
HAPPY READING😘
Malam ini semua sudah berkumpul di meja makan, dan tak lama Brayn datang sendiri seperti dugaan Mawar, dia tidak membawa Siska ke acara makan itu.
Brayn memeluk Mawar dengan penuh kerinduan, dan terakhir mengusap perut Mawar.
Brayn duduk di hadapan Mawar, tapi Mawar hanya tersenyum menanggapi setiap ucapan Brayn. Dia enggan berbicara pada sang Kakak dia masih merasa emosi atas semua kekejaman nya pada Siska.
'' Mana Kak Siska Kak? Kenapa gak di ajak?'' tanya Mawar sukses membuat Brayn tersedak air.
Mawar tersenyum miring melihat itu.
'' Em itu, Siska.... Siska sedang tidak enak badan katanya, iya lagi kurang fit.'' jawab Brayn dengan gugup.
Terlihat jelas raut wajah cemas di wajah Brayn, wajah nya terlihat sangat tegang saat Mawar menanyakan soal Siska. Bagaimana tidak, Brayn sangat tahu Mawar, dia mampu membaca keadaan seseorang dari gerak tubuh nya.
'' Padahal Siska sudah lama gak kesini Bray? Mama juga kangen loh, tiap Mama kesana pasti Siska gak ada terus.'' ujar Mama
Glek
Brayn menelan ludah nya dengan kasar, dia mencoba terlihat tenang di hadapan semua keluarga nya. Dia gak mau sampai keluarga nya tahu jika Siska selama ini di Siksa oleh nya.
Brayn sengaja tidak mengajak Siska malam ini, sebab jika keluarga nya melihat keadaan Siska sudah pasti Brayn akan kena amukan Papa nya, dan terlebih lagi Adik nya.
Mawar melihat Bryan dengan seringai tipis di bibir nya, dia melihat wajah Brayn sangat tegang dan keringat juga mengalir di pelipis nya. Mawar paham jika Brayn gugup dengan pertanyaan Mama.
'Baru pertanyaan begitu saja kau sudah takut ka ck, bagaimana jika ku buat kau terbaring kritis di rumah sakit.' batin Mawar
Mawar tidak berselera makan melihat wajah Brayn, dia menarik kursinya lalu melangkah pergi.
'' Loh Sayang kamu mau kemana?'' tanya Papa
'' Maaf Pa, aku gak selera makan.'' jawab Mawar
Dia meninggalkan meja makan itu dengan perasaan dongkol pada Brayn, entah kenapa saat ini melihat wajah Kakak nya membuat Mawar ingin muntah.
Bayu menyusul Mawar kedalam kamar, tapi tidak menemukan istrinya itu. Lalu dia pergi ke atap dimana tempat itu adalah tempat paforit istrinya. Dan benar saja Mawar ada di atap sedang menelpon seseorang.
Bayu menghentikan langkah nya, dia ingin mendengar Mawar menelpon siapa malam-malam begini.
'' Iya Kak, pokok nya kamu jam 9 sudah siap di tempat ya! Aku sudah suruh Siska buat kesana.''
'' Tapi War, bagaimana jika Kakak mu tahu?"
'' Kak Daniel tenang saja, aku sudah atur semua nya. Aku pastikan Kakak gak bakal tahu.''
__ADS_1
'' Baiklah jika semua sudah kamu prediksi, terus kamu mau bawa Siska kemana?"
'' Apa Kakak punya tempat persembunyian?''
'' Ada, aku ada satu tempat yang biasa aku singgahi ketika aku sedang sendiri.''
'' Baiklah, nanti kabar-kabar lagi.''
Mawar memutuskan telpon nya. Dan dia sudah menduga jika Bayu sedang berada di belakang nya.
'' Kenapa berdiri di situ Mas?'' tanya Mawar masih membelakangi Bayu.
'' Kamu tahu aku di sini sayang?'' bingung Bayu
Mawar tidak menjawab, dia lebih tertarik menatap bintang-bintang yang bercahaya menghiasi langit yang gelap.
'' Sayang, apa yang kamu rencana kan sama Daniel? Kenapa Siska mau di sembunyikan?'' tanya Bayu
Mawar berbalik menatap Suami nya, kemudian membuang napas nya dengan kasar. Lalu dia pun menceritakan pertemuan nya dengan Siska tadi siang, bahkan air mata nya kembali mengalir saat menceritakan penderitaan Siska selama ini.
