Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Mau anak berapa )


__ADS_3

Happy Reading😘


Setelah makan malam selesai, kini semua kembali ke ruang keluarga, sementara Cesa ke kamar Key untuk melihat keadaan wanita itu. Mereka berencana akan membahas kelanjutan hubungan Arthur dan Caca, dan rencana nya Bayu akan segera menikahkan mereka tanpa bertunangan dahulu.


'' Jadi, bagaimana? Apa kalian bersedia langsung menikah? Jujur saja, Dady gak mau jika kalian lama lama pacaran, Dady takut kalian kebablasan nanti.'' tanya Bayu


Caca dan Arthur saling menatap satu sama lain.


'' Ya,Dad. Aku mau....'' jawab mantap Arthur


'' Kamu gimana Ca?'' tanya Mawar


Caca melihat ke arah sang ibu, lalu ibu nya mengangguk kecil. Caca yg melihat itu kemudian mengangguk dengan malu.


''Artinya mau, atau nggak Ca?'' tanya Mawar


'' I-ya Tan-te Caca mau....'' ucap Caca dengan wajah menunduk malu.


Semua bernapas lega, mendengar jawaban Caca. '' Baiklah, kalau begitu pernikaha kalian akan di laksanakan 1 bulan lagi.'' ucap Bayu


'' Dady serius?'' tanya Arthur tak percaya


'' Iya, Dady serius Boy!''


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Cesa duduk di samping Key yg sedang duduk di atas ranjang, dengan kepalan tangan nya. Cesa tahu jika wanita di samping nya itu saat ini sangat marah dan tak terima dengan hubungan Caca dan Arthur.


'' Kak...'' panggil Cesa


'' Buat apa kamu kesini Sa? Kamu mau ketawain aku?'' ketus Key


Cesa menggeleng cepat. '' No, sama sekali nggak Kak! Aku tahu perasaan Kak Key saat ini? Tapi, jodoh kan tidak ada yg tahu kak? Kita gak tahu, dimana hati Kak Ar akan berlabuh.'' jelas Cesa


'' Udah lah Ces, kamu keluar saja! Aku yakin jika cewek itu pakai dukun? Ar pasti di guna guna?'' geram Key


Cesa menggelengkan kepala nya, menatap Key dengan tatapan heran. Cesa sangat heran dengan pemikiran pendek Keyla, jaman sekarang mana ada dukun dukunan.


'' Ya ampu Kak, sekarang mana ada sih dukun dukunan?'' ucap Cesa dengan heran.


'' Aku lagi pengen sendiri Sa! Kamu keluar ya?'' pinta Key


Cesa pun akhirnya keluar dari kamar Key, dia tahu jika saat ini wanita itu pasti butuh waktu untuk sendiri untuk menenangkan pikiran nya.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Arthur mengantar Caca dan Ibu nya pulang ke rumah, di dalam mobil tak ada banyak pembicaraan. Hanya membahas soal pernikahan Arthur dan Caca saja. 25 menit mobil pun sampai di rumah sederhana milik Orang tua Caca.


Kemudian mereka pun turun dari mobil, namun Arthur segera mencegah Caca.


'' Ca, kamu jangan turun dulu ya! Ada yg mau aku bicarain sama kamu? Bu, Arthur pinjam Caca dulu ya?'' izin nya sama ibu Caca


'' Iya, nanti kalau sudah selesai Caca masuk ya! Ibu duluan, udah cape mau istirahat dulu.'' ucap Ibu


Caca dan Arthur mengangguk bersamaan.


Bruk


Pintu mobil di tutup, lalu Arthur membuka steatbelt nya dan pindah ke kursi belakang. Caca yg melihat itu sangat terkejut.


'' Loh, kamu mau apa?'' kaget Caca saat Arthur duduk di sebelah nya.


'' Ya, masa aku di depan kamu di belakang?''


Caca berdecak heran dengan tingkah kekasih nya itu. '' Memang nya apa yg mau kamu bicarakan?'' tanya Caca


'' Nggak ada! Aku hanya mau bwrduaan saja sama kamu.'' ucap Arthur sambil menaruh kepala nya di pundak Caca


'' Ya ampun, aku kira ada apa? Terus, kita mau apa sayang? Ini udah malem?'' ucap Caca


'' Ca...'' panggil Arthur


'' Iya...''


