
Happy Reading๐
Hari ini adalah hari yg dimana Vio tunggu, tapi saat itu bukan lah sekarang, melainkan nanti malam, dimana Brayn akan membawa nya ke Mansion orang tua nya, dan dia akan memperkenalkan Vio pada keluarga nya.
Walaupun Vio sudah bertemu dengan Mama dan Adik nya Brayn, tapi tetap saja Vio merasa takut dan deg degan. Saat Vio sedang melamun di meja kerja nya, tiba tiba dia terjingkat kaget saat suara telpon berdering.
'' Monyong lu Monyong...'' kaget Vio sambil mengusap dada nya.
'' Ya, hallo..''
'' Baik Tuan Muda.''
Vio mendengus setelah tahu siapa yg menelpon. Sedangkan di dalam sana, Brayn terkekeh saat melihat Vio terjingkat kaget.
Tok tok tok
Setelah itu pintu pun terbuka dan Vio masuk dan berdiri di depan meja Brayn.
'' Iya Tuan, apa anda butuh sesuatu?'' tanya Vio
'' Ck, kamu ini, jangan panggil aku Tuan kalau kita lagi berdua.'' ujar Brayn
'' Sini..'' panggil Brayn menyuruh Vio mendekat.
Vio terlihat ragu, tapi akhirnya dia mendekat ke arah Brayn. Saat Vio sudah berada di samping Bryan, Brayn menarik tubuh Vio hingga duduk di pangkuan nya.
Vio sangat terkejut saat Brayn menarik nya hingga jatuh di atas pahaa Bos tampan yg sekarang menjadi kekasih nya itu. Vio berusaha berdiri, tapi Brayn menahan pinggang ramping nya.
'' Lepas Tuan, nanti kalau ada yg masuk gimana?'' panik Vio
'' Siapa yg berani masuk hem?''
'' Ya, Tuan Vino misalnya...''
Brayn terkekeh. '' Dia tak akan kesini, dia lagi menghadiri metiing di luar! Dan jangan panggil aku Tuan.''
'' Lalu...''
'' Panggil aku Hubby!'' pinta Brayn sambil menaruh wajah nya di ceruk leher Vio, membuat Vio menahan geli dengan darah yg berdesir.
'' What! Hubby?'' heran Vio
Brayn mengangguk pelan. '' Iya, dan aku akan memanggilmu Queen.'' jelas Brayn
'' Tapi....''
'' Tak ada penolakan..'' tegas Brayn
__ADS_1
Akhirnya Vio pun pasrah saja, menurut nya itu tak buruk tapi hanya sedikit lebay. Brayn malah semakin menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vio, mengendus wangi rambut dan tubuh kekasih nya itu. Dan itu membuat Vio merasa geli, dia sampai meremas rok nya.
Mungkin jika Bayu yg melakukan hal itu pada Mawar, maka Mawar akan menyamakn nya dengan kambing๐๐
'' Hu-bby jangan se-perti ini, aku ge-lih...'' ucap Vio sambil menggigit bibir bawah nya.
Vio merasakan sesuatu yg aneh berdesir di dalam tubuh nya. Vio mencoba mengendalikan dirinya saat merasakan hasraat di dalam dirinya. Vio mencoba bangkit saat merasakan sesuatu yg begitu keras menekan bo..kong nya di bawah sana.
'' Diamlah Queen, jangan banyak bergerak! Kamu akan membangunkan sesuatu di bawah sana.'' ucap Brayn dengan suara yg purau.
Vio seketika terdiam saat mendengar kekasih nya itu berbicara dengan suara yg purau. Vio tahu jika Brayn sedang menahan sesuatu di dalam dirinya.
Mata Vio seketika membulat, saat ia merasakan Bryn menggigit leher nya, Vio terpekik saat Brayn mulai meng...hisap nya.
Vio menggigit bibir nya, dan menahan napas nya saat merasakan desiran aneh di dalam tubuh nya. Vio mencoba melepas kepala Brayn tapi Brayn malah semakin memperdalam gigitan nya.
'' Hu-bby jan-gan...''
Brayn seakan tuli, dia semakin memperlebar ciu...man nya ke sisi yg lain, membuat Vio akhirnya terlena dan malah menekan kepala Brayn. Kemudian Brayn membalik tubuh ramping itu agar mengahadap dirinya.
Lalu Brayn menarik tengkuk Vio, dan mulai membenamkan bibir nya pada bibir sexy Vio. Mereka pun hanyut dalam penyatuan bibir yg begitu hangat. Hingga sudah beberapa menit, akhirnya Brayn melepas pagutan itu.
Mereka bernapas terengah engah, dengan dahi bersatu.
'' Aku harus kembali ke meja..'' ujar Vio
'' Sebentar lagi ya..'' pinta Brayn dengan wajah memelas.
