Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Cemburu )


__ADS_3

Happy Reading😘


Pagi ini Caca sudah bersiap dengan setelan kantor nya. Semalam sehabis acara makan malam selesai, Mawar meminta Caca untuk bekerja di kantor Wijaya Group untuk menjadi asisten nya Arthur.


Awalnya Caca menolak, sebab ia benar benar tak tahu menahu soal perkantoran, namun melihat dari rangking selama Caca selama sekolah, Mawar yakin jika Caca mampu. Dan itu juga menjadi keuntungan bagi Arthur, sebab ia bisa selalu dekat dengan Caca.


.........


Arthur sudah bersiap untuk ke kantor nya, dia berencana untuk menjemput Caca terlebih dulu, dan akan ke kantor bareng.


" Ar, sarapan dulu?" Ucap Mawar


" No, Mom. Nanti aku sarapan di kantor saja! Aku mau jemput Caca dulu soal nya." Jawab Arthur


Setelah pamit pada kedua orang tuanya, Arthur berjalan keluar rumah menuju mobil mewah nya. Key menatap kepergian Arthur dengan tatapan tak suka, lebih tepatnya tak suka melihat raut wajah bahagia nya saat menyebut nama Caca.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Caca keluar dari rumah saat Arthur datang, dia tadi baru akan sarapan namun kekasih nya keburu datang, jadi Caca membawa bekal. Mereka pun pamit pada ibu Caca, dan pergi meninggalkan rumah sederhana itu.


" Sayang! Aku takut deh? Aku kan gak pernah kerja kantoran?" Ucap Caca


Arthur tersenyum, lalu menggenggam tangan Caca. Dia tahu jika saat ini pasti kekasih canyik nya itu lagi nerveos .


" Kamu cukup ikut aku saja, dan sedikit demi sedikit belajar." Jawab Arthur sambil mengusap kepala Caca.


30 menit mobil pun sampai di kantor. Caca berjalan dengam di gandeng oleh Arthur. Caca awal nya menolak, namun Arthur bersikeras. Saat mereka masuk, semua karyawan kantor melihat mereka tanpa kedip. Bahkan ada banyak hati yg patah, saat melihat Arthur menggenggam tangan seorang wanita.


Padahal semua tahu, jika selama ini Arthur sangat sulit di taklukan oleh wanita manapun.


" Siapa wanita itu? Beruntung banget ya dia?" Bisik salah 1 karyawan di sana.


" Wah, cewek itu beruntung banget? Pasti dia ngincer harta nya saja!" Bisik karyawan yg lain.


Caca menunduk saat mendengar bisikan demi bisikan yg terlontar dari mulut para karyawan. Terutama karyawan wanita! Mereka sangat iri pada Caca, yg bisa merebut dan meluluhkan hati pria dingin itu.


" Gak usah di dengerin! Nanti aku kenalkan kamu, sebagai calon istriku?" Ucap Ar saat di dalam lift.


Caca diam saja tak menjawab.


TING


Pintu lift terbuka, kemudian Ar membawa Caca masuk kedalam ruangan nya. Sudah ada 2 meja di sana, Arthur sudah menyuruh OB untuk menyiapkan meja untuk Caca di sana.


" Nah, kamu duduk di sini ya!" Ucap arthur sambil menunjuk meja Caca


Caca mengangguk lalu duduk di kursi nya. Tak lama masuklah Reva, membawa berkas yg di minta Arthur. Reva terkejut saat melihat perempuan yg duduk di meja, yg ada di ruangan itu.


Vera menatap sinis ke arah Caca. Namun Caca cuek saja, dia tak perduli.

__ADS_1


" Ini Tuan muda berkas yg anda minta!" Ucap Reva dengan suara sedikit sensasional.


Caca mengeryit heran, saat mendengar nada bicara wanita sexy itu


" Maaf ya Mbak! Kenapa bicara nya begitu?" Tanya Caca


"Emang kenapa sama bicara saya? Lagian kamu itu siapa? Kok ada di ruangan Tuan Arthur?" Ujar Reva dengan sinis.


Caca tersenyum miring, lalu melangkah mendekat kearah Reva. " Kenalkan, saya Caca. Asisten pribadi Tuan Arthur, sekaligus calon istri nya!" Ucap Caca sambil mengulurkan tangan nya.


Namun Reva malah tertawa terbahak bahak.


" Hahahaaa... Apa tadi? Calon istri? Heh, kalau mimpi itu jangan kesiangan? Bangun oy, ini udah siang...." ledek Reva


" Dia memang calon istri saya!" Tutur Arthur, membuat Reva menatap tak percaya pada Caca, yg sedang tersenyum sinis ke arah nya.


" Jadi....Dia..." gagap Reva


" Keluar sekarang.." titah Arthur


Reva mendelik tajam ke arah Caca, lalu melangkah keluar dari ruangan itu dengan hati yg begitu kesal.


" Awas saja! Gw akan bisa rebut Tuan Ar, dari dia?" Gumam Reva dengan hati yg iri.


