Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Dia kekasihku )


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Malam ini Arthur pulang lumayan larut malam, dia masuk kedalam Mansion dengan tubuh yg lelah, dan lansung menuju kamar nya. Dia mengedarkan pandangan saat kaki nya menapaki tangga mata nya mencari keberadaan gadis yg sedari siang membuat nya prustasi.


Tak menemukan keberadaan Caca, akhirnya Arthur kembali melangkah ke kamar nya. Dia menghempaskan badan nya yg begitu lelah di kasur empuk king size di kamar itu.


Kemudian Arthur bangkit dan menuju kamar mandi, dia merasa badan begitu lengket dan gerah. Setelah melepas seluruh pakaian nya Arthur kemudian mengguyur tubuh nya dengan air dingin.


15 menit sudah Arthur keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang. Tiba tiba Hp nya berdering dan ternyata telpon dari Gio sahabat nya.


'' Ya, hallo Gi.''


.............


'' Eum, apa aku harus ikut?''


.......


'' Apa pasangan!'' kaget Arthur '' Ya tapi siapa Gi?'' sambung nya lagi


.......


'' Tapi kalau dia gak mau gimana?''


.......


'' Hm, baiklah nanti ku coba.''


Tut


Telpon pun terputsus.


Arthur duduk di tepi ranjang dengan kepala mendongkak ke atas, menatap langit langit kamar nya. Tadi Gio menelpon karena teman nya Chiko mengadakan naight party, dan di haruskan membawa pasangan.


Dan Gio menyarankan agar Arthur membawa Caca dalam acara itu, Arthur terlihat berpikir bagaimana cara nya ia membawa Caca, sedangkan Caca selalu mengindari nya.


Sepertinya aku harus memaksa nya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Pagi ini Arthur sedang sarapan di meja makan, dia melihat Caca lewat dan hendak mencuci buah yg baru saja di beli oleh kepala pelayan.


'' Hey, kamu!'' panggil Arthur pada Caca


Ssmua pelayan yg ada di sana menoleh ke arah Arthur, kecuali Caca.


'' Maaf Tuan Muda, anda memanggil siapa?'' tanya kepala pelayan.


'' Dia.'' tunjuk Arthur pada Caca yg sedang memunggungi nya.


'' Caca, kamu di panggil Tuan muda tuh?'' bisik Desi.


'' Kenapa Caca?'' bisik Caca


Desi mengangkat bahu nya. '' Sana samperin.'' suruh Desi.


Caca pun berbalik dan melangkah ke arah Arthur dengan kepala menunduk, dia masih marah pada Tuan nya itu.


'' Saya Tuan.'' ucap Caca


'' Kamu ikut saya! Ada yg mau saya beli, dan kau harus ikut.'' tutur Arthur sambil mengelap bibir nya.

__ADS_1


Caca melongo mendengar ucapan tuan muda nya itu. Kemudian Caca di senggol oleh kepala pelayan. '' Tutup mulutmu Ca.'' Caca yg sadar segera melipat bibir nya.


'' Untuk apa Tuan?'' tanya Caca


'' Kamu hanya perlu patuh, dan aku tak butuh pertanyaan.'' ucap Arthur dingin.


Caca pun akhir nya pasrah dan mengikuti Arthur untuk ikut ke mobil nya. Dia tak punya pilihan lain selain meurut dengan titah sang Tuan muda. Walaupun Caca sebenarnya penasaran akan di bawa kemana oleh Pria dingin itu.


Tak ada pembicaraan selama di dalam mobil, Caca terus menatap jalanan yg mulai ramai oleh pengendara yg sedang berebut waktu untuk bekerja. Arthur sesekali melirik kearah Caca, namun Caca acuh. Dia masih memandangi jalanan, menurutnya jalanan lebih indah ketimbang wajah tampan pria di samping nya.


Ekhhm


Arthur berdehem kecil, berharap Caca akan bereaksi dan menoleh pada nya. Namun ternyata harapan Arthur salah. Caca sama sekali tak menoleh, seakan gadis itu tak mendengar atau tak terganggu dengan deheman kecil Arthur.


Arthur memarkirkan mobil nya di depan butik ternama, dan Caca tetap diam walaupun dia penasaran.


'' Keluar.'' Titah Arthur dan di balas anggukan oleh Caca.


Caca tak banyak bicara dan mengikuti langkah Arthur masuk kedalam butik itu. Caca mengedarkan pandangan nya menyapu seluruh pakaian yg terpajang, gaun gaun cantik yg begitu indah di setiap sudut.


Gaun nya bagus bagus banget? Tapi Caca mana bisa ke beli.


'' Mari Nona..'' ajak karyawan butik itu.


Caca terbengong saat karyawan itu mengajak nya. '' Saya...Kenapa saya?'' bingung Caca.


'' Ikut saja dengan nya.'' Caca pun mengangguk lalu mengikuti karyawan itu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Malam ini Caca sudah siap dengan gaun yg begitu cantik selutut tanpa lengan, dengan tali tipis di pundak dan hiasan mutiara di bagian Dada dan pinggang. Sungguh sangat meukau.


Di dalam mobil.


'' Tuan, apa anda yakin membawa saya ke pesta? Saya bahkan belum pernah ke pesta tuan!'' tutur Caca dengan ragu.


'' Ya, yakin! Memang kenapa kalau aku ajak kamu?'' tanya Arthur.


'' Saya hanya merasa tak pantas saja Tuan! Saya takut, jika nanti akan membuat Tuan malu.'' jawab Caca


'' Kamu pake baju kan?'' di balas anggukan oleh Caca.


