Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Terjebak Di Dalam Lift


__ADS_3

Happy Reading😘


Malam ini semua sudah berkumpul di ruang tamu, bahkan Brayn dan pak Hendrik, pengacara keluarga Yunanda pun sudah hadir di sana. Sedangkan Arthur dan Cesa sedang bermain di taman belakang bersama Mama dan Bik Irah.


'' Pa, ayo katakan ada apa?'' tanya Mawar dengan nada tak sabar.


'' Kamu ini Dek, gak sabaran sekali sih?'' ledek Brayn sambil menggelengkan kepala nya.


'' Yeee Kakak! Bukan nya gitu Kak. Aku hanya penasaran saja?'' bantah Mawar.


''Sudah, sudah! Papa akan bicara... Jadi begini, Papa kan sudah tua, umur Papa sudah tak muda lagi, dan cuma kalian lah anak anak Papa! Dan kalian tentu tahu kekayaan Papa seberapa banyak?'' ujar Papa


Mawar dan Brayn mengerutkan dahi nya bersamaan. '' Jadi, apa hubungan nya dengan kami?'' tanya Brayn dengan heran


'' Papa akan membagi warisan untuk kalian! Itu sebab nya, Papa meminta Mawar untuk pulang ke Mansion.'' jelas Papa


Oooowwwhh. ucap Mawar dan Brayn bersamaan.


'' Papa akan membagi adil bagian kalian! 50% untuk Mawar dan 50% untuk Brayn!''


Mawar dan Brayn mengangguk paham.


'' Papa akan memberikan perusahaan Yunanda Group pada Brayn, dan 2 hotel yg ada di Mumbai. Sedangkan Mawar, Papa akan memberikan 10 hotel yg ada di 3 negara, yaitu Indonesia, Amerika, dan Jerman! Dan cabang perusahaan Yunanda Group yg ada di Amerika. dan 3 Mall terbesar di negara Swedia, korea dan jepang.'' jelas Papa.


'' Aku setuju.'' ucap Brayn.


'' Nak, apa kamu keberatan? Atau kamu mau membagi 2 perusahaan Yunanda Group?'' tqnya Papa pada Mawar.


Mawar menggeleng dengan cepat. '' Tapi Pa! Apa bagian ku tak terlalu banyak? Sementara Kak Brayn cuma 2 hotel dan Perusahaan saja?''


Papa menggelengkan kepala nya. '' No, sayang! Sebab kamu sangat tahu, ke untungan perusahaan Yunanda Group bukan? Dan selama ini, kamu juga sangat berperan besar dalam perkembangan pesat Yunanda Group.'' jelas Papa.


Mawar pun mengangguk paham dan setuju dengan pembagian itu. '' Tapi Pa, nanti Aset itu akan Mawar berikan pada Arthur saat ia sudah besar berumur 20 tahun.'' ujar Mawar


'' Itu terserah kamu sayang! Papa gak ikut campur. Nah sekarang kalian yanda tangan surat surat pembagian hak waris ini.'' tutur Papa.


Lalu Pak Hendrik, selaku pengacara keluarga Yunanda mengeluarkan beberapa map yg akan di tanda tangani oleh Mawar dan Brayn. Setelah selesai, Map itu pun di serahkan pada Mawar dan Brayn.


Sedangkan salinan nya di simpan oleh pak Hendrik untuk bukti.


******

__ADS_1


Pagi ini Brayn harus menghadiri Matiing di sebuah hotel ternama di swiss. Vino sudah menjemput nya dan mereka pun pergi meninggalkan Mansion.


Setelah sampai di tempat pertemuan, disana sudah ada Viola yg sudah menunggu kedatangan Brayn dan Vino.


'' Mari Tuan Muda! Klien nya sudah menunggu di dalam.'' ujar Vio sambil berlalu membuka Lift.


____________


Setelah Metiing selesai, Vio membereskan berkas dan mengikuti langkah kedua pria di hadapan nya itu. Mereka pun menaiki lift tapi hanya Vio dan Brayn saja, sedangkan Vino dia izin ke toilet karena tiba tiba perutnya sakit.


Vio berdiri di samping Brayn, dia terus menundukan kepala nya tak berani menatap Bos muda nya. Vio mendengar dari beberapa karyawan kantor kalau Tuan Muda nya itu, sangat dingin dan cuek. Semua mengatakan jika Brayn adalah sosok bos yg tegas nan dingin.


Dan Vio percaya itu, sebab memang salam dia bekerja bersama Brayn. Bos nya itu tak banyak bicara dan terkesan dingin. Saat Vio sedang hanyut dalam lamunan nya, tiba tiba lif bergetar dan lampu nya berkedip.


Vio sangat ketakutan lalu dia berpegangan pada dinding lift. Tapi Lift seketika mati dan berhenti. Brayn buru buru memencet tombol darurat, lalu dia menengok ke arah Sekertaris nya itu.