Bayu terlihat Syok, dia sangat terkejut mendengar cerita dari Istrinya itu. Bayu tidak menyangka jika Kakak ipar nya mampu melakukan hal keji seperti itu pada istrinya
'' Aku sakit Mas, hati ku hancur melihat bagaimana Siska menderita. Aku tidak bisa memaafkan Kak Brayn, aku benar-benar marah, benci pada nya! Aku gak nyangka jika Kak Brayn bisa sekejam itu pada Siska? Sebagai perempuan aku tidak bisa tinggal diam Mas, aku gak bisa membiarkan Kak Brayn terus menerus menyiksa Siska.'' lirih Mawar
'' Sebab Kak Daniel mencintai Siska, dia pernah menyatakan perasaan nya pada Siska tapi Siska menolaknya, sebab Siska gak mau jika Daniel dalam masalah.''
'' Ya beda nya dimana sayang? Kalau pada akhirnya Daniel menyembunyikan Siska nanti juga pasti Brayn akan tahu?''
'' Tidak akan, selama aku yang akan turun tangan maka Kak Brayn tidak akan bisa menemukan nya! Aku akan membuat Kak Brayn melepaskan Siska, tapi sebelum itu aku akan membuat nya kelimpungan mencari keberadaan Siska.''
'' Kamu yakin kalau Brayn gak bakal tahu?'' yakin Bayu dan di balas anggukan oleh Mawar.
Pagi pun tiba.
Mawar sedang mengoles roti nya dengan selai strobery. Dia melihat Brayn berjalan mendekat ke meja makan.
'' Kamu sudah bangun Bray.'' tanya Mama
'' Ma, kok aku bisa tidur disini ya?'' bingung Brayn
'' Kamu gak inget apa? Semalam sehabis makan kamu tuh ngantuk banget, sampai nguap beberapa kali. Dan akhirnya tidur di sini kan?'' heran Mama
Brayn terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Kenapa semalam gw ngantuk banget ya? Mungkin gw terlalu cape kali ya, sampai bisa ngantuk gitu.
__ADS_1
Mawar tersenyum tipis melihat wajah bingung Brayn.
Semalam Mawar meminta Bik irah menaburkan obat tidur pada minuman Brayn, agar Brayn mengantuk dan tidak pulang ke rumah nya. Itu adalah rencana nya supaya Siska tidak di siksa malam ini.
Mereka pun sarapan dalam diam.
'' Ya sudah Ma, Pa, Brayn berangkat dulu ya. Soalanya ada metiing pagi, Vino juga sudah nunggu di depan.'' pamit Brayn
Brayn melangkah menghampiri Mawar untuk mengusap kepala nya, tapi Mawar segera beranjak dari kursi dan menuju dapur. Brayn menatap heran Adik nya itu.
Dia kenapa sih? Dari kemaren kok diam saja padaku? Tidak biasanya begitu, kecuali kalau dia sedang kesal? Aaghh tau lah aku harus buru-buru.
Brayn melangkah keluar Mansion, dan mobil pun pergi meninggalkan Mansion orang tua nya. Dia ingin melihat Siska tapi pagi ini dia ada metiing penting, jadi dia akan pulang saat makan siang.
Siska keluar dengan setelah kasual, pada saat sampai di depan gerbang, Satpam menghentikan langkah Siska dengan cepat.
'' Maaf Nona anda mau kemana?'' tanya satpam itu.
'' Sa-saya mau kerumah Mama pak, saya di minta Mawar untuk bertemu.'' ucap Siska
Penjaga itu menatap Siska sejenak, lalu membuka kan pintu gerbang. Siska langsung berjalan keluar dari rumah itu, berjalan dengan cepat menuju persimpangan jalan. 10 menit berjalan dia sudah sampai di persimpangan jalan.
Saat sedang berdiri, tiba-tiba Mobil putih berhenti tepat di hadapan nya, dan saat kaca mobil di turunkan ternyata dia adalah Daniel.
'' Daniel.'' kaget Siska
'' Ayo masuk cepat.'' ujar Daniel sambil membuka pintu.
Siska terlihat ragu, tapi Daniel meyakinkan nya. Akhirnya dia masuk kedalam mobil mewah itu.
'' Niel, kamu kenapa ada di sini?'' tanya Siska dengan heran
'' Aku di minta Mawar menjemput kamu.'' jawab nya
'' Terus kita mau kemana?''
'' Kita akan pergi ke tempat dimana Brayn tidak akan bisa menemukan kamu?'' ucap Danile sambil mengusap kepala Siska.
Daniel begitu sedih melihat tubuh wanita yang di cintai nya, badan yang kurus dan penuh dengan luka. Dia berjanji pada dirinya, selama Siska bersama nya, dia akan membuat Siska bahagia dan tidak akan membuat nya menderita.
Mobil itu menuju bandara dimana Mawar sudah menyiapkan Jet pribadi nya, untuk menuju sebuah tempat yang Brayn tidak bisa menemukan nya.
Bersambung......
JANGAN LUPA JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR😉
__ADS_1