'' Nanti kamu mau punya anak berapa?''


Caca membulatkan mata nya, menatap ke arah pria tampan itu. '' Kamu ini, nikah aja belom! Masa udah nanya anak aja.'' kekeh Caca sambi menggelengkan kepala nya.


'' Em, kan aku cuma nanya sayang.'' tutur Arthur sambil menjawil hidung Caca


''Aku terserah Tuhan saja, mau kasih aku berapapun.'' jawab Caca membalas genggaman tangan Arthur.


'' Kalau 12 gimana?'' tanya Ar


Plak


Caca memukul bahu Arthur. '' Kamu pikir aku mesin pencetak anak apa? Enak saja! Kayak gampang saja bikin anak?'' gerutu Caca dengan kesal

__ADS_1


''Ya gampang lah sayang, kan tinggal nyoblos.'' celetuk Ar


Caca menatap tajam Arthur. '' Dasar mesyum, coblos, coblos. Emang kamu pikir aku ini pemilihan Capres apa?'' kesal Caca


'' Ya, kan aku benar sayang!'' jawab Ar tak mau kalah.


'' Iya, memang benar! Tapi, apa kamu pikir ngeluarinya gampang? Kita saja harus bertaruh nyawa buat ngeluarin bayi tahu....''


Arthur menggaruk kepala nya yg tak gatal.


''Udah ah, aku mau masuk ke rumah dulu.'' ucap Caca sambil meraih gagang pintu mobil, namun segera di cegah Arthur.


'' Apalagi sih...''


'' Hadiah nya mana sayang?'' tanya Ar


'' Hadiah apa?''


Arthur menunjuk pipi nya, membuat Caca mendelik tajam. Kemudian mau tak mau Caca mencium pipi Arthur, namun baru saja Caca memajukan wajah nya, kemudian Arthur menarik tengkuk Caca dan malah menyatukan bibir mereka.


Caca yg memang sudah terbiasa dengan itu, mengalungkan tangan nya ke leher kekasih nya. Kemudian mereka pun berc...iuman, dan lagi lagi tangan Ar benar benar tak bisa di kondisikan. Caca mencoba menahan tangan kekasih nya yg sudah tak bisa di kondisikan itu, namun merem*s pepaya kenyal itu dengan lembut, sehingga membuat Caca melenguh.


Eeeuuummmmhhh


Arthur yg mendengar lenguhan Caca semakin merem*s buah itu lagi dengan penuh api gelora. Dan semakin membuat Caca melenguh nikmat, namun seketika Caca sadar dan menghentikan ciu..mana nya.


'' Ma-af say-ang, nanti ada yg lihat.'' ucap Caca dengan napas terengah.


'' Tapi sayang, 2 menit lagi nya?'' pinta Ar


Caca menggeleng cepat. '' Nanti saja, jika sudah menikah maka tak akan ada penghalang.'' tutur Caca


'' Tapi....''


'' Sudah Ya, aku turun! Kamu pulang dan hati hati...''


Cup


Caca mengecup pipi Arthur dan langsung keluar dari mobil. Arthur membuang napas nya dengan kasar, lalu mengusap wajah nya dengan kesal, sebab dia masih ingin meregut manis nya bibir Caca.


Caca melambaikan tangan nya, dan masuk kedalam rumah. Sementara itu Arthur kembali duduk ke jok depan, dengan perasaan kecewa nya. Entah kenapa setiap dia berada di sisi Caca, Arthur benar benar tak bisa mengontrol hasr*t nya. Pasti tangan nackal nya selalu saja merambat ke dua buah kenyal itu.


Apalagi saat mendengar lenguhan dari mulut Caca. Arthur seakan mendapatkan energi yg membuat naps* nya semakin menggebu gebu. Dan Arthur tak bisa menahan itu.

__ADS_1


' Kayak nya memang aku harus segera menghalalkan Caca, supaya nih si joni tiap sesak bisa masuk ke rumah nya.' batin Ar sambil mengusap bagian si joni yg sudah sesak di bawah sana.


Bersambung......


__ADS_2