sendiri harus bayar?'' heran Ar dengan raut wajah heran.


'' Ya mana Caca tahu? Maunya begitu?'' ucap Caca.


Ar mengusap wajah nya dengan kasar. Dia bingung dengan ngidam aneh Caca. Lalu ia pun mengeluarkan uang merahan 10 lembar dari dompet nya.


'' Nih, ada 1 juta! Jadi aku boleh cium dan elus ya?'' ucap Ar sambil menaruh uang di meja makan.


'' Nah, gitu dong sayang!'' jawab bahagia Caca.


'' Terus berlaku gak, buat Momy dan Dady?'' tanya Ar sambil melirik ke arah orang tua nya.


Caca mengangguk. '' Iya, berlaku juga.''


Mawar melongo mendengar ucapan menantunya itu. '' Loh, kok Momy juga sih?'' protes Mawar.


Bayu yg mendengar protes dari istrinya, terkekeh renyah.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Mobil pun melaju meninggalkan Mansion Wijaya. Mereka pergi dengan 1 mobil, dan di ikuti 2 mobil pengawal di belakang nya.


35 menit sudah mereka pun sampai di Mall yg di tuju. Lalu mereka pun naik ke lantai 2 untuk membeli pakaian untuk Cesa. Sedangkan Caca duduk du kursi tunggu, dia sama sekali tak berminat belanja. Walaupun Mawar sudah menawarinya namun Caca menolak keras.


Entah kenapa di tak se agresif itu dalam belanja. Walaupun Caca tahu suaminya itu sultan, tapi Caca tak berminat sama sekali untuk menghamburkan uang. Soalnya Caca sudah biasa dari kecil dalam berhemat dan mandiri.


Selesai berbelanja mereka pun makan di sebuah Restoran. Hingga tak terasa waktu pun cepat berlalu, hari mulai siang dan mereka pun kembali ke Mansion. Sebab Mawar tak mau Caca kecapean.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hingga tak terasa waktu berjalan dengan cepat, kini kandungan Caca sudah umur 9 bulan. Dan hanya menunggu waktu saja, Caca akan lahiran.


'' Sayang, kamu jangan naik turun tangga! Naik lift aja ya. Aku takut kamu kenapa napa!'' jelas Ar.


'' Iya sayang, aku gak akan naik turun tangga.''


'' Ya sudah, aku mau ke kantor dulu Ya! Kamu baik baik di rumah.''

__ADS_1


Caca mengangguk. Kemudian Ar mencium perut Caca dan keluar dari kamar nya, dan berangkat ke kantor.


Siang ini Caca merasa sangat panas. Terus dia juga merasakan pegal di bagian pinggang nya. Caca pikir mungkin itu hanya kontraksi palsu, sebab itu sudah biasa.


Namun semakin Caca tahan sakit nya malah semakin menjadi. Caca sampai harus berpegangan pada sandaran sofa.


''' Aaawwhhh, kenapa sakit sekali? Aaaghhhh....'' ringis Caca.


Caca kemudian mengambil ponsel nya, lalu menelpon Momy nya.


Tak lama pintu kamar terbuka. Mawar masuk bersama Cesa. Raut wajah mereka terlihat begitu panik saat melihat Caca meringis sambil memegang perut nya.


'' Ca, kamu kenapa?'' tanya Mawar


'' Aaawwhhh, Mom, perut aku sakiiitt....'' ringis Caca dengan keringat yg mulai membasahi pelipis nya.


'' Sepertinya kamu mau lahiran Nak!'' ucap Mawar dengan panik.


Akhirnya Mawar dan Cesa membawa Caca ke rumah sakit. Mereka turun dengan menaiki lift, lalu segera masuk ke dalam mobil yg sudah di siapkan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Mawar memanggil suster saat sampai di rumah sakit. Dan tak lama suster datang dengan membawa brankar. Lalu Caca pun segera di bawa ke ruang bersalin untuk melahirkan.


Tak lama Ar dan Bayu datang dengan langakh cepat dan wajah yg begitu panik.


'' Mom, gimana keadaan Caca?'' tanya Ar dengan panik.


'' Caca sepertinya akan melahirkan Boy! Kamu masuklah, temani istri kamu.'' ucap Mawar.


Ar mengangguk, lalu masuk kedalam ruang bersalin untuk menemani Caca. Terlihat istri tercinta nya sedang menahan sakit yg begitu teramat sangat. Kemudian Ar mendekat dan memegang tangan Caca, di menguatkan Caca.


Terlihat perjuangan Caca untuk mengeluarkan seorang Bayi di perut nya. Setelah beberapa lama Caca berusaha hingga wajah nya memucat menahan sakit, lahirlah bayi tampan yg selama ini mereka ingin kan.


Ar sampai menangis bahagia saat melihat anak nya lahir, dia mencium kening Caca dengan penuh Cinta. '' Makasih sayang! Kamu sudah melahirkan anaku. Kamu adalah wanita terhebat bagiku.'' ucap Ar


Caca mengangguk. Lalu bayi mereka pun di bawa untuk di bersihkan. Setelah itu Bayi itu di serahkan pada Caca untuk di susui.


Mawar dan Bayu beserta Cesa pun masuk kedalam. Mereka begitu bahagia dengan kehadiran cucu pertama penerus Ar.


Arthur memberi nama anak nya dengan nama. Albert Samuel Wijaya.


Namun bersamaan dengan itu, ada seorang wanita yang masuk kedalam ruangan tersebut. Membuat semua mata seketika menatap ke arahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2