Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Perisai Anti Peluru


__ADS_3

Happy Reading😘


Hari ini adalah hari pernikahan Daniel dan Siska. Semua keluarga sudah berada di tempat acara. Mereka semua datang untuk menghadiri acara ijab qobul Daniel. Semua wajah dari keluarga Daniel nampak sangat bahagia.


Kemudian Mawar keluar dari gedung.


'' Bagaimana?'' tanya Mawar pada seseorang di hadapan nya.


'' Tuan Brayn, sudah ada di parkiran Nona.''


Mawar mengangguk. Lalu menuju parkiran dimana Brayn, baru saja turun dari mobil nya. Mawar tahu jika saat ini, Kakak nya sudah menyiapkan seseorang untuk menembak Daniel dan Siska.


Itu Mawar ketahui, sebab Mawar menyadap Telpon genggam Brayn. Hingga apapun yang Brayn lakukan, Mawar mengetahui semuanya. Termasuk rencana Brayn yang menyuruh seseorang, untuk menghabisi Daniel dan Siska.


Flash back off.


Mawar baru saja selesai menyusui Baby Ar. Kemudian dia mendengar nada dering Hp nya. Dan setelah Mawar lihat, itu adalah panggilan di aplikasi hijau yang dia sadap. Mawar segera menggeser tombol hijau itu.


'' Hallo, Bos.'' Suara asing di sebrang sana.


'' Ya, bagaimana? Kau sudah siap?'' suara Brayn.


Mawar mendengar suara Kakak nya dengan seseorang yang Mawar tak mengenalinya.


'' Iya Bos. Kita akan eksekusi saat acara ijab nya nanti!''


'' Bagus, kau habisi kedua nya. Tapi jika kau gagal, aku akan melakukan nya. Nanti kau matikan aliran listrik nya.''


'' Baik Bos. Bos tenang saja, sudah ada 3 anak buah saya, yang sudah saya siapkan. Mereka akan melakukan tugas nya dengan baik!''


'' Hem, bagus. Nanti habisi mereka, setelah mendapat waktu yang tepat.''


Tut


Telpon di matikan. Mawar duduk di siai ranjang, mata nya menerawang jauh kedalam rencana Brayn. Dia tidak menyangka, jika Kakak nya akan tega menghabisi orang lain. Apalagi Daniel tidak bersalah apa apa.


Tangan Mawar mengepal hebat. Matanya menatap penuh amarah. Dia tidak akan membiarkan Kakak nya menghabisi orang lain. Mawar tidak akan membiarkan itu.


Aku harus memberi perlindungan pada Daniel dan Siska. Aku harus minta sesuatu pada James.


Kemudian Mawar mengetik sebuah pesan pada James, untuk mengirimkan sesuatu untuk nya.


Flas back on.


Mawar mengajak Brayn masuk kedalam salah satu kamar, di gedung hotel.


'' De, kamu apa apaan sih! Ngapain kamu ajak Kakak kesini?'' heran Brayn.

__ADS_1


'' Apa yang sudah Kakak rencanakan, untuk Daniel dan Siska?'' tanya Mawar.


'' Kamu ngomong apa sih Dek? Kakak gak merencanakan apa apa? Justru, Kakak datang kesini, karena undangan dari mereka!''


'' Betul, aku juga tahu itu! Tapi aku yakin, jika Kakak sudah menyiapkan sesuatu untuk menghancurkan pernikahan mereka kan?'' ujar Mawar memicingkan sebelah mata nya.


Brayn terlihat kaget, saat Mawar mengatakan itu. Dia tidak menyangka jika Adik nya akan tahu, jika Brayn akan menghancurkan acara pernikahan Daniel dan Siska. Tapi Brayn segera merubah raut wajah nya kembali, supaya Mawar tidak curiga. Tapi sayang, bahkan Mawar sudah mengetahui segala nya.


'' Kamu ini bicara apa sih? Udah, gak usah aneh aneh. Kakak mau turun ke bawah!'' ujar Brayn mencoba menghindar dari Mawar.


'' Maaf Kak, tapi aku gak bisa biarin Kakak berbuat nekat!'' lirih Mawar.


'' Maksud ka...''


Slep


Mawar menembak Brayn dengan obat bius dosis tinggi. Dia sengaja menambah dosis itu, hingga membuat Brayn akan tidur selama 16 jam.


Mawar berjongkok di hadapan Brayn, kemudian tersenyum miring


'' Maaf Kak, aku tak punya pilihan lain!''


Kemudian Mawar memanggil anak buah nya, untuk mengangkat tubuh Brayn ke kasur. Dan Mawar melangkah keluar bersama 2 orang pria.


'' Dengar, kalian boleh membebaskan nya setelah aku perintahkan, paham!'' tegas Mawar.


