
Happy Reading😘😘
Hap
Arthur menarik tubuh Caca ke sela sela bambu yg rimbun, wajah Caca terlihat begitu takut dan panik. Dia berpikir kalau Arthur akan membun*h nya atau memperk*sa nya di sana. Itu kenapa Arthur menarik Caca masuk kedalam semak belukar di sela sela pohon Bambu itu.
Arthur terlihat mengatur napas nya, begitu pun dengan Caca mereka sama sama cape karena terus berlari. Arthur melihat Caca yg menatap nya dengan tatapan takut.
'' Kenapa menatapku seperti itu?'' bisik Arthur
Caca sempat terpaku saat mencium aroma green yg keluar dari mulut Arthur, karena wajah mereka saat ini begitu dekat.
'' Tuan kalau anda mau balas dendam, jangan di sini? Inget ya Tuan, jika anda berani macam macam maka saya akan tendang senjata Tuan!'' ancam Caca. Dan mendapat tatapan yg begitu menakutkan dari Arthur, membuat Caca seketika bungkam.
Walaupun sebenar nya Caca takut, tapi dia mencoba untuk tidak terlihat takut di mata Arthur. Caca gak mau jika Arthur sampai merasa menang. Ya, walau dia harus bertahan juga dengan degup jantung nya yg semakin terpompa cepat.
Karena jujur itu adalah kali pertama Caca sedekat itu dengan Pria.
Arthur membekap mulut Caca, agar ia tak berisik sebab tadi Caca bersuara lumayan kencang. Caca melotot menatap tajam ke arah Arthur.
'' Diam! Atau kau mau mati di sini?'' bisik Arthur dengan intonasi mengancam.
Caca pun diam dan tak berontak lagi. Arthur pun melepas tangan nya di mulut Caca, saat pandangan mereka begitu dekat tanpa jarak. Mereka sama sama terpaku dalam sesaat.
'' Diam, dan jangan bersuara jika mau hidup.'' tekan Arthur.
Caca mengangguk pasrah. Lalu terdengar suara derap langkah yg salig bergesekan dengan daun kering tak jauh dari mereka.
Sreeek sreeek kreeet
Suara itu semakin dekat dan jelas, saat sesuatu mengijak daun daun kering dan ranting pohon yg patah. Arthur menempelkan jari nya di bibir nya agar Caca tak bersuara. Caca pun hanya diam dengan tatapan bingung bercampur takut pada Arthur.
'' Cari mereka, aku yakin mereka pasti bersembunyi.'' ujar salah 1 pria
Arthur dan Caca diam tak bersuara, mereka berjongkok di bawah semak belukar yg ada di balik pohon. Bohong jika saat ini, jantung Arthur tak berdebar kencang. Bukan karena 6 orang yg memburu nya, tapi karena jarak tubuh nya dengan Caca yg begitu dekat, bahkan nyaris tanpa jarak.
'' Gak ada Bos.'' ucap salah 1 pria yg lain.
'' Cari... Aku yakin mereka di sini, mereka pasti bersembunyi.'' bentak pria yg di juluki Bos tersebut.
__ADS_1
6 orang itu terus mencari kesana kesini, mereka menyingkap setiap semak yg di lewati. Dan salah satu dari mereka berjalan ke arah pohon bambu, dimana Arthur dan Caca bersembunyi, langkah nya semakin dekat dan dekat.
Arthur yg mendengar derap langkah kaki yg mendekat ke arah nya, dia bersiap was was, tangan nya sudah memegang 1 pistol di belakang punggung nya sebelum turun dari mobil tadi.
Caca panik dan takut saat mendengar langkah kaki yg semakin mendekat ke arah tempat persembunyian nya dan Arthur. Caca melihat senter yang menyoroti ke arah semak belukar itu.
Kemudian Arthur menarik tubuh Caca dalam dekapan nya, lalu menundukan kepala Caca agar tak terlihat oleh mereka, Caca ingin protes tapi Arthur terlebih dahulu membekap mulut nya kembali.
Caca tentu sangat kaget saat Arthur menarik nya dan memeluk tubuh nya. Apalagi saat ini kepala Caca ada di bagian dada Arthur, sehingga Caca bisa mendengar degup jantung Arthur yg begitu cepat.
Ternyata bukan aku saja yg deg degan, tapi dia juga!
Arthur menunduk menatap mata indah Caca, begitu pun dengan Caca. Mereka sadar jika saat ini tubuh mereka benar benar tak berjarak, tapi mau bagaimana lagi. Mereka tak punya pilihan lain, walaupun Arthur merasakan desiran aneh di tubuh nya saat memeluk tubuh Caca. Tapi dia mencoba menepis nya.
Karena sebenar nya itu adalah kali pertama ia memeluk wanita lain, selain Momy dan Adik nya Cesa.
