
Happy Reading😘
Setelah acara makan malam selesai, Vio pulang di antar oleh Brayn. Vio pun pamit pada keluarga Brayn dan mengucapkan terima kasih pada mereka sebab Vio sudah di terima dengan lapang dada dan tangan terbuka oleh mereka.
Mobil pun melaju meninggalkan Mansion, tak ada pembicaraan yg keluar dari kedua pasangan itu. Hingga akhirnya Vio membuka suara.
'' Apa benar Hubby, kalau kamu itu duda?'' tanya Vio to the point.
Brayn belum menjawab nya, dia malah menjalankan mobil nya ke suatu tempat.
'' Aku akan menjawab nya, tapi kita kesuatu tempat dulu.'' ujar Brayn
Setelah 20 menit, mobil pun sampai di sebuah pantai. Brayn menghentikan mobil nya di pesisir pantai. Kemudian membuka atap mobil nya, lalu sabuk pengaman nya.
Brayn menatap lurus ke arah pantai, ingatan nya kembali dimana ia menikah dengan sebuah dendam. Vio melihat raut wajah Brayn seperti memegang rahasia yg begitu berat.
Brayn menghela napas nya cukup panjang, lalu mulai menceritakan masa lalu nya pada Vio.
'' Iya Queen, aku adalah seorang duda! Aku pernah menikahi seorang wanita, tapi pernikahan kami gagal dan kandas, sekarang dia sudah bahagia bersama pria lain.'' jujur Brayn
'' Kenapa kandas?'' tanya Vio penasaran.
Brayn menoleh sekilas pada Vio, lalu kembali menatap deburan ombak samudera. Sedangkan Vio terus menatap lekat wajah tampan Brayn, dia benar benar penasaran dengan Brayn.
'' Dulu aku memang mencintai nya, sebelum ku tahu jika dia sudah membuat kesalahan yg begitu besar! Hingga lama lama, rasa cinta itu terkikis menjadi sebuah dendam. Aku menikahinya bukan karena cinta pada nya, tapi karena ingin membalaskan dendam pada nya! Tapi ternyata perbuatan ku di tentang oleh keluargaku, hingga aku harus melepas kan nya.'' jelas Brayn.
'' Dendam? Kenapa dendam? Bukan nya, tadi kamu bilang cinta? Emang kesalahan apa yg di buat nya, hingga kamu begitu marah?'' heran Vio bertanya bertubi tubi pada Brayn.
Brayn terkekeh mendengar pertanyaan dari mulut Vio, kemudian Brayn mengacak rambut Vio dengan gemas. Lalu kembali menatap lurus ke arah ombak.
'' Ya, aku memang mencintai nya dulu! Dulu dia pernah membuat salah satu keluargaku hampir kehilangan nyawa nya, dan aku baru mengetahui nya. Aku hanya ingin membalaskan dendam pada nya, agar dia tahu rasanya hidup di ujung nyawa itu seperti apa.''
Vio menatap sendu ke arah Brayn. '' Memang siapa yg dia celakai?'' tanya Vio
'' Mawar, adiku! Sebagai seorang Kakak, tentu aku tak terima mendengar dan mengetahui jika Wanita yg ku cintai pernah membuat adiku hampir mati gara gara dia dorong dari tebing? Kakak mana yg akan terima Queen?'' ujar Brayn lalu menyugar rambut nya ke belakang.
Vio menutup mulut nya saat mengetahui jika adik nya Brayn pernah di celakai oleh seseorang. Kemudian Brayn menggenggam tangan Vio dan menghadap ke arah nya.
__ADS_1
'' Lalu, apa statusku akan membuatmu mundur? Jika iya, aku tak akan memaksamu.'' ucap Brayn dengan sendu.
Vio tersenyum manis. '' Aku akan tetap berada di sisimu, walaupun kamu seorang duda! Setidak nya aku mendapatkan DUREN, duda keren. Hahahahaha.......'' ucap Vio kemudian tegelak.
Baryn bernapas lega saat mendengar hal itu.
'' Lau, apa kalian punya anak?'' tanya Vio setelah menghentikan tawa nya.
Brayn menggeleng. '' Bagaimana kami mau punya, aku saja belum pernah menyentuh nya.'' jelas Brayn.
Vio membulatkan kedua mata dan mulut nya, dia benar benar kaget dengan penuturan Brayn pada nya. '' Hah, belum pernah? Masa iya Hubby, selama kamu nikah kamu belum pernah itu? Biasanya kan....'' Vio benar benar tak percaya.
'' Kenyataan nya queen, jangan kan menggoyang nya dia atas ranjang! Bahkan mencium nya juga nggak. Aku tak berselera saat melihat nya, sebab dendam ku pada nya menutup semua hasraat ku untuk nya.'' jelas Brayn.