Brayn melihat Viola meringkuk di pojok lift dengan wajah ketakutan. '' Kamu fobia.'' tanya Brayn.


Viola menatap Brayn lalu mengangguk lemah dengan wajah ketakutan nya, bahkan air mata Vio sudah tak terbendung lagi.


'' Ibu, Vio takut...'' lirih Viola masih terdengar oleh Brayn.


Brayn melihat badan Vio bergetar ketakutan. Lalu dia duduk di sebelah Vio, tanpa di duga Vio memeluk tubuh Brayn dengan wajah takut nya. Brayn kaget saat gadis itu memeluk tubuh nya, tapi saat Brayn merasakan badan Vio bergetar hebat akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk memarahi Vio.


'' Tenanglah, kita akan cepat keluar!'' ujar Brayn menenangkan Vio.


Vio tak menjawab nya, dia malah semakin terisak ketakutan.


' Duh, kenapa lagi nih jantung pake acara disko segala lagi?' batin Brayn dengan kesal, sebab dada nya sudah berdegup kencang saat ini.


Sudah 10 menit Brayn dan Vio terjebak di dalam lift. Bahkan sinyal ponsel pun tak ada, sehingga Brayn tak bisa menelpon Vino.


'' Sial, dimana sih petugas? Lama amat?'' gerutu Brayn dengan kesal.


Saat ini tubuh Brayn sudah basah oleh keringat, bahkan oksigen pun mulai menipis. Brayn membuka Jas nya, membuat Vio mengerutkan kening nya.


'' Tuan Muda mau apa?'' tanya Vio saat Brayn membuka Jas nya, dan 3 kancing kemeja teratas nya.


'' Panas! Jaga otak mes*m mu itu..'' ujar Brayn sambil menyentil dahi Vio.


'' Aaww, sakit Tuan! Jangan di sentil dong? Lagian siapa juga yg berpikir kotor? Vio kan cuma nanya.'' kesal Vio

__ADS_1


Brayn tak menjawab, dia mengibaskan Jas nya pada tubuh nya. setelah beberapa saat Brayn melihat Vio seperti susah napas.


'' Kamu kenapa?'' tanya Brayn dengan panik.


'' Itu Tu-an, da-da saya se-sak Tuan!'' jawab Vio dengan napas terengah engah.


Vio semakin menepuk nepuk dada nya yg mulai sesak, Brayn yg melihat itu benar benar bingung harus menolong skertaris nya atau nggak.


Vio sudah semakin sesak, dan dia mulai memejamkan mata nya. Dan Brayn yg melihat itu tak bisa diam saja. Dia tak mau seseorang mati di dekat nya. Akhirnya Brayn melakukan pertolongan pertama.


Vio membulatkan mata nya, saat merasakan bibir nya di ci..um oleh Brayn. Brayn terus memberikan napas buatan pada Vio, sampai keadaan nya lebih baik.


Mata mereka bertemu, terkunci satu sama lain. Jantung kedua nya berpacu dengan cepat. Vio hanya diam saja, saat Brayn melakukan itu pada nya. Sebab Vio bingung, karena itu adalah ciuman pertama nya.


'' Apa sudah lebih baik?'' tanya Brayn saat sudah melepaskan bibir nya dari bibir lembut Vio.


Vio segera tersadar, lalu mengangguk lemah. Dia menundukan wajah nya, tak berani menatap Brayn. Vio malu pada Bos nya itu, dia takut jika Brayn mengira jika Vio sengaja menggoda nya.


'' Maaf.'' ucap Brayn.


Vio menoleh ke arah Brayn. '' Untuk..'' heran Vio


'' Untuk yg tadi! Saya hanya melakukan pertolongan pertama.'' jelas Brayn


Vio mengangguk pelan. Ia tak menjawab pertanyaan Brayn, sebab ia begitu malu. Tak lama pintu Lift terbuka. Vio dan Brayn segera keluar, tapi Vio merasakan badan nya sedikit lemas. Akhirnya Brayn menggendong Vio kedalam mobil nya.


Dia juga memarahi petugas yg begitu lama dalam bekerja.


Brayn mendudukan Vio di jok belakang, dan wajah mereka kembali bertemu dengan jarak yg begitu dekat. Vio bisa mencium napas bau mint dari mulut Brayn. Sedangkan Vino, merasa heran dengan sikap Tuan Muda nya itu.


'' Jalan.'' titah Brayn saat duduk di sebelah Vino.


Kenapa bibir nya begitu lembut? Rasanya aku ingin lagi..


Brayn mengusap wajah nya dengan kasar, saat mengingat kejadian tadi. Bisa di bilang secara tidak langsung itu adalah sebuah ciu..man.


Viola Jasmine



Bersambung.....

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS😗


__ADS_2