'' Kenapa Tuan tanya begitu?'' bingung Caca.


'' Ya, kalau kamu pakai baju kenapa harus malu? Kan kamu gak telanjang...'' tutur pria itu.


Caca mendengus kesal dan melipat tangan nya di dada. Dia lebih memilih diam dan menatap jalanan yg gelap di luar sana. Sedangkan Arthur menarik satu sudut bibir nya melihat kekesalan gadis cantik di samping nya itu.


Arthur sangat terpesona oleh kecantikan Caca, walaupun tak memakai makeup yg mencolok namun sangat cantik dengan makeup yg natural. Entah karena makeup nya atau karena kecantikan Caca yg memang sangat natural.


Benar benar cantik cewek klemot malam ini.


Mobil pun sampai di tempat acara. Arthur segera turun dan membuka pintu mobil samping Caca, dan mengulurkan tangan nya.


Terlihat Caca ragu untuk membalas uluran tangan itu, namun Arthur berdehem sehingga Caca pun menyambut uluran tangan Pria tampan itu. Jantung Caca kembali berdebar saat tangan mereka saling bertautan.


Lalu Arthur menaruh tangan Caca di lengan nya, dan mereka pun masuk kedalam tempat acara. Gio dan Chiko menyambut kedatangan Arthur dan Caca.


'' Hay Bro, waah kekasihmu cantik sekali?'' puji Chiko


Arthur hanya diam saja dan merangkul pinggang Caca, membuat wanita itu menatap tajam ke arah Arthur. Namun Arthur acuh dan semakin menempelkan badan nya.

__ADS_1


Ada desiran aneh di hatinya Caca saat teman nya Arthur menyebut dirinya sebagai kekasih pria tampan itu. Entah kenapa Caca merasa senang.


'' Hay Nona cantik, saya Gio sahabat nya Arthur.'' ucap Gio mengulurkan tangan dan di sambut oleh Caca.


'' Caca..''


'' Wah, nama yg sangat cantik! Sesuai orang nya.'' puji Gio membuat Arthur menatap nya tajam.


Namun Gio tak perduli dia malah mengangkat 1 alis nya pada Arthur.


Awas lo ya Gio...


' Ck, belum jadi kekasih saja sudah posesif begitu?' batin Gio


Arthur kemudian mengajak Caca untuk mengambil minuman dan berdiri di pojok meja.


Caca mendengus kesal, dengan tatapan begitu tajam pada pria tampan yg sedang minum di hadapan nya itu.


'' Tuan, kenapa tadi pegang pegang pinggang Caca?'' ketus Caca. '' Terus tadi apa, kenapa mereka bilang Caca kekasih Tuan?'' kesal nya.


'' Memang nya kenapa? Apa kau gak mau apa, jadi pacarku?'' ucap Arthur sambil menarik pinggang Caca dan menatap mata nya.


Caca terlihat sangat gugup dengan posisi seperti itu, apalagi di sana banyak orang. Caca melepaskan pelukan pria tampan itu.


'' Tuan, gak enak di lihat orang.'' jelas Caca


Batru saja Arthur akan menjawab, tiba tiba datang seorang wanita dengan pakaian mini drres yg begitu ketat full body.


'' Hallo, Arthur! Apa kabar?'' tanya Wanita itu sambil bergelayut manja di lengan Arthur.


Arthur yg tak suka di pegang sembaran orang, kemudian melepaskan tangan wanita itu dengan kasar. '' Baik, dan jangan menyentuhku!'' tekan Arthur.


'' Loh, kenapa? Dia saja bisa..'' tunjuk wanita itu pada Caca


'' Karena dia kekasihku, jadi sah sah saja.'' jelas Arthur sambil meraih pinggang Caca kembali.


Caca melotot menatap pria itu. Namun tanpa di duga Arthur malah mencium pipi Caca di hadapan wanita itu, dan tentu itu membuat Caca begitu syok dan membulatkan mata nya. Terlihat wanita itu mengepalkan tangan nya, dan pergi meninggalkan Caca dan Arthur.


'' Tuan kenapa an..'' Arthur menempelkan jari telunjuk nya di bibir Caca.


'' Diam, atau ku cium bibirmu di sini.'' ancam Arthur.


'' Dasar pengancam.'' desis Caca dengan mata mendelik tajam.


Arthur tersenyum melihat kekesalan wanita cantik itu.


Jam menunjukan pukul 21.00 dan Caca sudah mengajak Arthur untuk pulang, sebab ia sudah tidak betah karena Caca melihat ada yg sudah mabuk di sana.


Arthur pun pamit pada Gio dan Chiko untuk pulang lebih dulu. Dia menggandeng Caca ke dalam mobil nya, sesampainya di dalam mobil Caca melepas hels nya dan mengurut kaki nya yg terasa sangat pegal karena tak biasa memakai hels.


Arthur mengambil kaki Caca dan menaruh di paha nya. Caca sangat terkejut saat Arthur mengangkat kaki nya dan memijat nya, sebab saat ini Caca sedang memakai gaun selutut.


'' Tuan, lepaskan! Saya gak apa apa kok.'' elak Caca.


'' Sudah diam, atau aku akan menciumu?''


'' Tuan ini kenapa sih, bisanya ngancam aja.'' ketus Caca sambil membuang wajah nya ke samping. Namun Arthur diam saja tak membalas, dia memijit kaki Caca sampai gadis itu merasa lebih baik.


Bersambung.....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN FAV NYA GUY😘😘

__ADS_1


__ADS_2