Mawar melangkah kedalam lift. Lalu turun kebawah. Dia, yakin jika saat ini acara sudah di mulai. Sementara di tempat lain. Bayu, Radit dan Sandra sibuk mencari ke beradaan Mawar.


'' Gimana Dit, San. Kalian sudah menemukan Mawar?'' tanya Bayu dengan cemas.


'' Maaf Bos, saya belum meemukan Nona!''


Bayu mengacak rambut nya dengan geram.


Saat mereka lagi bingung. Tiba tiba dari arah belakang Mawar datang dengan memegang minuman. Dia berjalan santai ke arah Bayu.


'' Sayang, kamu habis dari mana?'' tanya Bayu dengan khawatir.


'' Aku habis melakukan sesuatu!''


'' Sesuatu apa?'' heran Bayu


'' Ada deh!'' Mawar kemudian meminum minuman nya dengan santai.


Sementara Sandra menatap Mawar dengan kesal. Bisa bisa nya Mawar bersikap santai, sementara mereka bertiga mencari kesana kesini mencari dirinya.


'' Lo tahu gak, kita dari tadi nyari Lo tqhu?'' kesal Sandra.

__ADS_1


'' Gak tahu Kak! Lagian aku tidak minta di cari kok?'' cuek Mawar.


'' Kau.....''


Baru saja Sandra akan mencakar Mawar. Tapi acara ijab akan di mulai. Sandra pun terpaksa mengurungkan niat nya.


Daniel mengucapkan ijab qobul, dengan sekali hentakan napas. Membuat semua tersenyum lega. Sedangkan Mawar, melihat pada 2 orang anak buah Brayn. Sedangkan yang 1 sudah di ringkus oleh anak buah Mawar.


Setelah melakukan ijab Qobul. Kini Daniel dan Siska sudah berada di atas pelaminan untuk menyalami para tamu undangan. Sementara itu, Mawar terus menatap gerak gerik 2 orang itu.


'' Kalian, siap siap pencet tombol nya. Orang itu sudah mengeluarkan senjata!'' bisik Mawar pada benda yang tertempel di telinga nya.


Daniel dan Siska saling pandang satu sama lain. Saat mendapat intruksi dari Mawar. Siska gemetar memegang lengan Daniel. Dia sangat takut saat ini.


'' Tenanglah Sayang, semua akan baik baik saja! Yang penting kita turuti intruksi dari Mawar.'' ucap Daniel menenangkan istrinya.


Hingga saat beberapa menit kemudian, terdengar suara tembakan. Daniel dan Sandra lansung memencet tombol di tangan nya, saat Mawar menyuruhnya.


Dor Dor


Semua orang terperanjat kaget, mendengar suara tembakan tersebut. Tapi sayang, peluru itu tak bisa melukai Daniel dan Siska. Sebab saat mereka memencet tombol di tangan nya. Munculah sebuah perisai anti tembus.


Kedua orang suruhan Brayn terperanjat kaget, saat peluru itu tak mengenai korban nya. Mereka pun kembali menembak Daniel dan Siska. Tapi nihil, peluru tak bisa menembus nya.


Semua orang bahkan sudah lari melindungi diri. Mereka takut jika akan tertembak. Pada saat 2 orang itu ingin menembak lagi, tiba tiba Mawar mengangkat suara nya.


'' Kalian, letakan pistol kalian! Atau, mati.'' ujar Mawar dengan lantang.


Dua orang itu saling pandang. Mereka tahu siapa Mawar, mereka juga di tugaskan untuk tidak melukai Mawar. Tapi mereka juga bingung, sebab itu adalah perintah Brayn.


'' Cepat letakan.'' perintah Mawar.


'' Maaf Nona, tapi kami tidak bisa! Kami harus melenyapkan mereka.'' ujar salah satu dari mereka, sambil menunjuk 2 pasang pengantin di atas pelaminan.


'' Jika itu mau kalian, bukan mereka yang akan mati. Tapi kalian!'' ucap Mawar.


Mereka terlihat ragu. Tapi juga bingung, sebab lampu di ruangan itu belum mati juga. Padahal salah 1 dari mereka sudah stand buy di tempat untuk memadamkan lampu. Tapi, sepertinya mereka tidak tahu, jika teman nya sudah Mawar ringkus.


'' Kenapa? Kalian menunggu lampu ruangan ini padam?'' cebik Mawar.


Dua orang itu terperangah, saat isi pikiran mereka di tebak oleh Mawar. Mereka saling pandang dengan bingung, bagaimana Mawar mengetahui itu.


'' Ka-mi....''


Bersambung.....


JANGAN LUPA TEKAN LIKE DAN FAV NYA YA😘

__ADS_1


__ADS_2