'' Wow amazing! Biasanya cowok itu gak akan kuat loh, apa lagi dia istri kamu?''
'' Justru aku gak bakal kuat kalau dekat kamu! Soalnya tubuh kamu itu bagaikan magnet, apalagi ini..'' ujar Brayn sambil memegang bibir Vio.
'' Dasar mesuum.'' tukas Vio sambil memukul kecil lengan Brayn.
Angin malam berhembus cukup kencang membuat Vio sedikit mengigil dingin. Brayn yg melihat itu membuka jaket nya, lalu memakaikan nya di tubuh Vio.
Pandangan mereka bertemu saat Brayn memakaikan jaket nya pada tubuh Vio. Hingga kini bibir mereka pun telah berpaut satu sama lain. Kemudian Vio mengalungkan tangan nya pada leher Brayn, dia bahkan sudah biasa dengan sentuhan hangat nan erotis di bibir nya.
Brayn menurunkan kursi yg di duduki Vio hingga setengah berbaring, lalu Brayn menggeser tubuhnya ke atas tubuh Vio, dia mulai meniindih tubuh langsing Vio dan mulai mencu...mbu nya kembali
Mereka hanyut dalam gelora cinta yg panas hingga Vio tak sadar jika tangan Brayn sudah mulai nackal kembali di atas 2 gunung merapi nya. Vio mendorong tubuh Brayn, hingga ciu..man mereka terlepas.
'' Hubby, sudah ya! Kita bisa kebablasan.'' ujar Vio dengan napas terengah engah.
'' Tapi queen.'' melas Brayn
'' No, Hubby! Aku gak mau kita ngelakuin nya sebelum menikah.''
Brayn pun bangun dan kembali duduk di jok kemudi. Lalu mengusap wajah nya dengan kasar, dia sendiri pun bingung kenapa dia tak bisa mengontrol dirinya.
Apa benar ya yg di katakan Mawar, kalau aku ini kelamaan menduda dan tak kelamaan tak mebobol gawang? Sepertinya aku harus segera menghalalkan kekasihku ini.
__ADS_1
Brayn pun melajukan mobil ke suatu tempat yg lagi lagi membuat Vio heran. Sebab itu bukan arah tempat tinggal nya.
'' Loh, loh. Ini kemana lagi sih Hubby? Udah malem tahu, aku ngantuk!'' kesal Vio
Brayn tak menjawab nya dia malah mengacak rambut Vio, dan melajukan mobil nya. 15 menit kemudian mobil sampai di sebuah apartemen mewah. Membuat Vio sangat bingung.
'' Ayo turun..'' ajak Brayn setelah membuka pintu mobil samping Vio.
'' Kenapa kita kesini?'' heran Vio
Brayn tak menjawab nya, dia menggandeng tangan Vio hingga mereka tiba di salah satu apartemen Brayn. Vio melepaskan tangan nya dari gandengan Brayn.
'' Kenapa kesini?'' kesal Vio
'' Tenanglah Queen, mulai saat ini apartemen ini milikmu! Dan kau akan tinggal di sini sebelum kita menikah.'' jelas Brayn membuat Vio membulatkan mata nya.
'' Kamu jangan bercanda Hubby? Ini apartemen mahal.'' ujar Vio tak percaya
'' Apa aku terlihat bercanda? Ini apartemen miliku, begitu pun dengan gedung ini. Jadi tinggalah di sini sampai kita menikah nanti.''
'' Tapi, apa ini tak berlebihan?''
Cup
Brayn mengecup dahi Vio. '' Tidak Queen, setelah menikah nanti kita akan tinggal di rumah yg sudah ku beli.'' jelas Brayn.
Vio terharu dia lalu menghambur memeluk tubuh kekar Brayn. Vio benar benar tak menyangka jika hidup nya akan seberuntung ini, dia tak pernah membayangkan akan mendapat kan kemewahan ini. Bahkan bermimpi pun tak pernah.
'' Makasih Hubby.'' ucap tulus Vio
'' Always for you, queen.''
Setelah itu Brayn pamit pulang, bahkan barang barang Vio yg ada di kosan nya sudah berada di apartemen semua. Sungguh Vio sangat beruntung. Mungkin itu adalah buah kesabaran dan ketegaran yg Vio dapat, karena selama ini sudah banyak melewati pase pase yg begitu pahit dan sulit.
Seperti kata pepatah, AKAN INDAH PADA WAKTUNYA. Dan itu lah yg Vio rasakan.
Bersambung......
__ADS_1
JANGAN LUPA JEJAK NYA YA GUYS😘