'' Bagaimana? Apa ada.'' tanya Bos itu pada salah 1 anak buah nya yg dekat dengan pohon Bambu.
'' Tidak ada Bos.Sepertinya mereka sudah semakin masuk kedalam hutan.'' jawab nya
'' Ya sudah sekarang ayo kita cari..''
Mereka pun kembali melanjutkan langkah nya, untuk mencari Arthur dan Caca.
'' Tuan, lepaskan saya. Mereka sud....''
Ssstttt
Arthur menempelkan jari nya di bibir Caca.
'' Jangan berisik, aku yakin mereka masih ada di sini.'' bisik Arthur
'' Lalu, apa kita akan seperti ini terus?'' kesal Caca dengan nada berbisik.
Arthur mengangguk dengan cepat, membuat Caca mendengus sebal. Dia mendudukan badan nya dan memanyunkan bibir mungil nya itu, Arthur yg melihat tingkah Caca tersenyum tipis.
Dasar cewek klemot, apa kau sadar hah, jika kau memanyunkan bibir mu itu membuatku gemas dan ingin sekali melahap nya.
Arthur tahu jika mereka pasti masih ada di sekitar area persembunyian nya, sebab ini bukan kali pertama bagi Arthur. Jadi Arthur sudah paham dengan situasi nya, kapan ia harus keluar dari persembunyian nya.
__ADS_1
Arthur bukan tak mau melawan mereka. Bukan karena tak sanggup, tapi karena saat ini Arthur sedang bersama Caca, jadi keaelamatan Caca lebih penting. Walau bagaimana pun, Arthur selalu di didik agar menjaga wanita oleh Mawar.
Caca terlihat menguap beberapa kali, ia mencoba merogoh hp nya di saku baju nya, namun nihil. Hp Caca sepertinya terjatuh saat berlari tadi bersama Arthur.
'' kenapa?'' bisik Arthur saat melihat wajah panik Caca.
''Ponsel Caca hilang Tuan? Sepertinya jatuh saat lari tadi.'' bisik Caca kembali.
'' Nanti ku ganti.'' ucap Arthur sambil mata nya awas menatap sekitar.
Caca kesal dengan Arthur lalu mencubit perut Arthur, membuat Pria tampan itu menatap Caca dengan tajam.
'' Kenapa kau mencubitku?'' kesal Arthur dengan suara berbisik
'' Habis nya Tuan, apa Tuan pikir mudah mendapatkan nomor nomor telpon di kontak saya?'' ketus Caca
'' Kau itu... Nanti ku kembalikan semua kontak mu paham! Sekarang diam lah?'' jelas Arthur dengan kesal
Caca membuang wajah nya ke samping saat wajah Arthur begitu dekat dengan nya, dia benar benar gugup saat ini. Dan itu pun di rasakan oleh Arthur.
Sudah 1 jam mereka di sana, tapi belum ada tanda tanda Arthur akan keluar dari sana. Untung saja, Caca dan Arthur memakai baju dan celana panjang, jadi bisa melindungi mereka dari nyamuk.
'' Tuan, apa bisa keluar.''
Arthur menggeleng. '' Belum, mereka belum kembali. Kita tunggu waktu yg pas.'' jelas Arthur.
Caca kembali menunduk, dia merasakan kantuk karena terus duduk di sana. Namun seketika Caca memeluk tubuh Arthur, dia sangat takut saat mendengar lolongan hewan hutan di sana.
'' Kau takut?'' tanya Arthur
Caca mengangguk, lalu Arthur membalas pelukan Caca. Dia pun bingung kenapa tangan nya reflek memeluk Caca. Caca semakin erat memeluk Arthur dan menyembunyikan kepala nya di dada bidang Arthur, dia benar benar takut saat ini.
'' Hewan nya sudah pergi..'' bisik Arthur, namun tak ada jawaban dari Caca. Arthur kemudian mlihat ke bawah dan ternyata Caca sudah tertidur dengan nyenyak.
'' Dasar klemot, apa segitu hangat nya kah pelukan ku? Sampai kau bisa tidur nyenyak?'' gumam Arthur sambil menyelipkan anak rambut yg menutupi wajah cantik Caca.
Aku juga merasa hangat saat memeluk mu cewek klemot. Kau harus bertanggung jawab, sebab kau sudah menang banyak! Selama ini tak ada yg berani menyentuh tubuh ku, dan kau malah menang banyak tanpa seizin ku... Akan ku buat kau membayar nya nanti...
Saat Arthur sedang pokus pada sentuhan lembut di wajah Caca, tiba tiba ia mendengar derap langkah kaki kembali yg semakin mendekat....
__ADS_1
Bersambung......
JANGAN LUPA JEJAK KALIAN YA GUYS😗😗