
Happy Readingπ
Caca mengerjapkan mata nya, menguap dan perlahan menyempurnakan pandangan nya yg masih buram karena mengantuk. Namun Caca merasa aneh, saat merasakan sesuatu yg berat menimpa perut nya. Dia pun meraba nya dan ternyata itu sebuah tangan.
Lalu Caca menoleh ke samping dan mendapati Arthur sedang tertidur pulas dengan wajah yg begitu tampan nan mempesona bak pangeran. Tangan Caca terulur untuk mengusap wajah putih nan mulus milik Arthur.
Hap
Tangan Arthur menagkap tangan nya Caca sehingga membuat gadis itu sedikit terkejut.
'' Tuan? Anda sudah bangun?'' kaget Caca
Arthur malah menarik pinggang Caca semakin mendekat ke arah nya, membuat wajah Caca merona malu. '' Tuan apa yang....'' Arthur tiba tiba mengecup bibir Caca.
'' Sudah ku bilang jangan panggil aku Tuan, kalau kita sedang berdua! Panggil aku dengan Sayang.'' pinta Arthur
'' Maaf, Caca masih belum terbiasa.'' jawab Caca.
Kemudian Caca pun bangkit dan melangkah ke kamar mandi, setelah melewati drama panjang yg membuatnya harus pasrah, dimana bibir nya lagi lagi harus menjadi sasaran empuk pria yg sekarang bergelar menjadi kekasih nya itu.
Caca sama sekali tak menduga jika ia dan Arthur akan menjadi sepasang kekasih, bahkan hanya untuk bermimpi pun Caca tak mampu. Selama mengguyur tubuh nya di bawah pancuran air shower, Caca terus teringat kejadian erotis yg begitu panas semalam antara dirinya dan pria tampan itu.
Dimana Caca hampir saja khilaf dan menyerahkan kesucian nya pada Arthur. Untung Caca segera sadar dan hal naas itu pun tak terjadi pada nya, walau tak dia pungkiri jika dia sangat menikmati setiap sentuhan lembut bibir Arthur di tubuh indah nya.
'' Sayang, kita tak bisa melakukan ini? Caca gak mau kita sampai melampaui batas?'' ucap Caca
Arthur melepas his...apan nya di kedua pepaya milik Caca, lalu menatap mata Caca dengan selimut gair*h. Arthur hendak mencium bibir Caca kembali namun Caca menahan dada nya.
'' Kalau kamu cinta Caca, jangan begini? Please, Caca gak mau kita menyesal nantinya.''
Bruk
Arthur yg mendengar itu segera menghempaskan tubuh nya ke samping Caca, lalu menatap langit langit kamar nya dengan nafas memburu. Kemudian dia menoleh ke arah gadis yg baru saja menjadi kekasih nya itu.
'' Maaf, sayang! Tubuh mu seperti magnet yg mampu membuatku hilang kendali.'' ucap Arthur dengan dada naik turun.
'' Gak papa, tapi jangan dulu ya! Kita kan belum sah? Caca mau mempersembahkan nya saat malam spesial nanti.'' ujar Caca
Arthur memiringkan tubub nya, sehingga setengah menindih tubuh Caca. '' Lalu, bagaimana dengan ini sayang? Dia sudah bangun?'' tunjuk Arthur ke bawah dengan ekor mata nya.
Caca terkekeh saat merasakan benda yg begitu tumpul menusuk paha nya. Sebenar nya Caca begitu terjekut saat benda tumpul itu menusuk nusuk pah* nya di bawah sana, namun Caca berusaha menyembunyikan rasa itu.
'' Kan ada sabun?'' kekeh Caca yg membuat pria itu membulatkan mata nya.
'' What! Beby, are you crazy?'' kaget Arthur
__ADS_1
'' Why!'' heran Caca
'' Masa sabun sih? Mending juga kamu.''
Caca menggeleng cepat. '' No, Caca gak mau! Sudah ya, Caca mau pakai baju dulu.'' ujar Caca lalu bangun dan menarik selimut ke arah ruang ganti.
'' Sayang, terus ini gimana?'' tanya Arthur.
'' Sabun solusinya...'' jawab Caca sambil terus berjalan.
'' Sshhiiiit, masa iya solo karir mulu sih?'' gumam Arthur.
Caca tersenyum saat mengingat momen semalam, dia benar benar tak menyangka jika dirinya akan menjadi kekasih anak majikan nya. Caca kemudian mengambil handuk dan berdiri di depan kaca, dia memperhatikan seluruh tubuh nya yg banyak sekali tanda cinta kekasih nya di sana.
Tanda itu begitu banyak menghiasi leher sampai dad* nya, membuat Caca menggeleng heran. '' Banyak banget? Caca harus pakai baju tertutup kalau begini?'' gumam nya.