Caca merengut kesal, lalu duduk di kursinya dengan wajah di tekuk. Arthur yg melihat itu segera menghampiri Caca, dan duduk di atas meja Caca.


" Aku kesel..."


" Kesal kenapa?"


" Pake nanya lagi? Gimana gak kesel sih sayang? Tuh cewek, nyerahin berkas sih iya! Tapi gak usah pake suara begitu juga kali? Di kira nya sexy apa? Yg ada aku mau muntah denger nya..." kesal Caca


Arthur tersenyum tipis, lalu mengangkat dagu Caca.


" Kamu cemburu?" Goda Ar


" Iiish, apaan sih? Siapa juga yg cemburu?" Sangkal Caca dengan wajah memerah.


" Yakin?" Goda Ar lagi.


" Iiish, apaan sih sayang? Udah ah, lebih baik kita kerja saja. Gak enak nanti kalau Dady kamu masuk kesini?" Ucap Caca mencoba mengalihkan pembicaraan.


Arthur kemudian mencium pipi Caca, lalu kembali ke meja nya dengan rasa puas. Seentara itu, Caca mendelik tajam pada Ar. Namun pria tampan itu cuek saja dengan senyuman manis di wajah nya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Jam makan siang sudah tiba. Caca mengajak Arthur untuk makan siang, namun Arthur menolak nya. Dia menelpon OB, dan meminta di antarkan makan siang ke ruangan nya.


15 menit makanan pun datang. Kemudian Caca dan Arthur duduk di sofa, mereka mulai menyantap makanan itu, tapi dengan Ar yg menyuapi Caca dan begitu pun sebalik nya.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di lain tempat Key sedang duduk di sebuah Bar sendirian. Dia saat ini sedang mabuk berat, sebab Key sangat tak terima dengan hubungan Caca dan Arthur.


Key berjalan sempoyongan ke arah lorong kamar hotel yg sudah dia sewa. Dia sengaja menenangkan dirinya untuk sejenak. Jika ia tetap di Mansion wijaya, maka Key akan semakin sakit.


Bruk


Tubuh Key ambruk di depan pintu kamar hotel, saat dia ingin membuka kunci.


'' Nona, anda tidak papa?'' tanya seorang pria yg baru saja keluar dari kamar hotel sebrang Key.


Namun Key tak bergeming, lalu pria itu mendekat dan kemudian menutup hidung nya, saat mencium bau alkohol dari muluf Key.


'' Ternyata dia sedang mabuk?'' gumam Pria itu.


Lalu pria itu mengambil kunci di tangan Key, dan mengge dong Key masuk kedalam kamar nya. Saat pria itu menaruh tubuh sexy Key di atas ranjang, tiba tiba Key menarik kerah baju pria itu. Dan tentu saja, pria itu jatuh ke atas tubuh Key.


'' Kamu jahat Ar! Kamu jahat....'' gumam Key


'' Nona, lepaskan saya?''


'' Nggak, kamu harus jadi milik aku.'' ucap Key


'' Hey Nona, sadarlah? Saya bukan Ar, kamu?'' ucap pria itu sambil mencoba melepas cekalan tangan Key. Namun Key buru buru mencium bibir pria itu. Key tidak sadar, jika yg dia atas tubuhnya bukan lah Arthur, tapi melainkan pria asing.


Pria itu terkejut dan membulatkan mata nya. Kemudian dia melepas ciuman itu.


Shiit, ciuman pertama gw?


Key yg merasa di tolak segera menarik baju nya yg seperti kemben. Sehingga terpampanglah dua buah kenyal nan indah menantang milik nya. '' Ini kan yg kamu mau? Aku akan berikan Ar.'' rancau Key


Glek


Pria itu menelan ludah nya dengan kasar, saat melihat pemandangan yg begitu indah di hadapan nya. '' Nona, sadarlah?'' ucap Pria itu mencoba mengontrol diri nya.


Namun bukan nya menyerah, Key malah menuntun tangan pria itu ke atas dada nya.


'' Lakuin Ar, aku menginginkan nya?'' lirih Key


Pria itu begitu syok saat Key menaruh tangan nya di 2 buah pepaya kenyal milik nya itu. Dia mencoba menarik tangan nya, namun Key malah menahan nya. Dan akhirnya pria itu pun mere...mas 2 buah pepaya milik Key.


Eeuuughh


Key melenguh nikmat, saat pria itu mere..mas pepaya milik nya. Kemudian Key menyatukan bibir mereka, hingga kedua nya tak bisa menahan gejolak itu. Walaupun pria asing itu sudah mencoba menahan nya, namun dia kalah dengan tubuh nya yg menginginkan itu.


' Kau harus bertanggung jawab, Nona. Sebab kau sudah mengambil keperjakaan ku, dan aku juga yg pertama bagimu? Aku tak akan melepaskan mu.' batin pria itu sambil memompa tubuh Key di bawah nya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2