
Happy Readingπ
Setelah makan siang, mereka bertiga pun pergi meninggalkan gedung besar itu dan Arthur akan mengantar Caca untuk pulang kerumah ibu nya.
Sedangkan di tempat lain, Cesa sedang mengadu pada Mawar dan Bayu jika Arthur berpacaran dengan Caca, seorang pelayan di Mansion Wijaya.
" Apa kamu yakin?" Tanya Bayu.
" Yakin Om! Key sangat yakin. Dan Cesa pun tahu kok!" Jelas Key dengan sangat tegas.
" Anak itu, apa tak ada wanita lain ya?" Heran Bayu
Mawar yg melihat ketidak sukaan Bayu dengan hubungan anaknya, kemudian menyuruh Key untuk masuk ke kamar nya. Dan Key pun menurut saja. Setelah Key masuk ke kamar, Mawar mendekat ke arah Bayu dan menggenggam tangan nya.
" Dad, emang kenapa kalau anak kita pacaran sama Caca? Dia anak yg baik kok! Momy yakin itu? Sebab Momy, sudah mengenal Caca seperti apa!" Ucap Mawar
" Tapi sayang! Caca kan hanya pelayan? Bagaimana jika Key benar, kalau Caca hanya memanfaatkan kekayaan Arthur saja?" Cemas Bayu
Sebagai Ayah, tentu dia sangat tak mau jika anak nya sampai terluka. Apalagi itu soal cinta. Namun Bayu juga tak bisa menghalangi, atau memisahkan Arthur dan Caca. Jika itu terjadi, maka Arthur pasti akan keceqa dan marah pada nya.
" Jangan pernah memandang orang dari luarnya saja, tanpa tahu dalam nya? Jangan suka, kita menuduh orang tanpa bukti yg jelas! Dady tahu, Momy tahu Caca dan keluarga nya. Momy yakin, jika Caca tak matre." Yakin Mawar.
" Apa Momy yakin?" Tanya Bayu, dan langsung di balas anggukan oleh Mawar.
" Baiklah, kalau begitu kamu undang keluarga Caca nanti. Jujur, Dady gak mau jika sampai Arthur dan Caca nganu duluan! Lebih baik nikahkan mereka dulu, biar nganu nya bebas." Celetuk Bayu
PLETAK
Mawar menjitak kepala Bayu dengan gemas. Membuat sang empu menatap tajam pada sitrinya, sambil mengusap jidat nya.
'' Kamu kenapa jitak kepala aku? Dosa loh, istri jitak kepala suami.'' ketus Bayu
'' Ya, lagian kamu! Tuh otak mangkan nya di rendam dulu sana sama pemutih, biar bersih? Atau kalau bisa, pakai mama lemon, biar keset gak longgar! Di otak kamu, cuma nganu nganu aja? Udah tua juga.'' kesal Mawar.
'' Udah tua? Gini, gini juga aku tuh masih sanggup 6 ronde semalam?'' bangga Bayu
Mawar menggelengkan kepala nya, menatap heran pada suami tercinta nya itu.
'' What Ever! Tapi satu ya, aku berharap Arthur tak semesum kamu!''
Mawar kemudian melangkah pergi meninggalkan Bayu yg masih duduk di ruang keluarga.
ππππππ
__ADS_1
Arthur, Caca dan Cesa baru saja sampai di rumah Ibu nya Caca. Mereka sedang mengobrol di dalam ruang tamu, tiba tiba telpon Arthur berbunyi.
'' Ya, hallo Mom.''
'' Eum, iya Mom.''
'' Apa Momy serius?''
'' Ok, Ok Mom, nanti malam aku akan minta mereka datang.''
Tut
Panggilan pun terputus, Caca dan Cesa menatap Arthur dengan penasaran, sebab wajah Arthur yg terlihat sumringah.
'' Ada apa Kak?'' tanya Cesa
''Begini, Momy dan Dady minta Caca mengajak ibu dan 2 adik nya untuk makan malam di Mansion nanti malam.'' jelas Arthur
'' Apa!'' ucap Caca dan Cesa serempak
'' Tunggu dulu, kamu serius? Tapi kenapa? Apa Nyonya sudah tahu hubungan kita?'' berondong Caca
Arthur tersenyum lalu mengngguk. '' Iya, Momy dan Dady sudah tahu! Mungkin Key yg memberitahu.'' jawab Arthur
'' Iya Nak, kami hanya dari keluarga miskin'' timpal ibu nya Caca
'' Kalian tenang saja, Momy dan Dady Caca itu orang baik. Mereka itu tak pernah memandang orang dari kasta nya!'' jelas Cesa
'' Iya, Bu. Orang tua kami pasti setuju.'' timpal Arthur.