Tiba tiba pikiran nya treaveling kembali, dimana saat Arthur menikmati 2 buah pepaya milik nya. Bahkan rasanya saja masih sangat terasa oleh Caca, sehingga membuat Caca mengigit bibir bawah nya. Entah kenapa Caca seakan menginginkan nya kembali.
Tok Tok Tok
'' Sayang, kamu baik baik saja kan?'' teriak Arthur di depan kamar mandi.
Caca tersentak kaget dari lamunan nya.
'' Iya.'' jawab Caca lalu melangkah keluar dari kamar mandi dengan baju handuk di tubuh nya.
Pintu terbuka dan ternyata Arthur sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. '' Kenapa lama?'' tanya Arthur.
Caca menunduk. '' Maaf, Caca ganti baju dulu.''
Dia segera berlari menuju ruang ganti, membuat Arthur terkekeh kecil melihat kemalu maluan kekasih nya itu.
πππππππ
'' Tuan, nan...'' Caca menggaruk kepala nya saat Arthur menatap tajam dirinya.
'' Maaf, Caca belum biasa.''
'' Harus biasa, kalau kita sedang berdua!'' ucap Arthur
Caca mengangguk. '' Nanti turunkan Caca di sampin Mansion saja ya! Caca gak mau nanti malah semua orang curiga.'' pinta Caca
'' Emang kenapa? Biarin aja mereka tahu, toh kamu juga nantia akan jadi istriku.''
'' Bukan begitu, Caca hanya tak mau saja jika nanti kamu di ledek atau mereka menganggap Caca tak tahu diri, sebab Caca sudah berpacaran bersama Tuan Muda mereka.'' jelas Caca.
__ADS_1
'' Aku tak butuh pendapat dan pandangan mereka.'' cuek Arthur.
Caca menghela napas nya. '' Tapi Caca butuh sayang!''
'' Yasudah, jika itu mau kamu! Dan nanti sepulang Momy dari jerman, aku akan langsung bilang tentang hubungan kita.'' jelas Arthur.
'' Apa nyonya dan Tuan besar, akan menerima Caca?'' tanya Caca dengan ragu.
'' Pasti, mereka pasti menerima kamu.'' yqkin Arthur sambil mengecup tangan Caca yg berada dalam genggaman nya.
Mobil pun sudah sampai di samping Mansion, tepat nya sebelum Mansion. Sesuai dengan permintaan Caca. Namun baru saja Caca akan keluar, Arthur menahan tangan nya.
'' Kenapa?'' tanya Caca.
'' Berikan aku hadiah dulu sebelum turun.'' pinta Arthur.
'' Hadiah apa?'' bingung Caca
Kemudian Arthur menepuk pipi nya, dan Caca paham akan hal itu. Dia dengan wajah merona malu mencium pipi Arthur, namun pria itu menunjuk pipi yg satu lagi, membuat Caca mendengus sebal. '' Sudah.'' ucap Caca saat melihat Arthur menunjuk bibir nya.
'' Ini kan belom sayang?'' pinta Arthur namun Caca terlihat ragu dan...
Cup
Arthur menarik tengkuk leher Caca dan mencium nya, kemudian menye...sap buah palm yg begitu manis itu. Hingga Caca pun tak bisa menolak nya saat bibir mereka berpaut dengan lembut nan hangat. Caca memejamkan mata nya dan meremas kemeja kekasih nya itu.
Caca tak bisa munafik, jika dia sangat menyukai ciuman Arthur di bibir nya. Dia sangat di buat ketagihan oleh sentuhan hangat itu.
Bibir mereka terus berpaut dengan lid*h saling membelit satu sama lain. Hingga akhirnya Caca memukul dada bidang Arthur karena oksigen nya mulai menipis. Mereka berdua bernapas terengah engah saat ciu..man itu terlepas.
Setelah mengatur napas nya kembali normal, Caca pun turun dari mobil dan melangkah ke arah Mansion. Semantara Arthur memutar balik mobil nya untuk pergi ke kantor sang Dady.
' Aku berharap tak akan ada penghalang dalam hubungan kita.' batin Caca saat melihat mobil kekasihnya pergi
Sesampai nya di dalam Mansion, Caca segera mengerjakan tugas nya beberes rumah mewah itu.
'' Ca, kamu kemaren kemana? Kok gak pulang?'' tanya Desi saat Caca sampai di dapur.
'' Itu Mbak, Caca pulang ke rumah nengok ibu.'' bohong Caca.
'' Oh...''
Untung saja Caca sudah nyiapin jawaban? Maaf ya Mbak Desi, Caca terpaksa bohong soal nya Caca gak mau kalian nanti malah ilfiel sama Caca.
Bersambung......
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYSππ