
HAPPY READING😘
1 minggu setelah lamaran Daniel di terima. Kini Daniel membawa Siska ke kanada, untuk di perkenalkan pada Mama dan Papa nya.
Mereka masuk dengan bergandengan tangan. Bahkan Daniel bisa merasakan keringat di tangan Siska, Daniel tahu jika saat ini kekasihnya itu sedang gugup. Dan Daniel pun mencoba menenangkan kekasihnya, supaya lebih rilex.
Siska merasakan kegugupan yang begitu hebat. Dia takut, jika nanti kedua orang tua Daniel tidak merestui mereka. Bahkan Siska lebih takut, jika orang tua Daniel, tidak bisa menerima statusnya.
Saat ini Daniel dan Siska sudah berada di ruang keluarga. Mama dan Papa Daniel menyambut hangat kedatangan Anak dan kekasih nya itu. Sambutan hangat dari kedua orang tua Daniel, membuat Siska sedikit berkurang rasa gugup nya.
'' Jadi ini yang nama nya Siska? Waaaah, kamu pintar sekali Niel, pilih mantu buat Mama?'' ujar Mama Daniel sambil memeluk Siska.
'' Sayang, kenalin! Ini Mama aku!'' ujar Daniel memperkenalkan Mama nya.
'' Ha-halo Tante. Saya Siska!'' sambil mengulurkan tangan nya.
'' Kenalkan Sayang, nama Tante. Tante Amel, dan itu Papa nya Daniel. Nama nya Om Rudi!'' jelas Tante Amel.
Kemudian Tante Amel menggandeng Siska ke meja makan, untuk makan malam. Mereka makan dengan di selingi canda dan tawa. Tante Amel bahagia, akhirnya Daniel bisa menemukan cinta nya.
'' Jadi, kapan kalian menikah?'' tanya Tante Amel.
'' Secepat nya Ma!'' jawab Daniel
'' Ngomong ngomong, Nak Siska kerja dimana?'' tanya Tante Amel.
Degh
Siska memberhentikan sejenak makan nya, saat pertanyaan itu di tunjukan pada nya. Ini yang Siska takut kan. Jika sudah soal pekerjaan, maka nanti akan merembet ke status nya.
'' Saya, bekerja di kantor cabang Daniel Tan!'' jawab Siska dengan takut.
'' Oh begitu! Jangan kaku kaku dong Sayang. Tante gak gigit kok?'' ujar Tante Amel mencairkan suasana.
Semua terkekeh mendengar ucapan Mama Daniel. Sementara Siska hanya tersenyum tipis.
'' I-iya Tante.''
__ADS_1
''Kata Daniel, orang tua kamu sudah gak ada?'' tanya Papa Daniel.
'' Benar Om, orang tua saya meninggal hampir 5 tahun!''
'' Om turut berduka cita ya? Maaf jika pertanyaan om, menyinggung perasaan kamu!''
'' Gak apa apa Om.''
Setelah makanan selesai. Mereka kembali ke ruang keluarga, untuk mengobrol.
'' Nak Siska, Tante mau tanya sesuatu sama kamu?''
'' Apa Tan?''
'' Apa benar, kalau kamu itu... Maaf, sudah pernah menikah?''
Degh
Siska menatap Daniel dengan tatapan penuh tanya. Tapi Daniel malah menganggukan kepalanya.
Berarti Daniel sudah menceritakan tentang aku, sama keluarga nya.
Jujur saat ini dia sangat takut. Takut jika kedua orang tua Daniel tak menerima nya. Takut, jika nanti Daniel malah meninggalkan nya karena suruhan orang tua nya. Tapi, rasa itu seketika menghilang saat Mama nya Daniel memeluk nya dengan erat.
'' Tante gak masalah dengan status kamu! Tante, akan selalu mendukung pilihan Daniel.'' ucap Mama Daniel.
Siska menatap tak percaya, dia begitu bahagia sekaligus haru. Sebab, keluarga Daniel mau menerima kekurangan nya.
'' Tan-te serius?''
Tante Amel menganggukan kepala nya dengan cepat.
'' Iya sayang! Tante dan Om. Merestui kalian, tapi.....'' Tante Amel menggantung ucapan nya.
'' Tapi apa Ma?'' tanya Daniel dengan penasaran.
'' Tapi mulai sekarang, jangan paggil Tante lagi! Tapi Mama dan Papa. Iya gak Pa?'' ujar Mama Daniel sambil meminta persetujuan dari suaminya.
__ADS_1
Om Rudi mengangguk.
'' Iya Tan- eh maksudnya. Iya Ma!''
Siska memeluk Mama Amel dengan erat. Dia sangat bahagia sebab keluarga kekasihnya mau menerima dan membuka hatinya untuk Siska. Daniel yang melihat itu, segera berjalan ke arah mereka, dan ikut memeluk Mama dan Kekasih nya. Tapi sayang, Mama Amel melarang nya.
'' Kenapa sih Ma? Kan Niel, juga mau ikut meluk?'' protes Daniel.
'' Belum halal. Nanti saja kalau sudah halal!'' ujar Mama Amel, sukses membuat Daniel merengut kesal.
'' Kalau sudah halal bukan cuma peluk Ma? Tapi di coblos!''
Pletak
'aaagggghh' ringis Daniel
Mama Amel menjitak kepala Daniel dengan keras. Sehingga membuat sang empu meringis sakit.
'' Mama apa apaan sih? Main jitak jitak aja. Nanti kalau geser otak nya gimana?'' kesal Daniel.
'' Biarin, soalnya tuh otak udah kongslet! Inget nya nyoblos mulu.'' cetus Mama Amel.
Papa dan Siska terkekeh melihat perdebatan anak dan Mama itu. Siska begitu bahagia, melihat kehangatan calon mertuanya.
Aku berharap, ini awal kebahagiaan ku ya tuhan.
Mama Amel meminta Siska untuk menginap di Mansion nya. Dia melarang Siska untuk balik ke apartemen Daniel. Dan Siska pun tak bisa menolak nya, dia akhirnya menginap di Mansion itu.
'' Sayang, aku bahagia sekali. Karena Mama dan Papa, mau menerima kekurangan aku!'' ujar Siska saat berdiri di balkon kamar nya, bersama Daniel.
'' Aku kan udah bilang, kalau Mama dan Papa akan menerima kamu!'' jawab Daniel sambil menjawil hidung Siska.
Daniel menarik pinggang Siska hingga tubuh mereka menempel tanpa jarak. Dan itu sukses membuat pipi Siska merona malu.
'' Kamu tahu? Kamu lah wanita, yang mampu membuat ku bahagia setelah Mama!''
Siska tersenyum mendengar ucapan Daniel. Kemudian tanpa aba aba Daniel meraih tengkuk Siska, dan menyatukan bibir mereka. Dan malam itu di bawah langit yang indah, dengan dingin nya angin malam. Mereka melewatinya dengan ciu..man panas yang menggelora.
__ADS_1
Bersambung......
JANGAM LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😘