Caca dan Ibu nya saling memandang 1 sama lain, kemudian mereka pun mengangguk.
ππππππ
Malam pu tiba, kini Caca dan ibu nya Caca sudah berada di depan Mansion di jemput olwh Arthur. Caca dan ibu nya juga sudah di belikan gaun oleh Arthur, walaupun dari awal Caca menolak, namun keputusan Arthur adalah mutlak.
Caca begitu deg degan, hatinya berdebar kuat. Dia takut jika majikan nya tak akan merestui mereka dan malah mempermalukan Caca. Caca hanya takut jika orang tua Arthur, mengundang mereka hanya untuk mengatakan jika hubungan nya dan Arthur harus di akhiri.
Ibu menggenggam tangan Caca, agar anak gadis nya itu tak terlalu gugup. Kemudian mereka melangkah masuk kedalam dimana orang tua Arthur sudah menunggu.
Saat Caca dan ibu nya datang, Mawar langsung menyambut mereka dengan hangat. Caca dan Ibu nya sempat terpaku dengan sambutan hangat dari Mawar.
'' Selamat datang!'' ucap Mawar sambil memeluk tubuh ibu nya Caca.
__ADS_1
'' Waah, Ca, kamu cantik sekali?'' puji Mawar.
'' Iya, Nyo-nya sa-ya i-ni...'' Caca begitu gugup saat berhadapan dengan kedua majikan nya itu.
'' Gak usah gugup Ca, dan jangan panggil saya Nyonya! Panggil saya tante saja, kan kamu pacar nya Arthur.'' ucap Mawar
Caca mendongkak kaget, saat mendengar ucapan Mawar. '' Tapi kan Nyonya itu, majikan saya?'' heran Caca
'' Dulu Ca, sekarang kan saya ibu dari kekasih kamu?'' goda Mawar dengan alis naik turun
'' Tapi..... Apa tidak apa Nyonya?''
'' Tidak! Kalau begitu kita makan yuk...'' ajak Mawar.
Kemudian mereka pun melangkah menuju ruang makan. Key yg melihat interaksi itu benar benar tak suka, dia heran kenapa Mawar dan Bayu malah menerima Caca dan ibu nya dengan terbuka.
Saat Caca datang di meja makan, semua pelayan terkejut saat mengetahui jika Caca adalah kekasih Tuan Muda nya selama ini. Kecuali Desi, dia sudah mengetahui sejak awal sebab Caca sudah cerita pada nya.
Adik adik Caca memang tak ikut, sebab besok ada ujian dan harus belajar. Jadi mereka tak bisa ikut.
Caca melihat tatapan Key yg berada di sebrang kursi nya, tatapan yg begitu tajam dan oenuh rasa tak suka. Tatapan itu seakan mengatakan jika Key tak terima dan membenci Caca. Fakta nya memang Key tak terima, sebab dia merasa di kalahkan oleh seorang pelayan.
' Awas saja kau pelayan sial*n, akan ku buat kau menyesal.' batin Key dengan kesal sambil menatap Caca penuh dendam.
' Itu orang kenapa liatin aku kayak mau nerkam saja sih? Di kira aku makanan apa? Atau dia marah, sebab kalah dari aku?' pikir Caca
Mereka semua makan malam sambil membahas hubungan Caca dan Arthur. Mawar dan Bayu bertanya mengenai awal mula Arthur dan Caca bertemu sampai jadian, dan kenapa selama ini menyembunyikan hubungan mereka.
Key yg mendengar itu benar benar tak suka, hatinya benar benar panas saat ini.
Tiing
Key membanting sendok di piring nya, dan berdiri dari duduk nya. Semua orang menatap Key dengan tatapan heran.
'' Key, kenapa?'' tanya Mawar
'' Key sudah kenyang tante, maaf aku ke kamar dulu.'' Tanpa menunggu persetujuan Mawar dan semua orang, Key masuk ke kamar nya dengan langkah yg begitu kesal.
' Awas kau pelayan kampung.' batin Key
Cesa menatap kepergian Key, dia tahu apa yg di rasakan Key saat ini. Cesa berencana akan menghampiri Keyla saat makan malam nanti usai. Dan semua melanjutkan obrolan nya kembali.
Bersambung.........
__ADS_1