
Happy Readingππ
Hari ini adalah hari dimana Caca dan Arthur akan resmi menjadi sepasang suami istri. Hari yg dimana semua orang tunggu tunggu. Acara ijab qobul di laksanakan di sebuah mesjid megah, dan langsung akan di lanjutkan ke sebuah hotel untuk menyambut para tamu undangan.
Semua orang sudah berkumpul termasuk keluarga Caca. Tak banyak yg datang, sebab hanya keluarga besar saja. Mami Rosa, orangtua Mawar, Daniel dan Siska pun turut hadir di sana.
Dan di sana juga di jaga 20 pengawal untuk berjaga jaga. Arthur terlihat sangat gugup, bahkan keringat sudah jatuh dari pelipis nya. Padahal ruangan itu ber ac.
Arthur baru merasakan kegugupan selama hidup nya. Baru kali ini dia merasa berdebar seperti akan menghadiri sebuah perang dunia saja. Daniel menepuk pundak Ar dan membisikan sesuatu di telinga nya.
'' Jangan gugup Ar, tenang lah! Rilex....'' ucap Daniel menyemangati.
Ar mengangguk lalu menarik napas dalam dalam lalu membuang nya dari mulut. Dia melakukan nya beberapa kali, hingga perasaan nya sedikit membaik.
Kemudian penghulu menjabat tangan Arthur, dan mengucapkan ijab qobul. Lalu Arthur menjawab ijab itu dengan 1x tarikan napas.
'' Gimana para saksi, sah?'' tanya penghulu
'' SAH.....'' ucap semua orang serempak.
Arthur tersenyum lega akhirnya dia bisa melepaskan beban yg dia rasa sejak tadi. Hatinya merasa plong saat sudah mendengar kata SAH. Tak lama Caca datang dengan kebaya putih berjalan di gandeng Cesa dan Ibu nya.
Caca tersenyum malu saat semua mata tertuju pada nya. Sedangkan Ar menatap Caca tanpa kedip. Dia benar benar terpesona oleh kecantikan Caca. Ar seperti melihat bidadari yg baru turun dari khayangan.
Caca duduk di sebelah Ar, lalu mencium tangam pria yg kini menjadi suami nya. Dia benar benar tak menyangka, jika sekarang pria tampan itu sudah menjadi suami nya.
Ar memasangkan cincin ke jari manis Caca, begitu pun Caca. Setelah acara masang memasang cincin. Kini sesi sungkeman pada kedua orang tua dan mertua.
Caca dan Ar mendekat ke arah Bayu dan Mawar untuk meminta restu. Setelah itu ke Mami, lalu ke ibu nya Caca.
'' Nak, Ibu titip Caca ya! Jaga dia, jangan sakiti dia! Caca adalah anak kesayangan Ibu. Jadi Ibu mohon, jagalah Caca.'' pinta Ibu pada Ar.
__ADS_1
'' Ibu tenang saja, tanpa ibu minta pun, aku akan menjaga Caca dengan seluruh jiwa dan ragaku!'' jawab Ar
Setelah acara sungkeman selesai. Kini acara sesi poto pengantin, dimana Caca memegang mahar yg di berikan Ar pada nya.
Ar memang memberikan Caca mahar 1 unit apartemen dan 1 Unit Mall terbesar di kota itu. Caca tidak meminta, tapi Arthur memang sudah menyiapkan khusus buat Caca.
ππππππ
Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah hotel mewah milik Arthur. Mereka akan melaksanakan acara pesta pernikahan. Arthur dan Caca di suruh berganti baju dahulu di salah 1 kamar.
Caca memakai gaun berwarna pink muda, dengan mutiara yg di setiap gaunya. Dia teramat susah saat akan menarik seleting itu ke atas. Arthur yg baru keluar dari kamar mandi, tersenyum licik saat melihat istri nya sedang kesusahan.
'' Perlu bantuan my Queen?'' tanya Ar
'' E-eh, ng-nggak... Aku bisa sendiri.'' gugup Caca
'' Oh Ya? Tapi yg kulihat tidak seperti itu?'' jawab Ar sambil memegang seleting gaun Caca.