'' Kebablasan bagaimana sih Queen?'' manja Brayn
'' Iya kebablasan! Seperti tadi, tuh tangan kenapa malah merambat ke atas?'' ketus Vio
Brayn terkekeh. '' Bagaimana tidak! Empuk sih..'' jujur Brayn dengan kekehan kecil.
Vio berdiri dan melotot kearah Brayn dengan tangan di pinggang. '' Ini tuh belum boleh tahu..'' kesal Vio
'' Masa gak boleh sih Queen, remes dikit mah.'' tawar Brayn.
Vio menggeleng dengan cepat. '' No! Udah ah, aku mau balik ke meja.'' kesal Vio sambil pergi melangkah meninggalkan Brayn yg terkekeh geli.
Entah sudah berapa lama aku bisa tertawa seperti ini lagi, aku pun lupa?
๐๐๐๐๐๐
Malam ini Brayn sudah menjemput Vio di kosan nya, dia juga sudah membelikan gaun untuk Vio yg akan di pakai nya malam ini. Saat Vio keluar dari kosan nya, Brayn begitu terpana melihat kecantikan Vio.
Vio begitu cantik dengan gaun merah tanpa lengan dan makeup yg natural. Membuat kecantikan nya terpancar sempurna.
__ADS_1
'' You Look so beauty full queen.'' puji Brayn
Vio tersipu malu saat Brayn memuji nya seperti itu. Setelah itu mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi ke mansion Yunanda.
Vio terlihat begitu gugup dan cemas, dia takut jika keluarga Brayn tak bisa menerima nya. Brayn yg melihat itu segera menggenggam tangan sang kekasih.
'' Tenanglah queen, tidak perlu cemas! Keluargaku akan menerima mu, percayalah.'' ujar Brayn meyakinkan Vio.
Vio mengangguk, lalu ia mencoba membuang rasa cemas di dalam dirinya. Setelah menempuh perjalanan 25 menit, mobil pun sampai di Mansion orang tua Brayn.
Sebelum turun terlihat Vio menarik napas nya, lalu mereka pun keluar dari mobil. Vio begitu kagum dengan Mansion orang tua Brayn, dia benar benar takjub dengan bangunan mewah nan megah itu.
Ini sih nama nya bukan rumah! Tapi istana kerajaan..
Brayn menggenggam tangan Vio lalu mengajak nya ke ruang tamu, dimana semua orang sudah menunggu kedatangan nya. Vio terlihat begitu gugup saat dia mencium tangan kedua orang tua Brayn.
'' Jadi ini calon mu Bray?'' tanya Papa sambil melihat Vio, sedangkan yg di lihat hanya menunduk takut.
'' Iya Pa! Dia Viola Jasmine, biasa nya di panggil Vio.'' jawab Brayn.
Vio meremas ujung gaun nya, dia benar benar tak sanggup berhadapan dengan orang yg berpengaruh di dunia.
'' Jangan takut Nak, kami tak mengigit..'' ujar Mama saat melihat Vio merasa takut dan gugup.
Vio mendongkakan wajah nya menatap Mama Brayn. '' Saya, saya hanya....''
'' Tidak apa, kami menerimamu dengan tangan terbuka! Selamat datang di rumah kami.'' ucap Mama lagi.
Vio merasa gugup nya sedikit berkurang, saat mengetahui jika dirinya di terima dengan baik. Vio mengangguk ke arah Mama.
'' Cakaip, jangan sungkan! Kami bukan pamvire yg menghisap darah, jadi jangan takut begitu?'' timpal Mawar
'' Apa itu cakaip?'' bingung Brayn dengan alus terangkat.
'' Ck, dasar buntu! Masa kata begitu saja tak tahu sih kak?'' cebik Mawar
'' Heh cewek Alien, kakak bukan nya gak tahu! Tapi kakak memang gak tahu, sebab kamu pake bahasa planet pluto.'' kesal Brayn dengan mata mendelik tajam.
Semua orang terkekeh melihat pertengkaran 2 saudara itu. Sedangkan Vio tersenyum saat melihat keluarga Brayn begitu humoris.
Mereka sangat imut..
'' Cakaip itu artinya, calon kakak ipar! Masa gitu aja gak paham, kelamaan duda sih?'' ledek Mawar.
Brayn melotot mendengar ucapan Adik nya, sedangkan Vio sangat terkejut saat mengetahui jika Brayn adalah seorang Duda. Dia menatap Brayn dengan tatapan penuh tanda tanya.
Baryn yg di tatap begitu menjadi salah tingkah, dia tahu pasti Vio meminta penjelasan nya soal statusnya yg seorang duda.
__ADS_1
Bersambung.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS๐๐