
Happy Readingππ
'' Sayang, kenapa mereka menculiku? Apa wanita itu musuhmu?'' tanya Caca saat setelah mereka diam cukup lama.
'' Dia adalah Riana, teman kampusku di Amerika.''
'' Apa dia penggemarmu?'' tanya Caca dengan mata memicing.
'' Hey baby, apa kau cemburu? Hem..'' goda Ar sambil menjawil dagu Caca.
'' Iish, apa sih? Siapa juga yg cemburu?'' ketus Caca
Arthur terkekeh saat melihat wajah salah tingkah Caca. '' Benarkah? Padahal aku senang, jika kau cemburu.'' ucap Ar sambil menyetir.
Caca menengok pada pacar nya, sudut bibirnya tertarik ke atas saat mendengar ucapan kekasih nya itu.
πππππ
Mobil pun sampai di Mansion Wijaya. Arthur turun dari mobil dengan tangan Caca di genggaman nya. Mereka melangkah masuk kedalam Mansion, dimana semua orqng sudah menunggu kedatangan mereka dengan harap harap cemas.
Mawar melihat 2 orang yg berjalan ke arah nya. Ada perasaan lega saat melihat kedua nya dalam keadaan baik baik saja. Mawar langsung melangkah dan memeluk tubuh Caca.
'' Kamu gak papa Nak? Tante khawatir banget sama kamu!'' ucap Mawar dengan cemas.
'' Iya Tan, aku baik! Untung Arthur datang sebelum mereka menghabisi aku.'' ucap Caca
'' Mereka mau membunuh mu?'' kaget Mawar
Bahkan Cesa dan Bayu pun sangat terkejut, saat mendengar ucapan Caca.
'' Kenapa mereka mau membunuhmu?'' tanya Bayu di jawab gelengan kepala oleh Caca.
'' Dady, Momy, kenapa kalian hanya mencemaskan Caca saja? Aku kan anak kalian? Harusnya kalian juga mencemaskan aku? Menanyakan keadaan ku juga?'' gerutu Arthur dengan kesal.
Semua tertawa mendengar ucapan Arthur, yg terlihat begitu cemburu.
__ADS_1
'' Hey, Boy! Apa kau cemburu? Lagian ya, kau itu laki laki. Jadi gak cocok di cemaskan!'' jawab Bayu
Ar membulatkan mata nya, mendelik kesal ke arah Dady nya yg terlihat terkekeh mengejek.
'' Ok, fine, fine. Aku mengalah....'' pasrah Arthur
'' Boy, siapa yg nyulik Caca?'' tanya Mawar dengan serius.
'' Rania Mom, teman kampusku di UNSAN.'' jawab Ar
'' Rania? Siapa dia?'' bingung Mawar.
'' Dia anak pejabat di Negara nya Mom! Rania Morata.'' jawab Ar
'' Apa! Ma-makud kamu Rania, anak dari pejabat tertinggi, pak Morata? Pemilik Morata Corp?'' kaget Bayu.
Arthur yg sedang meminum minuman nya, mengangguk. Lalu ia melirik ke arah Mawar istrinya.
'' Lalu, bagaimana sekarang dia?'' tanya Mawar
Mawar dan Bayu menghela napas dengan berat. Mereka tahu pasti Arthur akan melakukan itu. Dia tak akan memaafkan orang orang yg sudah berani melukai orang tersayang nya. Bagi Arthur tak ada maaf atau ampun, bagi siapapun yg berani bermain main dengan nya.
'' Apa kau tak takut, jika nanti keluarga Morata menuntut balas?'' cemas Bayu.
Tak Bayu pungkiri, ada rasa was was di hatinya.
'' Dady tenang saja! Dia tak akan tahu?''
'' Bagaimana bisa?'' heran Cesa
'' Heh Bocil, kamu sebaiknya masuk kamar! Jangan ikut nimbrung.'' cetuk Ar
Cesa merengut tak terima. '' Enak saja! Aku bukan bocil tau?'' ketus Cesa
'' Sayang, kamu ajak Caca ke kamar ya! Kasian Caca pasti cape.'' ujar Mawar pada Cesa.
__ADS_1
Cesa pun mau tak mau menurut pada Momy nya. Dia gak mungkin melawan titah sang Momy. Akhirnya Cesa dan Caca pun masuk kedalam kamar. Walaupun sebenar nya Cesa sangat penasaran.
'' Boy. Bagaimana bisa kamu menjamin mereka tak akan tahu?'' tanya Bayu kembali.
'' Dady lupa, apa yg bisa kulakukan? Bahkan aku bisa menghancurkan keluarga nya dalam semalam.'' ucap Ar
'' Yasudah, sekarang kau tidur! Ini sudah malam.'' titah Bayu
Arthur mengangguk lalu melangkah menaiki tangga untuk ke kamar nya. Dia masuk dan langsung menuju kamar mandi.
πππππππ
Pagi ini semua sudah berkumpul di meja makan, tapi Arthur masih belum kelihatan. Kemudian Mawar meminta Caca untuk memanggil Ar di kamar nya.
Caca mengangguk lalu melangkah ke lantai 2 untuk ke kamar Ar. Dia mengetok kamar kekasihnya itu, namun tak ada jawaban. Akhirnya Caca masuk kedalam, dan ternyata Arthur masih tidur.
Caca pun mendekat dan duduk di tepi ranjang.
''Sayang, bangun! Ini udah siang. Kita kan 2 jam lagi ada meeting?'' ucap Caca sambil menepuk bahu kekasihnya.
Eeeuuummm
Namun Ar malah bergumam dan melanjutkan tidur. Caca membuang napas nya demgan kasar. Lalu tiba tiba dia mendapatkan sebuah ide, yg bisa membuat kekasih tampan nya itu terbangun dari tidur nyenyak nya.
Caca mengabil bulu kemoceng, lalu mengirek ngorek telinga Arthur. Membuat sang empu menggelinjang geli. Lalu Tak lama Ar membuka mata nya dan menatap Caca dengan kesal.
'' Apaan sih sayang? Geli tahu?'' kesal ar
'' Lagian kamu! 2 jam lagi kita ada meeting tahu? Bangun dan mandi. Aku akan siapkan baju nya!'' ucap Caca
Arthur pun turun dari kasur dengan langkah gontai nya menuju kamar mandi. Dia tadinya ingin meminta kiss pagi pada Caca, namun Caca langsung lari ke ruang ganti.
Gagal dapet Kiss pagi...
Bersambung.....
__ADS_1