Ar menelan ludah nya kasar, saat melihat punggung putih mulus milik Caca. Kemudian tangan nya mengelus punggung Caca. Membuat Caca memejamkan mata nya.
Caca merasakan desiran aneh saat suami tamoan nya, menyentuh punggung nya. Dia merasakan geli namun berasa nikmat. Arthur yg melihat reaksi istri nya itu, tersenyum senang. Lalu mencium punggung Caca dengan lembut.
'' Sayang, apa y-ang ka-mu laku-kan?'' ucap Caca dengan suara tertahan, bahkan tangan Caca sudah meremas gaun nya. Dengan menggigit bibir bawah nya.
Arthur tak menjawab, dia malah membalikan tubuh mungil Caca dan langsung menyambar bibir sexy nan manis milik istrinya itu. Caca yg sudah biasa dapat serangan mendadak dari Ar, membalas ciumaan itu.
Hingga mereka semakin panas dan panas. Ar memepet tubuh Caca ke dinding, lalu ciumaan nya jatuh ke leher Caca. Ar meninggaljan bebrapa jejak cinta nya di sana. Membuat Caca melenguh nikmat.
Mendengar lenguhan itu, membuat api gelora Ar memuncak. Tangan nya bahkan sudah bergilya di 2 buah pepaya Caca. Lalu menarik kemben itu ke bawah, hingga nampaklah 2 buah pepaya menggantung yg begitu indah menantang.
Caca yg sadar segera menyilangkan tangan nya, namun kalah cepat oleh Ar. Dia segera menahan tangan Caca, dan malah menaruhnya di belakang pundak nya. Ar langsung melahap buah coklat itu dengan rakus, membuat sang empu melenguh geli.
__ADS_1
Caca bahkan menarik rambut Suaminya agar semakin dalam melahap nya. Sedangkan tangan Ar yg satunya memilin lembut 1 buah coklat dengan gerakan yg begitu membuat Caca mendesaah.
Eeeuuuhhh
Tok Tok Tok
Arthur dan Caca saling pandang satu sama lain saat mendengar suara ketukan du luar. Kemudian Caca mendorong Ar dan menarik kemben nya ke atas kembali.
Terlihat Ar begitu kesal, karena aktipitas nya terganggu. Caca yg melihat itu terkekeh renyah.
'' Kenapa Tuan Bos?'' ledek Caca
'' Jangan meledek ku sayang! Atau aku akan benar benar menerkamu?'' ancam Ar
'' Masukk....'' ucap Caca saat sudah mengoles pondution ke leher nya untuk menutupi jejak yg Ar buat.
3 orang wanita masuk, mereka adalah perias dan asisten nya. Mereka yg akan membantu merias Caca menjadi ratu di acara nanti.
'' Maaf Nona, jika kami mengganggu! Kami harus segera merias anda.'' ucap perias itu.
Caca mengangguk, lalu mempersilahkan merska merias wajah dan rambut Caca. Sedangkan Ar melangkah ke luar kamar dengan raut wajah kesal.
'Awas saja nanti malam, akan ku buat kamu bertekuk lutut atas keperkasaan ku Sayang' batin Ar dengan senyum menyeringai
Dia sudah tidak sabar menunggu nanti malam. Ar merasa waktu begitu lamban, padahal dia sudah tidak sabar ingin membelas semangka.
Setelah seesai di rias Ar dan Caca turun ke lantai bawah untuk menhadiri para tamu undangan. Caca begitu sangat cantik bak ratu kerajaan. Semua mata bahkan terpukau melihat kecantikan Caca.
Banyak yg memuji ke serasian Pengantin baru itu, tapi ada juga yg menyindir karena iri. Memang tak semua manusia menyukai kita. Pasti ada saja yg iri pada kehidupan kita. Tapi jika kita hidup hanya mendengarkan pendapat dan nyinyiran mereka, maka kita tak akan bisa maju.
Bersambung.......
__ADS_1